NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA

PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Eunbi

Zee Chou, atau yang dikenal dengan nama panggung Choi Heesung, adalah idola K-Pop paling populer dan dicintai jutaan penggemar. Di atas panggung, ia bersinar sempurna, tampan, dan memiliki citra bersih yang dijaga sangat ketat. Namun di balik kemegahan itu, ia menyembunyikan satu kenyataan pahit: warisan perusahaan keluarga yang terancam bangkrut. Demi menyelamatkan segalanya, Zee terpaksa menyetujui pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan—menikahi Park Hye-ri, gadis biasa dan sederhana, putri sahabat orang tuanya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia hiburan.

Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan di atas kertas, rahasia yang harus dijaga mati-matian dari publik dan penggemar. Tidak ada cinta, tidak ada perasaan, hanya kewajiban dan aturan ketat. Bagi Zee, Hye-ri hanyalah kewajiban yang mengganggu karir cemerlangnya. Bagi Hye-ri, Zee hanyalah idola dingin, angkuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Eunbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LANGKAH BARU

Hari itu, Starlight Entertainment mengadakan konferensi pers resmi di ruang pertemuan utama yang luas. Ruangan itu penuh sesak dengan wartawan dari berbagai media, kamera berkilatan tak henti-hentinya, dan suasana terasa sangat tegang. Di atas panggung, Heesung dan Hyeri duduk berdampingan, diapit oleh pengacara dan manajer mereka. Wajah mereka tenang namun serius, seolah memancarkan keyakinan yang kokoh meski masih ada sisa-sisa kelelahan yang terlihat jelas di mata mereka.

Jinwoo berdiri di depan mikrofon, membuka konferensi pers dengan suara tegas dan jelas. “Selamat pagi/siang semuanya. Kami mengundang kalian hari ini untuk menyampaikan klarifikasi resmi terkait kasus tuduhan plagiat yang menimpa Choi Heesung, serta fitnah yang dialami oleh Hyeri selama beberapa waktu terakhir. Kami sudah melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan bukti yang sah dan kuat, dan kini kebenaran akhirnya terungkap sepenuhnya.”

Ia kemudian menjelaskan secara rinci kronologi kejadian, cara Lee Junho memanipulasi data rekaman lagu, meniru karya musisi independen, serta bagaimana Kang Seo-jin membantu menyebarkan berita bohong dan memutarbalikkan fakta. Jinwoo juga memaparkan bukti-bukti yang mereka miliki—mulai dari jejak akses yang terungkap, transaksi keuangan, hingga rekaman percakapan yang membuktikan kerja sama jahat di antara keduanya. Ia menekankan bahwa Heesung sama sekali tidak bersalah, dan Hyeri adalah korban fitnah yang kejam, tanpa keterlibatan sedikitpun dalam masalah tersebut.

“Kedua orang yang bertanggung jawab atas semua kekacauan ini sudah diberhentikan dari agensi dan sedang diproses secara hukum,” tambah Jinwoo. “Kami juga sudah menghubungi musisi independen yang karyanya digunakan sebagai alat untuk menuduh Heesung, dan ia pun menyatakan bahwa ia tidak pernah mengajukan tuntutan apa pun, serta memahami bahwa ia hanyalah korban manipulasi dalam skenario jahat ini.”

Suasana menjadi riuh rendah saat penjelasan selesai diberikan. Para wartawan saling berbisik, menuliskan catatan dengan cepat, dan banyak yang terlihat terkejut dengan kenyataan yang ternyata sangat berbeda dari apa yang selama ini beredar di media. Giliran Heesung pun tiba. Ia maju selangkah ke depan, menatap langsung ke arah hadirin dan kamera yang menyorotnya.

“Selama berminggu-minggu ini, aku hidup dalam bayang-bayang tuduhan yang tidak berdasar,” ucap Heesung dengan suara yang tenang namun penuh perasaan. “Aku merasa sangat sedih dan kecewa karena karya yang aku buat dengan penuh perjuangan dan ketulusan justru menjadi alat untuk menjatuhkanku. Aku tidak pernah mencuri karya orang lain, aku tidak pernah berniat merugikan siapa pun. Semua tuduhan itu adalah kebohongan yang disusun dengan sengaja untuk menghancurkan namaku dan kariernya.”

Ia melirik sejenak ke arah Hyeri, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih lembut namun tegas. “Dan yang paling menyakitkan, hal ini juga menyerang orang yang paling berharga bagiku—Hyeri. Ia tidak tahu apa-apa, ia tidak terlibat sedikitpun. Ia hanya orang yang setia mendukungku, dan ia menjadi sasaran kemarahan dan kebencian yang seharusnya tidak ia terima sama sekali. Aku sangat berterima kasih padanya karena tetap percaya padaku dan berdiri di sisiku saat dunia memalingkan muka.”

