NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:29.2k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 My elite lover

Aula hotel berbintang lima itu tampak megah dan mewah. Lampu kristal besar memancarkan cahaya keemasan yang menyinari seluruh ruangan, sementara rangkaian bunga mawar putih dan anggrek ungu menghiasi setiap sudutnya.

Di tengah panggung pelaminan yang indah, berdiri Sasa Hartono dalam balutan gaun pengantin putih gading yang pas di lekuk tubuhnya. Hiasan renda dan mutiara di gaunnya berkilau setiap kali ia bergerak. Senyum lebar penuh kepuasan terukir jelas di wajahnya yang dandani sempurna. Ia memeluk erat lengan Rendy dengan kedua tangannya, bersandar manja seolah ingin memberitahukan kepada seluruh tamu bahwa pria tampan di sampingnya itu adalah miliknya sepenuhnya.

Namun, Rendy terlihat sangat berbeda. Ia berdiri kaku seperti patung es, wajahnya dingin tanpa ekspresi, rahangnya mengeras menahan emosi yang bergemuruh di dalam dada. Pikirannya melayang jauh, matanya terus menatap tajam ke arah pintu masuk, penuh kegelisahan namun juga harapan besar.

"Rena ... kamu di mana? Seharusnya hari ini kamu yang berdiri di sini, di sampingku. Seharusnya kita yang tertawa bahagia bersama," batinnya bergemuruh, dadanya terasa semakin sesak.

"Aku masih berharap kamu datang, membatalkan semua ini dan melanjutkan rencana kita. Tapi apa itu mungkin setelah semua yang terjadi? Pernikahan ini ... Sasa ... bagi aku semuanya tak ada artinya. Kamu satu-satunya yang aku inginkan, satu-satunya wanita yang bisa membuat hatiku bergetar."

"Sayang ... kenapa terus melamun? Masih memikirkan Rena ya?" bisik Sasa dengan nada manja yang dibuat-buat, tangannya meremas lengan Rendy pelan. "Senyum dong, ini hari bahagia kita lho. Jangan sampai bikin malu keluarga."

Rendy hanya mengangguk pelan tanpa menoleh sedikit pun. Ia mencoba mengukir senyum, namun senyum itu terlihat sangat palsu, seolah bisa lepas kapan saja. "Iya," jawabnya datar, tanpa ada nada perasaan sedikit pun. "Aku cuma agak lelah saja."

Sasa mengernyitkan alisnya, ia tahu betul Rendy sedang berbohong. Tapi ia segera menyembunyikan kekesalannya di balik senyum manisnya. Ia akan melakukan apa saja untuk menjaga kesan bahagia ini, karena baginya, menikah dengan Rendy adalah satu-satunya tiket masuk menuju kehidupan mewah yang selalu ia impikan.

Di luar gedung, sebuah sedan hitam elegan berhenti tepat di depan lobi hotel. Bodi mobilnya yang mengkilap memantulkan cahaya lampu hias di sekitarnya. Pintu pengemudi terbuka, dan muncullah sosok tinggi tegap dengan setelan jas hitam polos yang sangat pas di badan. Wajahnya tampan, namun memancarkan wibawa dan kekuasaan yang begitu kuat hingga siapa saja yang melihatnya pasti merasa segan.

Ia berjalan mengelilingi mobil, lalu membukakan pintu penumpang dengan gerakan santai namun sopan. Tangannya yang kekar terulur ke dalam mobil dengan penuh perhatian.

"Ayo, Sayang," suaranya terdengar lembut namun tegas.

Sesaat kemudian, tangan kecil halus menyambut uluran tangannya. Jari-jemari putih bersih itu hanya dihiasi satu cincin berlian sederhana namun berkilau indah di jari manisnya. Rena melangkah keluar dengan penuh keanggunan. Gaun pesta berwarna hitam pekat yang dipakainya jatuh rapi hingga ke lutut, menonjolkan tubuhnya yang langsing dan sehat. Rambut hitamnya disanggul rapi, dengan beberapa helai rambut yang sengaja dibiarkan jatuh membingkai wajah cantiknya.

