Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 hari pertama setelah menikah
Ester yang terlelap kembali setelah subuh tadi di paksa bangun oleh Yoga untuk shalat bersamanya merasa sangat nyaman dalam tidurnya.
Ia merasa guling yang ia peluk terasa hangat dan begitu nyaman.
Este mengeratkan pelukannya,
Namun ia merasa aneh....
Ada yang bergerak pelan seperti naik turun pada guling yang ia peluk,
dan samar samar ia mendengar dengkuran halus yang begitu dekat di telinganya.
Ester mengerutkan kening dan membuka mata perlahan.
Seketika Ester kian melebarkan ke dua bola matanya ketika ia melihat apa yang ada di hadapannya.
Wajah tenang seseorang yang nampak terpejam, dan ia....
ia memeluk tubuh pemilik wajah tenang itu dengan begitu eratnya hingga tubuhnya sendiri menempel tanpa jarak pada dada bidang laki laki itu.
Jantung Ester berdetak kencang seperti ia habis lari maraton.
Ia melirik ke sisi kosong dibelakangnya, dan sudah jelas jika ia yang menerobos pembatas dan datang kesisi Yoga.
( Ya Tuhan...apa aku sudah gila ?! Bagaimana aku bisa tidur sampai kesini ?!
kemana perginya bantal guling sialan itu...
apa yang akan dia pikirkan jika ia melihat ini ?! Ah tidak tidak..
dia tidak boleh melihat ini...tapi....tapi aku harus bagaimana ?!
kalau aku bergerak apa dia tidak akan bangun ?! ) Ester bermonolog di dalam hati sampai kepalanya terasa mau pecah karena memikirkan itu.
Dan bersamaan dengan itu, ia melihat Yoga sedikit bergerak.
Ester seketika panik hingga kemudian...
" ahhhhh....!!! " Ester berteriak sekencangnya dan langsung menendang Yoga hingga tubuh Yoga jatuh terpelanting ke lantai.
Brugh...
" aww....shhttttt...ada apa sih ?! Kenapa menendangku seperti ini ?! " ringis Yoga dengan wajah bantalnya dan tangan yang memegangi keningnya yang lebih dulu menyentuh lantai tadi.
Kening Yoga terlihat memerah hingga kepalanya terasa pusing,
sememtara Ester....
di atas tempat tidur ia
kebingungan melihat hal itu.
Ester menggigit bibirnya kuat kuat,
" kenapa menendangku begini ?! Kepalaku jadi pusing " omel Yoga lagi.
" salah sendiri...." jawab Ester ketus namun yang sebenarnya ia kebingungan sendiri, ia takut Yoga menyadari sesuatu.
" salah sendiri apa ?! "
" salah sendiri kenapa kau cari cari kesempatan...sudah kubilang jaga jarak kau malah....
malah...."
" malah apa ?! "
" malah memelukku....tak tahu malu " jawab Ester pada akhirnya sambil melempar pandangannya ke tempat lain agar Yoga tak tahu kebohongannya.
Sedangkan Yoga,
ia mengerutkan kening dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rasanya selama ini ia kalau tidur selalu diam, kalau sudah berbaring dan tidur di satu tempat maka ia juga akan terjaga di tempat itu.
" kenapa diam ?! Kau tidak percaya padaku dan mau menuduhku yang datang padamu dan memelukmu ?! " Ester kembali menyerang, prinsipnya...
Serang lebih dulu sebelum di serang.
" enggak...maaf, aku nggak sengaja....sungguh " ucap Yoga pada akhirnya dengan wajah penuh penyesalan.
Ia tak mau Ester ilfeel dan marah lagi padanya.
Ester diam diam menahan tawa di dalam hati hingga ia melipat bibirnya kuat kuat sambil melempar pandangannya ke tempat lain.
" hari ini kata papa kamu tetap masuk kuliah ?! " tanya Yoga
" enggak, cuma setor absen saja..kenapa ?! "
" nggak papa,
hari ini ayah dan ibu mau langsung balik ke kampung.
