NovelToon NovelToon
Om Duda, Nikah Yuk?

Om Duda, Nikah Yuk?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ummi asya

Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.

Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.

Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.

"Om, nikah yuk?"

"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."

Begitulah ketengilan Kania pada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Bella Datang

Axel mengejar Kania sampai di depan pintu, dia terdiam dan berhenti ketika melihat mamanya Kania keluar dari mobilnya dan menghampiri anaknya.

Wajah khawatir sangat jelas terlihat di sana dan bertanya apakah semua sudah selesai.

Teman Kania melihat adegan itu pun ikut terdiam.

"Ibunya Kania cantik ya? Ngga nyangka dia magang di sini."

"Jelas cantik, Kania juga cantik. Cuma sedikit ceroboh dan ya lucu juga."

"Kelihatannya dia anak orang kaya, lihat mobilnya juga."

"Fortuner itu biasa."

"Ya, biasa bagi orang kaya."

Axel mendengar percakapan anak buahnya, dia menoleh dan berbalik melangkah pergi ketika mobil ibunya Kania pergi. Merasa bersalah kenapa waktu kejadian dia tidak ada di tempat.

Semua karyawan kembali bekerja melayani pengunjung, seakan tidak ada kejadian apa pun. Kania memang tidak pamit pada teman-temannya karena itu tidak penting baginya. Banyak yang tidak suka dengannya di kafe itu, hanya beberapa saja yang mau berteman dan membantunya kerja.

Sementara itu, Kania di dalam mobil masih diam sejak keluar dari kafe Axel, dia tahu Axel mengejarnya tapi dia mengabaikannya. Baginya semua sudah selesai, tapi bagaimana dengan hatinya?

Entahlah, rasa marah dan kecewa ketika dia berada di rumah sakit. Ternyata Axel tidak datang menjenguknya, bahkan Bella kita. Ya meski waktu kejadian Bella tidak masuk kerja, tapi setidaknya dia tahu kejadian yang menimpanya. Bukankah dia sahabatnya?

Lalu, kenapa ketika beberapa hari beristirahat di rumah Bella juga tidak datang menjenguknya. Dia sengaja tidak memberitahu Bella, Kania pikir Bella akan datang.

Ibu Laras menoleh pada anaknya yang sejak dari kafe itu diam saja, tapi dia tahu anaknya sedang sedih karena harus keluar dari kafe tersebut.

Sesampainya di butik, Kania langsung masuk ke ruang kantor mamanya tanpa menyapa pegawai yang sudah dekat dengan ibu Laras. Ibu Laras sendiri hanya menggeleng kepala, tapi dia membiarkan anaknya masuk ke dalam ruangannya untuk istirahat.

Siang ini butik milik ibu Laras cukup ramai, butik tersebut menjual berbagai pakaian wanita dan juga anak-anak. Harga terjangkau dan ada juga yang cukup mahal bagi orang-orang yang memiliki gaya dan gengsi besar.

Ibu Laras cukup pintar dalam mengelola butiknya juga tahu tren baru dari pakaian yang ada di butik.

"Bu, mbak Kania lagi sakit ya?" tanya pegawai butik ibu Laras.

"Iya, habis kecelakaan di tempat magangnya. Temannya itu tidak menyukai Kania, udah ibu bilang jangan magang di sana. Tetap saja maksa, jadinya di bully sama temannya," ucap ibu Laras sedang memeriksa baju-baju di etalase.

"Waah, jahat banget ya Bu. Kenapa ngga magang di butik ibu aja?"

"Anaknya bandel, di sana ada cowok yang di sukai. Aku tidak setuju awalnya, tapi ya gimana lagi. Papanya Kania mengizinkan, ya sudah."

Pegawai itu hanya mengangguk saja, lalu mengerjakan kembali tugas yang sudah di berikan padanya.

_

Sore hari Kania pulang dengan memesan taksi online, satpam melihat anak majikannya datang langsung membuka lebar pintu pagar dan memberitahu kalau ada sahabatnya datang.

"Non Kania, non Bella datang mau ketemu non Kania," ucap satpamnya.

Kania mengerutkan dahi menatap satpam lalu memandang ke arah rumah besarnya, dia tidak bicara apa pun pada satpam Langung pergi menuju rumahnya.

Sampai di dalam, benar saja di ruang tamu ada Bella sedang duduk dan mbok Siti menyediakan makanan ringan dan minuman juga.

Kania melangkah malas menuju ruang tamu, sedikit enggan dia menemui Bella. Tapi hatinya tidak tega karena sebelum masuk ke rumah satpam berteriak kalau Bella menunggu hampir tiga jam.

"Ada apa Lo kemari?" tanya Kania sedikit sinis, memang malas bicara dengan Bella.

Bella menoleh ketika mendengar sapaan Kania, dia langsung berdiri dan mendekati sahabatnya. Melihat jari tangannya yang masih di balut perban.

"Tangan Lo masih sakit?" tanya Bella tanpa mengindahkan pertanyaan Kania, pandangannya masih di tangan Kania.

"Ck, jangan sok perhatian deh. Udah sana pulang," ucap Kania.

Bella diam menatap sahabatnya, dia tahu Kania sering sekali dia marahi karena ingin tahu banyak tentang Axel. Gadis itu menghela napas panjang lalu menunduk.

"Gue kesini mau tahu keadaan Lo, waktu kejadian gue ngga masuk dan pergi ke Singapura," ucap Bella lirih.

Merasa bersalah karena sering sekali kesal pada Kania.

Kania diam menatap sahabatnya, pandangannya ke sofa dan meja. Di sana beberapa toples di atas dan juga minuman.

"Kania, gue kesini juga karena om Axel," ucap Bella, Kania mengalihkan pandangan pada sahabatnya.

