NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri tewasnya Alina

Azka yang tak mau lepas dari Luna pagi ini membuat semua orang kebingungan, masa iya Luna ke kantor bawa Azka ? Kan jadi merepotkan,apalagi kali ini Luna harus ke pinggiran kota untuk meliput berita pembunuhan dan penemuan mayat dalam karung yang di temukan di dasar laut dan sudah membusuk, menurut kabar dari Dandy mayat tersebut di perkirakan sudah di buang selama lebih dari tiga hari.

"Jangan ikut Tante dulu ya Azka, Tante berjanji hari Minggu nanti mau ajak Azka jalan jalan sama bibi Laila juga, sama kak Dandy, gimana? Setuju kan?" bujuk Luna, dan Azka yang kekeuh tak mau lepas dari Luna itu luluh juga.

"Sebenarnya jika tak harus meliput pembunuhan dan bertugas seperti biasa di kantor aku tak keberatan membawa Azka, tapi ini di pinggiran kota di tepi laut tentu saja bahaya bagi anak kecil". Luna memberi alasan agar tidak di sebut tak mau membawa bocil tampan itu ikut bersamanya.

"Luna, apakah tak ada kerjaan lain yang tak nyerempet bahaya seperti itu, bukankah sudah ku tawari jadi asisten ku dengan gaji yang kamu sendiri menentukannya?" Fadli sebenarnya sangat kawatir dengan pekerjaan Luna yang memang sangat berbahaya, jika ada dendam dari si pembunuh yang korbannya di ungkap identitasnya oleh Luna pasti mereka akan dendam.

"Namanya hobby bang, ya nanti saja kalau sudah berumah tangga insyaallah aku akan berhenti dari semua pekerjaan jika sudah punya anak, mengabdi seluruh hidupku pada suami, tapi cita citaku hanya satu aku akan menikah jika tabunganku sudah cukup, jika andai kata kelak suamiku berbuat semena mena aku masih punya tabungan dan usaha untuk melanjutkan hidup bersama anakku". Sungguh suatu cita cita yang aneh menurut Fadli, se mandiri mandiri nya Laluna bagi Fadli seorang istri adalah tanggung jawabnya dunia akherat, sudah sewajarnya istri di rumah tulus mengabdi pada suami masalah nafkah lahir batin itu adalah hak istri dari suaminya mutlak.

Luna dan Najwa mohon diri setelah habis sarapan sebenarnya Fadli ingin mengantarkan mereka lebih dulu tapi Luna yang berlawanan arah menolak dengan halus niat baik kekasih nya dan memilih lebih baik naik taxi.

Najwa yang di dampingi om Reza ,papinya Dandy hari ini ada panggilan dari fihak kepolisian untuk menjadi saksi sekaligus fihak pelapor, Najwa menceritakan kronologi kejadian termasuk pelecehan yang dialaminya, dokter Hilman tertunduk tak berdaya macam tikus kecemplung got, semua kesalahan diakuinya termasuk juga sebagai pelaku tindak korupsi yang menggelapkan uang operasional rumah sakit sebanyak tujuh ratus lima puluh juta, jadilah si buncit itu terkena pasal berlapis dengan tuduhan penggelapan dan pelecehan yang sudah termasuk pemerkosaan serta penculikan, hukumannya pun berlipat lipat.

Najwa hari ini dinas seperti biasanya, sorak Sorai menyambut kedatangannya yang dianggap oleh rekan kerjanya adalah seorang pahlawan yang baru pulang dari berperang, direktur rumah sakit memberinya piala untuk aksi beraninya kali ini, sebagai seorang yang menjunjung tinggi kejujuran, kemarin andai Najwa tidak jujur dan mau menerima uang tutup mulut dari dokter Hilman mungkin tindakan dokter Hilman tak akan terbongkar sampai saat ini, atau bahkan jika terbongkar oleh orang lain Najwa malah akan terseret, itulah gunanya otak, berfikir sebelum bertindak demi keselamatan meskipun uang membutakan kebenaran.

