NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetap berada di tempatnya

Perjalanan ke tujuan terasa begitu lama bagi Sera, kemana juga Graven akan membawanya, pikirnya.

"Masih lama?"

"Emm, mungkin"

"Ck, aku serius Graven"

"Aku juga"

"Jangan bercanda, ini hampir jam sepuluh malam" Sera mulai tak sabaran.

"Kenapa saat di dekatku kamu selalu tak sabaran, terkadang ceroboh dan semua itu bisa berbahaya karena mudah sekali terbaca"

"Ya karena memang kamu itu selalu menyulitkan ku, berbuat semau mu dan bagiku itu semua aneh, di luar kontrol dan kamu_Gila!" jawab Sera.

"Soal gila_, sepertinya aku keberatan kalau maksud mu itu karena pekerjaan, karena apa yang aku lakukan semua demi kesuksesan dua perusahaan, milikmu dan juga milikku, double tanggung jawab itu tidak mudah Nona CEO"

"Aku tau, tapi kalau cara kerjamu seperti itu bukan hanya fisik kita yang akan terganggu tapi juga mental, keinginan dan hasrat"

"Hasrat?" tanya Graven melihat Sera sekejap, merasa aneh dan ingin kejelasan tentunya.

"Setiap manusia punya kebutuhan lain, harus seimbang, bukan cuma soal bisnis, keinginan untuk berteman, bercanda dan berkencan untuk mengontrol hasrat misalnya" lanjut Sera tanpa di minta

"Mengontrol hasrat?" tanya Graven lagi.

"Ck, maksud ku, kamu kan punya urusan pribadi juga, dengan kekasihmu, mengontrol sesuatu di hatimu, memuaskan semua itu, ya begitulah, kamu tau maksud ku kan?"

"Oh, mengontrol keinginan untuk S-ex maksud mu?"

"What?, bukan itu, tidak seperti itu Graven, susah sekali sih menjelaskan padamu, kamu bisa meluapkan kasih sayangmu ke pada wanita yang kamu cintai, kekasih mu, jadi kamu tidak sembarangan dekat dan mendaratkan hidung mu padaku, mengontrol libi-domu!" seru Sera makin kesal saja.

Graven masih terdiam, tenang menatap jalanan, santai sekali terlihat di mata Sera, hingga akhirnya membuat tak tahan lagi untuk bertanya.

"Kenapa diam, atau jangan-jangan _"

"Apa?" sahut Graven.

"Kamu tidak punya wanita?"

"Ada, kamu pikir yang melahirkan ku bukan wanita?"

Astaga, ini orang minta di geplak kepalanya kali ya, jelas bukan itu yang maksud Sera, seorang ibu jelas tidak masuk kriteria di sana.

"Kekasih Graven, kekasih mu!"

"Oh itu, Aku_"

"Apa?" kini Sera yang entah kenapa penasaran akan jawabannya.

Namun Graven hanya menatapnya sekejap, lalu diam dalam senyuman tipis yang di berikan dan Sera seketika melebarkan mata tak percaya_

"Tunggu, tolong jangan bilang kamu tidak punya kekasih Graven"

"Sayangnya itulah jawaban ku" sahut Graven.

"What?, my God, pantas saja, emosimu tak terkontrol, menjadi robot pekerja, perintah sana sini tak tau waktu, deadline besar-besaran, hanya memikirkan Investor perusahaan dan kau sungguh gila!" ucap Sera.

Tiba-tiba saja menepi, Sera terkejut dan kini tangannya menahan dada Graven yang hampir menempel ke tubuhnya, Graven mengungkungnya.

"Jadi sekarang, kamu ingin masuk ke ranah pribadi ku?" ucap Graven dengan wajah yang hampir menempel.

"Ti tidak, aku hanya bertanya dan menyimpulkan saja, tolong jangan sedekat ini Graven, aku sesak" Sera berusaha mendorong dada Graven.

Bukan apa yang diinginkan, justru sebuah tangan kini menyentuh pipinya, menelusuri perlahan dengan lembut dan pelan.

"Please, hentikan!" bisik Sera, yang seolah tak mampu lagi bersuara.

"Kenapa?" tanya lirih Graven.

"Aku bisa gila, tolong menjauh dariku sekarang juga!" Sera berusaha menyadarkan dirinya.

Graven tertawa, lalu menarik tubuhnya, duduk tegak kembali di kursi kemudi dan melanjutkan perjalanan, sementara Sera masih berusaha mengatur nafasnya yang benar-benar terasa sesak sesaat tadi.

