NovelToon NovelToon
Mahar 5000

Mahar 5000

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Romantis / Pengantin Pengganti / Duda
Popularitas:134.7k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

"Maharnya cuma lima ribu? Ya ampun, buat beli gorengan aja kurang!"

Karena penghianatan dari Rava, calon suaminya, Citra memaksa Rama, ayah Rava untuk menikahinya. Tak perduli dengan mahar 5000, asalkan dia bisa membalas perbuatan Rava.

"Aku sudah naik pangkat jadi ibumu! jangan macam-macam denganku!"

baca, tekan suka, tinggalin komentar ya.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Esok Pagi

Udara pagi di rumah besar itu terasa segar, disapu aroma roti panggang dan kopi hangat yang memenuhi ruang makan. Citra mengenakan blus biru muda dan apron putih, sibuk menata meja dengan senyum ringan di wajah. Rambutnya diikat rapi ke belakang, tapi beberapa helai sengaja ia biarkan jatuh, memberi kesan lembut sekaligus menawan.

Rama duduk di kursi, membaca koran dengan kacamata di ujung hidung. “Wah, hari ini menunya spesial banget,” ucapnya saat melihat omelet, sosis, dan jus jeruk tersaji rapi. “Sederhana tapi spesial kayaknya.”

“Masa? Ini sengaja Citra pilih yang simpel aja,” jawab Citra tanpa ragu, menggoda dengan nada manja.

"Boleh request buat menu next morning?"

"Boleh, apa sih yang enggak buat Pak Rama," jawab Citra dengan senyum menggoda.

Rama tertawa lebar, melipat koran dan meletakkannya di meja. “Baiklah, aku kayaknya udah lama banget enggak makan mangut lele.”

"Itu terlalu berat buat sarapan, Pak. Gimana kalau Citra rekomendasiin yang lebih seger. Soto, atau sop jagung misalnya."

"Boleh juga. Sop jagung aja."

Citra tersenyum, lalu mengambil sendok kecil dan menyuapi Rama sepotong omelet. “Coba, enak nggak? Aku masak sendiri loh.”

Rama membuka mulut, menatap istrinya penuh sayang. “Hmm… enak banget. Lebih enak dari sarapan hotel mana pun.”

Tawa mereka pecah pelan di udara. Suasana terasa hangat dan lembut—tapi tidak bagi seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu.

Rava.

Ia terpaku memandangi pemandangan itu.

"Pagi, Pah..."

"Pagi... Baru bangun, Va?"

"Enggak, udah dari tadi. Tapi, di kamar aja," jawab Rava. lalu berganti melirik Citra. "Pagi... Ci..."

"Mama," sela Citra cepat. "Saya Mama kamu sekarang, Va. Walau umur kita tak beda jauh. Tapi, saya udah nikah sama Mas Rama. Jadi... Panggil saya Mama." Suara Citra tegas.

Rava menunduk, jelas batas yang Citra tunjukkan.

"Pagi, Ma," ucapnya akhirnya menegakan kepala.

"Duduklah, kalau mau ikut sarapan. Saya akan minta Bi Narti buat siapin sarapanmu dan istrimu. Saya cuma buat untuk Mas Rama dan untukku sendiri."

"Iya, Ma. Makasih," ucap Rava kikuk.

Ia duduk di kursinya. Tongkatnya bersandar di dinding, tangannya mengepal di pangkuan. Tatapannya kosong, tapi dalam hatinya ada sesuatu yang bergolak.

"Aaaa~" Citra menyuapi Rama lagi. Pria itu hanya tersenyum, lalu membuka mulutnya.

Adegan itu seperti potongan masa lalu yang kembali hidup.

Dalam ingatan Rava, Citra pernah duduk di depannya, di sebuah restoran kecil. Senyumnya sama cerahnya.

“Coba ini, Va. Aku pesen steak saus jamur, kamu pasti suka.”

Rava tertawa waktu itu, menatap manja wanita di hadapannya. “Kamu tuh nggak capek nyuapin aku terus?”

Citra menjulurkan lidah. “Enggaklah, kamu udah bosan aku suapi?!”

