NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Jarot

RS Bhayangkara Jakarta

Dokter Rahmat sedang memeriksa para pasiennya ketika mendapatkan notifikasi dari Harmoni Life bahwa sudah waktunya memberikan pemeriksaan ke para penghuni panti. Pria itu hanya membalas 'Ya' sebelum memasukkan ponselnya ke dalam snelinya.

"Apakah saya sudah boleh pulang Dok?" tanya salah seorang pasiennya yang baru saja dioperasi usus buntu.

"Tunggu dua hari ya pak," jawab dokter Rahmat.

"Tapi katanya operasi usus buntu hanya dua hari," ucap pasien itu.

"Kalau prosesnya laparoskopi dan tidak ada komplikasi. Di kasus bapak, usus buntu bapak sudah pecah. Sudah cukup parah. Jadi kami melakukan operasi terbuka atau laparotomi. Setidaknya bapak harus sekitar tiga sampai lima hari di sini." Dokter Rahmat menatap tegas ke pria itu.

"Sayaaang, apakah kamu akan pulang hari ini?"

Suara manja dan harum parfum mahal, tercium seantero ruang rawat inap itu. Dokter Rahmat melihat seorang wanita yang entah mengapa perasaannya mengatakan ini selingkuhan si pria. Dokter Rahmat sampai bisa membaca fisik seorang wanita apakah itu ani-ani atau bukan.

Bagi dokter Rahmat, seorang wanita ani-ani punya ciri khas yang sama di wajah. Entah dari make-up atau stylish nya. Hampir semua mirip. Terkadang dokter Rahmat sampai berpikir apakah ada juklak tersendiri di kalangan ani-ani ataupun gigolo.

"Aku belum boleh pulang, sayang. Kata dokternya ini masih harus menunggu hasil operasinya." Pria itu langsung mencium bibir wanita itu di depan dokter Rahmat tanpa malu. Dokter Rahmat hanya menatap datar tanpa ekspresi.

"Kalau begitu saya permisi dulu. Saya akan memeriksa kondisi anda lagi besok." Dokter Rahmat pun keluar bersama dengan Suster Nina yang memilih menunduk.

Keduanya pun tiba di meja suster dan dokter Rahmat bertanya pada Suster yang bertugas.

"Pasien di kamar Bougenville Dua siapa sih!" tanyanya dengan nada sebal.

"Oh, dia anggota DPRD, Dok. Kenapa? Simpanannya datang ya?" kekeh salah seorang suster di sana.

"Aku tidak bisa membayangkan jika istri sahnya datang." Dokter Rahmat terdiam saat dari lift keluar seorang wanita dengan dandanan tidak kalah cetar, bersama dengan tiga pengawalnya menuju kamar si pria anggota DPRD itu.

Semua orang menunggu dan tak lama terdengar suara teriakan serta keributan. Dokter Rahmat bersama dengan para perawat dan satpam pun bergegas menghampiri. Tampak keributan terjadi di dalam dimana istri sah menghajar si pelakor sementara pengawalnya menahan si suami.

"Bu ... Tolong jangan ...."

"ANDA TIDAK USAH IKUT CAMPUR DOKTER!" bentak si istri sah sambil terus menghajar si pelakor. Hingga suatu saat, istri sah memukul si pelakor dengan menggunakan nampan makanan.

Tak lama si pelakor pun pingsan. Istri sah pun mendatangi suaminya yang tampak ketakutan. Wajah istri sah itu tampak menyeramkan.

"Aku sudah memindahkan semua aset kamu! Termasuk rumah, apartemen, mobil, uang rekening kamu, deposito, emas, semua hasil korupsi kamu, sudah aku ambil alih! Dan aku juga sudah mendaftarkan perceraian kita! Kamu juga sudah dipecat dari partai dan keanggotaan DPRD! Kamu sekarang miskin ya Bang! Kalau kamu kira selama ini aku diam, jangan pernah kamu remehkan wanita Batak ini! Oh, aku masih baik. BPJS kamu sudah aku bayar hingga enam bulan ke depan jadi kamu masih bisa berobat gratis! Kita bertemu di pengadilan!" Wanita itu tersenyum sinis ke pelakor. "Mekinya lebih enak ya? Dasar puki Mak! Heran aku bang. Suka kali kau dengan WC umum itu!"

Semua orang melongo mendengar ucapan istri sah. Dokter Rahmat pun maju berusaha menenangkan wanita itu.

"Maaf Bu. Boleh saya obati tangannya?" tawar dokter Rahmat yang melihat buku-buku tangan wanita itu terluka.

"Tidak usah dokter. Anggap saja ini kenang-kenangan." Dia pun menoleh ke suaminya. "Kau pulang saja ke Mamak kau! Karena sudah tidak ada tempat di rumah aku! Semua baju-baju kamu, sudah aku kirim ke rumah Mamak! Kecuali jam tangan, cincin dan semua barang berharga kamu, tetap aku ambil! Anggap saja, hutang mahar kamu bertahun-tahun yang tidak diberikan sejak kita kawin!"

Wanita itu pun berjalan keluar dengan didampingi para pengawalnya. Dokter Rahmat bergegas menghampiri si pelakor dan meminta para rekannya untuk membawa ke sofa agar bisa diobati.

Pasien pria itu hanya bisa terdiam dan dokter Rahmat bersumpah, melihat dia menangis! Kesombongannya selama dirawat, hilang seketika. Dokter Rahmat tidak tahu seberapa kaya hasil korupsinya tapi ini definisi dimiskinkan secara telak!

Meskipun dia tidak suka uang haram, tapi untuk kasus ini bisa dibilang, menyala istri sah!