"Om Axel belum sempat minta maaf sama Lo, dan om Axel juga udah pecat kak Sinta. Lo kalau mau masuk magang di kafe lagi, boleh kok. Om Axel sangat senang pasti," kata Bella menjelaskan alasan kenapa dia tidak langsung menjenguknya.

"Lo ngga pernah cerita kalau mau ke Singapura, atau jangan-jangan Lo takut gue ikut?" tanya Kania lagi dengan nada sinis.

"Bukan gitu, gue juga baru tahu kalau di ajak papa ke Singapura."

"Lo kan bisa kirim pesa ke gue, kita ngga baru aja jadi sahabat Bella."

"Iya, gue minta maaf. Sebagai gantinya Lo bisa ngejar om Axel lagi deh, dan gue juga bawa oleh-oleh buat Lo," kata Bella dengan menenteng paperbag dan mengangkatnya di depan mata Kania.

Kania sendiri diam saja melihat tentengan paperbag di depannya, raut wajahnya masih sama. Datar dan sedikit kesal, tapi ujung-ujungnya paperbag itu di ambil.

Bella tertawa kecil, dia senang Kania menerima oleh-oleh darinya itu.

"Gue terima oleh-olehnya, tapi gue ngga mau kerja lagi ke kafe," ucap Kania.

"Lho, kenapa? Bukannya Lo senang kan sama om Axel?"

"Ngga, gue udah ngga suka lagi sama om Axel. Sorry," jawab Kania.

Bella kaget, tapi dia pun bisa lega Kania tidak lagi mengejar omnya. Tapi dia penasaran kenapa Kania tidak mau lagi kerja di kafe.

"Lo yakin dengan ucapanmu itu?" tanya Bella.

"Lo tenang aja, gue ngga akan ngejar om Axel lagi. Gue juga tahu diri, tidak ada yang mendukungku. Baik itu Lo atau pun mama, ngga ada yang peduli pada gue."

"Siapa bilang? Gue ngajak Lo magang lagi di kafe om Axel, Lo bisa ngejar om Axel lagi." kata Bella lagi, Kania diam.

Ia menarik napas berat, dia sudah memikirkan ke depan bagaimana. Dia bukan orang yang sudah dapat pekerjaan sampai magang di kafe Axel, papanya sudah menyuruhnya magang di kantornya saja. Dan kini mungkin dia akan memikirkan ucapan papa dan mamanya.

"Gue pengen istirahat, Lo pulang sana," ucap Kania.

"Gue temenin deh." kata Bella.

"Ngga usah, gue pengen istirahat sendiri. Lo pulang, atau gue suruh mbok Siti ngusir Lo?" ancam Kania tapi tidak dengan hatinya.

Bella cemberut, dia melihat paperbag di tangan Kania dan tersenyum.

"Oke, gue pulang dulu ya. Besok Lo bisa kan kuliah?" tanya Bella.

"Ngga bisa, gue mau istirahat total." jawab Kania.

"Ck, lukanya kan cuma kecil."

"Kecil atau besar, tetap aja gue mau istirahat total. Dan Lo sok tahu banget lukanya kecil, udah sana pulang. Gue panggil mbok Siti nih."

"Iya iya, gue pulang. Ya udah, Lo istirahat aja. Oh lupa, om Axel kirim salam buat Lo dan Lo cepat sembuh ya."

Bella melambaikan tangannya lalu berbalik dan melangkah keluar dari rumah Kania tersebut.

Kania menatap kepergian sahabatnya hingga menghilang di balik pintu, pandangannya pada paperbag yang berisi hadiah dari sahabatnya Bella.

"Waah, dia pengertian banget ya. Hadiahnya yang gue suka, asyiik."

_

_

*******

1
Aditya hp/ bunda Lia
si bela udah gak bener tadi semangat ngajak jalan sekarang malah gak jadi kasian Rania ...
Aditya hp/ bunda Lia
udah mending lupain ajah si om ...
Aditya hp/ bunda Lia
dasar Kania jutek sama orang ya suka hadiahnya 😂😂
tapi gak apa-apa cuekin dan jutekin ajah si bela nya terus ... balas dendam kecil2an
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan dengerin Kania udah lari masuk mobil bye ...
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kau sukurin
💗 AR Althafunisa 💗
Semangat ka update nya 💪🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Belum tau aja Lo Sinta, bisa dimasukin sama orangtuanya Kania baru tau rasa lho 😡
Aditya hp/ bunda Lia
ya jelas marahlah pasti tersinggung sakit hati dasar duda gak tau diri jadi duda ajah sombong ... 😡
💗 AR Althafunisa 💗
Up lagi ka 😌
Aditya hp/ bunda Lia
banyak sekali halanganmu Kania ... sabar yah 🤭
💗 AR Althafunisa 💗
Ceritanya bikin penasaran ❤️
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka...
💗 AR Althafunisa 💗
Double up dong ka author 😌
Aditya hp/ bunda Lia
iya udah keluar ajah ngilang ajah cuti dulu dari kampus biar yang jahatin kamu ngerasa bersalah ... gereget 😬
💗 AR Althafunisa 💗
Lama-lama kesel juga sama sikap Bella, kenapa coba tuh orang 🤔
Aditya hp/ bunda Lia
buat pergi ajah Thor Kania biar si bela kehilangan dan ngerasa bersalah gitu gemes aku
Aditya hp/ bunda Lia
segitu gak maunya si bela ini Kania suka sama om nya
Aditya hp/ bunda Lia
pengen ngebejek si Sinta .... boleh santet online?
Aditya hp/ bunda Lia
nah om Axel ajah suka kenapa kalian yang pada repot ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!