NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Karena menangis tadi, Lilis jadi ketiduran sampai sore. Efek emosi yang terkuras habis membuat matanya terasa sangat berat, hingga ia terlelap.

Ketika kelopak matanya perlahan terbuka, sorot cahaya matahari senja yang temaram masuk melalui celah gorden kamar. Lilis mengerjapkan mata sejenak, mengumpulkan kesadarannya.

Tak hanya itu, penciumannya mendadak menangkap aroma gurih masakan yang sangat menggugah selera dari arah dapur. Lilis melangkah ke sana dan mendapati beberapa tudung saji di atas meja makan sudah terisi. Arka tampaknya sudah memasak makan malam untuk mereka berdua.

Namun, suasana rumah itu terlalu sunyi. Lilis mulai berjalan memutari ruangan untuk mencari suaminya.

"Mas... Mas Arka?" panggil Lilis lirih, suaranya masih agak serau akibat terlalu lama menangis.

Lilis berjalan ke area cuci, ke halaman belakang, hingga mengecek kembali ke kamar mandi, tetapi sosok suaminya itu tak ada. Ia mencoba mengeraskan suaranya, memanggil lagi ke sudut-sudut rumah, namun tetap tak ada sahutan sama sekali.

Tiba-tiba, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Mendengar suara yang sangat familier tersebut, Lilis bergegas melangkah menuju pintu depan lalu keluar untuk memastikannya.

Pintu kemudi terbuka, dan Arka keluar mobil membawa kresek besar di tangan kanannya. Melihat sang istri sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah bantalnya, Arka langsung mengulas senyum hangat.

"Udah bangun, Sayang? Maaf yah Mas pergi tadi nggak bilang kamu. Nyenyak banget sih soalnya," ucap Arka lembut sembari berjalan mendekati Lilis.

"Mas dari mana? Aku pikir tadi Mas mau pergi ninggalin aku..." bisiknya.

Arka terkekeh pelan. "Kalau Mas mau pergi juga bakal bawa kamu," sahut Arka.

Mata Lilis kemudian beralih melirik bungkusan yang dipegang suaminya. "Mas bawa apa itu?"

Arka mengangkat kantong kresek di tangannya sambil tersenyum lebar. "Sini. Tadi Mas belikan air kelapa, tadi kamu kan lagi datang bulan jadi cocok buat kamu minum. Ini juga sekalian Mas beli jajan," ucap Arka.

Lilis menatap deretan jajanan yang diletakkan Arka di atas meja makan dengan mata berbinar, sekaligus sedikit takjub melihat porsinya yang cukup banyak untuk ukuran mereka berdua.

"Ini nggak kebanyakan, Mas? Mas juga tadi udah masak kan?" tanya Lilis sambil mendongak, menatap suaminya bergantian dengan bungkusan makanan di depannya.

Arka tersenyum tipis, lalu menarik kursi di dekat Lilis dan ikut duduk. Ia mengusap kepala Lilis dengan lembut.

"Nggak kok, nanti kalau kamu nggak habis, Mas yang makan," sahut Arka.

"Emang Mas mau makan sisa aku?"

Arka terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu. Ia memajukan sedikit duduknya, lalu mencubit gemas pipi Lilis.

"Jangankan makan sisa kamu, Sayang. Apa pun yang punya kamu, Mas mau,"

"Lagian, makanan dari istri sendiri mana ada istilah sisa. Yang ada itu berkah."

......................

Keesokan harinya, Lilis kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa untuk mengajar di sekolah. Setelah menghabiskan beberapa jam menjelaskan materi di depan kelas, bel istirahat akhirnya berbunyi, menandakan jam pelajarannya telah usai.

Lilis merapikan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas, lalu melangkah keluar kelas.

Saat kelas selesai dan mau ke kantor guru, Elham lagi-lagi mencegatnya di lorong yang agak sepi, membuat langkah kaki Lilis terhenti seketika.

"Bu elisa, sebentar," panggil Elham, melangkah maju hingga menghalangi jalan Lilis.

