NovelToon NovelToon
My Possession Hot Daddy

My Possession Hot Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Sepuluh tahun Aluna (20) hidup dalam "sangkar emas" milik Bramantyo (35), wali tunggal sekaligus sahabat mendiang ayahnya. Bagi Aluna, Bram adalah pelindung yang ia panggil "Daddy". Namun bagi Bram, Aluna adalah obsesi yang ia rawat hingga matang.
Saat Aluna mulai menuntut kebebasan, kasih sayang Bram berubah menjadi dominasi yang gelap. Tatapan melindunginya berganti menjadi kilat posesif yang membakar. Di antara rasa hormat dan hasrat terlarang, Aluna harus memilih: tetap menjadi putri kecil yang penurut dalam kuasa Bram, atau melarikan diri dari jerat pria yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Badai di balik kabut

Cahaya matahari pagi di Lembang tidak pernah benar-benar terik; ia hanya menyelinap malu-malu di balik kabut putih yang menyelimuti hutan pinus di luar jendela kaca besar villa. Di dalam kamar utama, api perapian telah lama padam, menyisakan aroma kayu pinus terbakar yang khas dan kehangatan yang masih tertinggal di balik selimut satin abu-abu yang berantakan.

Aluna terbangun dengan rasa pegal yang manis di sekujur tubuhnya—sebuah pengingat konkrit atas intensitas "selebrasi" semalam. Ia merasakan lengan kokoh Bramasta masih melingkar protektif di pinggangnya, menarik punggungnya menempel erat pada dada bidang pria itu.

Bramasta rupanya sudah terbangun lebih dulu. Ia tidak sedang tidur, melainkan sedang menyesap aroma vanila dan mawar dari tengkuk Aluna dengan mata terpejam, seolah sedang mengisi ulang energinya dari tubuh gadis itu.

"Selamat pagi, Little Bird," bisik Bramasta. Suaranya serak khas bangun tidur, sebuah nada maskulin yang selalu berhasil membuat bulu kuduk Aluna meremang.

Aluna berbalik dalam kungkungan lengan itu, menatap wajah Bramasta yang tampak jauh lebih santai tanpa setelan jas kantornya yang kaku. "Jam berapa sekarang, Daddy?"

"Cukup pagi untuk membuat dunia melupakan kita sejenak," jawab Bramasta sambil mengecup ujung hidung Aluna. "Kakek sudah menelepon tiga kali pagi ini. Beliau sangat khawatir kau kedinginan atau tidak nyaman di sini. Sepertinya sifat protektifnya sedang berada di level tertinggi."

Aluna tertawa kecil, membayangkan wajah cemas Tuan Adiguna yang biasanya ditakuti oleh seluruh direktur bank di negeri ini. "Kakek memang terkadang berlebihan. Beliau memperlakukanku seolah aku masih berusia lima tahun yang bisa hancur hanya karena hembusan angin."

"Karena bagi pria-pria Adiguna, kau adalah segalanya, Aluna," raut wajah Bramasta berubah sedikit lebih serius. Ia mengelus rahang Aluna dengan jemarinya yang kasar namun sangat lembut. "Aku sudah mengirim tim untuk membersihkan sisa-sisa barang Clara dari apartemennya yang dibiayai perusahaan. Dalam hitungan jam, dia tidak akan punya apa-apa lagi. Namanya akan dihapus dari sejarah Bramasta Group."

Aluna merasakan kepuasan itu merayap kembali, sebuah rasa kemenangan yang murni. Ia menyandarkan kepalanya di dada Bramasta, mendengarkan detak jantung pria itu yang tenang namun kuat. "Daddy... apa menurutmu keluarga Clara akan diam saja? Ayahnya sangat dekat dengan Kakek, bukan? Mereka teman lama sejak masa rintisan bisnis."

Bramasta menyeringai dingin, sebuah ekspresi yang menunjukkan sisi kejam sang penguasa korporat. "Biarkan mereka mencoba. Ayah Clara mungkin kawan lama Kakek, tapi Kakek lebih memilih membakar seluruh bisnis mereka sampai menjadi abu daripada melihat cucu kesayangannya meneteskan air mata lagi. Kau sudah memenangkan hati kakekku, Aluna. Itu adalah perisai terkuatmu yang bahkan tidak bisa ditembus oleh sejarah persahabatan mana pun."