Setelah Heesung selesai berbicara, giliran Hyeri yang maju ke depan. Matanya masih sedikit merah, namun tatapannya lurus dan berani. “Aku juga mengalami masa-masa yang sangat sulit. Orang yang aku percayai ternyata mengkhianatiku, dan aku difitnah sebagai orang yang licik dan tidak jujur. Rasanya sangat menyakitkan dan membuatku putus asa. Namun, aku berterima kasih karena akhirnya kebenaran terungkap. Aku harap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, dan untuk tidak menghakimi orang lain tanpa bukti yang sah.”

Ia menoleh ke arah Heesung, dan seulas senyum tulus terbit di bibirnya. “Dan aku juga ingin berterima kasih kepada Heesung. Ia selalu ada untukku, mendukungku, dan memberiku kekuatan saat aku merasa lemah. Bersamanya, aku belajar bahwa kepercayaan dan kejujuran adalah hal yang paling berharga dalam hidup.”

Konferensi pers itu berlangsung lancar, dan setelah penjelasan yang jelas serta bukti yang kuat disampaikan, persepsi publik mulai berubah perlahan. Berita-berita yang tadinya memojokkan mereka kini digantikan oleh laporan yang memuat kebenaran. Banyak orang yang merasa menyesal karena telah menghakimi mereka tanpa tahu fakta sebenarnya, dan dukungan mulai kembali mengalir, baik dari penggemar maupun dari rekan-rekan di industri hiburan.

Namun, ada hal lain yang terasa berbeda di antara Heesung dan Hyeri sejak hari itu. Batas yang selama ini memisahkan hubungan kontrak mereka dengan perasaan asli mulai hilang sepenuhnya. Mereka berdua sadar bahwa ikatan yang terjalin di antara mereka sudah bukan lagi sekadar perjanjian bisnis, melainkan rasa kasih sayang dan cinta yang tumbuh subur di tengah cobaan berat yang mereka lalui bersama.

Sore itu, setelah semua kesibukan mereda, Heesung mengajak Hyeri pergi ke taman kota yang tenang, tempat yang sering mereka kunjungi saat ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk dunia hiburan. Angin sore berhembus lembut, menerbangkan helai rambut mereka, dan langit di atas berwarna jingga kemerahan, menciptakan suasana yang damai dan romantis.

Mereka berjalan beriringan di sepanjang jalan setapak yang dihiasi pepohonan rindang, dalam keheningan yang nyaman. Sampai akhirnya, Heesung berhenti dan menatap wanita di sampingnya dengan tatapan yang penuh perasaan.

“Hyeri,” panggilnya pelan, suaranya bergetar sedikit karena gugup namun juga penuh ketulusan. “Selama ini, kita hidup di bawah nama pernikahan kontrak. Kita berjanji untuk berpura-pura menjadi pasangan suami istri demi kepentingan karier dan citra publik. Tapi… selama kita melewati semua masalah ini bersama-sama, aku sadar bahwa perasaanku padamu sudah tidak lagi sekadar kewajiban atau persahabatan.”

Ia menarik napas panjang, lalu melanjutkan dengan berani, “Aku mencintaimu, Hyeri. Bukan sebagai pasangan kontrak, bukan sebagai rekan kerja, tapi sebagai wanita yang paling berharga dalam hidupku. Aku mencintai ketulusan hatimu, keberanianmu, dan kesetiaanmu yang luar biasa. Aku tidak lagi ingin berpura-pura. Aku ingin hubungan kita menjadi nyata. Aku ingin kita bersama, bukan karena kontrak, tapi karena kita saling mencintai.”

Hyeri tertegun, matanya melebar karena terkejut namun juga penuh kebahagiaan yang meluap-luap. Ia sudah lama menunggu momen ini, namun ia takut mengatakannya terlebih dahulu karena khawatir akan merusak hubungan atau membuat segalanya menjadi rumit. Air mata bahagia mengalir perlahan di pipinya saat ia menatap balik ke mata Heesung.

“Heesung…” ucapnya dengan suara lembut dan bergetar. “Aku juga… aku juga mencintaimu. Sejak kapan perasaanku ini tumbuh, aku tidak tahu persis. Tapi aku sadar bahwa setiap kali aku bersamamu, aku merasa aman dan bahagia. Saat kamu dalam kesulitan, aku merasa sakit hati seolah itu menimpaku sendiri. Saat kamu tersenyum, aku pun ikut bahagia. Aku juga tidak lagi peduli dengan kontrak atau aturan apa pun. Aku ingin bersamamu, selamanya.”

Heesung tersenyum lebar, senyum yang paling tulus dan bahagia yang pernah Hyeri lihat. Ia perlahan menggenggam kedua tangan Hyeri, lalu menarik wanita itu ke dalam pelukan hangat dan erat. Di sana, di bawah langit senja yang indah, mereka saling memeluk, merasakan kehadiran satu sama lain dan kebahagiaan yang akhirnya mereka temukan. Semua rasa sakit, ketakutan, dan kesulitan yang pernah mereka alami seolah lenyap seketika, digantikan oleh rasa damai dan cinta yang mendalam.

