NovelToon NovelToon
The Curious Queen GL Indo

The Curious Queen GL Indo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / GXG
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Benrycia_

Orang yang terlalu penasaran tidak selamanya berakhir indah. Contohnya Kimi Ariana yang kadang dipanggil Kimi Arigato, padahal tidak punya darah Jepang. Saking tak bisa menahan penasaran, Kimi kerap mencoba hal-hal yang di luar nalar.
Dan percobaan paling absurd yang merubah hidupnya?
Mencoba pacaran dengan.. perempuan tampan-ah, bukan, perempuan keren yang justru dijauhi banyak orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benrycia_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Hari ini para peserta berbondong-bondong menuju kantor keamanan, sampai seluruh penghuni area pelatihan keluar dari sarang masing-masing.

Di barisan depan, Janu dan Ruby berdiri bersiap sebagai perwakilan. Dari pihak keamanan dan administrasi, Pak Deden serta Bu Ira maju ke depan,

" Jadi ini pertemuan resmi?" tanya Pak Deden tenang.

"Bener, Pak. Ini udah hampir seminggu, jadi kami gak bisa tahan lagi," kata Janu lantang.

"Baik. Kita bicarakan di dalam. Tapi hanya perwakilan, tiga orang saja."

Belum sempat Ruby bergerak, Kimi langsung maju ke barisan paling depan.

"Pak, paket dong. Saya ngarep banget nih, kali aja orang rumah kesambet terus tiba-tiba ngirimin saya paket,"

Pak Deden mengernyit. "Paket kosong, Kimi. Belum ada kiriman-'

"Pak, plis. Bapak tega sama anak buangan kayak saya ini?" Ekspresi Kimi melunak dan menyedihkan dalam hitungan detik.

Pak Deden menaikkan alis, jelas sudah kehabisan tenaga untuk menahan kebohongan lebih lama. Apalagi seorang Kimi, kalau sudah penasaran, bisa-bisa nekat menerobos pintu kantor.

"Pak, kami sudah punya bukti soal penahanan paket di dalam," ujar Ruby sambil menunjuk ke arah ruangan.

Pak Deden menghela napas. Ia akhirnya memberi kode pada staf yang berjaga.

Paket pun dibagikan. Yang mengejutkan, Kimi benar- benar menerima kiriman, padahal dua minggu lalu ia hanya menyindir mamanya lewat telepon:

"Dari lima belas orang, mungkin cuma aku sendiri yang gak dinget keluarga. Gak ada satu paket pun yang datang. Yang begitu kan gak harus diminta ya, Ma. Aku gak maksa sih. Aku kan apa lah." Sindiran rendah yang menusuk itu akhirnya membuat sang mama mengirimkan paket menjelang pelatihan berakhir.

"Uby, liat!" Kimi menghampiri Ruby dengan mata berbinar, memeluk paketnya seperti piala. "Akhirnya Mama inget punya anak."

Ruby tersenyum tipis. "Iya. Sana buka. Kali aja isinya harta karun."

Kimi mengangguk penuh semangat dan mengikuti arus peserta yang kembali ke asrama.

~

Di ruang tamu kantor keamanan, enam orang duduk saling berhadapan, Ruby, Janu, dan Desi di satu sisi, Pak Deden, Bu Ira, dan Clarissa di sisi lain.

Tanpa basa-basi, Ruby meletakkan map di atas meja.

"Kami mungkin melanggar aturan," ucap Ruby pelan namun tegas, "Tapi kalian juga tidak bisa menyalahkan kami hanya mengikuti permainan yang kalian mulai."

Pak Deden menatapnya sejenak, kemudian membuka map tersebut. Rautnya sempat berubah, namun ia kembali mengangguk dan menyerahkan dokumen itu kepada dua wanita di sampingnya.

"Pantas kantor berantakan. Ternyata kalian ya," desis Bu Ira sambil memeriksa tabel angka.

"Kami hanya butuh bukti, Bu. Jika ini tidak sesuai dengan laporan keuangan resmi, mohon jelaskan," ujar Desi.

"Maksudnya indikasi korupsi?" Bu Ira menaikkan alis. "Kalian sadar ini mirip seperti laporan bulan sebelumnya, bukan?"

"Karena itu kami menuntut kejelasan, Bu. Jika laporan ini dikirim ke pusat, berarti semua telah disetujui. Lalu ke mana logistik yang seharusnya masuk ke sini?" lanjut Ruby.

