NovelToon NovelToon
Istri Bayaran Ceo Tampan

Istri Bayaran Ceo Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Khusus Dewasa 📌

"Menikahlah denganku dan akan kupastikan semua kebutuhanmu kupenuhi tanpa terkecuali."

Sebuah tawaran yang tentu saja tidak akan bisa ditolak oleh Calista mengingat ia butuh uang untuk pengobatan Ibunya yang sudah lama menderita penyakit jantung.

Rupanya tawaran dari Dennis Satrya memiliki syarat yang cukup sulit. Yaitu, membuat Calista harus dibenci oleh keluarga Dennis.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti dan simak cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Pagi itu, meja makan di kediaman Satrya kembali terasa seperti medan perang yang membeku di bawah lapisan kemewahan yang menyesakkan. Calista duduk dengan punggung tegak sempurna, menyesap tehnya dalam diam yang meditatif, sementara di seberangnya, Susi dan Puput melemparkan tatapan yang cukup tajam untuk mengiris udara. Calista ingat betul peringatan Denis semalam: ia harus menjadi wilayah terlarang, wanita paling dingin yang pernah ada. Dan ia menjalankan peran itu dengan ketepatan seorang algojo yang tak memiliki keraguan.

"Calista, aku butuh tambahan uang untuk membayar cicilan perhiasanku bulan ini. Sepuluh jutaku hilang dijambret kemarin, dan kau tahu itu bukan salahku. Aku butuh dana darurat sekarang juga," ucap Susi dengan nada menuntut yang serak karena amarah yang tertahan, mencoba memecah keheningan yang menyesakkan di ruang makan tersebut.

Calista meletakkan cangkir teh porselennya tanpa menimbulkan suara sedikit pun sebuah kontrol diri yang luar biasa. Ia mendongak dan menatap Susi dengan mata yang kosong, datar, dan benar-benar tak terjangkau, seolah wanita di depannya hanyalah pajangan dinding yang tidak penting.

"Anggaran bulan ini sudah final, Nyonya Susi. Tidak ada celah untuk tambahan dana bagi kecerobohan pribadi," jawab Calista dengan suara sedingin es yang mengalir di pegunungan. "Jika Anda butuh uang, silakan jual salah satu koleksi tas lama Anda yang memenuhi paviliun. Itu jauh lebih efisien bagi manajemen rumah tangga kita daripada terus-menerus membebani kas yang sudah terencana."

"Kau benar-benar tidak punya hati! Manusia macam apa kau ini?!" bentak Puput sembari menggebrak meja hingga sendok perak beradu dengan piring. "Kau pikir kau siapa?! Kau hanyalah orang asing yang beruntung bisa masuk ke sini melalui tubuhmu!"

Calista hanya mengalihkan pandangannya pada Puput sebentar, lalu kembali pada buku di tangannya tanpa sedikit pun riak emosi di wajahnya. Ia tidak membalas makian itu, tidak marah, dan tidak menunjukkan ketersinggungan. Sikap dinginnya yang seperti tembok raksasa itu justru membuat Susi dan Puput semakin naik pitam hingga napas mereka memburu. Bagi mereka, kemarahan Calista bisa mereka lawan dengan teriakan yang lebih keras, namun ketidakpedulian mutlak dari Calista adalah penghinaan paling brutal yang pernah mereka rasakan dalam hidup mereka sebagai anggota keluarga Satrya.

Namun, di balik topeng kedinginan yang ia pasang dengan sangat kokoh di depan Susi dan Puput, jantung Calista sebenarnya berdenyut dengan ritme kecemasan yang ia sembunyikan rapat-rapat dalam relung jiwanya. Setiap kali ia bersikap keras dan memancing kebencian di rumah ini, ia selalu memastikan satu hal yang paling krusial: hubungannya dengan Denis harus tetap terjaga di jalur yang sangat baik dan harmonis.

Calista tahu betul titik lemah dan kekuatannya. Ia bukan hanya sekadar istri di atas kertas atau hiasan ruang tamu; ia adalah seorang putri yang sedang mempertaruhkan segalanya demi ibunya. Baru saja kemarin sore, ia menerima laporan terperinci dari rumah sakit bahwa biaya pengobatan intensif, perawatan fisioterapi, dan seluruh operasi lanjutan sang ibu telah dilunasi sepenuhnya oleh sekretaris pribadi Denis.

Setiap detak jantung Ibu adalah hutang darahku pada Denis, batin Calista pedih sembari menatap ke luar jendela.

