NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Dansa Kematian di Mayfair

Riuh tepuk tangan menggema di seluruh penjuru ballroom saat Lord Arthur Sterling mengakhiri pidato kemunafikannya. Pria tua itu mengangkat gelas sampanyenya sambil tersenyum hangat, disambut riuhan puja-puji dari para tamu undangan yang tak menyadari bahwa mereka sedang bersulang dengan sang iblis.

​Alunan musik waltz mulai mengalun dari panggung orkestra. Beberapa pasangan mulai melangkah ke tengah lantai dansa.

​Xavier menunduk, bibirnya nyaris menyentuh telinga Aletta. "Ini saatnya. Berdansalah denganku, Nyonya Romanov."

​Aletta tersenyum elegan, meletakkan tangan kirinya di bahu bidang Xavier, sementara tangan kanan suaminya melingkar posesif di pinggangnya. Mereka meluncur ke lantai dansa dengan keanggunan yang menyita perhatian. Setiap gerakan Xavier begitu terukur dan memimpin, memutar tubuh Aletta secara bertahap mendekati tepi ruangan, mengarah tepat ke titik buta kamera pengawas di dekat tangga utama sayap barat.

​"Aku akan memberimu jalan dalam sepuluh detik," bisik Xavier, matanya yang kelabu menatap lurus ke dalam mata Aletta, mengabaikan dunia di sekeliling mereka. "Ingat, Aletta. Jika terjadi sesuatu, lupakan datanya. Gunakan senjatamu dan segera keluar. Aku akan membantai mereka semua untuk menjemputmu."

​"Aku tidak akan gagal, Rajaku," balas Aletta mantap.

​Xavier memutar tubuh Aletta untuk terakhir kalinya, melepaskan pelukannya tepat saat mereka berada di balik pilar marmer besar yang menutupi pandangan dari tengah ruangan.

​Dalam hitungan detik, Xavier mengangkat dua jarinya, memberi sinyal nyaris tak kasat mata kepada Diego yang berdiri di seberang ruangan.

​PRANG! BRAK!

​Sebuah insiden "kecelakaan" yang direncanakan dengan sempurna terjadi. Diego pura-pura tersandung karpet, menabrak dua pelayan yang sedang membawa menara gelas kristal dan nampan berisi kaviar. Pecahan kaca berserakan, sampanye memercik ke gaun-gaun mahal para istri menteri, dan seorang duta besar dari Prancis terjatuh dengan keras.

​Kepanikan kecil meledak. Penjaga bersenjata yang berjaga di depan tangga utama langsung berlari ke arah kerumunan untuk mengamankan para tamu VIP.

​Tangga itu kini kosong.

​Tanpa membuang sedetik pun, Aletta mengangkat sedikit ujung gaunnya dan melesat menaiki anak tangga tanpa menimbulkan suara, menghilang ke dalam bayangan lantai dua.

​Lorong lantai dua terasa sangat kontras dengan kemeriahan di bawah. Udara di sini sunyi dan dingin, dilapisi karpet merah tebal dan lukisan klasik bernilai jutaan dolar. Aletta melangkah cepat menuju ujung sayap barat.

​Tiba-tiba, dari balik pintu perpustakaan, seorang penjaga patroli bertubuh besar melangkah keluar. Pria itu menyipitkan mata saat melihat Aletta. Tangan kanannya refleks meraih gagang radio di dadanya.

​"Nona, area ini dilarang untuk—"

​Sebelum penjaga itu bisa menyelesaikan kalimatnya, Aletta melesat maju. Dengan kecepatan yang diajarkan oleh Xavier, Aletta mengangkat ujung gaunnya, mencabut pistol mikro Sig Sauer dari paha kirinya, dan menghantamkan laras polimer keras itu tepat ke pelipis sang penjaga.

​Bruk! Pria bertubuh besar itu ambruk ke lantai tanpa suara. Aletta segera menyeret tubuhnya ke balik tirai beludru yang berat dan mengambil kartu akses dari saku pria tersebut. Napasnya sedikit memburu, tapi adrenalin menajamkan fokusnya. Ia bukan lagi gadis lemah; ia adalah Ratu Mafia.

​Aletta menempelkan kartu akses itu pada pemindai pintu kayu mahoni ganda di ujung lorong. Klik. Pintu ruang kerja pribadi Lord Sterling terbuka.

​Ruangan itu luas, bergaya klasik dengan rak buku menjulang hingga ke langit-langit. Aletta berjalan mendekati lukisan raksasa di dinding belakang meja kerja. Berdasarkan data yang ia dekripsi di kapal, server pribadi Sterling tertanam di dalam dinding berkubah baja di balik lukisan ini.

​Saat ia berdiri tepat di depan dinding tersebut, kalung choker berlian hitam di lehernya bereaksi. Lampu indikator mikro di balik berlian utama berkedip biru. Cip pemancar sinyal jarak dekat buatan klan Vassiliev mulai meretas sistem pertahanan nirkabel server tersebut.

​Aletta mengeluarkan sebuah ponsel khusus dari balik belahan dadanya. Layar ponsel langsung terhubung dengan server Il Morte.

​Jari-jarinya menari cepat di atas layar sentuh. Tiga lapisan firewall runtuh dalam waktu kurang dari satu menit.