Clarissa yang sejak tadi kebingungan menatap tiga orang tersebut bergantian. "Sebenarnya ini tentang apa? Ini sudah mengganggu kenyamanan peserta. Kalian harus memberi penjelasan."

"Baiklah." Pak Deden menghela napas panjang. "Ini memang perintah dari pusat. Ini adalah tes terakhir kalian, dan... ya, kalian lulus."

Bu Ira tersenyum lebar. "Mungkin caranya agak barbar, tapi Chairman ingin melihat bagaimana kalian menyelesaikan masalah. Kami kira kalian hanya protes lalu berhenti setelah diberi penjelasan. Ternyata kalian sampai mencuri data. Kalau ini serius, kami pasti sudah dilaporkan ke pusat."

"Maksudnya, kalau suatu hari terjadi masalah di perusahaan, kami diharapkan mencari tahu sendiri, bukan pasrah?" tanya Janu.

Dua orang itu mengangguk serempak, sementara Clarissa akhirnya paham dan hanya menyandarkan diri sambil melipat tangan.

"Selanjutnya apa? Apakah sistemnya kembali seperti semula?" tanya Clarissa.

"Masih ada satu hari lagi. Tes ini berlaku seminggu penuh," jawab Bu Ira.

Ruby mengernyit. " Jadi kalau kami diam saja, semuanya kembali normal setelah seminggu?"

Dua kepala itu kembali mengangguk dengan senyum yang semakin puas.

"Tapi," sambung Pak Peden, "karena kalian membuat kehebohan tengah malam, kabur dari gerbang, mencuri mi instan dua dus, mencuri sosis satu plastik, mengintip kantor keamanan, dan mengacak-acak kantor administrasi... kalian tetap harus menerima hukuman.

"Tepatnya hukuman apa, Pak?" Janu mulai waspada.

"Besok kalian harus membersihkan seluruh area pelatihan dan masak sendiri,"

Tiga orang itu saling berpandangan,

"Membersihkan seluruh area?" Janu menganga.

"Masak sendiri?" Ruby menatap tak percaya.

"Mancing di kali?" Desi malah tampak antusias.

"Bukan begitu, Desi. Beras dan kebutuhan dapur akan kami kirim ke asrama. Anggap saja sehari masa tenang untuk staf dapur dan kebersihan yang sudah bekerja hampir tiga bulan tanpa libur."

Akhirnya tiga orang itu hanya mampu pasrah, sedangkan Clarissa menatap mereka dengan senyum tertahan. Ia bisa membayangkan kekacauan sekaligus keakraban yang akan tercipta besok. Ini pasti jadi momen yang akan diingat para peserta saat mereka lulus dari pelatihan ini.

"Tes apaan? Si Veril pasti sengaja. Puas banget dia ngerjain kayak gini. Dari awal pelatihan, baru tahun ini ada tes ngaco kayak gini. Apa karena ada gw ya?" gerutu Ruby sambil menuju kamar Kimi.

Ceklek.

Pintu terbuka. Ruby langsung mengernyit melihat pacarnya duduk di lantai, bersandar ke tepi kasur sambil memeluk lutut. Di depannya, kotak dan isinya berserakan di lantai.

Ini kenapa lagi? Ruby merapatkan alis, gelisah sendiri. Ia menutup pintu, lalu mendekat dan duduk di samping Kimi.

" Sayang, ini kenapa berantakan? Kamu kenapa?" tanyanya pelan.

Kimi mengangkat wajah dengan ekspresi nyaris menangis. "Mama kirimin ini." Ia menunjuk toples berisi kentang kering balado.

Ruby menunggu. "Oke. Terus apa yang salah?"

"Ini juga." Kimi menunjuk toples lain yang bentuknya ambigu-antara keripik tepung atau hasil eksperimen keluarga besar. Ada kacang di atasnya.

"Oke. Jadi apa yang salah, sayang?" Ruby mencoba tetap sabar.

"Mama tau apa yang aku suka, tapi malah gak di kirim." Nada kimi mulai meledak, sampai Ruby refleks terkejut.

"Apa yang kamu suka? Biar aku yang siapin,"

"Aku suka makan biskuit dicelupin susu anget."

Ruby berkedip. "Di sini disediain susu, sayang. Biskuitnya nanti aku suruh orang kirim."

Kimi makin bingung. "Sejak kapan ada susu di sini? Gak ada, By. kamu ngaco banget."

"Apa iya gak ada?"

