Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.
namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.
shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.
kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.
terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.
𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 32
"Apa'an ini, masak anak dan istri saya bos mau jadikan zombie juga" juki tidak terima kalau anak dan istrinya mau rainal buat jadi zombie juga ternyata.
"Malah itu bagus, jadi kamu bisa hidup tenang dengan saya tanpa mereka semua.. Percayalah setelah mereka jadi zombie, hidup mu akan tenang" ujar rainal.
Juki menyesal ikut dengan rainal, dia pikir hidup nya dan keluarga nya akan baik-baik saja tapi ternyata dia salah.
"Aku beri kamu mikir selama 3 hari" ujar rainal.
Juki terdiam di ruang tamu rumah nya. Dia tidak mengantarkan rainal pulang. Pikiran nya berkecamuk sekarang.
"Apa ini yang bapak bilang aman.. Ternyata omongan nya tidak bisa di percaya toh. Bapak rela lihat kami jadi zombie" marah sang istri.
"Juki kembali terdiam. Dia berharap abah Hasan cepat bertindak supaya zombie-zombie itu tidak datang ke sana.
"Buk, aku tidak mau jadi zombie" kata lisa anak bungsu juki.
"Ibu juga tidak mau nak.. Kita harus pergi dari sini. Ayok" lilis mengajak putri nya untuk pergi dari rumah diam-diam.
Sedangkan anak pertama dan kedua nya mengikuti juki untuk cari aman.. Lilis pelan-pelan pergi dari rumah.
Cuma abah Hasan yang dapat melindunginya dan putri nya. Lilis mau ke rumah abah Hasan meskipun sudah malam.
Abah Hasan baru mau nutup pintu, langsung tertegun melihat lilis berlari tergesa-gesa ke rumah nya.
"Abah tolong kami" mohon lilis.
"Ayok masuk, kita bicara di dalam" ajak abah Hasan.
Lilis mengangguk dan mengajak anak bungsu nya untuk masuk ke dalam rumah abah Hasan. Sampai dalam abah Hasan menyuruh nya menceritakan semuanya.
Gibran dan shila juga ada di ruang tamu.. Tadi mereka mau masuk kamar tapi tidak jadi saat melihat tante lilis datang.
"Coba ceritakan lilis, ada apa sebenarnya" tanya abah Hasan.
"Itu bah, tuan renal mau jadikan aku dan anak-anak zombie. Dia menjanjikan kehidupan yang layak dan nyaman untuk mas juki" ceritanya.
"Apa juki setuju? ".
"Belum sih bah tapi abah tahu sendiri kan gimana sifat nya mas juki" kata lilis lagi.
"Tolong selamat kan lisa dan ibu ke" ucap lisa dengan tubuh gemeteran.
"Gimana ini kek, gak mungkin tante lilis dan lisa tinggal di sini. Pasti om juki bisa menemukan mereka dengan mudah" ujar shila.
"Apa kalian mau tinggal di rumah yang ada di kebun obat abah.. Kalian aman tinggal di sana. Juki tidak akan menemukan keberadaan kalian berdua. Karena juki tidak tahu abah punya kebun obat" jelas nya.
"Mau abah, yang penting kami tidak bisa di temukan oleh mas juki" lilis setuju.
"Baik lah.. Ayok kita kesana dan shila siapkan tante lilis bahan makanan" suruh Hasan.
Shila pun menuju tempat menyimpan bahan makanan dan memasukkan nya ke kardus. Setelah siap abah Hasan mengantarkan lilis dan lisa ke sana.
Sampai di sana. Lisa tidak menyangka rumah itu malah lebih bagus dari rumah nya sendiri.
"Kita akan tinggal di sini buk" tanya lisa.
"Ya lisa. Kamu dan ibumu akan tinggal di sini, kamu mau kan".
"Mau lah kek.. Asal lisa dan ibu aman dan bapak tidak bisa menemukan kami" jawab lisa.
