NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Awal Mula.

Shafiya ditangani oleh Dokter wanita berkacamata yang saat ini memeriksanya. Sementara Arash hanya duduk di dalam ruangan itu menunggu bagaimana proses Dokter dalam menangani Shafiya.

Shafiya bermasalah dengan mentalnya dan sudah pasti Dokter yang menanganinya juga berhubungan dengan kejiwaan. Shafiya terus-menerus diajak berbicara oleh Dokter tersebut dengan menunjukkan beberapa gambar.

Shafiya seperti konsultasi dengan seorang psikolog. Arash memang tidak bisa tinggal diam melihat istrinya terus seperti orang kehilangan arah.

Orang seperti Shafiya yang kehilangan setengah kesadarannya sangat mudah dipengaruhi dan bisa-bisa kondisinya akan memburuk.

Sampai akhirnya pemeriksaan itu selesai dengan Arash berbicara serius dengan Dokter tersebut.

"Lalu bagaimana keadaan istri saya?" tanya Arash.

"Saya melihat banyak sekali perkembangan terhadap Nona Shafiya, jika tuan terus berada di sisinya dan menemaninya, maka Nona Shafiya perlahan akan sembuh dan akan kembali seperti semula," jawab Dokter.

"Tetapi saya mengingatkan kepada tuan, kedepannya agar lebih berhati-hati lagi, sebaiknya Nona Shafiya dihindari dengan keributan, bentakan dan kalau bisa jangan dibawa ke tempat-tempat yang adanya keributan sehingga dia melihatnya, mentalnya bisa terganggu kembali dan saya takutnya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadi saya serahkan semua kepada tuan jika memang ingin istrinya sembuh lebih cepat," ucap Dokter dengan penjelasannya

Arash terdiam, memang semua tergantung padanya, selama ini dia yang menyakiti Shafiya, memperlakukan dengan sesuka hatinya membuat mental istrinya rusak.

"Tuan, kelembutan yang diberikan dengan penuh ketulusan akan menjadi obat yang jauh lebih ampuh dari obat-obat manapun," ucap Dokter dengan tersenyum.

"Baiklah Dokter, terima kasih untuk semuanya!" ucap Arash membuat Dokter menganggukan kepala.

*****

Shafiya dan Arash setelah mengunjungi Dokter. Arash dan Shafiya sudah berada di dalam mobil yang masih terparkir di depan rumah sakit.

"Kamu ingin melakukan sesuatu?" tanya Arash. Shafiya menoleh ke arah suaminya itu bingung mendengar pernyataan itu.

"Kebetulan saya tidak sibuk dan jika kamu mau, maka tidak masalah sama sekali," ucap Arash.

"Tetapi aku tidak tahu harus ke mana?" tanyanya.

"Baiklah, kalau begitu saya akan membawa kamu," ucap Arash.

Shafiya menganggukkan kepala menurut apa yang di katakan suaminya. Arash mengendarai mobil tersebut meninggalkan rumah sakit.

Tidak lama akhirnya mobil itu berhenti di depan sebuah gedung, ternyata gedung itu merupakan gedung perpustakaan yang Shafiya menurunkan kaca mobil dan melihat gedung tersebut merasa tidak asing di dalam pikirannya.

"Kamu pernah ke tempat ini?" tanya Arash.

Shafiya menganggukan kepala.

"Bagaimana tidak pernah karena memang sebelum menikah denganku, kamu terus menghabiskan waktu dalam perpustakaan," batin Arash.

Sepertinya belakangan ini dia mencari tahu apa yang diinginkan Shafiya, mendekatkan Shafiya pada kebiasaannya agar perlahan sembuh, Arash juga tidak mengerti mengapa dia tiba-tiba saja seeffort itu untuk menyembuhkan istrinya.

"Ayo!" ajak Arash.

Shafiya menganggukan kepala dan kemudian membuka sabuk pengamannya, dari apa yang dia lakukan sudah memperlihatkan bahwa dia memang sudah mulai sembuh karena sudah terlihat mulai mandiri.

Di dalam perpustakaan terlihat Shafiya berjalan perlahan di depan Arash yang hanya mengikutinya di belakangnya dengan kedua tangan berada di saku celananya.

Arash hanya mengawasi apapun yang dilakukan Shafiya. Shafiya melihat-lihat buku yang berada di rak-rak yang tersusun rapi, jari-jarinya bermain begitu indah ingin mengambil salah satu buku yang ingin dia baca.

Sampai akhirnya langkahnya terhenti dengan kepalanya terangkat sedikit ke atas, tangan kecil itu berusaha untuk meraih salah satu buku yang cukup tinggi sampai membuat kakinya berjinjit.