Beberapa jam kemudian, mereka duduk di balkon villa yang menghadap langsung ke lembah yang masih berselimut kabut tipis. Aluna hanya mengenakan kemeja putih milik Bramasta yang kebesaran, menutupi tubuhnya hingga pertengahan paha, sementara Bramasta duduk di sampingnya sambil menyesap kopi hitam tanpa gula.

Suasana begitu damai, hanya ada suara kicauan burung dan gesekan dahan pohon pinus. Sampai sebuah notifikasi dari tablet milik Bramasta yang tergeletak di meja memecah keheningan. Aluna memperhatikan perubahan raut wajah Bramasta—dari tenang menjadi tajam dalam sekejap, matanya berkilat penuh amarah yang terkendali.

"Ada apa, Daddy?" tanya Aluna lembut, meskipun ia sudah bisa menebak ada sesuatu yang tidak beres.

Bramasta membalikkan layar tabletnya ke arah Aluna. Sebuah artikel berita online lokal mulai naik dan menjadi viral di media sosial. Judulnya provokatif dan menjijikkan: "Skandal di Bramasta Group: Pemecatan Sepihak Sang Pewaris Sahabat atau Drama Orang Ketiga?"

Di sana, ada foto buram Clara yang sedang menangis tersedu-sedu saat diseret keluar kantor oleh petugas keamanan, namun yang membuat jantung Aluna berdesir adalah kutipan di bawahnya yang sangat menyudutkan.

"Seorang sumber terdekat mengklaim bahwa Aluna, cucu angkat keluarga Adiguna, memiliki pengaruh yang tidak wajar terhadap CEO Bramasta Group. Diduga, pemecatan ini adalah bentuk kecemburuan buta yang mengorbankan profesionalitas perusahaan..."

Aluna mengepalkan tangannya di bawah meja, kukunya menekan telapak tangan. "Dia mulai bermain kotor. Dia mencoba menyerang namaku agar Kakek meragukanku."

Bramasta bangkit dari kursinya, melangkah mendekati Aluna dan berdiri di belakangnya. Ia meletakkan tangannya di bahu gadis itu, meremasnya pelan untuk memberikan kekuatan. "Dia tidak sedang bermain kotor, Aluna. Dia sedang menggali kuburannya sendiri dengan tangannya sendiri. Dia pikir dengan membawa namamu ke publik, dia bisa menekanku agar mempekerjakannya kembali?"

Bramasta membungkuk, berbisik tepat di telinga Aluna dengan nada yang sarat akan janji kehancuran bagi siapa pun yang berani mengusik miliknya. "Dia lupa bahwa semakin dia menyentuhmu, semakin besar alasan bagiku untuk menghancurkan keluarganya sampai ke akar-akarnya. Kakek pasti sudah melihat berita ini sekarang, dan percaya padaku, kemarahan Kakek Adiguna akan jauh lebih mengerikan daripada kemarahanku. Beliau tidak akan mentoleransi siapa pun yang mencoba mencoreng nama baik 'permata'-nya."

Aluna menatap kabut yang mulai menipis di kejauhan. Ia tahu, liburan tenang ini akan segera terusik. Clara tidak akan menyerah begitu saja dengan sisa-sisa koneksi yang ia punya, dan Tuan Adiguna pasti akan segera mengirimkan armada keamanannya ke villa ini untuk menjemput Aluna kembali ke "sangkar" yang lebih aman.

Namun, di balik kekhawatiran itu, Aluna merasakan adrenalin yang memuncak. Ia menyukai posisi ini. Menjadi pusat badai, melihat bagaimana dua pria paling berkuasa di dinasti Adiguna siap mendeklarasikan perang total demi dirinya.

"Daddy," panggil Aluna sambil menoleh, menatap mata elang Bramasta dengan binar keberanian yang berkilat. "Jangan biarkan mereka menjemputku pulang dulu. Aku ingin melihat bagaimana Daddy menghancurkan mereka dari sini. Di tempat ini, di mana hanya ada kita."