Rencananya aku mau ajak kamu nganter mereka ke stasiun " ucap Yoga masih dengan posisi duduk di lantai sambil mengusap usap keningnya yang memerah.
" iya,
aku ikut antar, soal absen aku bisa titip Jasmin aja..." jawab Ester.
Rasanya ia tidak akan enak jika ia tidak mengantar mertuanya.
Yoga tersenyum riang, wajahnya nampak cerah.
" terimakasih ya " cicitnya
" terimakasih kenapa ?! "
" terimakasih sudah mau menerima orang tuaku "
" ckk...lebay " jawab Ester sambil turun dari tempat tidur.
" mau kemana ?! " tanya Yoga dengan cepat.
" mandi....katanya mau antar ayah dan ibu ke stasiun.
kenapa ?! Mau ikut ?! "
" boleh ?! "
Ester sontak melotot kepada Yoga,
" dasar mesum " sentaknya
" kan kamu yang tawari " elak Yoga sambil bangkit dari duduknya di lantai kemudian duduk di sisi ranjang.
" lagi pula tidak ada yang salah jika kita mau masuk kamar mandi bersama " Yoga melanjutkan ucapannya dan sengaja menggoda Ester,
Ester yang hendak melangkah ke arah kamar mandi berhenti dan menoleh menatap Yoga dengan tatapan horor.
" ngomong apasih kamu ?! Jangan mesum ya " protes Ester, ia mulai risih dengan gaya bicara Yoga yang seperti memancing mancing itu.
" mesum apa ?! Bicara hal seperti itu wajar buat pasangan suami istri " bantah Yoga
" tapi kita pasangan suami istri yang berbeda, jadi jaga bicaramu....
aku tidak suka kau bicara mesum seperti itu padaku "
" kalau aku tidak boleh bicara seperti itu kepada istriku...
lalu menurutmu aku harus bicara seperti itu pada siapa ?!
sudah lama sekali aku ingin bicara seperti itu, tapi aku harus menahannya...
Malangnya nasibku, 25 tahun...25 tahun sudah aku harus menahan diri bicara seperti itu, dan sekarang aku masih harus mena...aw....aw...aw..." Yoga meringis ketika Ester tiba tiba melemparnya dengan sendal rumahan yang ia pakai.
" dasar mesum....awas kau bicara seperti itu lagi.." omel Ester sambil melanjutkan langkah ke arah kamar mandi.
" bicara mesum sama istri sendiri itu nggak papa....
harus malah, jadi..
aku bolehkan iku masuk " tiba tiba Yoga sudah berdiri di belakang Ester dan sukses membuat Ester berjingkat kaget.
Reflek Ester memutar tubuhnya dan bersiap hendak memukul Yoga,
Namun ia kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya oleng dan hendak jatuh ke belakang. Beruntung Yoga sigap menangkap tangannya dan menariknya.
Tubuh Ester tertarik dan masuk ke dalam dekapan Yoga.
" lepasin....lepasin nggak...." Ester meronta minta di lepaskan.
Yoga terkikik geli melihat raut wajah Ester yang memerah.
" kenapa tertawa ?! " sentak Ester dengan melotot.
" nggak papa " jawab Yoga sembari mengedikkan bahunya dan nyelonong kembali ke arah pembaringan.
Ia tak berani melanjutkan kejailannya karena netranya yang menangkap sesuatu yang indah dan tubuhnya langsung bereaksi.
Ester mencebik,
" bajumu ada di almari yang itu, cari saja di sana...." ucap Ester sambil menunjuk satu almari yang ada di sisi almarinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Meninggalkan Yoga yang kini kembali duduk di sisi tempat tidur dengan isi kepala yang masih memikirkan Ester.
Tepatnya sesuatu milik Ester yang tadi menabraknya dan sukses membuatnya panas dingin tiba tiba.
mau kasih obat perangsang no no itu lagu lama ga mempan yah ptrrrrrrrr