Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.
8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Tok tok tok
"Tuan, Tuan tolong buka pintunya. Ini saya, Zea," teriak Zea di balik pintu. "Tuan, tolong buka pintu," ia akan terus mengetuk sampai pintu tersebut dibuka dari dalam.
Tok tok tok
"Tuan Very, ini saya, Zea." Lengannya tiba-tiba ditarik seseorang, membuat ia reflek menoleh.
"Zea, kamu gila ya, gedor-gedor kamar Tuan Very!" Anggun melotot tajam. Tak sengaja saat bersih-bersih, ia melihat Zea menggedor kamar Tuan Very. Di rumah ini, sangat dilarang mengganggu Tuan Very, kalau ada urusan apapun, tak bisa langsung padanya, tapi melalui Anam, asisten pribadinya. "Kalau Tuan Very marah, kamu bisa dipecat."
"Aku gak peduli," Zea menarik lepas lengannya dari cekalan Anggun.
Tok tok tok
"Tuan, buka pintunya."
"Zea!" bentak Anggun tertahan. "Kamu jangan cari mati."
Zea tak peduli, ia terus mengetuk pintu hingga akhirnya pintu kayu bercat coklat tersebut dibuka dari dalam. Anggun yang ketakutan, segera menjauh, pura-pura sibuk mem vacum lantai.
"Tuan, saya menerima tawaran anda," ujar Zea cepat.
"Tunggu di ruangan saya, sebentar lagi Anam datang." Tuan Very kembali menutup pintu kamarnya.
Zea berlari ke ruang kerja Tuan Very, menunggu dengan cemas asisten pria itu datang. Sampai akhirnya, setelah 20 menit menunggu, Anam masuk bersama Tuan Very.
Tuan Very duduk di kursi kebesarannya, sementara Anam dengan setia berdiri di sebelahnya.
Anam mengeluarkan selembar kertas, menyodorkan ke hadapan Zea. "Kalau kamu setuju, tanda tangan di kertas itu."
Dengan tangan gemetaran, Zea membaca surat perjanjian yang dibuat oleh Anam. Surat yang isinya menyebutkan bahwa dia menerima uang 1 milyar dan berjanji tidak akan menemui Naka lagi.
"Tanda tangan di atas materai," Anam menyerahkan sebuah pena.
Tanpa fikir panjang, Zea langsung membubuhkan tanda tangan. Saat ini, nyawa ibunya lebih penting dari apapun, termasuk cinta.
"Dan satu lagi," Anam kembali menyodorkan selembar kertas.
"Apa ini?" Zea tak faham maksud isi dari kertas tersebut.
"Saya akan merekam suara kamu dan Tuan Very, bicara sesuai dengan apa yang saya tulis di kertas tersebut."
Zea langsung bisa menebak kalau rekaman itu nantinya pasti akan diserahkan pada Naka, sebagai barang bukti jika ia telah pergi.
"Kenapa, ragu?" tanya Anam.
"Apa harus direkam?"
Anam mengangguk.
Tak ada pilihan lain, akhirnya Zea mengangguk, meski resikonya, Naka pasti akan dangat kecewa padanya. Uang 1 milyar itu banyak, ia bisa menggunakannya untuk biaya operasi ibunya dan biaya hidup bersama anaknya kelak.
Tuan Very tersenyum penuh kemenangan. Ia lalu berbicara dengan Zea sesuai skrip yang telah ditulis Anam, dan direkam.
"Sudah semuakan?" Zea tak sabar segera menerima uang tersebut.
"Saya akan tranfer uangnya ke rekening kamu." Anam mengambil ponsel, melakukan transaksi transfer dari m banking milik Tuan Very.
Zea buru-buru melihat ponsel mendengar bunyi notifikasi. Ia sampai menghitung jumlah nol di layar HPnya, takut salah. "Ini cuma seratus juta. Apa akan ditransfer beberapa kali?" berpositif thinking, mungkin maksimal dalam sekali transfer hanya 100 juta.
"Tidak," sahut Tuan Very sambil menyeringai.
"Tapi, ini baru seratus juta," Zea menunjukkan bukti transferan di layar ponselnya.
"Memang hanya itu yang kamu terima," ujar Anam.
"Tapi dalam perjanjian yang saya tanda tangani tadi, 1 milyar, bukan 100 seratus juta."
"Dasar tamak!" maki Tuan Very. "Sudah untung saya kasih uang cuma-cuma. Harusnya kamu berterimakasih sama saya, kamu tidak saya tendang dari sini tanpa sepeser uang pun," tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menipu Zea.
"Kalau memang hanya 100 juta, kenapa saya dipaksa tanda tangan di kertas perjanjian 1 milyar, " nada suara Zea mulai meninggi, kesal karena sudah ditipu.
"Zea, Zea," Anam geleng-geleng. "Bersyukurlah kamu masih dikasih uang. Sebenarnya tanpa ngasih uang pun, sangat mudah Tuan Very ngusir kamu dari sini. Udah, pergi sana."
"Enggak!" Zea menggeleng cepat. "Ganti dulu surat perjanjian tadi. Kalau tidak, beri saya 1 milyar." Ini bukan soal ketamakan, tapi ia merasa sudah di tipu.
BRAKK
Zea sampai terjingkat kaget saat Tuan Very menggebrak meja sambil berdiri. Tatapannya begitu tajam dan dingin, membuat jantungnya berdetak cepat dan tubuhnya gemetaran.
"Dasar tak tahu diri!" maki Tuan Very, menatap Zea tajam. "Pergi atau saya sebarkan video asusila kamu."
Mulut Zea menganga lebar, tak menyangka jika video tersebut dipakai untuk menekannya.
"Hari ini terakhir saya melihat kamu ada di rumah ini. Besok pagi, saat saya keluar kamar, jangan sampai kamu masih ada disini, atau kalau tidak, kamu akan tahu akibatnya." Mencondongkan badan ke arah Zea, "Kamu akan menyesal jika besok pagi, saya masih melihat kamu."
FLASHBACK OFF
Naka, buat cara jitu ya buat naklukkan hati papamu, manfaatkan Arka 🤭
keputusan yg bener zee...
jangan mau terus di rendahkn oleh bpknya naka itu.
pastikn naka mau berusaha memperjuangkn kalian....
Ayo Naka berusaha semangat💪💪💪
Zea ingin menikah denganmu asal ada restu dari ayahmu Naka