NovelToon NovelToon
Layu Sebelum Mewangi

Layu Sebelum Mewangi

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Single Mom / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: miss tiii

" Dua puluh tahun terkurung. Sebuah pernikahan tanpa suara. Dan seorang pria yang lebih memilih diam dari pada berjuang.

Arumi mengira ia akan mekar setelah menikah. Ternyata , ia hanya berpindah ke sangkar yg lebih dingin. Ketika kehidupan hidup mulai mencekik dan suaminya tetap membatu, Arumi menyadari satu hal : Untuk bisa bernafas lagi, ia harus merelakan segalanya. Termasuk status yg selama ini di anggap suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss tiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skakmat untuk Sang Raja Katering

Ruko "Wangi Arumi" masih dipasangi garis polisi sementara, tapi suasana di dalamnya justru seperti markas komando. Adnan sibuk dengan tiga ponsel di tangannya, Erick menatap layar CCTV dengan tajam, dan Rendra sedang melakukan Live Streaming darurat di akun media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut.

"Halo warga netizen yang budiman! Secara visual, kalian lihat kan? Ada botol pewarna tekstil di tangan mata-mata Gavin. Ini bukan sekadar persaingan bisnis, ini percobaan pembunuhan karakter!" seru Rendra ke arah kamera ponselnya, gayanya sangat meyakinkan.

Dania masuk sambil menyeret Tio yang sudah gemetaran. "Mbak Arum, si Tio ini ternyata punya rekaman suara Gavin saat menjanjikan uang sogokan itu lewat telepon! Dia simpan buat jaga-jaga kalau Gavin ingkar janji!"

Arumi mengambil ponsel Tio, mendengarkan rekaman itu. Suara Gavin terdengar jelas: "Masukkan saja zat itu ke stok rendang Arumi. Biar pelanggannya keracunan massal. Setelah rukonya tutup, aku akan urus ibumu."

"Kejam sekali..." bisik Arumi. Matanya berkaca-kaca, tapi bukan karena sedih, melainkan amarah yang murni. "Adnan, aku tidak mau hanya diam. Gavin harus tahu bahwa dia tidak bisa membeli nyawa orang."

Adnan menatap Arumi, lalu tersenyum tipis. "Dia sudah masuk ke perangkapnya sendiri, Arumi. Erick, lakukan sekarang."

Erick mengangguk. Ia menelepon seseorang di pelabuhan. "Tutup semua akses distribusi bahan baku Gavin di gudang sektor 4. Pastikan tidak ada satu truk pun yang keluar untuk suplai katering maskapainya hari ini."

"Wah, parah! Kak Erick mainnya kasar tapi estetik!" seru Dania sambil bertepuk tangan.

Tiba-tiba, sebuah mobil mewah berhenti mendadak di depan ruko. Gavin keluar dengan wajah merah padam, rambutnya yang biasanya klimis kini sedikit berantakan. Ia menerobos masuk, tapi langsung dihadang oleh dua pengawal berbadan besar milik Keluarga Baron.

"Adnan! Apa-apaan ini?! Kenapa gudangku disegel oleh orang-orangmu?!" teriak Gavin murka.

Adnan melangkah maju, berdiri tepat di depan Gavin. "Bukan orang-orangku, Gavin. Tapi orang-orang yang merasa terhina karena kamu mencoba meracuni makanan di wilayah mereka. Kamu lupa ya? Pasar dan pelabuhan ini punya 'aturan' sendiri."

Arumi melangkah maju, berdiri di samping Adnan. Ia memegang tablet milik Kinan yang berisi rekaman suara Gavin yang baru saja ditemukan.

"Pak Gavin," suara Arumi tenang namun mematikan. "Video sabotase Tio sudah ditonton dua juta orang dalam satu jam. Dan rekaman suara Anda yang mengancam nyawa ibu Tio sudah saya kirim ke pihak kepolisian dan asosiasi penerbangan. Anda tidak hanya kehilangan kontrak, Anda kehilangan masa depan."

