NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zefano mulai curiga dengan hilang ingatannya

Alisa mengangguk antusias, ia menoleh ke arah berkas-berkas yang sudah ke kumpul di atas meja.

"Lamaran kerjanya udah jadi, mungkin nanti pukul 8 pagi aku berangkat." jawabnya, yang langsung dibalas anggukan antusias oleh Fatimah.

"Cafenya rame terus disana, kamu yakin siap cape? Soalnya tempatnya strategis, di depan perusahaan besar. Jadi para pegawai yang pulang ngantor biasana kesana dulu."

Alisa mengangguk antusias, "Aku pasti bisa!"

Setelah Fatimah pamit untuk ke rumah orang tuanya. Alisa lekas bersiap-siap. Ia masukkan semua keperluan lamaran kerja ke dalam satu stop map, lalu keluar dengan tenang.

Ia pergi mengenakan gamis berwarna biru laut, dengan hijab yang senada. Begitu anggun dan menawan. Meskipun anak santri, ia adalah wanita yang juga tau fashion, dan selalu berusaha rapi.

"Bismillahirrahmanirrahim! Alisa! Kamu pasti bisa, semangat! Tanpa laki-laki, kamu juga bisa berdiri di atas kakimu sendiri!" hibur Alisa, tersenyum antusias.

Ia langkahkan kakinya ke depan, menatap google maps sebelum akhirnya ia yakin dengan tempatnya. Pergi menaiki angkutan umum.

***

"Jadi, kamu teman satu pesantren keponakan saya?" Tanya Omnya Fatimah yang bernama Arsen.

Alisa mengangguk antusias, tersenyum tipis, "Benar, Tuan."

Arsen tak mampu menahan tawanya, "Benar kata Fatimah, kamu gadis yang unik."

"Ahh...hahah, Fatimah hanya melebih-lebihkan saja kok." lirihnya gagap, menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.

Arsen tersenyum tipis sembari melihat-lihat biodata Alisa. Semuanya lengkap, bahkan yang tidak terlalu di perlukan saja, ada disana. Yang itu artinya, Alisa adalah gadis yang sangat teliti.

"Bagus, kamu lulusan di pesantren yang sama dengan Fatimah. Yah, selebihnya sempurna. Karena kamu sahabatnya Fatimah, dan Fatimah keponakan saya yang tersayang. Saya terima kamu bekerja disini."

Alisa tersenyum tipis, jawaban bosnya memang melegakan, tapi juga tidak membuatnya senang sepenuhnya.

"Jadi kaya masuk jalur orang dalam." batinnya, menghela nafas kecil.

"Jadi, saya kapan bisa mulai kerja, tuan?" tanya Alisa polos.

Arsen tersenyum tipis, "Jangan panggil tuan, saya bukan bos tambang. Pak saja." balasnya.

Alisa terkekeh, mengangguk kecil, "Baik—pak." lirihnya, "Tapi dilihat-lihat ga cocok dipanggil pak! Keliatan masih muda." batinnya lagi.

"Untuk hari ini istirahat saja dulu, mulai besok baru bisa mulai kerja. Untuk semua kesepakatannya sudah setuju kan? Dan gaji yang saya beritahukan tadi, cocok di kamu?"

Alisa mengangguk antusias, "Cocok, Pak. Terimakasih banyak."

Arsen mengulum senyum tipis, mengangguk kecil, "Gadis yang ceria."

"Kalo gitu, saya izin pamit dulu yah, Pak. Kebetulan saya mau pergi ke suatu tempat." izin Alisa, yang diangguki antusias oleh Arsen.

Pria itu lekas berdiri, mempersilahkan Alisa untuk pergi. Ia tatap punggung Alisa yang mulai menjauh, keluar dari cafe miliknya. Hingga berdiri di pinggir jalan, masuk ke dalam bus yang melintas.

"Menarik, yah...meski baru pertama kali ini aku melihatnya, aku seperti melihat ketulusan dalam hatinya."

"Pak, Teman anda, mencari anda." pegawai yang datang membuyarkan lamunan Arsen.

Pria itu lekas menoleh, mengangguk antusias, berjalan menuju tangga balkon dimana disitu tempat VIP temannya satu ini.

"Wesstt....bro, balik ke Indonesia ngga bilang-bilang. Gimana kemaren main terjun di sungai? Enak?" kekeh Arsen tertawa terbahak-bahak, membuat temannya yang duduk di kursi itu meliriknya malas.

"Diamlah kau, ada yang ingin aku tanyakan padamu." ucap pria itu yang tak lain adalah Zefano.

Arsen pun duduk di kursi depan temannya itu. Menatap temannya dengan senyum intens. Sementara Zefano justru melihat ke arah lain, keningnya mengerut liar, yang itu artinya, ada hal berat yang ia pikirkan.