Karena udah malam, abah Hasan pamit pulang.. Rumah yang ada di kebun obat nya, tidak mudah orang bisa masuk. Selain rumah nya di situ juga tempat yang aman.
Lilis memasukkan pakaian nya ke lemari dan membereskan bahan makanan yang shila kasih padanya. Banyak juga cemilan untuk lisa supaya lisa tidak bosan.. Di kulkas juga banyak sayuran segar yang di taruh abah Hasan maupun shila.
*******
Bapak-bapak mari kita bikin jebakan di setiap sudut supaya para zombie itu tidak bisa masuk ke lingkungan kita" ucap gibran.
"Apa itu mempan nak gibran.. Kan katanya zombie itu kenal dengan senjata" kata salah satu warga.
"Sekuat apapun mereka, pasti mereka punya kelemahan kan. Apa kalian mau mereka masuk kesini".
"Kami sudah pasrah nak gibran.. Apapun yang abah Hasan lakukan pasti kami ikut saja" ucap mereka kompak.
"Kalian gak usah takut, abah punya cara untuk menghancurkan para zombie itu.. Ini adalah jamur Cordyceps yang abah teliti dan buat berapa tahun yang lalu".
Ini sedikit penjelasan jamur rekayasa buatan abah Hasan.
Jamur Cordyceps yang dimodifikasi dengan gen tanaman bunga bangkai (Rafflesia).
Cara Kerja: Mengeluarkan aroma daging busuk tiruan yang sangat kuat untuk memancing ribuan zombie berkumpul di sekitarnya. Saat zombie mendekat, bunga ini melepaskan spora neuro-parasit.
Efek Spesifik: Spora akan mengambil alih sisa sistem saraf zombie. Zombie yang terinfeksi spora akan berbalik menyerang dan memakan zombie lain, menciptakan perang saudara di antara mayat hidup.
" mari bantu abah buat jebakan di segala arah, supaya para zombie itu tidak bisa masuk ke lingkungan kita" ajak abah Hasan.
"para warga kembali semangat 45 dan mereka langsung membuat jebakan untuk para zombie itu. mereka membuat nya dengan sangat rapi. manusia pun tidak akan menyadari kalau ada jebakan.
para kaum bapak-bapak bergotong-royong membuat jebakan, sedangkan para ibu-ibu memasak dengan porsi yang banyak.. mereka sangat kah kompak dalam segala hal.
" kalian harus hati-hati karena kedua anaknya juki merupakan anak buah pembuat zombie ini. jangan sampai ini tersebar " pesan abah.
"siap abah" untung mereka sudah selesai memasang jebakan, baru kedua anaknya si juki datang. jadi mereka tidak tahu apapun.
sementara kedua anaknya juki tidak melihat para warga memasang perangkap atau jebakan.. mereka malah asyik ngobrol sambil menikmati kopi dan gorengan.
"lihat lah bang, mereka tidak ngapain-ngapain kan. malah mereka sibuk ngobrol" kata anak tengah juki.
"mereka goblok atau gimana sih. kenapa mereka malah nyantai aja. padahal zombie-zombie itu sudah mengarah ke sini" ucap anak pertama juki tidak habis pikir dengan para warga.
sementara shila dan gibran lagi ada di dalam mobil menuju kota. mereka tahu kota lagi tidak baik-baik saja tapi mereka malah dengan beraninya menuju kota untuk membeli bahan makanan.
kenan juga ikut, dia duduk di pangkuan sang kakak. kalau mereka bertemu dengan zombie kenan langsung menembak nya.
"wah ini seru banget kak.. adek suka" kenan bertepuk tangan girang.
"lihat lah sayang, kenan sama sekali tidak takut dengan para zombie itu .. dia sudah terbiasa berada di situasi seperti ini" ujar gibran.
"betul itu, apalagi waktu gue bawa kenan menuju rumah hutan waktu itu.. jalanan sudah di penuhi zombie" pasangan suami istri itu bernostalgia.