NovelToon NovelToon
Fairytale

Fairytale

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Romansa
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: @120

Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haruskah ???

"jadi....."

"begini pak leon...,,aku akan bertanggung jawab dengan mengganti rugi kerusakan,namun saat ini sepertinya aku tidak bisa memberikan sejumlah uang...."

Jay terlalu gugup untuk bicara dihadapan leon yang sedang meminta keringanan dengan sedikit memohon kepadanya.

"hem.....,,apa yang ingin kau lakukan..??

"kau pasti sudah tau siapa aku sebenarnya kan ??" tanya leon.

"untuk itu aku meminta keringanan padamu pak,, bisakah aku membayar kerusakan secara bertahap ??"

Leon menyilangkan kedua tangannya dan bersandar pada kursi yang berada di coffe shop.

"aku mengerti keadaanmu sekarang, tapi kau juga lebih tau kan ?? Suku cadang mobil itu tidak ditemukan disini, mereka harus membelinya dari luar negeri,biaya nya akan sangat tinggi sampai mobil itu benar-benar kembali seperti semula,

"apa kau sanggup menanggung semuanya jay...???"

Jay yang gemetar mendengar perkataan leon seakan tidak memiliki jalan keluar sama sekali ditambah keadaan keluarganya sedang diambang kebangkrutan,

"aku tidak sedang menakutimu jay,namun alangkah baiknya diselesaikan secara kekeluargaan dari pada ke ranah hukum kan ??lagi pula kau juga harus membiayai karyawanmu yang terluka kan ??"

"dia sama sekali tidak menyinggung soal kekasihnya,berarti luci belum memberikan uangnya pada jay..." gumam leon.

"apa kau mau mendengar saran dari ku jay ??"

Jay mengangkat kepalanya dan menatap leon dengan penuh kepercayaan dia akan membantunya,nada bicaranya terdengar halus dan tidak mengancam sama sekali,tetap saja jay berpikir buruk pada leon dengan latar belakangnya itu.

"apa....???"

"bagaimana kalau kita buat kesepakatan ??"

"kesepakatan ???"

"iya...,,aku tau perusahaanmu sedang tidak baik-baik saja, bagaimana kalau aku berinvestasi di perusahaanmu..,,kau bisa membayar kerugian saat perusahaanmu berjalan lancar kembali."ucap leon dengan percaya diri.

"apa..?? Untuk apa kau lakukan itu pak ??"

"em....entahlah..,,aku hanya tidak ada pekerjaan saja...,,"

Jay merasa sedikit lega saat mendengar perkataan leon yang bisa saja menyelamatkan dirinya dari perjodohan itu.

"aku....aku bisa saja menerima tawaranmu pak, tapi sebaiknya aku membahasnya dulu dengan ayahku..."jawab jay.

"baiklah terserah kau saja..,,"

Jay benar-benar tidak membahas luci yang bekerja bersama leon,dan sikap itu membuat leon semakin penasaran dengan hubungan mereka berdua.

Jay meninggalkan leon di coffe shop setelah pertemuan mereka selesai.

"dia kembali lagi !! Menyebalkan !!"gumam emma.

Emma membersihkan belas coffe milik jay yang sudah pergi sambil menawarkan refil untuk leon.

"anda mau tambahan pak ??"

"tidak perlu...,,aku akan pergi sekarang..."

Leon berdiri dengan hati-hati menggunakan tongkatnya dan berjalan keluar kedai,

"pria itu sangat tidak tau malu !!! "gumam emma,

Kebencian emma pada leon masih sangat dalam mengingat pelecehan yang dia alami saat usianya baru menginjak 20 an,rasa trauma dan ketakutan terus saja membayanginya,namun dengan kehidupan yang keras, sedikit melupakannya pada luka lama tapi pada akhirnya emma bertemu kembali dengan sosok mengerikan itu.

Sore hari leon kembali menggunakan taxi dan langsung pergi ke bengkelnya,

leon menyibukan diri dengan membuat beberapa furnitur seperti nakas dan kursi santai, leon memilih meluangkan waktunya untuk hal-hal positif agar tidak memikirkan barang haram yang telah lama dia tinggalkan itu,meskipun telah melupakannya tapi rasa itu masih berjejak dalam tubuhnya, demi menghindari hal serupa leon terhanyut dalam pikirannya bersama chloe dan membuatnya sedikit tenang.

"tuan...."