Tanpa mahkota mewah atau kalung berlian besar, namun pesonanya memancar begitu kuat, membuat siapa saja yang melihatnya seolah tersihir sejenak.

Mereka berjalan masuk beriringan, tangan mereka bertaut erat seolah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Langkah mereka selaras, sikap mereka penuh percaya diri, dan aura yang terpancar dari pasangan itu membuat seluruh ruangan seolah terasa lebih hidup dan terang.

Begitu mereka melangkah masuk ke dalam aula, suasana yang tadinya riuh seketika berubah. Suara dentingan sendok dan piring berhenti, dan sepasang mata dari segala penjuru ruangan langsung tertuju pada kedatangan mereka. Wajah-wajah yang tadinya ceria kini berubah menjadi terkejut, bahkan tak sedikit yang memancarkan kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

"Aku tidak salah lihat kan? Itu ... itu Tuan Muda dari keluarga Dirgantara, kan? Saga Pratama Dirgantara! Pewaris tunggal keluarga Dirgantara!" bisik seorang tamu wanita dengan suara bergetar tak percaya.

"Benar! Tapi siapa wanita cantik di sampingnya? Bukankah Tuan Muda Dirgantara dikenal sangat dingin dan tak pernah tertarik pada wanita mana pun?" sambung tamu pria di sebelahnya, matanya tak lepas dari pasangan itu.

"Itu Dokter Renata! Dokter bedah muda yang sangat terkenal itu! Wah, pantas saja ... dia memang cantik dan berkelas, meski penampilannya sederhana," timpal ibu-ibu lain dengan nada kagum.

Bisik-bisik itu menyebar cepat ke seluruh ruangan seperti api di padang rumput kering. Meskipun terdengar samar di telinga mereka, Saga dan Rena sama sekali tidak terpengaruh, mereka tetap berjalan tenang seolah tak ada orang lain di sana selain mereka berdua.

Berbeda dengan Sasa. Senyum bangga yang sedari tadi terukir di bibirnya lenyap seketika, digantikan oleh wajah pucat pasi seolah baru saja melihat hantu yang menakutkan. Matanya terbelalak lebar saat mengenali sosok pria yang menggandeng Rena.

"Kak Saga! Rena?! Kenapa mereka berdua bisa ada di sini ?!" jerit batin Sasa penuh kepanikan, rasa takut mulai merayap cepat ke seluruh pembuluh darahnya hingga membuat kakinya terasa lemas.

"Bukannya Rena seharusnya terkurung di gudang tua itu dalam keadaan tak berdaya? Bukannya orang suruhanku sudah menangkapnya? Bagaimana mungkin dia bisa berdiri di sini dengan begitu cantik, dan anggun begitu? Lalu siapa wanita di dalam video yang dikirim ke aku? Dasar orang-orang bodoh, pasti mereka salah tangkap itu! Awas saja kalau sudah selesai acara ini, akan aku buat perhitungan!"

Keringat dingin mulai membasahi dahinya meskipun suhu ruangan terasa sejuk.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Semoga saja Kak Saga lupa atau tidak jadi menyuruhku menepati janji itu ... tapi kalau dia memaksaku minta maaf di depan umum ... tamatlah riwayatku! Aku akan dipermalukan di depan keluarga Wijaya dan semua orang!"

Di sampingnya, Rendy sempat tersenyum tipis saat melihat Rena datang, rasa lega menyelinap di hatinya. Namun senyum itu hilang seketika saat ia melihat siapa pria yang berjalan di sampingnya. Matanya menyipit tajam, rahangnya mengeras menahan amarah yang meledak.

Saga Pratama Dirgantara!

Sosok yang selama ini menjadi saingan terberatnya sejak masa kuliah dulu. Sosok yang selalu berada satu langkah di depannya dalam segala hal.