Kenangan itu menamparnya keras. Sekarang wanita yang sama menyuapi ayahnya—dengan tatapan yang sama, senyum yang sama, tapi untuk pria yang berbeda.

Untuk ayahnya.

Ia menunduk, berusaha menahan napas berat yang mulai tersengal.

Cantika datang belakangan, mengenakan daster sutra warna krem. Wajahnya masih sembab karena bangun kesiangan, dan begitu melihat pemandangan di meja makan, matanya langsung menajam.

Dalam hati, ia mengumpat. "Setiap hari beginian terus. Mual rasanya lihat kemesraan yang ditontonkan begini, enggak tau malu banget."

Namun, Cantika tak berani bersuara. Ia hanya duduk di sebelah Rava dan menatap dingin ke arah meja.

"Makanlah apa yang ada."

Rama tidak memperpanjang. Ia hanya mengangguk dan melanjutkan makannya, sementara Citra sibuk memindahkan omelette ke piring suaminya, seolah tak terganggu sama sekali.

Setelah selesai, Rama berdiri dan mengenakan jas kerjanya. “Cit, aku berangkat dulu, ya. Ada rapat pagi ini.”

Citra segera menghampiri, merapikan dasi Rama dengan lembut. “Jangan lupa makan siang. Kalau sempat, kabarin aku, ya. Aku masakin makan malam sepesial buat Mas Rama.”

Rama tersenyum, lalu mencium kening istrinya. “Siap, Nyonya Rama.”

Citra tertawa kecil dan memeluknya. “Hati-hati di jalan.”

Pemandangan itu—pelukan, ciuman, dan tawa lembut—membuat dada Rava kembali sesak. Ia berpura-pura menatap piring kosong, padahal matanya sudah mulai basah.

Begitu Rama pergi, suasana rumah seketika berubah. Keheningan menggantung. Citra menghela napas panjang, menatap ke arah tangga. Ia ingin ke kamar, tapi langkahnya tertahan oleh suara Cantika.

"Wah, nyonya yang sok banget, ya?"

1
Ma Em
Lani emang biang kerok pelakor Lani sdh punya suami msh saja nguber2 Rama untuk Fahri nya baik sama Rama karena sdh tau Lani yg selalu goda Rama , semoga Citra baik2 saja dilancarkan persalinan nya ibu dan baby twins sehat dan selamat .
Susi Akbarini
untung fahri masih cinta..
kalo dah ditinggal pegi..

gigit jari bakalan lani
klao kehilangan 2 suami
EkaYulianti
sebelum resepsi
partini
ku kira suaminya lani tegas ehh melohoyyy,dah tau lihat pula istri nya kaya gitu
Rahmawati
selamat ya citra dan Rama, akhirnya Rama akan punya darah daging sendiri
Rahmawati
kayaknya fadli nih yg bunuh daud
Rahmawati
penasaran siapa yg ngomong sama Daud tadi itu,
Rahmawati
lani ketakutan gitu, berarti bener rava buka anak biologis rama
Rahmawati
nah nah, apa rava bukan anak Rama ya
Rahmawati
opo meneh to, nenek peyot😂
Rahmawati
setres bu lani ini, gagal move on padahal udah punya suami
Rahmawati
makanya belajar sopan santun km cantika
Rahmawati
ke PD an km lani😂
Rahmawati
enaknya punya mertua kayak bu lilis
Dhita💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
anak ku lahir Oktober 2011
meninggal Juni 2012
Dhita💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
ya allah cerita ini sama seperti aku yang kehilangan anakku di usia 7 bulan sedih
😭😭
tenny
suaminya lani namanya rubah2 kadang Fahri kadang Fadli entah mana yg bener 😄
tenny: semangat Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
Rahmawati
cantika gk tau diri bgt
Rahmawati
syukurin km rava, siapa suruh tinggal dirumah rama
Ma Em
Innalillahi wainnailaihi rojiun Cinta anak yg blm punya dosa pasti akan masuk sorga , semoga Cantika dan Rava diberikan kesabaran menghadapi cobaan ini manusia hanya berusaha tapi nasib Allah yg menentukan .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!