Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Itu tadi siapa ma?" Tanya Rindiani.
"Ooh itu teman mama sayang, dulu kami kuliah di kampus yang sama dan sekarang menjadi temen kerja" Jawab Renata.
"Hmmm tapi kenapa tidak pernah kerumah ma kalau dia teman mama?" Tanya Rindiani.
"Ya kan mama atau om David sama-sama sibuk sayang, oh ya habis ini kamu mau kemana?" Tanya Renata.
"Hmmm mau jalan-jalan sambil makan eskrim dan pancake yang ada di taman itu ma" Jawab Rindiani.
"Yasudah habis ini kita kesana ya, habiskan dulu makanannya" Jawab Renata.
Rindiani segera menghabiskan makanannya, begitu pula dengan Renata.
Setelah selesai makan malam, mereka berdua langsung pergi ke taman untuk mencari penjual pancake kesukaan Rindiani dan juga mencari penjual eskrim.
Di sepanjang perjalanan Rindiani menyanyi dengan bahagia, Renata yang melihat Rindiani bahagia dia jadi ikut bahagia akhirnya sang putri bisa bahagia meskipun tanpa kehadiran papanya.
Setelah sampai diarea taman, Renata segera memarkirkan mobilnya.
"Mau cari pancake dulu apa eskrim sayang?" Tawar Renata.
"Pancake aja ma, nanti kakak makannya pancake campur sama eskrim" Jawab Rindiani.
"Okee lets go kita cari pedagang eskrimnya" Jawab Renata dan menggandeng sang putri.
Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, sesekali Renata menoleh kearah sang putri yang semakin antusias tersebut.
"Itu ma, disanaaaa.." Ucap Rindiani penuh semangat dan menunjuk penjual eskrim cone yang ada di mobil khusus eskrim.
"Ohh iya, ayok kita kesana" Jawab Renata.
Rindiani meminta sang mama untuk memesankan eskrim kesukaannya, setelah mendapatkan pesanan mereka bergegas mencari pancake tapi kali ini Rindiani harus menelan kekecewaan karena penjual pancake langganan tidak jualan disana.
"Kita cari tempat yang lain aja ya?" Tawar Renata.
"Enggak deh ma, kita pulang saja" jawab Rindiani tapi dengan wajah masih ditekuk karena kecewa.
Padahal ekspetasinya malam ini bisa makan pancake kesukaannya dengan toping eskrim, hmm nikmat sekali.
"Kakak gak apa-apa kan?" Tanya Renata.
"Hmm..." Rindiani menjawab pertanyaan sang mama dengan hanya berdehem saja.
Renata yang mengetahui kalau sang anak sedang dalam mood yang tidak baik-baik saja, akhirnya dia memutuskan untuk menuruti keinginan sang anak dengan langsung pulang kerumah.
Tapi dia menyempatkan membeli pancake di aplikasi gr*bfood dan juga eskrim cone, agar nanti sang putri masih tetap bisa memakan makanan kesukaannya ya meskipun tidak dibeli dari tempat langganannya.
Sepanjang perjalanan Rindiani hanya diam dan memakan eskrim yang sudah dibelinya tadi sewaktu di taman dengan menatap jalanan.
"Sayang...." panggil Renata dengan melirik sang putri yang masih menatap kesamping.
"Iya ma.." Jawab Rindiani tanpa menoleh kearah mamanya.
"Pemandangan disana lebih bagus ya? Daripada menoleh ke arah mama?" Tanya Renata.
"Iya ma. Lihatlah gedung-gedung itu sangat tinggi banyak lampu berwarna warni" Jawab Rindiani dengan polosnya.
Karena hari ini sudah malam tentu saja gedung-gedung perkantoran sudah menyalahkan lampunya.
"Eeh iya sayang, oh ya kakak besok mau gak ikut mama?" Tanya Renata.
"Mau kemana ma?" Tanya Rindiani.
"Kita ke tempat papa, besok papa mau buka usaha restorannya" Jawab Renata.
"Besok kan weekend ma, emangnya papa masih bekerja?" Tanya Rindiani.
"Iya sayang kan kalau restoran buka setiap hari" Jawab Renata.
