NovelToon NovelToon
Queenara Sheva

Queenara Sheva

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Idola sekolah
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Sheeva

   Sedari kecil Sheeva sudah tau jika papanya memiliki dua orang istri. Mamanya terpaksa menjelaskan semua ini saat Sheeva berusia 6 tahun, karena Sheeva mulai rewel papanya jarang di rumah. Namun beliau tidak menceritakan siapa istri pertama dan kedua. Beliau menganggap Sheeva masih terlalu kecil untuk memahami hal itu.

  Namun ketika dia masuk sekolah dasar, dia sering di bully sebagai anak pelakor oleh kakak tingkatnya. Sheeva kecil hanya bisa menangis dan mengadu kepada mamanya. Sheeva bahkan sempat mogok tak mau sekolah.

  Demi menjaga mental anaknya mama Maharani bahkan sampai memindahkan Sheeva ke sekolah lain. Namun kejadian itu terus terulang. Rupanya ibu tiri Sheeva juga ikut memindahkan anaknya ke sekolah di aman Sheeva masuk.

  Akhirnya pelan-plan mama Maharani menjelaskan dan menunjukan bukti bahwa Sheeva bukan anak pelakor dan hal itu diamini oleh Jagad kakak terbesarnya.

  Pembullyan terhadap Sheeva semakin masih kala dia memasuki kelas menengah pertama. Terlebih keadaan seolah mendukung rumor itu. Meskipun mamanya istri pertama secara usia mamanya lebih muda dari istri pertama. Lalu istri kedualah yang lebih dulu memiliki anak. Di tambah pernikahan Maharani dan Pandu tidak di publish seperti pernikahan Pandu dan widya padahal hanya menikah secara siri.

Dan yang membuat sheeva heran adalah kebungkaman papanya. Hingga seolah-olah membenarkan tuduhan gila yang mengarah ke mamanya.

Dan puncak dari segala rasa sakit dan kekecewaan Sheeva adalah kala harus menyaksikan mamanya meregang nyawa tanpa pendampingan papanya.

Siang itu Jagad yang biasanya menjemput sekolah adiknya terpaksa absen karena harus menghadiri perayaan ulang tahun mama kandungnya. mau tak mau Maharani yang datang menjemput Sheeva.

Sheeva begitu Senang melihat mobil mamanya namun kesenangan Sheeva berubah menjadi ketegangan luar biasa. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat tubuh mungil mamanya terpental usai tertabrak sebuah sepeda motor yang melaju kencang.

Sheeva berteriak lantang memanggil nama mamanya. Tubuhnya bergetar hebat kala melihat mamanya tergeletak dengan berlumuran darah. Beruntung keadaan sekitar sedang ramai orang-orang yang akan menjemput sekolah anaknya. Mereka langsung membantu Sheeva membawa Maharani ke rumah sakit.

Di dalam kepanikannya beruntung Sheeva teringat menghubungi papanya. Beruntung baru beberapi kali berdering sudah di angkat oleh papanya.

" Pa..' Ucap Sheeva dengan suara parau.

" Ada apa Queen sayang, papa sedang sedikit sibuk ini nak ?"

" Mama pa " tangis Sheeva pecah.

" Mamamu kenapa Queen ?"

" Mama di tabrak orang pa, Queen takut pa. Darah mama keluar terus "

" Astaga kalian dimana sekarang ?"

" Mama dan aku sudah ada di dalam ambulance. Mau ke rumah sakit dekat sekolah Queen "

" Kamu jangan panik ya, papa akan segera kesana oke "

" Cepetan ya pa, Queen takut "

" Iya sayang "

Nyatanya Pandu tak segera datang. Hanya Jagad yang langsung datang menyusul Sheeva ke rumah sakit. Dia langsung memeluk adiknya, di pun khawatir dengan kondisi mamanya.

" Papa mana bang ?" Jagd tak tau harus menjawab apa. Papa mereka di tahan oleh mama Widya. Dia memilih berontak dan tak lagi peduli jika dia di anggap durhaka oleh mama kandunganya.

