Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Ibu tiri menggemaskan
Harret terkesima pada rumah milik Jude yang begitu besar, luas dan megah. Bahkan setelah turun dari mobil, Harret memandangi taman indah yang mengelilingi Mansion besar bak istana.
“Kak Harret suka ya sama pemandangan taman ?? Kak Harret kalau bosan, boleh jalan-jalan di taman.” Ujar Rosalie tersenyum mengamati Harret yang begitu kagum dan terkesima dengan taman di luar. Dia menggendong Aurelion yang sudah tertidur pulas setelah meminum susu yang sengaja di pompa ke dalam botol oleh Rosalie.
“Makasih bibi. Rumah papa besar sekali, kaya istana di negeri dongeng !!” ujar Harret menunjuk ke arah mansion di depannya.
Jude yang turun dari mobil, mendengarkan perkataan dari Harret yang begitu polos, membuatnya tertawa kecil. Merasakan kebahagiaan tersendiri, dia berjalan mendekati Harret dan berbicara lembut dengan anak itu.
“Papa memang raja, kan Harret juga pangeran disini.” Ujar Jude mengelus rambut putranya dengan lembut.
Harret terlihat sangat senang, seketika perasaan sedihnya mulai menghilang, tergantikan dengan perasaan kagum dan bahagia, mengamati rumah besar di depannya.
“Sudah, ayo kita masuk. Kak Harret bisa naik ke atas, sudah ada kamar yang tersedia buat Kak Harret.” Ujar Rosalie dengan lembut.
Sebenarnya, kamar kosong di atas yang satu di gunakan sebagai cadangan saja, jika sewaktu-waktu ada tamu dari pihak keluarga yang ingin menginap, tapi kedatangan Harret, akhirnya membuat kedua pasangan itu menjadikan kamar itu, sebagai kamar pribadi Harret.
Jude tidak bermasalah jika nantinya, Harlina sudah sembuh, dan Harret mau menginap di rumah ini, maka Jude akan dengan senang hati membuka tangannya, menerima putranya itu.
Dan sepertinya kehadiran Harret akan membuat suasana rumah semakin hidup, lihatlah anak itu berlarian kesana dan kemari dengan riang, mengamati seluruh isi rumah yang begitu mewah dan megah. Harret tidak berteriak, dirinya hanya ingin mengagumi keindahan di dalam rumah itu.
Jude tidak keberatan sama sekali, toh Harret bukan tipe anak yang begitu berisik dan selalu berteriak. Harret cukup pendiam, dan karakternya hanya satu yaitu mengamati, tanpa banyak kata.
Setidaknya ada Harret tidak mewarisi perilakuku yang buruk batin Jude mengamati Harret sembari tersenyum senang dan juga bangga.
Nanti masak ah buat Harret. Siapa tahu anak itu suka, dan jadi betah tinggal disini batin Rosalie tersenyum di dalam hatinya, berniat membuat Harret senang dan bahagia tinggal bersama mereka.
Terlebih dirinya menerima pesan langsung dari Harlina, untuk menitipkan Harret padanya, membuat Rosalie merasa mendapatkan tanggung jawab tambahan, yaitu merawat Harret juga.
...
Malamnya..
“Gimana ?? Kak Harret suka masakannya enggak ??” Tanya Rosalie memberikan tatapan berbinar saat Harret mencicipi makanannya, anak itu mengunyah dengan lembut, dan wajahnya terlihat seperti sedang mengobservasi apa yang sedang dia kunyah.
Dan saat Harret berhasil menelannya, mata Rosalie semakin berbinar dan juga gugup, karena anak itu belum memberikan respon apapun, hingga..
“Masakannya enak, ini yang buat bibi ya ??”
Yess !!! Dia suka makananku !! Batin Rosalie dengan riang dan begitu heboh di dalam hatinya, tapi wajahnya hanya menampilkan senyuman yang begitu senang tapi tetap anggun.
“Iya, bibi sengaja masak buat kamu. Kalau kamu suka, besok pagi bibi masakin lagi.” Ujar Rosalie dengan senang.
Jude yang melihat interaksi kecil Rosalie dan Harret, tersenyum senang. Rasanya dia tidak salah memilih Rosalie yang begitu polos, dan juga lembut. Lihat ?? Bahkan Rosalie sama sekali tidak berpikir negatif, saat mengajaknya menemui Harlina, atau bahkan saat Harlina meminta ijin menitipkan Harret.
Rosalie malah sangat senang, tapi juga sungkan. Dia merasa tidak nyaman dengan Harret, karena merasa menikahi Jude, ayahnya. Jadilah, demi membuat anak itu merasa nyaman, Rosalie akan melakukan apapun, termasuk memasakkan untuk anak itu.
Beberapa pelayan juga terlihat senang dengan kehadiran sosok anak bernama Harret itu, meskipun ada perasaan khawatir dan bingung, tapi saat melihat Rosalie menerima anak itu dengan tangan terbuka, maka para pelayan yakin. Jika Harret adalah anak dari orang yang atasan mereka percaya.