"Gak ada! Kamu mah enak, tadi malem abis nyusu. Aku gimana? Masa nyusu ke kamu? Gak ada isinya," Kimi mulai merengek.

Ruby tertawa kecil, pipinya memerah mengingat kejadian semalam. Sekilas matanya melirik ke dada pacarnya, tapi Kimi cepat menutupi.

"Jangan harap aku mau ngasih lagi," ancamnya. "Kamu cuma bikin aku basah, tapi gak dilanjutin."

Ruby langsung menelan ludah. Panik mode: aktif. Ia hanya bisa menatap Kimi yang berdiri dan mulai menyusun toples-toples di meja.

"Sayang.. mungkin lain kali bisa.. ya.. di luar aja-"

"Gak ada!" Kimi menjawab ketus, padahal ia sama sekali tidak menangkap maksud Ruby. Di luar? Apa yang di luar? batinnya.

Tok. Tok. Tok.

Keduanya sontak kaget. Ruby bangkit dan membuka pintu. Juli langsung masuk sambil menghembuskan napas panjang, wajahnya tampak tercekik informasi.

"Semua udah pada tau," katanya sambil mengamati isi toples satu per satu.

"Tau apa?" tanya Ruby heran.

"Soal kita harus beres-beres dan masak sendiri. Nih pelatihan makin lama makin absurd,"

Kimi menatap polos. "Maksudnya apa, Jul? Masak apa?"

"Ya masak makanan sendiri. Paham? Tugas staf dapur kita yang ambil alih. Lo bangun pagi buta, bikin sarapan, makan siang, sama makan malam. Terus bersihin satu area. Nah, seharian kayak gitu," Juli menjelaskan dengan nada frustrasi.

Ruby menggaruk pelipis. Rasa bersalah mulai muncul. Ia yakin si Chairman melakukan ini karena iseng, dan mungkin karena kebetulan dirinya ada di sini.

"Tapi ini lumayan. Bisa jadi tambahan lauk," ujar Kimi sambil menunjuk toples-toples warisan mamanya.

"Bikinan sendiri?"

"Iya. Mama suka masak."

"Mantep banget. Si Febi malah dikirimin sambel botol. Dari bentuknya aja udah kayak neraka cair," Juli terbahak.

"Aku kalau pedes banget gak berani. Tipis-tipis aja, kayak niat Uby mencintaiku," sindir Kimi.

Ruby langsung menoleh. "Maksudnya apa, sayang? Kapan niatku tipis?"

"Gak tau ya. Ini kan perasaan aku doang," jawab Kimi sok polos.

"Nih anak minta diperawanin kali, Ru," celetuk Juli sambil nyomot peyek kacang.

Ruby hampir menepuk kepala Juli, tapi Kimi sudah mendelik duluan.

"Juli ngomong vulgar."

"Vulgar apa? Gw cuma nyeplos. Kasian juga liat muka si Ruby kayak ngarep-"

"Heh, bacot," potong Ruby sambil mengacungkan telunjuk.

Juli cekikikan puas. Cukup melihat tatapan Ruby ke Kimi, dan satu dua gosip dari Febi, ia langsung bisa membaca segalanya tanpa perlu penjelasan tambahan.

"Hm, disodorin juga ditolak," gumam Kimi pelan.

Juli langsung menoleh. "Apa, kim?"

Ruby buru-buru menutup mulut pacarnya sebelum rahasia ranjang mereka terbongkar tanpa sisa.

"Jangan dengerin dia," kata Ruby tegas.

Juli mengangkat bahu, lebih tertarik pada urusan mereka esok hari.

.

1
Zye Rava
Baca deh cerinya gemesin.
Felafel
Thor ayo up aku nungguin ni
Benrycia_: Sabar ya zheyeng🙏 bab nya nyangkut mulu.
total 1 replies
Suka GL
Ceritqnya seru gak bosenin.
Suka GL
Ciee yang udah nyamperin mertua cemangad ambil hati mama sabrina ya uby 💪
Ayo lanjut agi thor jngn lama upnya🙏
Zye Rava
Uby ambil hati mama sabrina dong biar cepet direstuin
Inayah🥰
Ayo dong mama sabrina restuin ruby dan kimi 😍
Felafel
Makin seru ceritanya.
Lanjut ya thor
Aku padamu
Benrycia_
Bab nya nyangkut 😏
Suka GL: Semangat thor
total 1 replies
filusi
ceritanya bagus bet semoga cepat update
Benrycia_: Makasih
total 1 replies
Felafel
Up terus thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!