Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 40 dan 41.
***
Suasana tegang menjadi sedikit cair, saat Yuexue menatakan sesuatu yang membuat Lin Yue tertawa.
Ternyata Beast kesayanganya itu, bisa juga bercanda.
"Apakah benar dia ... Yuexue??" tanya Shirui kembali dengan nada tidak percaya.
Yuexue melipat kedua tangannya di depan dada sambil berdecih kesal.
"Cih! Kenapa tidak percaya begitu, hm?! Apakah kamu merasa terkalahkan dengan wajah tampan milikku ini?" ujar Yuexue, yang sedang dalam mode narsis.
"Bukan seperti itu, Bocah bau!" sanggah Shirui.
"Lalu apa?" cecar Yuexue.
Shirui mengerutkan keningnya, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu.
"Bukannya kamu itu seekor Serigala Roh, ya? Bukannya manusia seperti ini?" tanya Shirui dengan tiba-tiba.
"Hahahahahaha!"
Lin Yue tertawa mendengarnya, lalu dia mendudukkan dirinya diatas sebuah kursi.
"Kamu ini lucu, Shirui! Memangnya kenapa, jika dia bisa berubah menjadi manusia, hm?" ujar Lin Yue, setelah dia menyelesaikan tawanya.
"Bukannya begitu, Yue'er ... Aku hanya masih tidak percaya saja, jika dia bisa berubah menjadi manusia ..." ujar Shirui, masih dengan wajah bingung.
"Tentu saja dia bisa berubah, dia adalah Serigala Tanduk Emas Ilahi, Shirui. Saat pemiliknya naik ke tingkat lebih tinggi, maka dia pun akan semakin kuat dan bisa berubah wujud menjadi manusia," Lin Yue menjelaskan dengan sabar.
Sementara si tengil Yuexue malah menyeringai bangga, saat mendengar 'ceramah malam' majikan cantiknya untuk Shirui.
"Hahahaha! Wajar saja kamu kaget, Tuan! Kamu kan sedang amnesia mendadak, jadi tidak ingat, jika makhluk Beast tingkat Ilahi itu bisa berubah menjadi manusia! Walau bagaimanapun juga, aku sekarang adalah Beast Ilahi tingkat Agung-puncak, karena majikanku sudah berada di tingkat Kaisar-tahap akhir! Hahahaha!" sahut Yuexue sambil tertawa bangga.
"Kalau bukan karena tekad kuat Nona Yue dalam berkultivasi, aku juga tidak akan bisa berubah secepat ini, " lanjut Yuexue, memuji kehebatan majikannya itu.
Lin Yue menyesap teh herbal yang sudah tersedia di sana dengan santai.
"Sudah cukup bicaranya, Yuexue!" ujar Lin Yue dengan suara tegas.
"Dari pada kalian berdebat hal kosong seperti itu, lebih baik kalian berlatih tanding sekarang. Aku mau lihat, sampai dimana perkembangan Shirui ..." lanjut Lin Yue.
Mata Yuexue langsung berbinar cerah, saat mendengar ucapan majikannya.
"Oh?! ... Benarkah boleh, Nona?" tanya Yuexue.
"Tentu saja boleh! Syaratnya hanya satu, jangan sampai membunuh ..." jawab Lin Yue dengan nada santai.
Shirui sepertinya juga menyambut ide itu dengan ekspresi tertarik.
"Ide bagus, Yue'er! Aku juga ingin mencoba kekuatanku sekarang ..." ujarnya dengan nada bersemangat.
Lin Yue langsung menyeringai tipis, saat melihat keantusiasan mereka.
"Jika kalian bersemangat begini, membuat hatiku jadi senang. Kalau begitu ... aku juga ikut!"
--
Tidak lama kemudian, mereka bertiga sudah berada di sebuah arena latihan yang sengaja Lin Yue buat beberapa waktu lalu, lokasinya berada di seberang danau mata air tersebut.
Tempat latihan itu sudah diperkuat oleh banyak formasi buatan Lin Yue, sehingga tidak ada siapapun yang bisa merasakan aura spiritual mereka saat berlatih.
Beberapa pengawal bayangan milik Lin Yue sudah menyebar di sekitar sana, untuk menjamin keselamatan majikan mereka.
"Kalian ingat, ya ... Jangan sampai ada yang mati!" seru Lin Yue dengan suara lantang.