​[ MENGAKSES REKENING LEPAS PANTAI UTAMA ]

[ SALDO: $14.2 Billion USD ]

​"Mari kita buat kau jatuh miskin, Menteri Tua," desis Aletta dingin. Ia menekan tombol eksekusi. Indikator transfer menyala, mengalihkan seluruh miliaran dolar uang darah itu ke ratusan rekening hantu yang tersebar di Kepulauan Cayman, yang kini sepenuhnya di bawah kendali Vassiliev.

​Sementara Aletta menyelesaikan tugasnya di atas, ketegangan yang sangat pekat tengah terbangun di ballroom lantai dasar.

​Kekacauan akibat insiden gelas pecah telah diredakan. Lord Sterling, dengan wajah ramah palsunya, sedang berbincang dengan beberapa jenderal militer. Namun, ekor mata Sterling menangkap sesosok pria tinggi tegap berjas hitam yang berdiri menyendiri di dekat pilar.

​Pria itu menatap Sterling dengan tatapan yang membuat darah sang menteri berdesir dingin. Ada aura predator purba pada pria itu, sesuatu yang tidak bisa disembunyikan oleh setelan tuxedo semahal apa pun.

​Didorong oleh rasa penasaran dan insting bertahan hidupnya, Sterling berjalan menghampiri Xavier. Dua pengawal pribadi mengikutinya di belakang.

​"Tuan... Romanov, jika saya tidak salah dengar?" sapa Sterling dengan nada arogan yang dibalut kesopanan. Ia mengulurkan tangannya. "Saya jarang melihat Anda di lingkaran amal kami di London."

​Xavier tidak membalas uluran tangan itu. Pria itu menyesap wiskinya perlahan, lalu menatap lurus ke dalam mata Sterling. Mata kelabu Xavier menggelap, memancarkan kengerian mutlak.

​Sterling perlahan menarik tangannya kembali, merasa sedikit terintimidasi. "Anda tampak tidak terkesan dengan acara malam ini, Tuan Romanov. Apa bisnis Anda?"

​"Aku bergerak di bidang pembongkaran, Lord Sterling," jawab Xavier, suaranya sangat rendah, berat, dan berbahaya. Senyum miring yang kejam terukir di bibirnya. "Aku meruntuhkan kerajaan kotor, dan membakar fondasinya hingga tak bersisa."

​Sterling mengernyit. "Itu... metafora yang sangat menarik."

​"Oh, itu bukan metafora," potong Xavier dingin. "Itu adalah janji."

​Tepat pada detik itu, seluruh lampu di dalam ballroom padam serentak.

​Jeritan kaget terdengar dari para tamu. Musik orkestra berhenti mendadak. Namun kegelapan itu hanya berlangsung selama dua detik, sebelum seluruh layar proyektor raksasa dan layar televisi yang berada di dalam ruangan itu menyala terang secara bersamaan.

​Bukan video panti asuhan yang diputar. Layar itu menampilkan deretan dokumen yang sangat jelas dan terang.

​Sebuah suara sintetis yang dienkripsi menggema melalui sistem tata suara ballroom, membacakan data yang diretas oleh Aletta tepat dari ruangan di atas mereka.

​"Lord Arthur Sterling. Pendiri Il Morte. Pendana utama kudeta militer di Afrika Barat. Fasilitator perdagangan senjata ilegal senilai lima miliar dolar..."

​Kerumunan tamu membeku. Para jurnalis yang awalnya disewa untuk meliput acara amal segera mengangkat kamera mereka, menekan tombol rekam dengan gila-gilaan saat bukti-bukti transfer gelap dan rekaman suara rahasia Sterling diputar di depan mata dunia.

​Wajah Sterling pucat pasi seperti mayat. Ia menatap layar raksasa itu dengan mulut terbuka, menyaksikan seluruh kekuasaan dan reputasi yang ia bangun puluhan tahun hancur berkeping-keping hanya dalam hitungan detik.

​Lalu, sebuah dokumen terakhir muncul di layar. Dokumen berstempel burung hantu.

​"Otorisator utama pembunuhan berencana atas nama Elena Vassiliev."

​Mendengar nama ibunya disebutkan, Xavier melangkah maju, memangkas jarak dengan Sterling hingga mereka saling berhadapan. Pengawal Sterling mencoba bergerak, tapi Diego dan dua pasukan elit Vassiliev yang menyamar telah menempelkan laras pistol peredam di balik jas ke tulang rusuk para pengawal tersebut, menahan mereka.

​Sterling gemetar hebat, menatap pria bermata badai di hadapannya. Ilusi sang menteri runtuh saat ia akhirnya menyadari siapa monster yang tengah berdiri di depannya.

​"K-Kau..." suara Sterling bergetar hebat. "Xavier Vassiliev..."

​"Surprise, Menteri," bisik Xavier, suaranya sedingin bilah pedang pencabut nyawa. Tangan kanan Xavier bergerak secepat kilat, mencengkeram leher Sterling dengan kekuatan brutal yang meremukkan, mengangkat tubuh menteri tua itu beberapa sentimeter dari lantai.

​Tepat saat kepanikan massal meledak di seluruh penjuru ballroom, Aletta muncul di puncak tangga utama. Istri sang Raja Mafia menatap ke bawah, memandang suaminya yang tengah mencekik sang dalang kehancuran. Mata mereka bertemu di tengah kekacauan, berbagi kemenangan absolut.

​Buku besar telah disebar. Uang telah dikuras. Kini, giliran darah yang harus dibayar.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!