Kesadaran pahit itu membuatnya harus berjalan di atas tali tipis yang sangat licin. Ia tidak boleh terlalu dingin kepada Denis hingga pria itu merasa diabaikan atau merasa investasinya sia-sia, namun ia juga harus menjaga agar tidak terlalu hangat hingga ia melupakan batasan profesionalitas kontrak yang menjadi pondasi hubungan mereka. Ia harus menjadi asisten yang paling cekatan, istri yang paling patuh, dan satu-satunya sekutu yang paling bisa diandalkan oleh Denis agar aliran dana pengobatan ibunya tidak pernah terhenti barang sedetik pun. Bagi Calista, Denis adalah satu-satunya pelampung di tengah samudra yang luas, dan ia tidak boleh melepaskannya.

Saat jam menunjukkan pukul delapan, Denis bersiap berangkat ke kantor. Calista berdiri di depan pintu utama dengan jas suaminya sudah siap di tangan sebuah rutinitas pelayanan yang ia jalankan dengan penuh dedikasi dan kepatuhan yang anggun. Ia membantu Denis mengenakan jasnya, merapikan kerah kemeja yang sedikit miring, dan memastikan setiap detail penampilan suaminya sempurna dengan jemari yang stabil, meski ia tahu sepasang mata penuh kebencian milik Susi sedang mengintai dari balik pilar lantai dua.

"Kau tampak sedikit lebih tenang pagi ini," ucap Denis pelan, suaranya berat dan mengintimidasi namun mengandung perhatian yang tersembunyi. Ia mengunci tatapan mata Calista dengan sangat lekat.

Calista memaksakan sebuah senyum tipis yang terlihat tulus, jenis senyum yang telah ia latih hanya untuk diberikan pada Denis guna menjaga harmoni dan kenyamanan pria itu. "Aku hanya memastikan semuanya berjalan sesuai keinginanmu, Mas. Ibu tirimu dan Puput mungkin akan sangat membenciku pagi ini, tapi aku menjamin keuangan rumah akan tetap stabil dan disiplin tetap terjaga."

Denis mengangguk perlahan, tampak puas melihat bagaimana Calista menjalankan instruksinya dengan sangat efektif. "Tetaplah seperti itu. Jangan biarkan mereka menginjak harga dirimu, dan yang paling penting, jangan biarkan pria mana pun mencairkan sikap dinginmu itu. Aku membayar untuk kesetiaan dan kedinginanmu kepada dunia."

"Tentu saja, Mas. Aku tahu persis siapa yang memegang kendali atas hidupku dan siapa yang harus aku prioritaskan saat ini," jawab Calista dengan makna ganda yang hanya dipahami oleh batinnya sendiri.

Bagi Calista, setiap hari yang ia lalui di istana Satrya adalah sebuah tindakan penyeimbangan yang sangat berbahaya. Ia harus rela menjadi wanita yang paling dibenci dan dicaci oleh mertua serta adik iparnya demi menjalankan mandat dari Denis, sembari terus menjaga agar sang penguasa tetap merasa dihormati dan dilayani dengan sempurna.

Ia adalah seorang tawanan dalam kemewahan yang megah, seorang ratu es yang hatinya tetap bergetar hebat setiap kali bayangan wajah pucat ibunya di ranjang rumah sakit melintas di pikiran. Di dunia yang keras ini, kehangatan asli adalah kemewahan yang tidak bisa ia beli dengan uang, dan selama Denis adalah satu-satunya pria yang membiayai napas ibunya, Calista akan tetap menjadi milik Denis yang paling setia, paling patuh, sekaligus paling dingin kepada siapapun yang berani mengusik mereka. Ia telah menjual emosinya demi nyawa orang yang ia cintai, dan bagi Calista, itu adalah harga yang pantas ia bayar, meski ia harus hidup dalam kesendirian yang membeku di tengah keramaian rumah itu. Calista menyadari bahwa di rumah ini, ia adalah perisai Denis yang paling tajam, dan ia akan memastikan tidak ada satu pun serangan yang bisa menembusnya, selama Denis tetap memegang tali kehidupan bagi ibunya.

Komen dan Like ❤❤🙏🙏🥰🥰

1
Nurhartiningsih
baru awal udah nyesek
Kadek Soma
semakin seru aja ni cerita nya lanjut
partini
ngeri ini laki laki macam pesikopat
Sastri Dalila
👍👍👍 seruu juga thor
Sastri Dalila
👍👍👍seru kyknya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!