Tanpa aba-aba, Yuexue langsung membuka senjatanya yang berbentuk kipas berwarna silver itu.
Srak!
Wussssh!
Aura spiritual khas Serigala Ilahi langsung menyebar ke seluruh arena itu.
Rambut peraknya berkibar indah saat tertiup angin, membuat ketampanannya semakin berlipat-lipat sekarang.
Shirui langsung menyipitkan matanya yang tajam, menelisik kekuatan Yuexue dalam mode manusia.
"Kekuatanmu bertambah besar, Yuexue ..." ujar Shirui.
"Hahahahaha! Tentu saja bertambah, aku sudah berada di tingkat Agung, tahu?! Kalau kamu takut melawanku, lebih baik menyerah saja sekarang!" sahut Yuexue sambil tertawa.
Shirui hanya menyeringai tipis, lalu dia langsung memasang kuda-kuda mode bertarung.
"Kamu salah! Aku tidak pernah takut dengan siapapun!"
BOOM!
Tanah yang dia pijak langsung retak, ketika dia melesat maju tanpa aba-aba.
Tinju kanannya langsung menuju ke arah Yuexue, rencananya dia ingin menghantam wajah pria sok ketampanan itu, akan tetapi~
TAP!
Yuexue langsung menahan kepalan tangan itu hanya dengan satu tangan, wajahnya terlihat mengejek Shirui.
"Cih! Gerakanmu terlalu lambat! Lawan pasti mudah sekali membacanya!"
Tanpa banyak bicara, Yuexue langsung menendang perut Shirui dengan kencang.
BUGH!
"Ugh!"
Shirui terpental beberapa meter jauhnya ke arah belakang, namun dia segera memutar tubuhnya di udara, lalu mendarat dengan ringan ke atas tanah.
Lin Yue memperhatikan gerakan mereka berdua sambil mengangguk-anggukkan kepala, layaknya seorang 'Master' yang sedang menguji para muridnya.
"Insting bertarung Shirui memang luar biasa! Bahkan saat dia kehilangan ingatannya ..." gumam Lin Yue pelan.
"Kecepatan dalam menyerang masih agak kurang cepat, sehingga lawan masih bisa membaca gerakannya ..." gumamnya kembali.
Shirui kembali menyerang Yuexue dengan kekuatan penuh.
Blar! ... Blar! ... Blar!
Keduanya bertukar serangan menggunakan energi spiritual dengan brutal, membuat Lin Yue memakai formasi perlindungan untuk dirinya.
Gelombang angin besar mulai menghancurkan pepohonan di sekitar area latihan itu.
Terdengar tawa nyaring Yuexue di sela-sela pertarungan mereka, sepertinya dia sangat menyukai latihan kali ini.
"Bhuahahahaha! Menarik! Sangat-sangat menarik! Ternyata kamu lebih kuat dari kebanyakan manusia pada umumnya, Shirui! Hahahaha!" serunya lantang.
Shirui menyipitkan mata elangnya, dan tubuhnya bergerak semakin cepat.
Bugh! ... Tap! ... Blar!
Wuusssh!
Dan dalam sekejap mata, dia sudah muncul dibelakang Yuexue sambil mengumpulkan energi spiritual pada kepalan tangannya.
Setelah itu~
BUGH!!!
Sebuah pukulan telak yang sangat kencang menghantam punggung Yuexue dengan kencang.
Dia berharap Yuexue akan berteriak kesakitan dan menyerah, namun ... dia salah!
Yuexue malah tersenyum lebar, saat dia menerima pukulan itu.
"Bagus! Pergerakan yang sangat cepat dan dluar prediksiku!"
Setelah itu~
BOOOM!
Aura Beast Ilahi miliknya langsung meledak keluar, membuat sepasang matanya yang berwarna ungu itu bersinar tajam, layaknya seekor predator yang sudah melihat mangsanya.
Tubuh Shirui langsung membeku seketika, seolah-olah tubuhnya bereaksi secara spontan, saat nalurinya mengenali sebuah ancaman besar.
Lin Yue yang menyadari jika Yuexue sudah melewati batasnya langsung teriak dari sisi arena.
"CUKUP! HENTIKAN LATIHAN KALIAN!" teriaknya dengan suara tegas.
Suara merdu namun tegas itu segera membuat kedua 'Monster' itu berhenti dengan seketika.