Gavin tertawa sinis, mencoba menutupi ketakutannya. "Kalian pikir kalian siapa?! Aku punya pengacara terbaik di Singapura!"

"Secara narasi..." Rendra memotong sambil mengarahkan kamera ponselnya tepat ke wajah Gavin yang pucat. "Kamu itu sudah game over, Bro. Lihat jumlah viewers-nya. Semua orang sekarang tahu kalau katering internasionalmu itu pakai taktik kotor. Say cheese to the camera!"

Gavin melihat ke arah kamera Rendra, lalu melihat ke arah polisi yang mulai berdatangan di belakangnya. Ia baru sadar, ia tidak sedang berhadapan dengan "penjual bumbu pasar" yang lemah, tapi dengan sebuah aliansi yang tidak bisa ia beli dengan uang.

"Bawa dia," perintah petugas polisi yang dipanggil Adnan.

Saat Gavin diborgol dan diseret keluar, Kinan berlari mendekat. Ia membawa seplastik kecil bumbu cabai giling yang sangat merah.

"Om Abu-abu! Ini hadiah dari Kinan! Kata Ibu, orang yang hatinya busuk harus dikasih banyak cabai supaya sadar kalau hidup itu pedas!" seru Kinan polos.

Dania tertawa ngakak sampai jongkok. "GILA! Kinan, kamu beneran savage! Om Gavin, selamat menikmati pedasnya jeruji besi ya!"

Gavin hanya bisa menunduk malu saat wartawan yang tadi ia undang sendiri justru memotretnya saat memakai borgol.

...****************...

Malam Harinya

Restoran "Wangi Arumi" sudah bersih dari garis polisi setelah uji lab kilat membuktikan bahwa bumbu yang ada di rak semuanya aman dan murni (sabotase Tio berhasil dicegah sebelum tercampur).

Arumi duduk di teras bersama Adnan, menatap bintang-bintang. Kinan sudah tertidur di pangkuan Arumi.

"Terima kasih untuk segalanya, Adnan," bisik Arumi.

Adnan menggenggam tangan Arumi. "Kita adalah tim, Arumi. Dan tim tidak akan membiarkan satu anggotanya jatuh. Sekarang, 'Wangi Arumi' akan benar-benar mendunia tanpa ada lagi yang menghalangi."

"Ehem! Tim hore nggak diajak nih?" suara Dania muncul dari balik pintu, ia membawa sekotak pizza besar bersama Rendra.

"Duh, Dania... secara atmosfer, kita baru saja merusak momen romantis mereka," keluh Rendra sambil membenarkan letak syal sutranya. "Tapi demi pizza jengkol pesananmu, aku rela jadi obat nyamuk."

Arumi dan Adnan tertawa bersama. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Arumi merasa benar-benar aman. Wangi masa depannya kini jauh lebih harum daripada rempah apa pun di dunia.

1
Diana Bellusi
bagus ceritanya q suka💪
miss tiii: halooo kakk, jangan lupa vote yaaa , salam kenalll🙏🤭
total 1 replies
Emily
dah baskara gak usah harap Arumi lagi pigi kerja jadi kuli buat ngisi perutmu
Emily
kerja baskara jangan ngintipin arumi aja
Emily
lha baskara itu pernah berjuang apa
Emily
nah gitu dong Rumi
Emily
ah ngomong aja kau Rumi..makin banyak kau ngomong makin mentiko lakikmu
Emily
si Arumi kan udah pernah ngomong begitu jgn sampe berkali kali ngomong begitu tapi tetap masih mengharap laki mokondo
Emily
lha Arumi di tinggal saja laki begitu..malah balik lagi
Emily
baskara kerja apa kok modelnya begitu.. bpak nya Arumi juga salah kenapa menjodohkan anaknya dgn leleki gak jelas
Emily
semangat
Yuli Yanti
sbetulnya nama anaknya Bayu apa Kinan. bingung aku
miss tiii: Kinan Buu , episode berapa yg masih nama Bayu biar saya ganti , makasihh atas komentarnya 🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!