" Nanti papa datang. Gimana mama ?" akhirnya hanya itu yang keluar dari mulut Jagad.

" Aku belum tau kak. Belum ada dokter yang keluar "

" Aku takut kak " Jagad mendekap erat tubuh adiknya. Dia pun sama takutnya dengan Sheeva.

Dunia Jagad dan Sheeva runtuh kala dokter mengatakan tidak bisa menyelamatkan nyawa ibu mereka. Sheeva bahkan sampai jatuh pingsan.

Jagat sudah memcoba menghubungi papanya, sayang panggilannya selalu di tolak. Dia tau ini ulah mamanya. Dengan langkah gontai Jagad mengurus jenazah mamanya seorang diri. Beruntung selang tak lama adik dari papanya datang bersama bunda Aya sahabat baik mamanya.

Jagad dan Sheeva semakin mendesah kecewa karena sampai pagi saat jenazah mamanya sudah siap di kebumikan papa mereka tak kujung pulang.

" Bagiamana ini nak Jagad, apakah kita masih mau menunggu pak Pandu. Namun saran saya kita segera saja, kasihan Almarhuman kalau tidak segera kita kebumikan ?" Jagad menoleh kearah David pamannya. Meminta pertimbangan bagaimana baiknya. David mengangguk, David merasa percuma menunggu kakaknya.

" Tidak perlu menunggu papa saya pak Ustad, kita antarkan mama saya sekarang "

Bukan tanpa alasan Jagad memutuskan demikian. Ketidak hadiran papanya menimbulkan desas-desus di kalangan para pelayat. Jagad tidak mau adiknya semakin terpuruk karenanya.

" Kenapa tidak menunggu papa kak, mama mau di pelik papa kak ?" ucap Sheeva saat melihat jenazah mamanya di angkat karena mau di sholatkan di masjid.

" Kasihan mama kalau menunggu terlalu lama dek, biarlah jangan lagi peduliin papa " Sheeva menangis dalam dekapan kakaknya. Siapapun yang meyaksikan itu tak akan tega melihatnya.

Akhirnya Maharani di kebumikan tanpa di antar oleh suaminya. Semakin dalam saja rasa kecewa Sheeva terhadap papanya. Terlebih setelah tau papanya lebih memilih merayakan ulang tahun istri keduanya ketimbang langsung datang ke rumah sakit mengurus istri pertamanya yang kecelakaan.

Sheeva dan Jagad pulang dari pemakaman dengan di dampingi bunda Aya dan David. Mereka sampai di rumah bersamaan dengan kepulangan Pandu. Pandu langsug pulang begitu bangun tidur dan membaca pesan yang di kirim adiknya. Dia Syok begitu mengetahui istri pertamanya telah tiada sejak semalam.

" Queen.." Pandu mendekat kearah putrinya.

" Buat apa pulang ?" Ucap Sheeva dengan nada dingin.

" Maafkan papa Queen, papa tidak pegang HP " Sheeva terkekeh Sinis.

" Selamat ya pa, satu sandungan papa sudah tidak ada " David segera memeluk keponakannya.

" Kamu benar-benar keterlauan mas." Ucap David dengan muka penuh amarah.

" Lebih baik papa pulang kerumah mama Widya, jangan membuat keributan di sini pa " Ucapan Jagad.

" Lagian ngapain papa kesini. Kami sudah mengurus jenazah mama dengan baik. Beliau sudah kami makamkan dengan layak " Pandu terkejut mendengar ucapan Jagad.

" Kenapa kalian tidak menunggu ku, aku ini suaminya " Teriak Pandu lantang.

Sheeva terkekeh lalu beruca dengan lantang " Suami macam apa yang mebiarkan istrinya meregang nyawa seorang diri ?"

" Dia hanya mau di peluk anda tuan Pandu. Anda berjanji akan segera datang. Anda tau betapa takutnya saya. Saya sendiran menyaksikan istri pertama anda berdarah-darah. "

" Sekarang anda datang menyalahkan kami karena tak menunggu anda ?"

" Untuk apa kami menunggu anda. Apa kehadiran anda bisa membuatnya hidup kembali ?"