Yuexue langsung berdecih kesal, saat dia harus mengurungkan niatnya untuk menyerang Shirui.
"Cih! Kenapa Anda hentikan, Nona?! Lagi seru-serunya juga!" protes Yuexue, kesal.
"Jika kalian teruskan, maka salah satu dari kalian akan ada yang mati, paham?!! Kamu sudah kelewat batas, Yuexue! Kendalikan emosimu dan kenali siapa lawanmu! Mana musuh dan mana teman!" sahut Lin Yue dengan tatapan mata dan nada yang sangat dingin.
"Dan kamu hampir saja membunuh Shirui dengan kekuatanmu, jika aku tidak teriak menghentikannya!" lanjut Lin Yue dengan wajah datar.
Yuexue langsung terdiam.
Apakah benar dia sudah hampir melewati batas?
Dia tidak bisa merasakannya!
Dan Shirui, dia menatap kedua tangannya sambil menghela napas pelan.
"Aku merasa ... aneh ..." ujar Shirui.
"Apanya yang aneh, Shirui?" tanya Lin Yue.
"Saat bertarung tadi, tubuhku seolah bergerak dengan sendirinya .." jawab Shirui.
"Seperti aku pernah bertarung melawan Beast sekuat Yuexue sebelumnya ..." lanjut Shirui menjelaskan.
Mata Lin Yue menyipit sempurna, sementara Yuexue tertawa.
"Hahahahaha! Itu artinya, masa lalumu memang tidak se-sederhana itu, Tuan Shirui!"
"Apakah benar begitu?"
"Lalu, siapa aku ...???"
--
Kita tinggalkan mereka bertiga di sana, sekarang kita berjalan ke dalam wilayah Han.
Di dalam sebuah kamar penginapan mewah, Kaisar Zhuang Erdan berdiri di depan jendela sambil menatap malam dengan wajah datar andalannya.
Pengawal bayangannya kembali muncul untuk memberikan laporan.
"Yang Mulia ..."
"Kami tetap tidak bisa menemukan keberadaan Nona Han Lin Yue ..." lapor pengawal itu dengan kepala menunduk dalam.
Ekspresi wajah Kaisar Zhuang Erdan perlahan mengeras, karena dia tidak bisa menemukan wanita idamannya.
"Benar-benar tidak ada jejaknya sama sekali?" tanya Zhuang Erdan.
"Benar, Yang Mulia. Wanita itu benar-benar menghilang seperti ditelan bumi ..." jawab pengawal itu.
Suasana menjadi hening seketika, membuat tubuh pengawal itu bergetar pelan karena ketakutan.
Tidak lama kemudian~
"Hahahahaha ..."
Kaisar Zhuang Erdan tertawa, namun suara tawanya terdengar dingin.
"Sungguh sangat menarik!"
"Baru kali ini Zhen gagal dalam menemukan seseorang, apalagi dia adalah seorang ... wanita! Hahahaha!" ujar Zhuang Erdan sambil tertawa miris.
Dia menutup matanya sesaat, lalu menghembuskan napasnya dengan berat.
"Panggil semua orang-orang kita, dan perintahkan mereka untuk melupakan pencarian ini sementara!" ujar Zhuang Erdan memutuskan.
"Kita sudah terlalu lama di wilayah ini, besok pagi kita akan kembali ke wilayah Zhuang!" lanjutnya dengan sebuah perintah mutlak.
Pengawal bayangannya terkejut, saat dia mendengar perintah Kaisarnya itu.
"Apa Yang Mulia serius?" tanya pengawalnya.
"Ya! Wanita itu terlalu pintar bersembunyi, akan semakin sia-sia jika kita terus mencarinya ..." jawab Zhuang Erdan.
"Semakin kita gencar mecarinya, maka dia akan semakin dalam bersembunyi. Jadi, untuk sekarang ... kita biarkan saja," lanjut Zhuang Erdan sambil menyeringai tipis.
"Zhen yakin, suatu hari nanti ..."
"Dia akan muncul sendiri dihadapanku ..."
--
Keesokan paginya, kereta mewah berwarna hitam milik Zhuang Erdan akhirnya meninggalkan wilayah Han.
Warga wilayah Han hanya tahu, jika dia adalah seorang Bangsawan kaya biasa yang hanya datang untuk berkunjung sambil berbelanja.
Tidak ada yang mengetahui identitas aslinya.