Bramasta tertawa bangga, sebuah tawa maskulin yang terdengar sangat puas. Ia menarik Aluna ke dalam pangkuannya, mengabaikan kopi yang mulai mendingin di meja.

"Apapun untuk ratuku. Kita akan menonton kehancuran mereka dari singgasana di balik kabut ini. Biarkan mereka berteriak di luar sana, sementara kau tetap aman di dalam dekapanku."

Bramasta kembali mencium Aluna, kali ini dengan intensitas yang lebih dalam, seolah ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun berita murahan di luar sana yang bisa mengganggu kedamaiannya. Di balik jendela yang mulai berembun, perang besar di dunia luar baru saja dimulai, namun di dalam villa itu, Aluna telah memenangkan segalanya.

1
ollyooliver🍌🥒🍆
kok diupload ulang
Senja_Puan: wah iya kak, salah masukin draft
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
oh pake alarm ya..instan🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
pdhl sikap aluna yg beginilah yg membuat clara sangat pintar menjatuhkan lawan😄
ollyooliver🍌🥒🍆
nah dri caramu mencari simpatilah, kau dikatakan bayi...mencari perlindungan dri orng lain bukan mengandalkan diri sendiri. pake otaklah dikit😌
ollyooliver🍌🥒🍆
aluna nih bodoh, pdhl bram tdk seperti.itu tapi dia mudah kepancing, sdh tau clara sperti itu..lawan dong, buat panas"in dia bukannya diam. dan sebenarnya apa yg dikaatakan clara itu harusnya dibjadikan senjata buat manasin balik clara.😌
Anisa675
heh Lo Bram. belain tuh kesayangan Lo. bisa-bisamya digituin
Anisa675
Ini nenek nya keblinger banget.. bodoh sebodoh-bodohnya... Aluna come on baby, wake up. banguuuun. banguuuun
Anisa675
Hilih2 Clara, nyebelin banget... Bener2 penghinaan sih.
ollyooliver🍌🥒🍆
selera berani dikatakan niat baik, trus bukannya dia sadar bahwa pakaian yg aluna pakai itu salah tapi dia menganggap aluna sensitif dan menganggap penghinaaan...haduhh bener otak dangkal🙂
ollyooliver🍌🥒🍆
gak ada balasan lagi..itulah kenapa ada celah baik ibumu dan ckara merasa menang😌
ollyooliver🍌🥒🍆
alasan klasik..


keluarga yg dibangun dengan pikiran dangkal dan bodoh..jeluarga terhormat tapi lawan satu aja..kalah..wkwkkwkw
ollyooliver🍌🥒🍆
bagus clara..pemeran pembantu tapi sangat pintar berbeda dengan aluna, pintarnya cuman adu kokop sama bram.😌
ollyooliver🍌🥒🍆
keluarga yg terhormat, punya usaha dan kolega dari berbagai karakter tapi gak bisa.membedakan yg mna yg palsu dan tdk dan lebih parahnya membiarkan aluna memakai baju yg gak pantas.diumurnya ..ini bukan untuk memperlhatkan kedewasan tapi ajang model panas. orng pintar pun pasti tau tapi lagi dan lagi, keluarga terhormat dan kaya tdk mencerminkan kepintaran kalau sdh dinovel.. kek salah diberikan identitas nih.😌
ollyooliver🍌🥒🍆
karna karkatermu di bangun sebagai wanita bodoh, makanya lo selalu dikadakin. pemeran utama kok gini ya🙂
ollyooliver🍌🥒🍆
nah kan , sdh tau clara licik malah diladenin dengan cara bodoh. ubah strategi, balas dengan cara licik juga. jangan cara aluna yg bodoh dan bram yg emosian. jelas kalau mereka begitu. calara akan selalu menang😌
Lfa🩵🪽: apasih clarajing idih idih dih si najis🤮🤮🤮
Aluna kok di buat lemah bgt gitu sih, plis deh
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
haduh..malah diadukan. dewasa dong
....dewasa😌
ollyooliver🍌🥒🍆
buat pakainnya sesuai ukuranmu, biar clara kesal😌
Senja_Puan
Mohon bersabar dengan Clara readers semua🤭
Senja_Puan
siap kakak-kakak ditunggu ya update bab selanjutnya 😍
Yasa
Lanjut thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!