Suara yang lirih dan ragu menghentikan leon untuk sejenak melihat raut wajah yang memelas.

"apa !!!"

"aku ingin keluar sebentar ? Apa boleh ??"

"pergilah...!!!" jawab leon.

"oh..benarkah ??"

Suara yang awalnya ketakutan menjadi kegirangan dan penuh semangat.

"dia paati akan menemui kekasihnya ??"gumam leon.

"terimakasih tuan...."

Luci lantas berjalan dengan cepat meninggalkan bengkel setelah mendapat izin dari leon.

Leon tidak menghiraukan luci yang tidak berarti baginya,

"luci bukanlah chloe !! Untuk apa aku merasa cemburu pada mereka !!

"biarkan saja mereka saling bertemu !! Hubungan yang tidak memiliki kejujuran satu sama lain tidak akan bertahan lama !!

Untuk sesaat leon memikirkan saat bersama chloe,waktu yang mereka habiskan saat melihat aurora dimalam hari.

"tuan...apa kau membenci orang-orang diduniamu ???"

"kenapa kau penasaran ??"jawab leon.

"seseorang mungkin melakukan kesalahan dimasa lalunya,tapi jika orang mau merubah sikap dan perilakunya,pasti orang-orang akan menerimanya dengan baik kan ??

"aku ingin orang-orang didunia ini tidak membenci ayahku karena melakukan hal burik pada semua orang,dia hanya sedang kalut,tapi caranya memang salah, untuk itu aku ingin menghentikan semua ini agar penderitaan semua orang berakhir."

"kau banyak sekali bicara !!!berisik !!"

Saat itu leon memeluk chloe dengan erat ditengah padang rumput,dan memejamkan matanya namun telinganya masih mendengar ucapan chloe.

"tanganmu begitu hangat tuan, aku tidak tau sejak kapan merasa nyaman dalam dekapanmu,meskipun kau selalu marah-marah aku bisa menerima semua itu,jika....jika nanti kau bisa kembali ? Apakah kau akan mengingatku tuan ??

"aku merasa gelisah jika kau terus bersikap kasar,kau tidak akan disukai banyak orang,orang-orang akan terus takut kepadamu..,kau pasti akan merasa kesepian nanti..,,kita berada didunia yang berbeda,,kita tidak akan bisa terus bersama kan ??"

Leon terus saja memikirkan semua ucapa chloe kepadanya,sebuah ungkapan perasaan yang tidak pernah dia mengerti saat mereka bersama namun sangat menyakitkan bahwa kenyataannya mereka tidak lagi bersama.

Leon menjadi murung dan memutuskan kembali kedalam villa saat bulan sudah menampakan keindahannya,

Dalam perjalanannya leon menatap ke langit yang gelap dengan bulan sabit yang terlihat memudar,tidak seperti malam saat bersama chloe,meskipun langit sangat gelap,namun dengan kebersamaannya terasa sangat terang dan hangat.

Setiap hal yang leon lakukan selalu mengingatkannya pada chloe,begitu juga saat berendam dalam air hangat.

Leon menyangga kepalanya dengan satu tangan,pikiran yang terus terlintas wajah chloe sangat membuatnya frustasi.

"aku pikir dia sudah tidur sekarang, lebih baik aku katakan saja besok !!!"

Luci telah kembali dari suatu tempat untuk bertemu dengan jay,namun kepulangannya menjadi malam yang buruk setelah mengetahui keterlibatan leon dengan jay.

Luci sedikit marah pada leon dan akan meluruskan apa yang telah dia dengar dari jay.

Luci membaringkan tubuhnya dikasur setelah membersihkan diri,namun tidak bisa untuk memejamkan matanya,pikirannya terlalu dalam untuk memikirkan perkataan jay.

"tidak bisa dibiarkan !!!!"

Luci bergegas kedalam kamar leon dan membuka pintu dengan kasar.

"aku ingin bicara...!!!"

Leon yang sedang berdiri memilih buku di rak bukunya terkejut dengan kedatangan luci yang terlihat kesal.leon enggan menanggapinya namun luci memberanikan diri untuk mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.

"kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau terlibat urusan dengan jay..!!!"

Leon hanya fokus dengan bukunya dan tidak bergeming sama sekali.

luci sedikit mendekat pada leon dan berdiri dibelakangnya.

"kau dengar kan !!! Kau berpura-pura baik kepadaku dengan meminjami aku uang,dan sekarang kau mencoba untuk memeras jay ??"apa yang kau rencanakan !!!!"