"Kenapa harus dia?! Sejak kapan Rena dekat dengan Saga? Bukankah pria itu terkenal sangat dingin dan cuek? Tidak! Aku tidak akan rela! Bagaimana bisa Rena bersama pria lain, apalagi dia?! Saga selalu saja mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku! Tunggu saja, Saga ... aku tidak akan menyerah begitu saja. Dan kamu Rena... tunggu aku, setelah acara ini selesai aku akan memperbaiki segalanya. Kamu hanya milikku, dan akan tetap menjadi milikku!" teriak batin Rendy penuh hasrat dan kecemburuan yang membara.

Ia ingin berlari ke sana, menarik tangan Rena dan memisahkannya dari Saga, namun kakinya terasa berat seolah terikat rantai tak terlihat. Ia hanya bisa diam terpaku, menatap mereka dengan tatapan tajam yang menyimpan ribuan rasa sakit dan kemarahan.

Saat tiba giliran memberi ucapan selamat, Saga dan Rena berjalan naik ke panggung pelaminan dengan langkah tenang dan mantap. Suasana semakin tegang, seluruh mata tamu tertuju pada mereka tanpa berkedip sedikit pun.

Sasa menundukkan wajahnya dalam-dalam, tubuhnya gemetar hebat menahan rasa takut. Ia tidak berani menatap mata Saga, karena ia tahu betul betapa tajam dan menakutkan tatapan pria itu. Ia sadar, kekuasaan keluarga Dirgantara jauh di atas keluarganya maupun keluarga Wijaya sekalipun. Menjadi musuh Saga sama saja dengan menggali kuburan sendiri.

Saga berhenti tepat di hadapan mereka, jarak mereka hanya beberapa sentimeter. Tangannya melingkar di bahu Rena dengan sikap posesif yang jelas. Ia menatap sekila ke arah pengantin pria lalu berhenti pada Sasa. Pandangannya dingin, tajam, dan menusuk hingga ke tulang sumsum, berbeda jauh dari tatapan lembut yang biasa ia berikan pada Rena. Ia tidak bicara sepatah kata pun, namun matanya berbicara sangat jelas, seolah berteriak:

"Cepat tepati janjimu! Sebelum kau dan keluargamu menyesal seumur hidup!"

Darah Sasa serasa membeku. Tangannya yang memegang lengan Rendy kini basah oleh keringat dingin. Ia ingin menolak, ingin berlari pergi, tapi lidahnya terasa kelu dan kakinya tak sanggup bergerak. Orang tua Sasa yang duduk di dekat sana pun ikut menahan napas, mereka tahu betul konsekuensi jika anaknya berani melanggar janji pada pria di hadapan mereka.

Setelah detik-detik yang terasa seperti berabad-abad itu, akhirnya Sasa memberanikan diri. Ia melangkah maju sedikit, lalu tiba-tiba menjatuhkan lututnya ke lantai tepat di hadapan Rena. Tubuhnya gemetar hebat.

Rena terkejut luar biasa melihat pemandangan itu, refleks ia mundur selangkah dengan wajah bingung. "Eh ... ka-kamu kenapa, Sasa? Bangunlah!" ujarnya spontan hendak membantu. Namun Saga dengan sigap menahan bahu Rena agar tidak maju.

"Biarkan!" ucap Saga singkat, tegas namun rendah. Ia menatap Rena lalu mengangguk pelan sambil tersenyum tipis, memberi isyarat agar Rena tetap tenang dan diam saja.

Rena kembali berdiri tegak, menatap Sasa di bawah sana dengan tenang. Ia tahu, pasti Saga sudah mengatur semuanya. Kalau tidak, mana mungkin wanita seangkuh dan sejahat Sasa mau merendahkan harga dirinya sejauh ini di depan ratusan orang.

"R-Rena ..." suara Sasa terdengar sangat lirih, hampir tak terdengar karena gemetar hebat. Wajahnya menunduk sangat dalam, tak berani mengangkat wajahnya karena rasa malu dan takut yang meluap-luap. "Aku ... aku minta maaf ... maafkan semua kesalahan dan kelakuan burukku padamu selama ini ... aku tidak seharusnya merebut Rendy darimu ... tapi ..." suaranya terhenti, ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya lagi.

Bisik-bisik mulai terdengar di antara para tamu, makin riuh dan penuh nada menghakimi.