***

Harmoni Life

Paramudya berjalan-jalan bersama Jarot mengelilingi area panti jompo itu dengan gaya ingin berolahraga. Jarot mengakui, meskipun Paramudya sudah sepuh, tapi fisiknya masih bagus untuk pria berusia tujuh puluh tahunan.

"Kamu kenapa Jarot?" tanya Paramudya seolah tahu dengan pemikiran Jarot.

"Saya kagum dengan fisik anda, pak Pram. Masih kuat dan tegap," jawab Jarot kikuk.

"Kamu tahu kenapa?" ucap Paramudya.

"Apa itu Pak?"

"Jangan makan yang haram! Jangan masukkan makanan ke dalam tubuh kamu berasal dari uang haram. Keluarga aku banyak dari bisnis gelap tapi kami tetap memegang prinsip tidak memberikan makan anak istri dari uang haram. Kalau dari keluarga besar aku, insyaallah uang turun temurun itu dari uang halal." Paramudya menoleh ke Jarot.

"Anda benar Pak Pram. Apalagi saya. Hidup saya cuma saya sendiri. Saya tidak mau menikah lagi karena memang saya tidak mau. Soal kebutuhan biologis, lebih baik saya hidup selibat, beribadah di mesjid dan kumpul dengan tim bang Dean."

"Apakah kamu mendapatkan hidayah waktu kamu kena tembak?" tebak Paramudya karena tahu dari cerita AKP Dean Thomas dan Lachlan kalau Jarot dulu polisi mbalelo.

"Benar. Istri saya datang dan bilang sama saya, supaya saya hidup lurus. Jangan nakal lagi. Jika sudah waktunya, dia akan menjemput saya. Jadi saat saya sadar, baru saya menyadari banyak orang baik yang sayang pada saya. Jadi ya, saya menikmati hidup saya seperti ini. Saya punya dua adik perempuan yang harus saya jaga, Nana dan Atikah. Saya punya dua saudara laki-laki yang juga harus saya dampingi, yaitu Dean dan Rayyan. Jadi saya dedikasikan hidup saya untuk keluarga baru saya baik di tim kasus dingin dan keluarga Pratomo."

Paramudya tersenyum. "Kamu seperti Ethan, pengawal aku yang sudah berpulang karena kanker paru-paru. Dia juga tidak mau menikah demi bisa melindungi aku dan V. Sayangnya, Allah lebih sayang padanya."

Jarot mengangguk. Keduanya pun tiba di halaman samping yang dulu diselidiki oleh Raiden dan dokter Rahmat.

"Di sini banyak blind spot nya, Jarot."

"Benar pak Pram. Tak heran jika si pelaku masuk dari sini." Jarot melihat pintu besi itu. "Tidak dikunci."

Paramudya tampak termenung. "Apa ada channel disini?"

***

Yuhuuuu up Siang yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Sayem Sayem
yassalam makin kesini ko makin rusit ..ayooo CPT d tutup langkah duo jagal yg otak e udh dangkal....
Ninik Rochaini
seruuuu cerita ny...sprti terlibat dlm cerita ny ikut deg2 nunggu hasil ny
Ninik Rochaini
anak durhakim ambek emak e tego bener...bocah koplak
Andriani Rahmi
astaghfirullah... ngelus dada... manusia2 serakah, mengorbankan banyak orang... trus gimana nasib penerima donor organnya 🤔🤔
kok kober ya pak Rayyan... pasti dy lupa kalo masih terhubung sm mas L dan mas Kai
terimakasih kerja kerasnya mbak Hani
terima kasih mbak Hana sudah membuatku ikut deg2an
Marsiyah Minardi
Kerennn ni Othor tuk cerita ini runtut ,jelas ,aku jadi ikutan kepo 😍😍
Noey Aprilia
Ngeri bgt tu dktr gila....
nyuri organ mnusia,abs tu d jual...trs nanya hrganya brpa....brsa lg nanya orng yg jualan syur tau ga sih,yg ini brp??????😡😡😡....
mngkn dia msti mrsakn dlu khilangn slh stu organ'nya,bru mkir.....
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Astaghfirullah... Karena keserakahan segelintir orang, orang² yg tidak bersalah justru yg menjadi korban
Elsa Fanie
waduh ini mah duo dok jakdal beneran ini,,😡😡😡😡,🤦🤦
awesome moment
wheleh...main jual2 tanpa ricek jd.nya sebarin virus kemana2. bukannya shat malah meninggoy
amilia amel
ya Allah....
makin rusit aja kasus ini🤔🤔🤔
Sayem Sayem
d tunggu ending ny pak Rayyan ala Sherlock Holmes ni...
Noey Aprilia
Jgn blng kl mukanya pa hari raya d permak jd item,trs gginya maju....🤭🤭🤭.....
sefi dwi handriyantin
Hati-hati ya pak Rayyan..
amilia amel
makin seru ihhhh
serasa kureng terus bacanya😅😅😅
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat pak Rayyan, awas ketahuan😄
Elsa Fanie
wah wah tambah seru ini ,mang muka pak hari raya d apain y ko sampe dok Arlo bilang kek g2🤔🤔🤔 di menurut ngana pak Taufik
Elsa Fanie: 🤣🤣 seperti iy🤣
total 4 replies
Ita Xiaomi
Benar banget.
Sayem Sayem
sudah saat menghentikan praktek duo dokter g ada otak duit ny ...KLO perlu kirim anomali d saat autopsi
Noey Aprilia
Duuhhh...
jgn smp deh pas lg brtamu,yg nyambut mlah bngsa llembut.....bsa ngibrit kl smp ky gt....😁😁😁.....
Elsa Fanie
🤣🤣🤣 selingkuh yg halal y katya🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!