"Aku cukup nyaman dengan diriku sendiri" ucap Graven.

"Pantas, kau tampak dingin dan kaku seperti mayat hidup saja"

"Oh ya, dengan begitu saja aku sudah membuatmu menahan hasrat, apalagi kalau aku_"

"Stop!" Sera menghentikan omongan lak-nat yang akan keluar dari mulut Graven.

"Kenapa?"

"Cukup pembahasan kali ini, tolong fokus nyetir saja dan buat kita segera sampai di Restoran, aku sudah lapar!"

Dan Tin tin, di depan sana jalanan ternyata ada kendala, macet dan sepertinya terjadi huru hara, maklum di hari Minggu malam memang jalanan masih padat sepertinya.

"Oh ya Tuhan!" ucap Sera rasanya semakin putus asa.

Graven tersenyum, melihat wajah galau wanita di sampingnya cukup untuk menghibur juga.

"Aku punya ide" ucap Graven.

"Aku tidak mau"

"Kamu bisa memakan ku dulu Nona CEO"

"Graven!" teriak Sera.

Graven malah tertawa, kini melajukan kembali mobilnya, rupanya kekacauan kecil sudah mereda.

"Hei, tenanglah, aku hanya bercanda"

"Dan aku tak ingin tertawa"

"Karena lapar?"

"Karena kamu!" jawab Sera.

"Permisi!, bukannya kamu yang penasaran akan diri ku duluan, ingin tau wanita ku, dan bahkan keadaan hasratku, jadi aku memberimu kesempatan untuk menjadi wanitaku dan juga melampiaskan hasratku sekarang, bagaimana?"

"Graven!"

Teriak Sera makin ingin sekali membinasakan laki-laki gila yang ada di sampingnya.

"Ada masalah?, karena aku tau kamu juga tidak punya kekasih" ucap Graven.

"Aku akan keluar dari mobil ini kalau kamu masih menyebalkan sekali!"

"Silahkan, lompat saja"

Sera langsung menatap tajam Grevan yang terlihat santai dan tenang, belum tau rupanya siapa yang dia hadapi saat ini, dan okey, Sera siap melakukan aksi.

"Buka kunci nya" ucap Sera.

"Apa?" tanya Graven.

"Buka kunci pintu mobil ini, dan aku pastikan kau bisa melihat ku melompat dari sini, cepat!"

Graven menatapnya, seolah ingin mengukur kata-kata yang barusan dia dengar, dan satu gerakan tangan, kunci terbuka.

"Sudah, silahkan!" ucap Grevan.

Ada senyuman, Sera sengaja memberikan, dalam hati tidak percaya jika laki-laki di sebelahnya ini benar-benar breng-sek hingga memberikan reaksi yang tak pernah disangka, dan baiklah_

Membuka dengan cepat di tengah laju kendaraan yang cepat, Sera bersiap dan tak peduli dengan apa yang terjadi nanti jika saja tubuhnya akan penuh dengan luka saat menyentuh tanah.

Melompat cepat!

Sret_

Harusnya, sekarang sudah tidak ada di dalam mobil yang di naiki, tapi saat mata Sera terbuka, nyatanya tak ada yang terjadi, pintu mobil memang terbuka, tapi dia tak bisa menggerakkan tubuhnya.

"Apa yang kamu lakukan?" Sera benar-benar tak percaya, bahkan pikirannya tak bisa mengontrol tubuhnya.

Graven tersenyum, lalu perlahan menghentikan mobilnya, terparkir di depan restoran mewah yang masih ramai dengan pembeli di sana.

"Tidak perlu melompat, kita sudah sampai, ayo" Graven memegang tangan Sera yang begitu dingin, lalu menariknya perlahan dari tempat duduknya.

Sementara Sera masih terdiam, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya, lalu dia teringat dengan kejadian sebelumya, Graven bahkan dengan mudah berada di depan pintu kamarnya pagi tadi, ini semua jelas bukan hal yang biasa saja, sial!

Kini duduk berhadapan, Graven membuka menu dan memberikan ke Sera.

"Ingin makan apa?" tanya nya.

"Kau_, punya kekuatan_?" jawab Sera tidak sesuai dengan apa yang di tanyakan Graven sebelumnya.

"Ayo pesan makanan" lanjut Graven tak menghiraukan.

Yuhu..mohon dukungan ya, Komen dong, biar makin seru novelnya.

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!