"Yaudah kakak ikut ma, kakak juga kangen sama papa" Jawab Rindiani.
Tak butuh waktu lama kini mobil yang dikendarai Renata sudah sampai di kediamannya, saat mobilnya mau masuk dengan cekatan pak Rozi sang satpam langsung membukakan gerbang untuk majikannya.
"Selamat malam bu.." Sapanya.
"Malam pak terimakasih ya, di kunci saja sudah malam kalau ada tamu jangan dibuka" pesan Renata karena saat ini sudah pukul sembilan malam.
Tentu saja dia berkata demikian karena pesanannya sudah tiba sebelum dia datang.
"Baik bu, akan segera saya gembok semua" Jawab pak Rozi.
Renata langsung memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya, dan turun bersama dengan sang putri yang wajahnya masih saja ditekuk itu.
"Sayang udah dong jangan cemberut gitu, nanti cantiknya ilang loh" Ucap Renata.
"Enggak cemberut ma" Jawabnya dan berlari masuk kedalam rumah.
Renata yang melihat kelakuan sang putri hanya geleng-geleng saja, memang wajar kalau sang putri masih sering ngambek namanya juga anak-anak.
"Maaaa...." Panggil Rindiani yang duduk di meja, dia tadinya mau langsung ke kamarnya tapi pandangannya melihat ke arah kotak yang ada di atas meja makan.
Segera dibuka ternyata isinya ada beberapa buah pancake dengan aneka rasa dan kotak satunya berisi eskrim cone yang di letakkan ditempat khusus es krim agar tidak cepat mencair.
"Iya sayang, kenapa kok teriak-teriak gitu?" Tanya Renata dengan berjalan mendekat ke arah sang putri.
"Ini punya siapa?" Tanya Rindiani dengan menunjukkan kotak yang ada di depannya.
"Punya kita sayang, mama sengaja beliin buat kamu. Ya meskipun belinya bukan di tempat biasanya mama harap kamu akan menyukainya" Jawab Renata.
"Makasih ma, kakak akan langsung memakannya" Jawab Rindiani dan mulai membuka kotak tersebut serta mengambil satu pancake dan diatasnya di letakkan es krim cone miliknya.
"Suka kak?" Tanya sang mama saat melihat anaknya mulai menggigit pancake toping eskrim tersebut.
"Enak banget ma, kakak suka rasanya gak kalah enak sama yang di taman" Jawab Rindiani. dengan antusias.
Renata tersenyum bahagia karena sang anak menyukai makanan yang sudah dia pesan itu, Renata kini juga mengambil pancake dan di beri toping eskrim seperti sang putri.
Mereka tertawa bahagia dengan menikmati makanan yang berada di tangannya, dari arah dapur bi Rahmi memandang majikannya yang tertawa lepas seperti itu menjadi bahagia karena sebelumnya mereka hanya tertawa sewajarnya tidak sampai selepas ini.
Berarti tandanya majikannya sudah mulai menerima takdir hidup yang sedang terjadi pada dirinya.
"Kenapa bi Rahmi senyum-senyum sendiri?" Sapa pak Ramli yang baru saja selesai ngopi di taman belakang.
"Ehh pak Ramli ngagetin aja, lihat itu pak nyonya Renata dan non Rindiani akhirnya bisa sebahagia itu" Jawab bi Rahmi.
"Iya bi, kadang saya gak tega melihat non Rindiani yang selalu merenung saat pulang sekolah" Jawab pak Ramli
"Iya pak, selama ini kan memang non Rindiani selalu di antar jemput sama nyonya atau tuan. Tapi sekarang pak Ramli yang lebih sering mengantar dan menjemput non Rindiani kesekolah" Ucap bi Rahmi.
"Benar bi, semua kasus perceraian orangtua memang anak yang selalu menjadi korbannya. Semoga kedepannya hari-hari non Rindiani dan nyonya Renata kembali berwarna seperti dulu bi" Jawab pak Ramli.
Mereka terus menggosipkan sang majikan hingga Renata dan Rindiani naik ke lantai atas dan masuk ke kamar untuk beristirahat.