"ppffttt....."

Leon hanya menyeringai mendengar ocehan luci yang tidak masuk akal tersebut.

"aku tau semua kebusukanmu itu !! Kau bahkan bukan manusia !! Kau adalah monster !! Jadi akan sangat memuaskan bagimu jika menyakiti orang-orang kan ?? Apa kau berniat menjatuhkan jay sekarang ?? Kau membuat kami berlutut dikakai mu kan ??"

Leon meletakan bukunya kembali ke dalam rak dan berbalik arah menatap luci,leon menaruh tongkatnya dipundak luci dengan keras.

"dug...!!!!"

"aku bukan manusia ?? Tunjukan padaku ? Seperti apa monster itu..??

"apa aku menggigitmu?? Apa aku membakarmu dengan apiku ?? Jelaskan padaku...!!!!"ucap leon.

"apa yang kau katakan dasar gila..!!!" ucap luci lirih.

"gila..??

"kau bilang aku gila ?? setelah aku pikir pikir sepertinya kau sudah kelewat batas ya.!! Hanya karena aku bersikap baik kepadamu selama ini,kau meremehkan ku dengan keadaanku sekarang ??'

Leon melempar tongkatnya dan menarik luci kedalam dekapannya.

"kekasihmu itu sudah menghancurkan mobil kesayanganku,itu hadiah dari ibuku,dan kekasihmu itu sedang ada masalah internal,apa kau tidak diberi tahunya kalau perusahaannya akan bangkrut ?hutangnya dimana-mana..,,kau pikir dengan berhubungan dengannya hidupmu akan terjamin ??dia mungkin hanya mempermainkanmu saja luci...!!!"

"apa yang kau katakan...!!!"

Leon menurunkan sweater milik luci dengan lembut sambil terus memanipulasinya sebagai balasan atas ucapannya.

"kau tidak tau ?? Ayahnya jay akan menjodohkannya dengan wanita yang lebih tua darinya,kau tau demi apa ? Demi uang..!! Demi membayar hutang..!!! Apa kau pikir bisa menyelamatkan pacarmu itu ? Bagaimana ? Dengan berhutang padaku ??

"aku bisa saja melupakan ganti rugi itu,apa kau mau membantu kekasihmu itu ?? Kau bisa menjual dirimu padaku,aku akan melupakan semua urusanku dengannya,bagaimana..???"

Luci menatap penuh kepercayaan pada leon dan terbawa arusnya,

"apa kau yakin..??"ucap luci lirih.

"tentu saja..."jawab leon.

"wanita murahan !!"gumam leon.

Leon memegang pipi luci dengan lembut,begitu juga dengan luci yang perlahan membelai leon dengan lembut dan saat leon lengah luci mendaratkan sebuah pukulan di wajah leon.

"bug...!!!!"

"aarrggghhhh.....,,,

Leon sedikit menunduk dan merasakan keram pada rahangnya,tinjuan luci yang sangat keras membuat leon mengeluarkan darah dari mulutnya.

"cuh...!!! Hahaha....."

"kau pikir aku bodoh seperti wanita yang sudah kau permainkan selama ini !!! Dasar brengsek...!!!"

Lusi mengambil sweaternya dan berjalan keluar kamar,namun langkahnya terhenti saat tangannya ditarik oleh leon,dan leon sudah berada di belakangnya.

Luci merasa terkejut dengan pergerakan leon yang begitu cepat dari tempat mereka berdiri,dan melihat leon berjalan tanpa tongkatnya.

"apa yang terjadi ??"

Saat fokusnya tertuju pada kaki leon,luci tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada diatas kasur dengan kedua tangan dicengkeram dan ditindih oleh leon.

"bajingan lepaskan aku..!!!

"kau membodohiku dengan pura-pura lumpuh !!"

"tidak itu benar...,,tapi berkat dirimu aku bisa merasakan sensasi amarahku kembali, dan saat itu juga aku bisa merasakan kakiku sangat ringan lalu aku mengejarmu..!!!"

semirik senyuman tipis leon yang terlihat cabul membuat luci sangat ketakutan dan gemetar.

"lepaskan aku..!! Apa yang akan kau lakukan ??"

"tenang saja..,,jika kau menurut kau tidak akan kesakitan..."

"tapi....ini berat....,,"ucap luci lirih.

"tentu saja..,,jika aku tidak menindihmu,kau pasti akan kabur kan..??"

