NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta perpisahan.

"Gavin aku hanya ingin melihat mu sebelum aku kembali ke LN, bisakah kau makan malam bersama kami malam ini. Anggap saja sebagai salam perpisahan, bagaimanapun aku teman lamamu, kan?"

Pengajuan itu keluar dari bibir Renata.

Melihat keengganan Gavin, tangannya meremas gaunnya sendiri.

"Lihat saja nanti." Ujarnya.

"Please! Kau juga bisa membawanya."

Alvin memperhatikan interaksi keduanya dengan diam. Pasangan yang dulu ia dukung penuh, sekarang menjadi asing. Dia pun tak bisa berbuat banyak, dia juga tak bisa memihak dari salah satu mereka, karena baginya keduanya memiliki keistimewaan. Renata sahabatnya, sedangkan Azalia adalah penyelamatnya.

Gavin membawa Azalia ke rumah sakit. Alvin yang ingin ikut, dia tolak mentah-mentah.

Dokter Wahyu, sudah menunggu. Dan Azalia kembali memulai pemeriksaan.

"Walaupun kondisimu terlihat baik-baik saja, tapi bukan berarti kau sembuh," Dokter Wahyu memberikan resep pada Gavin.

"Kondisinya sedikit membaik, untuk langkah selanjutnya, aku akan segera menghubungi Anda, Pak Gavin."

Sedikit membaik, bukan berarti sembuh.

Gavin tahu itu.

Nyawa Azalia masih terancam.

Azalia tidak mengatakan apa-apa, karena Dokter Wahyu membicarakan kondisinya dengan Gavin. Sebagai walinya.

Usai pemeriksaan, Gavin membawa Azalia pulang.

Azalia tidak boleh melewatkan tidur siangnya. Hingga menjelang sore barulah Gavin membawa Azalia ke restoran tempat yang dipilih oleh Renata.

Alvin sudah mengirimkan alamatnya.

Restoran baru dibuka menawarkan sebuah konsep omakase, sajian dihidangkan sesuai dengan rekomendasi chef. Sebuah konsep yang menawarkan sensasi dan kejutan-kejutan tersendiri.

Restoran ini cukup eksklusif sehingga dipastikan harus menggelontorkan uang yang cukup banyak untuk makan malam ini.

Saat mereka tiba, Alvin dan Renata sudah menunggu, ada banyak dari mereka, sekitar 15 orang. Mereka duduk di meja panjang. Mereka adalah teman-teman Alvin dan Gavin.

Gavin heran, karena Renata mau mengunjungi restoran selain yang sudah bergelar Michelin, baru buka dan belum cukup prestige untuk orang-orang sepertinya. Selama ini, tak sekalipun mereka makan malam selain di restoran mewah yang hanya menerima beberapa orang saja setiap malamnya. Di sini, dia rela berdesakan dengan pelanggan lain.

"Oh, Gavin datang." Salah satu dari mereka bersuara.

"Jadi, itu istrinya?" Salah satunya bicara lagi. Matanya terkunci pada sosok yang berada di sebelah Gavin.

"Iya, itu istrinya." Renata menanggapi dengan berusaha menjaga roman mukanya, berusaha agar tak kentara kalau dia agak terganggu dengan pemandangan itu.

Renata menjemput sendiri Azalia. "Kalian laki-laki silahkan mengobrol, biar Azalia bersama kami." Gavin kurang setuju melepas Azalia, tetapi gadis itu mengangguk.

Makanan disajikan tak lama setelahnya. Tak lupa chef utama menjelaskan setiap hidangan pada Gavin yang mendengarkan asal saja.

Sejak tadi matanya terus tertuju pada Azalia yang duduk berdampingan dengan Renata.

"Jadi bagaimana rasanya menjadi istri Gavin? Apa sikapnya dingin begitu meski kalian sudah menikah?" Maysa yang merupakan teman Renata membuka percakapan dengan Azalia.

Azalea berhenti mengiris daging di piring dan beralih menatap Maysa.

Renata yang ada di sisi turut menyimak. Seakan ingin tahu jawaban gadis itu.

