NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Kita mau sampai kapan di sini?" tanya Ayu lirih. Ia baru saja keluar dari kamar mandi, aroma sabun yang segar menguar dari tubuhnya. Rambutnya masih basah, sementara piyama handuk yang melilit tubuh rampingnya memberikan kesan rapuh sekaligus menggoda.

Arga yang sedari tadi menunggu di tepi ranjang, menyeringai licik. Matanya yang tajam menelusuri setiap inci wajah Ayu. "Sampai aku puas menghukum istri liarku ini."

"Jangan bercanda... aku punya banyak pekerjaan," sahut Ayu, mencoba mencari alasan untuk menutupi kegugupannya.

Tanpa suara, Arga bangkit dan melangkah mendekat. Ia membimbing Ayu untuk duduk di kursi depan meja rias, lalu mengambil alih handuk kecil dari tangan wanita itu. Dengan gerakan yang tak terduga lembutnya, ia mulai mengeringkan rambut Ayu yang basah.

"Aku tidak sedang bercanda, Sayang. Kau masih ingat tentang perusahaan tempatmu bekerja yang aku akuisisi?"

Ayu mengangguk ragu, menatap pantulan wajah Arga di cermin.

"Aku sudah melakukannya. Dan sekarang, kau adalah nyonya bos di sana," bisik Arga tepat di telinga Ayu.

Ayu tersentak, ia berbalik menatap Arga dengan bingung. "Kenapa kamu sampai melakukan hal sejauh itu?"

Tangan Arga berhenti bergerak. Ia menunduk, menatap Ayu dengan mata yang mulai berkaca-kaca,sebuah pemandangan langka bagi pria sedingin es sepertinya. "Itu adalah satu-satunya cara agar kamu gak pergi lagi dariku. Aku tidak akan sanggup jika harus mencarimu selama lima tahun lagi, Sayang. Aku bisa gila."

Rasa bersalah seketika menghujam jantung Ayu. Ia luluh melihat kerapuhan Arga. Ayu berbalik sepenuhnya, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Arga, memeluk perut pria itu erat-erat. "Aku tidak akan melakukan itu lagi. Aku janji," bisiknya tulus.

"Benar, ya? Jangan pernah tinggalin aku lagi," tuntut Arga, suaranya parau.

Ayu mengangguk pasti. Arga kemudian membungkuk, mendaratkan kecupan lama di kening Ayu sebelum akhirnya menyatukan hidung mereka. Napas mereka saling beradu, menciptakan tensi yang mendadak memanas.

Arga baru saja hendak menarik kembali pinggang istrinya ke atas ranjang,melanjutkan gairah yang sempat tertunda,jika saja suara bel pintu tidak berbunyi dengan tidak sopan. Ia mengembuskan napas panjang, mendesah frustrasi sembari menatap lekat manik mata Ayu yang masih tampak berkaca-kaca.

"Kali ini kau selamat, Sayang. Tapi simpan tenagamu... tunggu pembalasanku nanti malam," bisik Arga dengan seringai tipis yang terlihat sangat provokatif di wajah tampannya.

Wajah Ayu seketika memerah padam, panasnya menjalar hingga ke telinga. "Apa... apa lagi yang ingin kau lakukan padaku?" balasnya dengan suara yang bergetar kecil.

Arga tidak menjawab, ia justru memberikan tatapan posesif yang dalam. "Melancarkan aksiku yang tertunda. Sekarang, diam di sini dan jangan berani melangkah keluar kamar. Aku tidak mau Damar melihat dirimu dalam keadaan sekacau ini," perintah Arga, suaranya kini berubah rendah dan penuh otoritas.

Ayu mendengus, mencoba menutupi kegugupannya. "Kalau begitu, setidaknya berikan aku baju! Kau lihat sendiri, kan? Bajuku sudah tidak berbentuk lagi," sahut Ayu sembari menunjuk ke arah lantai. Di sana, gaun yang ia kenakan kemarin tergeletak mengenaskan,robek dan tak layak pakai akibat 'keberingasan' Arga semalam.

Melihat pemandangan itu, Arga sekuat tenaga menahan tawa yang hampir pecah. Namun, sebelum ia benar-benar memutar tungkai untuk menemui Damar di depan, ia sengaja berbalik dan memberikan tatapan menggoda yang membuat Ayu mematung.

"Sayang sekali, Nyonya Hutomo... aku tidak menyediakan baju untukmu hari ini. Anggap saja ini adalah bagian hukumanmu" ucap Arga dengan nada santai namun mematikan. "Habiskan sarapanmu, lalu istirahatlah. Aku akan kembali satu jam lagi untuk memeriksa apakah kamu patuh atau tidak."

Tanpa memberi kesempatan bagi Ayu untuk memprotes, Arga membungkuk, mendaratkan kecupan lama yang hangat di kening Ayu, lalu melangkah keluar dengan senyum kemenangan yang masih menghiasi bibirnya.

Di sisi lain, ketegangan yang berbeda mulai membara.

Alex berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya yang luas, langkah kakinya terdengar beradu tajam dengan lantai marmer. Ponsel di genggamannya sudah panas karena ribuan kali mencoba menghubungi nomor Ayu, namun hanya suara operator yang menjawabnya.

"Bagaimana? Sudah kau temukan?!" tanya Alex kasar begitu pintu ruangannya terbuka dan seorang pria tegap melangkah masuk dengan kepala tertunduk.

"Belum, Tuan. Jejak Nona benar-benar menghilang di sekitar area kafe kemarin. Kami kehilangan sinyal GPS-nya sama sekali," lapor pria itu dengan wajah penuh sesal.

BRAKK!

