Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34.
Dua jam kemudian.
Setelah satu mata kuliah selesai, Esther berencana akan beristirahat sebentar di taman, sebelum masuk ke kelas mata kuliah berikutnya.
Satu yang harus ia ingat, menghindari Melda dan teman-teman Melda.
"Mau kemana?!"
Tiba-tiba di depan Esther telah berdiri Melda, dengan senyum menyeringai memandangnya Esther, bersama dengan dua teman Melda.
Baru saja ia sudah berpikir untuk menghindari Melda, siapa sangka Melda tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Mau apa kalian?!" tanya Esther waspada.
"Mau apa? tentu saja ingin memberi perhitungan padamu!!"
Mata Esther nanar memandang Melda, dan melangkah mundur kebelakang melihat Melda melangkah mendekatinya.
"Mphh!!" mata Esther membulat memandang Melda yang tersenyum.
Esther tidak menyadari, teman Melda lainnya berada dibelakangnya, dan membekap mulutnya dengan sebuah saputangan.
Dengan beberapa detik menghirup obat bius pada saputangan itu, Esther pun tidak sadarkan diri.
"Cepat! bawa dia!"
Mereka berempat dengan cepat bergerak, sembari melihat sekitar mereka, agar tidak seorang pun melihat mereka.
Tapi mereka tidak menyadari, kalau Asdos Michael melihat mereka memasukkan Esther ke dalam mobil.
"Apa lagi yang mereka lakukan! Esther bukan ancaman bagi mereka, tapi kenapa mereka terus saja mengganggu Esther!!"
Michael dengan cepat mengikuti mobil Melda, dengan menggunakan sepeda motornya.
Sampai mobil itu pun sampai di vila keluarga Melda, dari jarak tertentu Michael menghentikan sepeda motornya.
"Bukankah ini vila keluarga Melda? kenapa Esther dibawa kemari?!" pikir Michael merasa bingung.
Sementara didalam vila, Vera bersama Adriana telah menunggu kedatangan Esther di ruang dalam vila, pada sebuah kamar kosong yang tidak pernah ditempati lagi.
Bruk!!
Tubuh Esther dijatuhkan dengan kasar ke lantai, lalu wajah Esther di siram seorang pengasuh keluarga Edison.
Pintu kamar di tutup setelah melihat Esther mulai bergerak, dan tinggallah Esther bersama Vera dan Adriana dalam ruangan tersebut.
Perlahan Esther membuka matanya, dan ia merasa sekujur tubuhnya begitu sakit.
"Vera?!" mata Esther membulat melihat Vera duduk pada sebuah kursi, dan juga melihat Adriana berdiri di samping kursi Vera.
"Akhirnya kamu bangun juga!!"
Adriana mendekati Esther sembari tersenyum menyeringai, "Sudah kubilang padamu! Jack Sebastian calon suamiku! kalau bukan karena kamu jebak, dia tidak akan pernah menikah denganmu!!"
"Aku tidak menjebaknya! Vera yang memberi obat bius di minuman ku! aku tidak sengaja bertemu dengan Jack, dia juga.. !!"
"Bohong! jangan dengarkan dia! dia berbohong!!" Vera sontak berdiri memotong penjelasan Esther, "Dia ini terkenal penggoda lelaki di desa! dia sudah sering tidur dengan beberapa lelaki!!"
"Kamu jangan memfitnah Vera? bukankah kamu yang mengajakku ke club malam itu, untuk bertemu dengan Bos mu?! ternyata kamu menjebak ku!!"
Plak!!
Dengan kencang Vera menampar wajah Esther, "Jangan sembarang menuduh kamu! aku tidak pernah mengajak kamu ke club malam! kamu sendiri yang pergi ke club malam! dasar jalang!!!"
Tubuh Esther gemetar mendengar apa yang dikatakan Vera, ia tidak menyangka Vera bisa memutar balikkan fakta.
"Vera! aku tidak menyangka kamu benar-benar sangat jahat! kamu keterlaluan! aku bukan perempuan seperti yang kamu katakan!!!" jerit Esther, sampai ia nyaris menangis mendengar fitnahan yang dilontarkan Vera padanya.
Vera berjongkok di dekat Esther, "Siapa suruh kamu tidak mendengarkanku! seharusnya kamu malam itu tidak melarikan diri! diam saja melayani pria yang sudah kusiapkan untukmu!"
Mata Esther membulat mendengar apa yang dikatakan Vera, membuat ia dengan cepat menampar wajah Vera.
Plak!!
"Ternyata kamu sengaja memanggilku datang ke kota, untuk merusak reputasiku! brengsek kamu, Vera!!!"
"Berani sekali kamu memukulku! dasar jalang!!!"