"Tidak, dia sangat baik."

"Azalia, Gavin juga baik sama kami semua.. maksudku apakah dia romantis?" sepertinya Maysa adalah fans berat Renata.

"Iya, Gavin, dia lembut padaku." Jawab Azalia, tanpa melihat lawan bicaranya.

Setidaknya akhir-akhir ini.

Tak tahu apa yang mengganggu mereka dan tak sadar kalau sedari tadi Renata menggertakkan giginya menahan kekesalan.

"Apa kau yakin dia mencintaimu?" Selonoh yang lain.

Azalia tak ingin menjawabnya. Tak lama kemudian, sepasang kekasih memasuki restoran. Mereka duduk tak jauh dari meja Azalia dan yang lainnya. Makan malam mereka hampir berakhir dengan aman-aman saja. Mereka semua sedang menikmati dessert saat ini.

Sialnya tiba-tiba saja seorang waiter yang sedang membawa dua gelas kopi Irlandia untuk sepasang kekasih, tamu yang baru datang menumpahkan minuman hangat itu tepat di samping meja Azalia. Para perempuan itu spontan menjerit karena dua gelas kopi Irlandia itu tumpah mengenai paha dan betis Azalia yang duduk di pinggir paling kiri. Belum lagi gelas yang pecah di sekeliling mereka.

"Maaf kak!" Pelayan itu meraih napkin hendak membersihkan tumpahan di kaki Azalia yang basah. Gadis itu tampak meringis karena panas terasa di sekujur kaki kirinya. Niat laki-laki yang berkali-kali meminta maaf itu belum sempat terjadi saat Gavin dan Alvin dari belakang sama-sama merampas napkin di tangannya dan menghampiri Azalia. Dua laki-laki itu berdiri cepat dan berjalan dengan langkah-langkah lebar mendekati Azalia saat tahu gadis itu terkena tumpahan minuman panas.

Gavin dan Alvin meninggalkan teman-temannya yang berdiri melongo karena tak tahu apa yang terjadi, kenapa keduanya mendekati Azalia. Tak cukup dengan itu, Alvin mendorong pelayan sedangkan Gavin meraup tubuh Azalia tanpa perlawanan sedikit pun dan mendudukkan di atas meja makan kosong, membuat mereka semua menganga lebar.

"Sakit?" Gavin tak mengindahkan Azalia yang salah tingkah sebelum mengelap betis dan paha istrinya dengan napkin. Laki-laki itu juga tak mengindahkan setiap orang dalam restoran yang berdiri keheranan dan bertanya-tanya akan sikapnya. Dipikirannya hanya kaki Azalia yang mungkin melepuh karena minuman yang masih panas atau hangat. Jika iya, Gavin akan membuat perhitungan dengan restoran ini. Jika perlu, mereka bangkrut saat baru saja buka.

"Maaf kak, bajunya sepertinya mahal." Pelayan yang berdiri ketakutan di belakang mereka kembali bersuara.

Ucapan laki-laki itu berhasil membuat Alvin menoleh seketika itu juga, dengan marah yang tidak bisa lagi ditahan. "Apa pakaian yang penting sekarang? Kalau sampai kaki dia terluka, bagaimana kalian akan bertanggung jawab, hah?" Alvin membentak pelayan yang semakin ketakutan.

"Dengar! Jangan ijinkan siapapun pergi dari sini, Alvin urus masalah ini." Tegas Gavin dengan mata elangnya.

"Gavin!" Azalia menarik lengan Gavin, merasa ingin menyembunyikan dirinya sendiri karena setiap mata dalam restoran melebar melihat sikap dua pria itu yang berlebihan.

"Kenapa, sakit?" Gavin beralih menatap dan meraih lengan istrinya. Berbeda dengan saat menghadapi pelayan yang ceroboh seolah seperti algojo, saat beralih pada istrinya wajah laki-laki itu melembut. Azalia hampir menangis, bukan karena sakit tapi malu. Tak berselang lama sebelum manajer restoran itu tergopoh-gopoh keluar dan menghampiri keributan.