"Kenapa sih? Datang-datang cemberut gitu." kekeh Arsen, "Masa bos muda cemberat-cemberut nanti karyawannya kabur lho." lagi-lagi Arsen mengajaknya bercanda di situasi yang tidak pas.

"Aku serius, Arsen. Ini lebih rumit daripada yang kamu kira." keluhnya, menatap Arsen serius.

Melihat temannya tidak berbohong itu Arsen lekas menghilangkan tawanya. Tersenyum tipis, "Jadi apa? Apa yang bikin kepalamu itu rumit hm?"

Zefano memijit pangkal hidungnya kuat, "Aku kehilangan 5 bulan ingatanku. Apa kamu pikir ini lucu?"

Mengerutlah kening Arsen, lantas menarik kursinya mendekat pada Zefano, "Kamu yang bener? Sama sekali ngga ingat?"

Zefano menggeleng lemah, "Aku cuma ingat terakhir kita minum di Bar Lost city, kamu masih ingat kan?"

Arsen mengangguk kecil, "Yeaa....ingat, waktu itu kamu mabuk berat dan pulang bareng Lora." jelasnya.

Zefano balas mengangguk, "Tapi entah mengapa, ada hal penting yang aku lupakan. Tapi—aku tidak bisa mengingatnya."

Arsen mengangguk lagi, "Terus?"

"Aku merasa aku sudah memiliki istri." jelasnya lagi.

Makin mengerut lah kening Arsen, "Kapan kamu nikah woy! Baru juga dateng di Indo, belum juga sebulan! Gaada acara, gaada resepsi tiba-tiba nyeletuk nikah, gila kamu!" pekiknya.

Kepala Zefano semakin sakit, "Serius, aku seperti menikahi seorang gadis, tapi—entahlah. Yang ku ingat cuma Lora, mungkin memang dia yang aku nikahi."

"Jangan gila, Zefano...Kapan kamu nikah sama dia? Undangan aja gaada, resepsi apalagi! Kalo memang beneran nikah, jahat sih kamu ngga ngundang aku." kesal Arsen.

Semakin diingat, kepala Zefano rasanya makin sakit. Arsen yang tidak tega lekas menarik tangan temannya itu dari kepalanya.

"Jangan berat-berat ngingatnya. Semua itu bertahap, pasti nanti juga ingat." jawab Arsen.

"Entahlah, Sen. Aku merasa—ingatanku sengaja di hilangkan. Seharusnya jatuh di sungai tidak akan membuat hilang ingatan bukan?" tanya Zefano, menatap temannya itu pias.

Arsen terdiam lagi, kakinya menghentak beberapa kali di bawah meja, "Yeaaa....bener sih, aku pernah terpental dari motor 4 meter di Los Angeles 5 tahun lalu aja masih inget semua memori." jelas Arsen lagi.

"Tapi yaudah lah...Nanti juga inget lagi, santai aja. Ehh...aku juga mau cerita, tadi aku dapet karyawan cewe baru, cantik....banget. Berhijab, sholehah lagi, anggun juga. Keknya cocok jadi istri aku ahahaha....!"

Zefano tatap malas temannya itu, "Ngaco. Lalu Arsyila kamu letakin dimana?"

"Hahaha, becanda. Yakali aku nikahin sahabat ponakanku sendiri. Tapi yah, gatau kenapa kesan pertama aku lihat gadis itu sangat unik. Aku cukup tertarik padanya."

Zefano menggeplak pelipis Arsen hingga pria itu mengaduh, "Jangan gila, tipemu bukan wanita berhijab."

"Iya sih, tapi..."

"Sudahlah, aku mau ke kantor lagi. Nanti lagi kita lanjutkan ngobrolnya. Aku hanya ingin cerita tentang itu saja." balasnya, berdiri perlahan, merapihkan kerah jas nya yang sedikit kusut.

"Ouhhh okay. Minum dulu kopimu, Zef. Jangan bikin susah pegawaiku." tukas Arsen.

Zefano pun mengangguk. Ia ambil secangkir kopi itu lalu menyeduhnya.

"Aku pamit dulu." Ucap pria itu pada temannya, lekas menuju tangga.

Arsen menatap kepergian temannya intens, menghela nafas panjang, "Bocah itu, selalu saja memikirkan hal yang tidak perlu."

1
falea sezi
pergi sejauhnya biar suami. goblok mu klo uda inget pasti kelabakan🤣 sebel liat laki oon gini pengen tak timpuk🤭 lanjut banyak thor q ksih hadiah deh
Dynhz: hihihi masyaallah, makasih banyak sayang🤗🤗
total 1 replies
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!