“Terima kasih,” bisik Heesung di telinganya. “Terima kasih sudah mencintaiku, dan terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku.”

Hyeri membalas pelukan itu dengan sama eratnya. “Aku yang berterima kasih padamu, Heesung. Kamu mengubah hidupku menjadi jauh lebih indah dan berarti.”

Malam itu, mereka pulang dengan perasaan yang berbeda dari sebelumnya. Rumah yang selama ini mereka tempati bersama sebagai tempat tinggal resmi pasangan kontrak, kini terasa jauh lebih hangat dan nyaman, karena kini ada cinta yang nyata yang mengisi setiap sudut ruangan.

Namun, mereka sadar bahwa perjalanan mereka belum sepenuhnya berakhir. Meskipun kebenaran sudah terungkap dan nama baik mereka sudah dipulihkan, mereka masih harus menghadapi tantangan baru—bagaimana mengumumkan hubungan asli mereka kepada publik, bagaimana menghadapi reaksi penggemar dan dunia hiburan, serta bagaimana menyeimbangkan karier dan cinta mereka.

Keesokan harinya, mereka berdua berbicara dengan Pak Jinwoo dan pimpinan agensi, menyampaikan keputusan mereka untuk mengubah hubungan mereka dari pernikahan kontrak menjadi hubungan yang nyata dan serius. Awalnya, pihak agensi merasa khawatir akan dampaknya terhadap citra dan karier mereka, namun setelah melihat keteguhan dan kesungguhan hati keduanya, serta mengingat betapa hebatnya dukungan yang mereka terima setelah kasus fitnah itu terungkap, pihak manajemen akhirnya menyetujuinya.

“Yang terpenting adalah kalian bahagia dan jujur pada diri sendiri,” kata Pak Jinwoo sambil tersenyum hangat. “Dan sejujurnya… aku sudah menduga hal ini akan terjadi sejak lama. Kalian berdua memang sangat serasi dan saling melengkapi.”

Berita tentang hubungan asli mereka akhirnya diumumkan secara resmi beberapa hari kemudian. Seperti yang mereka duga, reaksi yang muncul sangat beragam—ada yang sangat bahagia dan mendukung, ada yang terkejut, dan ada pula yang merasa kecewa. Namun, jumlah orang yang mendukung jauh lebih banyak daripada yang menentang. Banyak penggemar yang mengagumi ketulusan dan keberanian mereka, serta menganggap bahwa cobaan yang mereka lalui bersama adalah bukti kekuatan cinta mereka.

Kehidupan mereka perlahan kembali normal, namun kini dengan warna yang jauh lebih indah dan bermakna. Heesung kembali berkarya, dan lagu-lagu yang ia ciptakan kini dipenuhi dengan perasaan cinta dan kebahagiaan yang nyata, membuat karyanya semakin disukai dan dihargai. Hyeri pun terus berkarier dengan gemilang, menjadi sosok yang dikagumi karena ketangguhan dan kejujurannya.

Mereka belajar bahwa dalam dunia yang keras dan penuh persaingan seperti dunia hiburan, kejujuran, kepercayaan, dan cinta adalah hal yang paling kuat dan berharga. Dan lebih dari segalanya, mereka menyadari bahwa pernikahan kontrak yang awalnya hanyalah sebuah kesepakatan bisnis, ternyata menjadi awal dari kisah cinta yang indah dan abadi, yang teruji oleh waktu dan cobaan.

Beberapa bulan kemudian, pada sebuah acara penghargaan bergengsi, Heesung memenangkan penghargaan sebagai Penyanyi Solo Pria Terbaik. Saat naik ke atas panggung untuk menerima piala, ia menatap langsung ke arah Hyeri yang duduk di barisan depan, dengan mata yang berbinar penuh cinta.

“Penghargaan ini bukan hanya milikku,” ucapnya di depan mikrofon, suaranya terdengar jelas ke seluruh ruangan dan siaran langsung. “Penghargaan ini juga milik orang yang paling berharga dalam hidupku, wanita yang selalu ada di sisiku, yang percaya padaku saat dunia meragukanku, dan yang memberiku kekuatan untuk terus melangkah maju. Hyeri, terima kasih. Aku mencintaimu, dan aku berjanji akan selalu menjagamu dan mencintaimu seumur hidupku.”

Tepuk tangan riuh bergemuruh memenuhi ruangan, dan Hyeri tersenyum bahagia sambil meneteskan air mata haru.

1
HAN EUNBI
🤭 menarik banget💪 tingkatkan
VOYAGE LEUER: 🤭terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!