"Maafkan pegawai kami. Pak. Dia pegawai baru yang belum berpengalaman. Sepertinya gugup karena restoran kedatangan banyak pengunjung malam ini."

Pria paruh baya itu membungkuk pada ketiganya.

Gavin dan Alvin sama-sama menoleh. Nyaris memberi manajer itu pelajaran sebelum Azalia bersuara, "Hentikan, aku tidak apa-apa." Azalia merengek. "Gavin..," Azalia kembali merengek karena Gavin tampaknya belum sadar kalau istrinya Ingin secepatnya menghentikan drama ini. Dia bahkan menarik tubuh suaminya mendekat, seolah ingin menyembunyikan dirinya di balik tubuh tinggi dan atletis milik Gavin.

"Tidak ada yang sakit kan? Kamu yakin tidak ada yang luka?" Gavin memeriksa kaki Azalia dari atas hingga bawah. Memastikan tak ada pecahan gelas yang menggores sedikitpun kaki gadis itu yang tak tertutup kain. Tak peduli dengan setiap mata dalam restoran yang masih terkunci pada mereka bertiga.

Alvin berdecak pelan, lambat laun mulai sadar dengan sikapnya yang marah dengan begitu berlebihan. Pun dengan Gavin, dia baru saja kehilangan kendali. Azalia tak bisa membuatnya bersikap datar-datar saja seperti selama ini.

Di tengah kekacauan itu, sepasang mata menyorot ketiganya dengan tatapan kehampaan, kehancuran, dan kekalahan yang mutlak.

Renata....

1
Dede Dedeh
sedihhhhh
Rahma Inayah
km liat sendri kan ren berapa Gavin peduli dan cnt nya mkn jg SDH bucin pada azalia.lpakn Gavin ren ..GK ush terlalu berharap akan kmbli pada Gavin
Ais
huh kupikir renata tulus sm azalia ngak taunya bangke juga ini perempuan🤣🤣🤣
Bela Viona
udah lah ren,lu berharap apa sama suami orang. mungkin kalian tdk berjodoh.
kamu cantik,msh bisa mendapatkan laki² yg lbh baik. bkn suami org.
muna aprilia
lanjut
Erni Kusumawati
kan..kan..gak percaya saya Renata dg ikhlas menerima begitu saja,pasti dia akan membuat perhitungan dg Azalia..see terbukti 🤬🤬
Dew666
😍😍😍
Erni Kusumawati
semoga Renata beneran tulus mau menjenguk Azalia
Ila Latifah
ntar ketika cinta cintanya, azalia mati. kayaknya puas deh🤣
Vie
karena saat itu kamu hanya sekedar menyukai bukan mencintai dengan setulus hati kamu, tapi sekarang kamu menyayangi dan mencintai Azalia dengan sepenuh hati kamu.... 🥰🥰🥰
Rahma Inayah
makanya Marta jgn main2 SM Gavin km pikir Gavin GK tau km yg SDH mau mencelakai azalia km Lp siapa Gavin orang berpengaruh mudah bgi nya utk mendptkan data mu apalgi pas di lacak plat mobil mantan sang mertua yg ingin mencelakai ank kandung nya sendiri
Ais
lanjut thor👍
Hani Ekawati
Wah di apain tuh si Marta.
Bagus sih si Marta di kasih hukuman, lagian mau mencelakai anak kandungnya sendiri. Apalagi orang yang mau di celakai istri seorang Gavin.
Hani Ekawati
Ternyata kamu pelaku nya🙄
Ibu macam apa kamu, mau mencelakai anak kamu sendiri
Vie
siksaan dari seorang Gavin....
Vie
kamu akan mati kayaknya..
Vie
dasar gak waras... punya anak cuman satu2nya malah mau dicelakai... dasar sinting. 😡😡😡
Vie
kenapa tuh,apa ada yang sengaja mau jahatin Azalia atau murni emang pengendara gila... 😱😱😱
Dew666
💟💟💟
Rahma Inayah
oh..Alaa emak nya sendri yg mau bunuh darah daging nya sendri demi ambisi dan balas dendam nya tp nihil yg ada km akan di buat menderita hidup mu oleh Gavin .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!