Laluna dan Dandy mengikuti seorang penyidik untuk melihat mayat dalam karung yang di larungkan kedalam laut dengan batu sebagai pemberat agar mayat itu tenggelam kedalam laut, dan ternyata tidak ada kejahatan yang sempurna, karung berisi mayat itu di temukan oleh seorang nelayan penyelam pencari lobster, dia tidak membawa karung itu tetapi segera keluar dari air dan menghubungi fihak yang berwajib, setelah para INAFIS mengangkat korban itu disinilah mereka, di rumah sakit polri untuk mengautopsi jenazah yang baru di temukan, dan ketika di buka meski sudah agak membusuk dan membiru wanita yang meringkuk dengan ikatan tali tambang di kaki dan tangannya itu terlihat masih utuh, Dandy dan Luna mengamati dengan seksama rambut pirang dengan tatto burung Garuda di lengan kiri gadis itu,

"Alina?" teriak Dandy dan Luna barengan, dokter dan polisi yang mendengar teriakan kedua sahabat itu langsung menoleh.

"kalian kenal dengan korban?" tanya dokter, Laluna mengangguk dan Dandy menjawab " namanya Alina seorang fighter musuh abadi Luna, tapi kami tak tahu menahu tentang kematiannya, sumpah!" ucap Dandy segera merapat kalimatnya karena dia sudah menyebut bahwa korban adalah musuh berat Luna, sebenarnya Luna tak pernah menganggapnya musuh tetapi Alina lah yang selalu iri dan dengki karena Luna selalu berada diatas kemampuannya.

"keluarganya dimana, coba kalian hubungi". Perintah polisi INAFIS itu, Dandy segera menjawab bahwa dia tak tahu tentang keluarga Alina karena mereka bertemunya hanya diatas ring, atau kadang Alina yang suka mencari gara gara itu mencegat Luna di tengah jalan.

Tapi Laluna segera ingat bukannya Alina ini adalah sahabat dari Salwa, wanita yang tergila gila pada Fadli kekasihnya?.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut, saya akan bantu memberikan nomor telpon sahabatnya, tapi bapak harus selidiki sendiri jangan libatkan saya, apakah bapak setuju?" saran Luna, dan polisi yang mendengar saran Luna mengangguk.

"Baiklah jika kami butuh kalian kami akan minta info lebih lanjut, dan saat ini setelah meliput penemuan jenazah ini semoga fihak keluarga segera membaca dan mengetahui jika salah satu anggota keluarganya jadi korban pembunuhan". Jawab polisi itu.

Luna hanya menyiarkan dan membacakan narasi yang telah di buat Dandy tentang penemuan jenazah, tanpa menyebutkan siapa dia hanya menyebutkan ciri ciri korban tersebut.

Luna menceritakan semuanya pada Fadli ketika Fadli menanyakan kenapa Luna minta nomor hp Salwa, Fadli tidak menyimpan nomor Salwa, tetapi bunda yang menyimpan maka dia segera menghubungi bundanya, sekian detik kemudian nomor sudah di tangan Luna dan Luna segera memberikan nomor tersebut pada polisi, setelahnya Luna tak mau ikut campur karena memang bukan urusannya meskipun dalam hati juga penasaran atas apa yang menimpa rival nya itu.

"Heran ya Lun, apa masalahnya sampai si Alina itu menjadi korban pembunuhan". Tanya Dandy yang sebenarnya tak menemukan jawaban karena memang Luna pun tak tahu.

"ya, meneketehek, mungkin saja masalah uang keluarga cinta atau alasan lainnya, semoga saja polisi segera mengungkap motif dan kronologinya, secara kita juga perlu mendapatkan lanjutan berita dari yang kita tulis tadi". Jawab Luna santai .

Cukup kelelahan untuk hari ini, Luna ingin istirahat, dia ingin tidur sejenak dan melupakan kejadian yang melelahkan selama dua hari ini, benar benar tenaganya seperti di kuras dari drama penculikan Najwa sampai hari ini mengungkap suatu pembunuhan, capek sekali.

****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!