"Jadi benar ... dia yang merebut calon suami dari wanita itu?!"

"Wah, malu sekali! Ternyata menantu keluarga Wijaya seorang perusak hubungan orang ya ..."

"Katanya dulu Tuan Muda Rendy sudah

dijodohkan dengan wanita lain, tapi tiba-tiba membatalkannya begitu saja. Ternyata alasannya begitu ..."

"Bodoh sekali dia, melepaskan permata hanya demi batu kerikil yang menyedihkan."

Rendy menatap Sasa, wanita yang baru beberapa jam resmi menjadi istrinya, dengan tatapan penuh kemarahan dan rasa malu yang mendalam. Ia ingin menegur Sasa, tapi matanya tak sanggup lepas dari wajah Rena yang tampak begitu tenang dan damai, seolah tak pernah terjadi apa-apa antara mereka. Hal itu justru membuat hati Rendy terasa disayat ribuan pisau, sakit dan perih luar biasa.

 

Bersambung ...

1
Ariany Sudjana
hahaha Sasa kamu itu hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan kamu ingin Rena hancur? kamu sedang.menggali kuburan kamu sendiri. juga Bram dan Rizky, bukannya intropeksi, kalian semua siap-siap menghadapi kematian kalian
Rahma Inayah
seblm kalian menghancurkan Rena dan Saga .kalian lbh dl yg hancur lebur JD tanh .eh.sasa km GK kapok2 ya inget nnt klu perbuatan mu BLK ke kamu saga diam BKN TDK tau tp klu sekali LG km menyentuh Rena km akan melahirkan di penjara tnp ada yg peduli pada lu termasuk ortu mu apalgi Rendy dia pasti GK mau bebaskan km dr jeruji besi pikir kn baik2 apa yg akan terjadi nnt
Munas Tuti
beuuuh makin seru ini mah...
sri hastuti
tlng thor jangan smp berhasil rencana sasa, dasar wanita gak tau diri, sdh merebut ,kok gak sadar msh punya rencana jahat
😡😡😡😡😡😡
Ariany Sudjana
ya pantas saja kamu kalah sama Rena, Rena itu dokter, perempuan baik-baik dan mandir, sedangkan kamu kan hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 kamu selalu menyalahkan Rena untuk semua masalah kamu, sudah lebih baik kamu diam di lokalisasi atau paling bagus kamu mati saja
Munas Tuti
huuuh Sasa...punya hati kok jahat banget, udah mah ngrebut Rendy sekrg mau bikin riweuh Rena n Saga 💪
Rahma Inayah
gak ada kapok2 nya klu saga mau pas km nyuruh org nyulik Rena SDH di penjara dan di permalukan Kel km mkn lngsung di buat jatuh miskin Kel km tp saga diam biar km BS berubh klu sekali LG km macam2 sam Rena km akan tau akibat nya dan GK BS di ampuni lgi
Munas Tuti
seneng klo punya mertua seperti keluarga bu Marisa...👍
Elsa
itu karma Sasa makanya jangan jahat jadi orang
Elsa
lanjut Thor Rena pasti terkejut plus bahagia banget pastinya
Elsa
gemes banget dah sama pasangan ini/Drool//Drool/
Elsa
mama Marisa keren banget langsung gercep
Elsa
semakin keren dan menegangkan Kak aku suka./Heart//Rose//Rose//Rose//Rose/
Elsa
wasallaikum salam author! semangat terus
riniandara
Terima kasih yang udah mampir! sehat selalu semua/Kiss/
Munas Tuti
horeeeee...ikutan bocil2 teriak 😄 akhirnya Rena dan Saga resmi tunangan, gaaaskeun otw pelaminan lah 👍
Rahma Inayah
apa yg km impikan TDK sesuai keinginanu sa. hdp disangkar emas Rp bagai neraka
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Rendy, jalani saja, laki-laki pengecut seperti kamu memang cocok sih dengan pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
puji Tuhan, dokter Rena menerima lamaran komandan Saga 😄🙏
Munas Tuti
keren ..komandan ganteng ngelamar dokter cantiik, seru tuh bocil2 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!