Makan malam kali ini terasa sedikit berbeda dari biasanya, ada kehangatan yang mulai menyelimuti mereka. Saat Harret membuka suaranya, menceritakan saat-saat Rosalie membantu Harret membersihkan dan merapikan kamar bersama, atau saat Harret terkena debu dari dalam lemari yang usang.
Suasana hangat terasa seperti Keluarga kecil dengan anaknya yang ceria, dan dua orang tua yang begitu peduli dan pengertian. Jika saja Aurelion sudah besar, maka sudah pasti suasana di meja makan akan semakin banyak suara.
...
Setelah makan malam, mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing, dan Harret meminta Rosalie untuk menemaninya tertidur, bukan masalah besar bagi wanita itu.
Justru dia malah membawa Aurelion untuk ikut ke dalam, guna menidurkan kedua anak itu sekaligus, jadi setelah Harret dan Aurelion bisa tertidur, maka Rosalie akan bisa beristirahat dengan tenang di kamarnya.
“Bibi Rosalie..”
“Iya ??”
“Berarti bibi.. Kaya mama tiri ya, buat aku..”
Rosalie terdiam, dia terkekeh kikuk, “Err.. Bisa di katakan begitu.”
Apakah benar aku jadi mama tiri buat Harret ?? Tapi Harlina kan masih ada.. Batin Rosalie dengan bingung tapi dia tetap berusaha tersenyum di depan Harret.
“Aneh.. Kata orang-orang.. Mama tiri itu perempuan yang jahat, kejam, sadis. Kaya mama tiri di Cinderella, tapi kan Bibi Rosalie enggak jahat.” Celetuk Harret dengan polosnya, Rosalie tertawa kecil, membelai rambut Harret.
“Tidak semua, mama tiri itu jahat. Buktinya, bibi enggak berniat jahat sama kamu. Bibi bahkan merasa lega, kalau kamu bisa betah dan suka disini.” Ujar Rosalie dengan lembut, Harret tersenyum kecil mendengarkan perkataan dari wanita di dekatnya.
Sementara di ruang pribadinya.
Jude malah mendapatkan laporan dari Alendo mengenai hasil tes DNA. Padahal seharusnya masih keluar besok, tapi entah kenapa Alendo sudah mendapatkan hasilnya, dan menyerahkannya kepada Jude.
Lelaki itu membaca dokumen di tangannya, matanya menelusuri seluruh isi dokumen itu, hingga dia menghela nafasnya berat.
“Benar.. Enoch.. Pria tua bangka itu, dia adalah ayah kandung Rosalie.” Celetuk Jude sembari mengusap keningnya, antara takut dan khawatir.
Jude tahu sisi gelap Enoch, bahkan rahasia dia menyekap Dhelpine, ibu Rosalie juga sudah dia ketahui dari anak buahnya. Tapi tetap saja, aktivitas Enoch tidak pernah terendus oleh pihak kepolisian dan detektif. Enoch terlalu cerdik.
Tidak lama, handphone milik Jude bergetar, lelaki itu meraih benda persegi panjang itu, dan membaca sesuatu di layar.
Sebuah nomer tidak di kenal, menghubunginya, entah siapa..
Jude mengangkatnya, dan mengaktifkan mode speaker, agar Alendo juga bisa ikut mendengarkan suara sosok yang menghubunginya.
“Hey, bagaimana tes DNA nya ?? Benarkan, Rosalie adalah putriku.”
Sebuah suara menyebalkan muncul dari handphone milik Jude.
“Lalu ?? Bukankah kau sendiri tidak pernah meraihnya sejak lama, atau berusaha menemuinya di panti asuhan dulu ?? Lalu apa tujuanmu mendekati Rosalie ??”
“Dhelpine ingin bertemu putrinya.”
“Oh, wanita yang kau sekap itu ?? Kau benar-benar overprotektif, bukan ?? Hingga mengurungnya begitu lama.” Celetuk Jude menyindir Enoch.
Bukannya marah, Enoch malah tertawa geli mendengarkan perkataan sinis itu.
“Sebenarnya aku tidak berencana mengurungnya sejak awal. Seandainya dia tidak berniat melarikan diri, maka sudah aku nikahi wanita itu.”
Jude memutar matanya malas, kenapa malah sesi curhat ??
“Baiklah, dan apa tujuan aslimu ??”
“Apa kau tuli ?? Aku bilang, Dhelpine ingin bertemu putrinya !! Sudahlah, besok aku akan datang ke rumahmu dan berbicara langsung dengan Rosalie !!”
“Hey, aku belum mengijinkan-”
Tut..
Sambungan telepon di putuskan secara sepihak oleh Enoch, membuat Jude menghela nafasnya kasar.
🩷🩵🩷🩵🩷🩵
Jadi maksudnya Rosalie itu, ibu tiri kan biasanya muncul di saat sang anak udah enggak punya ibu, nah karena si Harret masih ada Harlina, ya Rosalie bingung posisinya di depan Harret jadi apa 🙂🙂
Btw gimana nih, Bapak Enoch mau ketemu sama Rosalie ?? Semoga saja, Jude bisa melindungi istrinya ya
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