Tubuh luci terus memberontak saat leon duduk diantara kedua kakinya,tangan kiri leon mencengkeram kedua tangan luci diatas kepalanya,tangan kanan leon bebas bergerak dan sedikit mempermainkan luci,

"apa kau tidak bisa diam ? Kau tau berapa banyak hutangmu ? Jika kau berpikir untuk kabur,kau tidak akan bisa kembali pada dirimu yang dulu,ingat itu,aku akan selalu mengejarmu kemana kau pergi,,kau pasti tau siapa aku kan ..??"

Tatapan luci semakin terlihat sedih,ketidak berdayaan nya memakan semua keberaniannya,luci harus memikirkan keluarganya juga dan semua kehidupannya.

Luci tidak lagi memberontak,tubuhnya menjadi pasrah,leon tersenyum tipis sambil membelai wajah luci yang begitu ketakutan.

Leon mulai mengendus leher luci dengan lembut dan sesekali menjulurkan lidahnya ketelinga luci.

"hentikan...."

Leon membuka satu kaki luci dan merabanya,leon tidak berhenti membuat rangsangan pada luci dibagian lehernya.

"rasanya aneh..,,otaku seperti kosong, dan berat..,,tubuhnya sangat berat...,,sensasi ini membuatku merinding....,,apa yang dia lakukan ??""ucap luci dalam hati."

"aaahhh....hentikan tuan...."

tubuh luci terasa lemas dan tenaganya terasa terkuras hanya untuk menahan sensasi tersebut,leon tidak berhenti menciumi telinga luci sampai tubuhnya menggeliat,

Nafasnya tidak beraturan,detak jantungnya semakin cepat,tubuhnya mulai terasa sangat panas,

Tangan leon mulai menurunkan pakaian luci dari atas,dan terlihat buah dadanya yang sudah kuncup, leon melepaskan cengkeramannya dan mulai turun untuk menikmati buah dada luci.

Mata lusi terasa sangat berat dan tatapannya tidak pasti,lusi melihat wajah leon yang samar dan yang terus mengendus tubuhnya.

"tidak tuan...,,jangan...."

Lusi sedikit mendorong leon saat ingin menciumi buah dadanya, leon yang merasa terganggu kembali memegangi kedua tangannya.

ketakutan luci semakin besar,luci hanya pasrah melihat tubuhnya dinikmati oleh seorang bajingan dan kenyataan itu membuatnya meneteskan air matanya.

"slurup....!!!!"

"leon....!!! Buka pintunya...,,ibu datang...!!!!"

Teriakan yang begitu keras dengan suara ketukan pintu memecah hasrat leon yang sedang bergairah, luci merasa terselamatkan malam itu dan dengan cepat merapikan pakaiannya begitu juga dengan leon.

"mengganggu saja...!!!!"

Leon berjalan keluar kamar dan membuka pintu,sebelum ibu leon masuk,luci berlari kedalam kamarnya dalam kegelapan ruangan untuk menyembunyikan dirinya.

"ada apa ibu malam-malam kesini..??ini sudah larut ibu..!!!"

"apa yang terjadi kenapa berantakan sekali ??"

"aku sudah tidur tadi ibu..,,"

"dan apa ini ?? Kau sudah hisa berjalan nak.??"

Ibu leon melihat leon berjalan dengan lancar tanpa alat bantu dan mengikuti ibunya masuk kedalam rumah tersebut.

"ah...iya...baru saja.."

"baru saja kau bilang ?? Yang benar saja..??dimana pelayan itu ?"

"mungkin sudah tidur,katakan ada perlu apa ibu kemari ??"

Leon terlihat sangat gelisah,keberadaan ibunya terlalu mengganggu urusan pribadinya dan menjadi sangat tidak tenang.

"apa yang sedang kalian lakukan ?? Kenapa kau terlihat panik leon ??"

"apa yang ibu katakan ?? "

Leon mengubah topik pembicaraan sambil membuatkan ibunya minuman,

"apa ibu akan menginap ?ini sudah larut,ibu pulang besok saja ya bersamaku, aku akan mengatakan sesuatu pada ayah,sekalian aku akan mencoba kakiku untuk mengemudi.."

"oh...baiklah nak..,,ibu senang mendengarnya."

Ibu leon sangat mudah dibujuk,leon sangat mengerti dengan sifat ibunya dan menyembunyikan hubungannya dengan luci malam itu juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!