Alex menggebrak meja kerjanya hingga vas bunga di atasnya bergetar hebat. Napasnya memburu, amarah menyulut matanya menjadi gelap. "Hanya menjaga satu wanita saja kalian tidak becus?! Apa sebenarnya yang kalian kerjakan selama ini?!"

"Maafkan kami, Tuan..."

"Cukup! Lanjutkan pencarian. Kerahkan semua unit. Jangan berani kembali menghadapku jika kalian gagal lagi!" gertak Alex dengan nada mengancam.

"Baik, Tuan."

Setelah anak buahnya pergi, Alex terdiam di tengah keheningan ruangan yang mencekam. Ia meraih bingkai foto kayu di sudut meja, menatap wajah Ayu yang tersenyum di sana. Ujung jarinya mengusap kaca foto itu dengan obsesi yang dalam.

"Di mana kau sebenarnya, Ayu?" bisiknya lirih, hampir seperti sebuah rintihan yang menyakitkan.

Tak tahan dengan ketidakpastian yang mencekik, Alex menyambar jas dan kunci mobilnya dengan kasar. Ia melajukan kendaraannya membelah jalanan Amsterdam dengan kecepatan tinggi menuju satu tempat yang ia harapkan bisa memberi jawaban.

Begitu tiba di rumah yang sering ia kunjungi, Alex langsung menghampiri pria yang berdiri di ambang pintu.

"Ardan! Bagaimana? Apa Ayu sudah pulang?" todong Alex, napasnya tersengal karena kepanikan yang tak lagi bisa ia sembunyikan.

Ardan hanya bisa menggeleng lemah. Gurat kelelahan dan rasa bersalah terpahat jelas di wajahnya. "Belum, Alex. Aku sudah menghubungi semua teman-temannya, bahkan rekan kerjanya, tapi tidak ada satu pun yang tahu di mana keberadaannya."

Alex mengepalkan tinjunya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih. "Hubungi aku segera jika ada informasi sedikit pun, atau jika dia tiba-tiba pulang. Aku tidak bisa diam saja, aku akan lanjut mencari ke arah utara."

"Baiklah, aku juga akan terus menyisir area sekitar sini," balas Ardan dengan suara parau.

Ardan mematung di ambang pintu, matanya yang lelah menatap nanar punggung Alex yang mulai menghilang di balik pintu kemudi. Deru mesin mobil yang menjauh seolah menjadi melodi penutup bagi persahabatan mereka yang selama ini terjalin.

Sebuah helaan napas berat lolos dari bibir Ardan. Ia menyandarkan bahunya pada kusen pintu yang dingin, menatap langit yang kian meredup dengan tatapan yang sulit diartikan,campuran antara rasa bersalah yang mencekik dan ketegasan seorang kakak.

"Sorry, Alex... Aku tidak bisa membiarkan adikku terus hidup dalam kebohongan," bisik Ardan pada kesunyian yang merayap.

Tangannya merogoh saku, meremas ponselnya kuat-kuat seolah sedang mencari kekuatan di sana.

"Aku hanya ingin dia bahagia. Dan kebahagiaannya... bukan berada di tanganmu, melainkan pada pria yang telah mengikatnya di hadapan Tuhan. Maafkan aku karena harus memilih Arga."

Ardan tahu, badai besar akan segera datang menerjang. Namun baginya, membiarkan Ayu pulang ke pelukan suaminya adalah satu-satunya cara agar adiknya itu berhenti berlari dari bayang-bayang masa lalu.

Layar ponsel Ardan menyala, menampilkan sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal yang baru saja masuk:

Ardan memejamkan mata erat.Dalam hati merasa lega sekaligus berdoa agar adiknya hidup dengan damai.

BERSAMBUNG

1
Wiwi Sukaesih
than Arga msh drmh sakit .....😋
Wiwi Sukaesih: 😍...bucin. y Arga
total 2 replies
Rusmini Mini
hari ini tgl 28/3/2026
gak langsung ada ya Thor Bab nya jd penasaran aq /Smug//Smug/
shadirazahran23: Aku pengen double up.Tapi masih suasana silaturahmi di kampung halaman jadi belum konsen untuk double up
total 1 replies
Rusmini Mini
ternyata Alex tdk tulus menyayangi Ayu krn ada maksud tertentu /Panic//Panic/
shadirazahran23: Yessss
total 1 replies
Rusmini Mini
makin tegang aja nih Thor,melibatkan sebuah sindikat terlarang ya....
shadirazahran23: sedikitttt
total 2 replies
Wiwi Sukaesih
ahhh Thor bikin jedak jeduk ...😍
shadirazahran23: Hihihihi
total 1 replies
ngatun Lestari
ternyata Alex kaki tangan Bimo
shadirazahran23: tapi....
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mkin ksini crtany ko mencekam Thor bkn deg degan...
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
Rusmini Mini
penuh misteri.... mulai terkuak ya thor 💪💪💪♥️♥️♥️
shadirazahran23: Yessss
total 1 replies
Rusmini Mini
kpn menikahnya .... kok mlh begini ya ceritanya..
shadirazahran23: Hayoooooo Nanti ada flashbacknya ya
total 1 replies
Rusmini Mini
Bimo akan membayar semua ini..
Rusmini Mini
kenapa kamu pergi dr Arga Yuk
Rusmini Mini
Ayu dan Ardan pergi krn apa.
Rusmini Mini
miriplah kan bapak anak /Smug//Smug/
Rahayu Ayu
Arga ngaku" aja.
Kapan nikah nya?
Lagian emang boleh readers di abaikan???
shadirazahran23: Hayoooooooo
total 1 replies
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!