NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 — Kabar yang Membuat Panik

Malam di Roma terasa dingin dengan hujan kecil yang turun sejak sore.

Alya baru saja selesai menutup toko bunga dan kini sedang membantu Liora memakai piyama kecil bergambar kelinci.

“Besok Om datang ya?” tanya Liora semangat sambil meloncat di atas kasur.

Alya tersenyum kecil.

“Iya katanya begitu.”

“Aku mau jemput!”

“Kita lihat nanti.”

Sejujurnya…

Alya sendiri sedikit menunggu kepulangan Leon.

Sudah seminggu terakhir pria itu selalu hadir lewat layar ponsel. Dan tanpa sadar, dirinya mulai terbiasa dengan suara Leon setiap malam.

Tiba-tiba ponsel Alya berbunyi.

Nama Leon muncul di layar.

Sudut bibir Alya langsung terangkat kecil tanpa sadar.

Namun anehnya…

Begitu panggilan diangkat, bukan wajah Leon yang muncul.

Melainkan pria asing dengan ekspresi panik.

“Nyonya Sabrina?”

Alya langsung mengernyit bingung.

“Siapa?”

“Saya Ryan, asisten Tuan Leon.”

Perasaan tidak enak langsung muncul di dada Alya.

“Leon mana?”

Pria di layar tampak ragu sesaat sebelum akhirnya menjawab—

“Tuan Leon mengalami kecelakaan.”

Deg.

Tubuh Alya langsung membeku.

“Apa?”

Suara kecilnya langsung melemah.

“Tadi mobil beliau ditabrak dari samping waktu perjalanan dari bandara.”

Wajah Alya langsung pucat.

Di belakangnya, Liora yang sedang bermain boneka langsung menoleh bingung melihat ekspresi ibunya.

“Sekarang beliau di rumah sakit.”

“Apa dia baik-baik aja?” suara Alya mulai bergetar tanpa sadar.

“Syukurlah tidak terlalu parah, tapi tangan kirinya patah dan ada beberapa luka jahitan.”

Jantung Alya berdetak kacau.

Tangannya sampai gemetar memegang ponsel.

“Rumah sakit mana?”

Ryan langsung memberi alamat cepat.

“Saya pikir Nyonya perlu tahu karena Tuan Leon terus menyebut nama Nyonya sebelum masuk ruang tindakan.”

Deg.

Napas Alya langsung tercekat.

Dan sebelum dirinya sadar—

Ia sudah mengambil jaket.

“Mama?”

Alya langsung menoleh cepat pada Liora.

Wajah kecil anak itu tampak bingung.

“Sayang, Om Leon kecelakaan.”

Mata Liora langsung membulat.

“Om sakit?”

Alya mengangguk pelan.

Dan detik berikutnya—

Liora langsung menangis.

“Mau Om…”

Alya buru-buru memeluk putrinya.

“Iya, kita ke sana sekarang.”

---

Perjalanan menuju rumah sakit terasa sangat lama.

Sepanjang jalan Alya terus menggenggam tangan Liora yang duduk diam dengan mata berkaca-kaca.

Biasanya anak kecil itu cerewet.

Namun sekarang ia hanya memeluk boneka kelincinya erat.

“Mama…”

“Hm?”

“Om sakit banget?”

Pertanyaan kecil itu membuat hati Alya semakin nyeri.

“Nggak sayang. Om kuat.”

Namun dirinya sendiri tidak yakin.

Pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan buruk sejak mendengar kata kecelakaan tadi.

Dan yang paling membuatnya takut—

Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Leon?

Kesadaran itu membuat Alya membeku sesaat.

Karena untuk pertama kalinya…

Ia sadar dirinya tidak siap kehilangan Leon lagi.

---

Begitu sampai di rumah sakit, Ryan langsung menyambut mereka di depan ruang rawat VIP.

“Bagaimana keadaan dia?” tanya Alya cepat.

Ryan terlihat lega melihat Alya datang.

“Tuan sudah sadar sebentar tadi.”

Alya langsung mengembuskan napas lega.

“Syukurlah…”

“Namun dokter minta beliau istirahat total beberapa hari.”

Liora langsung menarik baju Alya kecil.

“Mau lihat Om…”

Alya mengangguk pelan lalu membuka pintu kamar rawat perlahan.

Dan detik itu juga—

Dadanya terasa sesak.

Leon terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan tangan kiri diperban dan digips. Ada luka kecil di pelipisnya serta beberapa goresan di wajah tampannya.

Pria yang biasanya terlihat kuat dan sempurna itu kini tampak pucat dan lelah.

Alya langsung menutup mulut menahan napas.

Sementara Liora…

Anak kecil itu langsung berlari kecil mendekati ranjang.

“Om…”

Leon yang sedang memejamkan mata perlahan membukanya.

Dan saat melihat Alya serta Liora berdiri di sana…

Tatapan pria itu langsung melembut.

“Kalian datang…”

Suara Leon terdengar serak dan lemah.

Dan entah kenapa—

Mata Alya langsung panas melihat kondisi pria itu.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!