Dan untuk empat bulan terakhir sejak perang di wilayah Shang, warga baru Han merasakan ketenangan dan kedamaian di wilayah bebas ini.
Namun ketenangan itu hanya berlangsung selama tiga hari kedepan.
Pada hari ketiga, tepatnya siang hari, suasana pasar kecil wilayah Han sangat ramai.
Han Guang, adik kandung Mei Fang, terlihat sedang mengawasi keadaan wilayah itu sambil sesekali membantu beberapa pedagang dalam mengangkat barang.
Pemuda itu terihat sederhana, walaupun keluarganya sudah berkecukupan sekarang.
Dia tidak pernah sombong, karena tidak pernah melupakan waktu keluarganya sulit dulu.
Wajahnya tampan, di dukung oleh tubuhnya yang terlihat tegap berisi, sehingga banyak para keluarga kaya datang melamar untuk anak gadis mereka.
Namun Han Guang menolaknya dengan santun semua lamaran itu.
Dia tidak akan menikah sebelum kedua kakak perempuannya mendapatkan kebahagiaan mereka.
Saat sedang bercakap-cakap dengan teman-temannya, dia tiba-tiba mendengar suara teriakan seorang gadis dari ujung jalan yang sepi.
"Dasar badjingan sia-lan! Lepaskan aku!"
Han Guang langsung menoleh ke arah suara itu, dan dia melihat disana ada tiga orang Kultivator yang sudah mabuk, sedang menarik paksa seorang gadis muda.
"Ayolah, Nona cantik! Jangan malu-malu begitu! Hahahaha!"
"Kami hanya ingin bermain sedikit saja!"
"Jangan sentuh aku, Badjingan! Jauhkan tangan kalian dari tubuhku! Tolong! Huhuhu ..." teriak gadis itu sambil menangis ketakutan.
"Siapapun juga ... Tolong aku ..."
Han Guang langsung menghampiri mereka dengan wajah dingin, walaupun teman-temannya sudah memperingatkan dirinya, agar tidak ikut campur urusan para Kultivator kuat itu, namun dia tidak bisa mengabaikan suara lemah gadis itu.
"Hey, lepaskan gadis itu!" teriak Han Guang.
Ketiga Kultivator itu menoleh ke arah Han Guang sambil tertawa sinis.
"Hahahaha! Siapa bocah ini, hah?! Berani-beraninya mencampuri kesenangan kita!" ujar salah satu Kultivator itu dengan nada meremehkan.
"Kamu siapa, Bocah Bau?!"
Han Guang tidak menjawabnya, dia malah berdiri di depan gadis itu dengan wajah datar.
"Tidak perlu tahu siapa aku! Sekarang pergi dari sini! Jangan mengacau di wilayah Han, jika tidak mau kehilangan nyawa!" ujar Han Guang dengan suara lantang.
Saking beraninya, dia lupa ... jika tingkat kultivasinya masih sangat rendah.
"Bagaimana jika kami tidak mau pergi?" tanya salah satu Kultivator itu sambil menyeringai.
Han Guang mengepalkan kedua tangannya, karena merasa diremehkan.
"Kalau begitu, kalian akan keluar dari wilayah Han dalam keadaan cacat!" jawab Han Guang.
Suasana langsung berubah hening, dan orang-orang yang ada disana langsung menyingkir dengan wajah panik.
Karena mereka tahu~
Mereka adalah Kultivator terkuat di wilayah Angsa Awan itu.
Namun Han Guang tidak bergeming sedikitpun, dia bertekad untuk melawan mereka bertiga.
Mendengar ucapan Han Guang, salah satu dari mereka tertawa kesal.
"Hahahahaha! Berani sekali bocah sia-lan ini mengancam kita!"
Lalu, tanpa aba-aba~
Wuuush!
Bugh!
Tinju pria itu langsung menghantam wajah Han Guang dengan kencang, membuat tubuh Han Guang langsung terlempar keras ke arah sebuah kios buah dibelakangnya.
BRAAK!
"Ugh!"
Cairan merah langsung mengalir keluar dari dalam mulutnya, namun dia tetap bangkit.
"Larilah sejauh mungkin! Aku akan menahan mereka disini!" ujar Han Guang kepada gadis itu.
Gadis itu langsung berlari dengan tubuh gemetar karena menangis.
Melihat hal tersebut, ketiga Kultivator itu langsung murka kepada Han Guang.