Dalam kesulitannya dia melakukan hal itu membuat Arash mengambil buku tersebut.

Pandangan mata Shafiya beralih ke arah pria yang saat ini menatap dirinya, dalam keadaan seperti itu pasangan suami istri itu masih sempat-sempatnya saling menatap satu sama lain.

"Ini!" Arash memberikan buku itu kembali membuat Shafiya menganggukkan kepala dengan mengambilnya.

Shafiya kemudian kembali melanjutkan langkahnya duduk di lantai dengan kedua lututnya ditekuk dan bersandar pada buku. Shafiya mulai membaca buku.

Arash duduk di depannya dengan sedikit berjarak. Arash melihat bagaimana Shafiya membuka buku tersebut dan ternyata sudah ada tanda.

Artinya Shafiya mengingat kebiasaannya dia sudah pasti mengingat bahwa sering ke tempat itu dengan membaca buku secara langsung di tempat itu sehingga diberikan tanda.

Arash terus memperhatikan bagaimana Shafiya begitu tenang dalam membaca buku. Sampai Arash tiba-tiba saja mengeluarkan ponselnya.

Arash mengambil foto Shafiya yang terlihat begitu tenang dan anggun. Arash tiba-tiba saja tersenyum dan entahlah apa yang ada dipikirannya saat ini.

Selesai menemani istrinya di perpustakaan, mereka cukup lama berada di sana sekitar 1 jam lebih. Arash dan Shafiya saat ini sedang menikmati makan siang di salah satu Restaurant dengan keduanya duduk saling berhadapan.

Shafiya masih sedikit kebingungan melihat makanan di depannya, makanan itu terlalu banyak garnis yang harus dicampurkan agar makanan itu enak.

Arash mengerti apa yang diinginkan istrinya membuat Arash membantu Shafiya mencampurkan sedikit kuah yang diletakkan di dalam mangkok kecil dan menambahkan perasan jeruk nipis, serta taburan-taburan lainnya.

"Makanlah!" ucap Arash ketika sudah menyelesaikan pekerjaannya. Shafiya menganggukkan kepala dan mulai mencicipi makanan tersebut.

Shafiya melanjutkan makannya dengan tenang. Arash juga makan dengan sesekali melihat ke arah Shafiya.

Meski keduanya tidak mengobrol dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan bersama, tetapi sudah pasti ada momen-momen romantis tipis-tipis dan perhatian besar diberikan Arash.

Dari cara berbicaranya begitu lembut, cara memperlakukan Shafiya dan bahkan selalu memperhatikannya.

Arash dan Shafiya melakukan banyak hal positif selama di luar setelah menyelesaikan pengobatan istrinya, dari perpustakaan, makan bersama, jalan-jalan di taman dan saat ini Arash membawa Shafiya untuk berjalan-jalan di sekitar pinggir pantai, mata Shafiya terus melihat kearah pantai dengan sapuan ombak tampak tenang.

Suasana pantai di sore hari terlihat begitu indah dan bahkan tidak terlalu ramai. Tiba-tiba saja Arash menghentikan langkahnya. Ketika Shafiya memegang pergelangan tangan Shafiya.

"Ada apa?" tanya Arash dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Aku capek berjalan dan ingin duduk," ucap Shafiya.

"Baiklah," sahut Arash.

Arash mencari tempat duduk cukup nyaman, duduk di pinggir pantai melihat senja menjauh di ujung sana, karena cuaca memang sudah terlihat sore.

"Shafiya!" tegur Arash membuat Shafiya menoleh kearah Arash.

"Bagaimana? Apa kamu sudah jauh lebih baik? Apa kamu sudah tenang saat ini?" tanya Arash.

Shafiya menganggukkan kepala, dia merasa dirinya jauh lebih fresh, entah mengapa ketertarikannya dalam hidup mulai meningkat.

"Aku bisa melihat hal itu, banyak perubahan yang terjadi pada kamu, kamu sudah seperti Shafiya yang pertama kali aku temui," ucap Arash.

"Lalu jika aku kembali seperti itu? Apa kamu akan kembali menyakitiku?" tanya Shafiya.

Deg.

Arash seketika terdiam dengan mata terbuka lebar, tidak pernah terpikirkan bahwa kalimat itu akan terlontar dari mulut Shafiya.

Jika Shafiya bertanya seperti itu sudah pasti dia kembali mengingat perlakuan Arash kepadanya. Bagaimana luka yang dia terima, luka batin yang dia dapatkan.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!