Lilis menahan napas sejenak, ingatan tentang pertengkarannya hebatnya dengan Arka kemarin siang gara-gara pria di depannya ini langsung berputar di kepala. Lilis berusaha menjaga jarak aman dan memasang wajah biasa saja.

"Iya, Pak Elham? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Lilis.

"File yang beberapa hari yang lalu belum Ibu berikan. Kemarin juga saya minta lewat pesan belum juga dibalas. Bisa saya minta sekarang?" ucap Elham menatap Lilis.

Mendengar hal itu, Lilis buru-buru merogoh tasnya. "Ohh tentu, Pak, sebentar." Lilis mengambil HP-nya dan langsung mengirimnya saat itu juga lewat aplikasi pesan singkat, memastikan dokumennya terkirim dengan sempurna agar urusan ini cepat selesai.

"Sudah saya kirim ya, Pak," ujar Lilis setelah menekan tombol kirim.

"Maaf, Pak Elham," ucap Lilis dengan nada suara yang tenang namun terdengar tegas.

"Seharusnya file ini Bapak minta ke bagian administrasi atau ke Bu Rina, bukan ke saya. Saya hanya wali kelas, bukan bagian ini, Pak."

Mendengar teguran halus namun menohok dari Lilis, Elham seketika tertegun dan salah tingkah. Ia tidak menyangka Lilis akan bersikap setegas ini untuk membatasi komunikasi di antara mereka.

"Ohh maaf, Bu Lilis. Saya masih baru di sini. Ayah saya juga tidak terlalu memberitahu saya akan hal ini." Elham terkekeh canggung, membawa-bawa nama ayahnya selaku pemilik yayasan untuk membela diri.

Lilis tidak goyah sedikit pun. Ia tetap menatap Elham dengan pandangan lurus.

"Seharusnya Bapak bisa lebih profesional dalam hal ini, Pak. Dan jangan membebankan guru lain untuk hal yang bukan urusannya. Maaf, Pak, jika saya terkesan sarkas," ucap Lilis.

Wajah Elham langsung memerah karena malu disemprot sekakmat seperti itu oleh salah satu wali kelasnya. Ia hanya bisa mengangguk pasrah tanpa berani membantah lagi.

"I-iya, Bu Lilis. Maaf atas ketidaktahuan saya. Terima kasih file-nya," jawab Elham terbata-bata.

"Sama-sama, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu ke kantor guru," pamit Lilis.

1
Melki
tegas juga Lilis....👍
Sri Supriatin
tks up 2 babnya Thor 🙏🙏💪💪
Nice1808
Arka mah aneh baca pesan cemburu sampai diam kyk gitu, ditanya baik2 ke lilis atai gmna buka langsung diam😃
Melki
kok sedih rasanya.....
Aidil Kenzie Zie
berarti cinta Kirana sama mending suaminya lebih besar y dari pada k Yuda 🤔🤔🤔
Wardah Saiful
bagus ceritanya semamgat thor❤️💪
Sri Supriatin
tks upnya thor n sehat selalu 🙏🙏🙏
Melki
next
Arin
Hati-hati dokter Arka..... itu udah ada bibit wanita penggoda...... Yang mulai mendekat. Awal memberi perhatian dengan membuatkan kopi..... Lama-lama kalau tidak menolak dan membiarkan seolah memberi harapan. Kasih tau dia kalau dirimu tidak sendiri lagi.... udah beristri
Melki
next....
Arin
Iya tuh firasat suami..... harus hati-hati Lis dengan anak Pak Yasir si Elham.... Kayaknya dia ada perasaan kepadamu 😁😁😁😁
Shabrina Darsih
blm upfate lg cerita nya ya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
syafa kamu kasian sekali
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
mereka pasangan yang serasi, satu lembut satunya perhatian🤗
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
rama pria brengseeekk ternyataaa
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
arka suami yang pengertian
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
curhat bisa ngurangin beban hati juga sih
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
cie mas ade wkwkwk, romantia
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
semoga arka ga marah ke lilis
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
arka suami idaman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!