Vera mengangkat tangannya untuk membalas Esther, tapi tangan Esther dengan cepat menangkap tangan Vera, yang hampir saja memukulnya.
"Akh!!"
Vera yang berjongkok jatuh terduduk, begitu Esther menghempaskan tangannya dengan kasar.
Melihat Vera jatuh terduduk, Adriana membantu Vera dengan menendang Esther.
"Berani sekali kamu melawan!!!" bentak Adriana dengan tajam.
Vera kembali berjongkok di dekat Esther, lalu meraih tas Esther yang tergeletak di lantai.
Ia membuka tas itu, dan menghamburkan semua isinya ke lantai.
Bersama dengan Adriana, Vera memeriksa semua yang keluar dari dalam tas Esther.
"Tidak ada sama sekali!" Adriana tidak menemukan apa yang mereka inginkan dari dalam tas Esther.
"Mana parfummu!!" tanpa basa-basi Vera menanyakan parfum Esther.
"Parfum? untuk apa kamu menanyakan parfumku?!" kening Esther mengerut bingung mendengar pertanyaan Vera.
"Jangan banyak tanya! mana? cepat berikan!!" desak Adriana tidak sabaran.
"Tentu saja tinggal dirumah!!" jawab Esther.
Ia selama ini tidak pernah memakai parfum, seharusnya Vera tahu akan hal itu.
Ia gadis miskin yang kesulitan secara ekonomi, bagaimana mungkin ia dapat membeli sebotol parfum.
"Parfum apa namanya! cepat, katakan!!!" sentak Adriana tidak sabaran.
Esther semakin bingung dengan sikap Vera, dan Adriana menanyakan tentang parfum yang ia pakai.
Parfum yang ia miliki di kediaman Sebastian saat ini, pemberian Ibu mertuanya, dan ia belum pernah memakai parfum itu.
"Apa maksud kalian menanyakan parfum! aku tidak tahu namanya!!"
Plak!!
"Cepat! jangan buat aku semakin kasar padamu!!!" bentak Adriana.
"Aku tidak tahu!!" jawab Esther, karena ia memang tidak tahu nama parfum yang diberikan Charlotte padanya.
Plak!!
Kembali Adriana menampar wajah Esther, hingga terhempas dengan kencang ke samping.
Vera yang tidak habis akal, mendekatkan wajahnya ke tubuh Esther, untuk menghirup parfum apa yang di pakai Esther.
Keningnya mengerut saat menghirup aroma parfum pada tubuh Esther, karena ia belum pernah menghirup aroma tersebut.
Aroma seperti udara yang segar di sebuah pegunungan, dengan perpaduan bunga tertentu yang tidak dapat ia tebak.
Esther merasa semakin bingung dengan tingkah Vera dan Adriana.
"Apa yang ingin kalian lakukan padaku! lepaskan aku! kalau Jack tahu kalian menculikku, kalian akan merasakan akibatnya!!"
"Apa?! kamu pikir dia peduli padamu?! dasar bodoh! Jack hanya merasa, kalau bayi yang kamu lahirkan itu, memang benar putranya! makanya dia perduli padamu! bagaimana kalau dia tahu, ternyata bayi kembar itu bukanlah benihnya?! dia pasti tidak akan perduli padamu!!" Adriana tertawa kecil menjawab Esther.
"Kalian pikir dia laki-laki bodoh, yang tidak menyelidiki terlebih dahulu, sebelum menemukanku?!"
"Tentu saja dia salah informasi, karena seseorang memalsukan hasil penyelidikan yang didapatnya!!" jawab Vera.
Vera kemudian membuka pintu ruangan tersebut, "Bawa pergi dia! dia sudah tidak berguna lagi! ingat buang jauh! agar tidak dapat diketemukan keluarga Sebastian!!"
"Baik, Nyonya!" jawab dua pengawal keluarga Edison.
"A.. apa yang kamu katakan! Vera, kamu benar-benar sangat jahat!!"
Esther mendengar semua apa yang diperintahkan Vera, kepada dua pria bawahan keluarga mertua Vera tersebut.
"Kamu sudah seharusnya pergi dari keluarga Sebastian!!" kata Adriana.
"Benar! kamu akan lihat saja sendiri, apakah mereka memang perduli padamu, dan mencarimu! kalau sampai besok, mereka tidak mencarimu, itu membuktikan kalau mereka tidak perduli padamu!!"
Vera menambahi perkataan Adriana, sembari tersenyum menyeringai.
Bersambung........
malah gak ada kawan atau sahabat yang mau bantu gitu, jangan di buat terlalu lemah esther'nya😌
lama2 jd bosan thor 💪
aneh banget langsung percaya aja tuh orang kaya