"BOCAH SIA-LAN! RASAKAN INI!"
Blar! Blar! Blar!
Mereka langsung menghajar Han Guang tanpa ampun, dan Han Guang tidak meminum pil Kaisar yang diberikan oleh Mei Fang beberapa hari yang lalu, akibatnya dia babak-belur sekarang.
CRACK!!
Suara tulang retak terdengar mengerikan di telinga para warga yang masih ada di sana.
Warga Han semakin ketakutan, dan tidak ada satupun yang berani menolong Han Guang, padahal tubuh mereka sudah kebal terhadap serangan, tapi sepertinya mereka lupa itu.
"Hiaaaat!"
Han Guang bangun kembali dan mencoba untuk melawan mereka, namun kekuatan mereka sangat jauh berbeda dengan dirinya, sampai akhirnya~
BUGH!
Sebuah tendangan fatal langsung menghancurkan tulang rusuknya.
"Gruaaahk!"
Tubuhnya langsung terkulai bersimbah da-rah di atas tanah.
Pandangannya sudah hampir gelap, namun para kultivator itu sepertinya tidak mau melepaskan dirinya.
Salah satu dari mereka mendekat, lalu dia menginjak kepala Han Guang sambil tertawa.
"Cih! Lemah begini masih berani menjadi pahlawan? Tahu dirilah, SAMPAH! Hahahaha!"
Mei Fang yang berniat untuk melakukan latihan tertutup, mengurungkan niatnya karena perasaannya merasa tidak enak.
Dia berlari keluar dari dalam Paviliun, saat mendengar suara keributan.
Sesampainya disana, sepertinya dia sudah terlambat.
Matanya terbelalak, saat melihat kondisi Han Guang yang sudah tidak sadarkan diri dalam keadaan babak-belur, dan tergeletak begitu saja di sana dengan kepala yang diinjak oleh seorang pria dewasa.
"TIIIDAAK! GUANG'ER BANGUN!!" teriaknya histeris.
Dia berlari menghampiri adiknya, lalu mendorong pria itu dari sisi adiknya.
"MINGGIR KAMU, SIA-LAN!"
Brugh!
Tubuhnya sudah dipenuhi oleh da-rah, kedua lengannya patah, tulang rusuk retak, dan wajahnya sudah tidak bisa dikenali lagi.
Melihat keadaan adiknya yang sangat parah, aura membunuh Mei Fang langsung meledak.
BOOM!
"Beraninya kalian menyentuh adik kesayanganku!!! Bersiaplah menjemput kematian kalian! BADJINGAN SIA-LAN!" teriak Mei Fang, murka.
Akan tetapi, sebelum Mei Fang bergerak~
BLAAAR!
Sebuah tekanan mengerikan tiba-tiba hadir dari atas mereka, membuat langit wilayah Han menjadi berubah gelap.
Gemuruh mengamuk liar diatas sana, angin berhembus kencang, membuat semua orang yang ada di sana langsung membeku ketakutan.
Tap ... Tap ... Tap ...
Sosok Lin Yue berjalan perlahan dari ujung jalan di sana, dirinya masih mengenakan cadar hitam.
Akan tetapi~
Aura membunuh yang keluar dari dalam tubuhnya membuat ketiga Kultivator itu gemetar hebat.
Matanya yang berwarna keemasan itu bersinar mengerikan, menandakan bahwa batas kesabarannya sudah ada yang menyinggung.
Yuexue berjalan dibelakangnya dengan wajah datar, membuat dirinya terlihat menakutkan.
Lin Yue berhenti di depan tubuh Han Guang, lalu dia berjongkok untuk memeriksa nadi pemuda itu.
Saat dia melihat luka-luka yang telah diterima oleh adiknya itu, tiba-tiba tekanan disekitarnya menjadi tambah kuat.
Dia langsung menyeringai kejam dibalik cadarnya.
"Siapa yang sudah berani ..." suaranya terdengar menekan, penuh emosi.
" ... Menyentuh orang-orang di dalam wilayah Han milikku, hm?"
"Aku akan pastikan ... mereka akan pergi dari sini tanpa tubuh yang ... UTUH!!!"
⚛⚛⚛
pokoknya jangan lama2 author soalnya nanti makin penasaran nii😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya author
ditunggu yaa kelanjutannya autho
😁😁
ditunggu yaa kelanjutannya author