" Jangan menjadi tidak sopan pada papamu Queen ?" Sheeva menoleh dan menatap tajam kearah Widya.

" Anda siapa ?" Ucap Queen.

" Hampir saja saya lupa. Anda nyonya Widya bukan, istri kedua tuan Pandu Wijaya ya. Selamat nyonya cita-cita anda menjadi istri satu-satunya tuan Pandu sudah terwujud kan "

" Kamu.."

" Queen.. Maafkan papa nak "

" Silahkan keluar dari rumah ini tuan " Ucap Queen dingin.

" Maaf aku mas karena aku menahanmu semalam kamu jadi mendapat luapan amarah dari putrimu " Widya memulai dramanya dan itu membuat Sheeva dan Jagad muak.

" Sudah jangan menyalahkan dirimu. Ini pure salahku " Sheeva semakin muak melihatnya.

" Keluar kalian semua dari sini, KELUAR..!" Teriak Sheeva lantang. Dan setelah itu Sheeva jatuh tak sadarkan diri. Beruntung David dan Jagad selau ada di sampingnya.

Semua orang panik Jagad membiarkan David mengendong adiknya masuk kedalam rumah. Sementara dia mendekat kearah keluarganya.

" Saya harap anda semua kelaur dari rumah ini segara. Bukankah sudah saya peringatkan untuk tidak membuat kekacauan disini ?"

" Jagad '' Teriak Widya yang tidak terima di bentak putra pertamanya.

" Jangan membuat saya lepas kendali nyonya Widya. Saya tau anda sengaja menahan tuan Pandu semalam. Pergi dari sini sebelum anda melihat sisi iblis anda "

Jagad menutup pintu dengan keras usai meminta bunda Aya dan keluarga David masuk kedalam Rumah.

Tak ada yang berani berkutik. Sebenarnya Anjani dan Widya sudah merengek ingin pulang. Namum tatapan Erlanga anak Kedua Pandu dan Widya membuat keduanya terdiam.

   Bukan tanpa alasan Maharani memilih menikah diam-diam.

1
Lisa
Bersyukur Sheeva mendptkan kasih sayang dr Moms & Daddynya Kay
Lisa
Cpt pulih y Sheeva..keluarganya Kay begitu menyayangi Sheeva 👍
Lisa
Segera pulih y Sheeva..
Lisa
Puji Tuhan Sheeva udh sadar..cpt pulih y Sheeva & beraktivitas kembali juga utk Bunda Aya cpt pulih.
𝐈𝐬𝐭𝐲
bangun sheeva banyak yg menunggu dan menyayangi mu...
Lisa
Cepat sadar y Sheeva..banyak yg masih sayang sama kamu.
Lisa
Moga Sheeva cpt sadar kembali..
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga sheeva lekas bangun dan baik2 saja...
terlalu berat beban hidup sheeva..
Lisa
Bpk macam apa itu..udh Sheeva anggap kmu g punya bpk..semangat y msh byk yg menyayangimu..
Sustika Ekawati
iiisssshhh....bener² ya...bapak g ada akhlak....semangat neng sheva💪💪💪
𝐈𝐬𝐭𝐲
masa² remaja adl masa² paling indah😂
𝐈𝐬𝐭𝐲: iya jadi pingin balik lagi ke jaman muda yg bisanya cuma happy² aja belum mengenal beban hidup😂😂
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Pepet terus si sheeva, Kay🤣🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
cieee Kay gak mau kalah dari Yongki😂😂
Lisa
Makin seru aj nih ceritanya 👍👍
Erni Kusumawati
cara berfikir sheeva bagus nih,harus di tiru☺
Lisa
Sukses terus y utk tokonya Sheeva..👍😊
𝐈𝐬𝐭𝐲
aku juga mau kok kalo di traktir 😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲
toko sheeva jadi makin laris manis nih😂😂
Lisa
Sukses y utk toko sembakonya Sheeva
Lisa
Puji Tuhan tokonya Sheeva laris manis👍👍 semangat y Sheeva..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!