NovelToon NovelToon
Hamil Anak Pak Dosen

Hamil Anak Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Tamat
Popularitas:757.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al-Humaira

Bangun dari tidur Yola begitu terkejut saat melihat pria yang terlelap di sebelahnya.
Yola tidak tahu apa yang terjadi padanya setelah pesta kampus yang ia datangi semalam.

Dan kini ia harus berakhir dengan pria yang sangat berpengaruh di kampus.

Yola memilih pergi sebelum pria yang masih terlelap itu bangun, ia tidak ingin menimbulkan masalah apalagi pendidikannya terkendala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAPD_BAB 34

Banyaknya berita yang menayangkan sebuah kecelakaan mobil yang ditumpangi seorang pengusaha eksekutif muda yaitu Calvin Gilbert membuat semua media seperti mendapatkan berita benefit. Media berbondong-bondong mencari berita selanjutnya dari berbagai sumber. Namun sejak Calvin masuk rumah sakit dan sampai pria itu keluar mereka tak mendapatkan apapun. Bagi mereka kehidupan pribadi Calvin adalah hal yang menakjubkan jika terekspos.

Wesley yang mengetahui sesuatu sejak itu berpikir keras, ia lebih baik menyelidik lebih dulu sebelum melakukan sesuatu.

Selama tiga hari Wesley sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, dan kini Wesley menemani Calvin di dalam jet pribadi untuk menuju sebuah tempat.

Calvin hanya duduk dengan diam sambil tatapannya fokus pada ponsel, entah apa yang dia lihat.

Wesley hanya bisa diam tanpa bicara, ia hanya berpikir untuk beberapa jam kedepan sebelum sampai tempat tujuan.

Memakan waktu yang panjang untuk sampai Negera tujuan. Calvin berdiri diambang pintu kabin sambil mengancingkan jas yang ia kenakan, menghirup udara pagi hari yang sangat menenangkan.

Hanya beberapa yang mengikuti Calvin, meskipun urusan bisnis pria itu tetap menggunakan pengawal kemanapun.

Wesley lebih dulu berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan, pria itu membukakan pintu untuk atasannya.

"Perjalanan dua jam Tuan, apakah anda ingin makan sesuatu?" tanya Wesley yang duduk disisi bangku supir.

"Tidak perlu, kita langsung saja." Balas Calvin singkat.

Lagi pula di dalam pesawat mereka sudah mendapatkan pelayan terbaik, jet pribadi tentu saja mengutamakan penumpang yang tak lain pemiliknya itu.

Calvin hanya menatap jendela di sepanjang jalan, tatapan pria itu tampak sendu dengan pancaran kesedihan. Selama ini dirinya tak pernah mendapatkan apa yang dia inginkan terutama kasih sayang seorang ibu yang di renggut paksa oleh ayahnya. Calvin tahu bagaimana ayahnya dengan picik menghabisi nyawa ibunya, hanya saja saat itu Calvin yang masih kecil tak bisa berbuat apapun. Meskipun tahu ibunya melakukanya karena suatu alasan.

Calvin kecil tak bisa menolong ibunya, dia hanya bisa menangis dan berteriak melihat ibunya tak ada.

Malam itu Calvin sedang menonton televisi ditemani ibunya. Hingga ibunya mendapat pesan dari seseorang yang membuat wajah ibunya berubah pucat.

Calvin yang tak sengaja melihat foto dalam pesan itu merasa takut.

Ayahnya sedang di ikat dengan wajah babak belur dan mengeluarkan darah.

"Calvin, ibu harus pergi," Katanya sambil mengusap wajah putranya itu.

"Ibu apakah ayah akan selamat?" Pertanyaan Calvin membuat bibir Carmel bergetar, detik berikutnya genangan air mata yang dia tahan akhirnya jatuh juga.

"Ibu akan menyelamatkan ayah mu, apapun yang terjadi kamu harus diam dirumah oke," Carmel mengecup seluruh wajah Calvin sebelum wanita itu pergi.

Setelah beberapa jam, Calvin masih duduk dengan tenang, namun pikiranya selalu tertuju pada kedua orangtuanya.

Brak

Calvin tersentak saat mendengar suara pintu terbuka kasar dan suara orang bertengkar. Itu suara ibu dan juga ayahnya.

Dalam sekejap ketakutan menyergap Calvin, anak itu menatap kedua orang tuanya dengan tatapan nanar.

Ayahnya yang tadi terlihat babak belur kini berdiri sambil mencekram dagu ibunya dengan keadaan baik-baik saja. Sedangkan ibunya wajahnya sudah banyak lebam dengan pakaian yang berantakan.

Calvin hanya bisa memeluk bantal kursi dengan ketakutan, ia melihat bagaimana ayahnya menghajar ibunya dan berakhir Hansel memaksa Carmel meminum racun.

"Tuan,"

Calvin tersentak saat Wesley memanggil namanya, pria itu mengusap sudut matanya yang berair.

"Kita sudah sampai," Ucap Wesley.

Calvin segera turun, wajah dingin dan tatapan tajam Aura pria itu begitu misterius membuat siapa saja yang melihat pasti tak akan berani hanya untuk menatap saja.

Sebuah rumah yang sudah Wesley siapkan, rumah sederhana namun paling menonjol di antara lainya. Rumah itu terdiri satu lantai namun bagian atas terdapat outdoor yang bisa untuk menikmati keindahan dari atas sana.

Calvin tampak menatap sekitar, jarak rumah dengan lainya cukup jauh, dan rumah yang di sana dikelilingi dengan kebun anggur yang sangat luas.

"Sementara kita akan tinggal disini tuan," Ucap Wesley yang membuka pintu rumah.

Calvin tak merespon, pria itu masuk dan menatap sekitar. Cukup luas dan nyaman.

"Tuan istirahat saja dulu, saya akan melihat para pekerja di kebun," Ucap Wesley lagi.

"Um, pergilah." balas Calvin yang berjalan kamar setelan tadi Wesley menunjukan kamarnya tadi.

Wesley pun pamit meninggalkan Calvin.

*

*

Fayola sedang duduk di bangunan kecil namun dengan fasilitas cukup lengkap, di depannya ada sebuah komputer untuk membantunya meringkas data.

Setiap hari Fayola memindahkan data hasil timbangan yang dia tulis kedalam draf. Begitulah setiap harinya, dan terdengar kabar dalam waktu dekat pemilik kebun akan berkunjung untuk melihat hasil kerja.

Itupun baru Fayola dengar hari ini, wanita itu sedang fokus dengan pekerjanya tiba-tiba Toby datang.

"Angelina, apa kau tahu sesuatu?" Tanya Toby yang duduk didepan meja kerja Fayola.

"Aku tidak tahu Toby, kau tidak mengatakan apapun." balas Fayola tanpa menatap pria paruh baya itu.

"Mereka bilang pemilik kebun sudah datang, dan sekarang sedang keliling untuk melihat para pekerja," Tutur Toby.

Fayola menghentikan tangannya di atas tuts dan menatap Toby.

"Lalu kenapa? Bukankah itu hal biasa yang dilakukan bos datang untuk melihat bagaimana kinerja para karyawan," Balas Fayola sambil menatap Toby yang sepertinya resah.

"Ya memang begitu, tapi ini katanya pemilik kebun terlihat galak dan tidak suka basa-basi, dan kabar yang beredar kebun ini sudah pindah kepemilikan."

Angeline hanya menghela napas, "Biarkan saja yang penting kita bekerja dengan baik," Fayola kambali menatap komputer didepanya, ia tampak sibuk.

"Masih banyak pekerjaan mu!"

Suara seseorang di ambang pintu membuat Fayola menoleh, Veloz berdiri di sana.

"Sedikit lagi memangnya ada apa?" tanya Fayola balik.

"Tidak apa, kamu bisa istirahat biar aku yang melanjutkan." Veloz meringsek masuk membuat Toby mencebikkan bibirnya.

"Tidak apa, aku bisa menyelesaikannya." Fayola menatap Veloz dengan yakin.

"Pulanglah, dan istirahat. Toby akan mengantar mu," Veloz mengambil buku catatan Fayola.

"Tapi-"

Veloz menatap tajam Fayola membuat wanita itu memilih menurut saja.

"Toby antar Angeline pulang lewat timur, dan pastikan sampai rumah." Veloz menatap Toby yang tampak mengerutkan kening bingung.

"Turuti saja, aku akan memberimu imbalan."

Mendengar imbalan membuat Toby tersenyum lebar, pria itupun mengangguk.

"Pulang saja, lagi pula kau sedang hamil dan butuh istirahat." Toby menarik tangan Fayola untuk keluar dari bangunan kecil itu.

Fayola hanya menurut, ia tidak pernah melawan apapun yang diperintahkan Veloz dalam pekerjaan.

Hingga saat Fayola akan naik kendaraan roda dua milik Toby, sebuah mobil datang dan berhenti disamping mereka berdiri.

"Dia pasti pemilik kebunnya Angeline," Bisik Toby saat melihat mobil mewah yang berhenti.

Seseorang didalam mobil menatap Fayola dengan bibir tersenyum, pria itu terlihat senang melihat secara langsung.

Wesley langsung turun dari mobil, dan mendekati keduanya yang masih berdiri diam.

Jika Wesley terlihat santai, berbeda dengan Fayola dan Toby yang takut kena marah kerena ingin pergi sebelum jam pulang.

1
Elmi Varida
alur ceritanya bagus...bener2 recomend yg blm baca. Baca dech. biar paham...
Semangat ya thor...
Elmi Varida
lanjut thor....buat penisirin...eh...penasaran
Widdya
Kok gantung bgt critanya pdhal seruu lohhh..blum keungkap cerita” slanjutnyaaa nihhh
Melki
Nggantung banget....
Melki
....
Melki
terlalu egois
Win wina
Calvin padahal kalau kau mau bisa saja berontak dgn peraturan Daddy mu yg menyebalkan itu
Aku Agni
hah~
erma cahyani
bagus ceritanY
Jingga Pelangi
udah berapa cerita gak di lanjut ini gmana sih torr
Siti Aisyah
baru kali ini baca novel perempuannya jd pelampiasan nafsu bejad nya pak dosen...trs perempuannya jg gak berontak malah sama.sama menikmati perzinahan ini..
Siti Aisyah
punya kk kayak gitu mah mending dikasih racun aja..biar kapok..masa ke adik memeras begitu😤🥴
Siti Aisyah
pak dosen nya sampai ketagihan begitu yaa...ngulang bercinta pun dimana aja ok 🤣🤣...bergairah banget...semangat aah💪😍
Siti Aisyah
tuh kan bener...untung ketemu nya dgn pria baik dan mau bertanggung jawab..meskipun awal nya salah..
Lina Mei
menarik tapi ceritanya menggantung
Ika Rahmawati
ceritanya bagus tp masih gantung ya akhir ceritanya
Mazree Gati
gantu judulnya trirrr,,,DISEN TUKANG NGENTIT,,,kaya authorrr
Mazree Gati
dosen itu pengajar tapi anjing kelakuanya
Marina Tarigan
velos wah kamu tdk tahu bos besarmu itu adalah suami anjel/ fiola bodoh tunggu kehancuranmu stau kematianmu sebentar lagi
Marina Tarigan
jaga2 calvin hancel punya rencana misahkan kamu dgn fiola
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!