NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:341.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Sajadah masih terbentang rapi di lantai kamar yang diterangi lampu hangat. Kelopak bunga mawar di sekitar tempat tidur tampak kontras dengan suasana yang kini terasa begitu tenang setelah sholat selesai.

Kayla masih duduk bersimpuh di atas sajadah.

Mukena putih yang ia kenakan menutupi hampir seluruh tubuhnya. Kedua tangannya bertumpu di pangkuan, jari-jarinya saling menggenggam gelisah.

Di sampingnya, Hanan juga masih duduk dengan tenang. Suasana di antara mereka hening beberapa saat.

Namun jelas ada sesuatu yang sedang dipikirkan Kayla. Ia beberapa kali menatap Hanan, lalu menunduk lagi.

Bibirnya bergerak seolah ingin bicara, tapi ragu. Akhirnya Kayla memberanikan diri.

“M—mas Hanan…” panggilnya pelan. Hanan yang sejak tadi memperhatikan langsung menoleh.

“Hem?” sahutnya lembut, ‘’Kenapa?’’

Tatapannya begitu tenang ketika memandang Kayla. Sorot mata itu selalu berhasil membuat Kayla merasa lebih kecil dari biasanya.

“I—itu…” Kayla menelan ludah. Tangannya makin menggenggam ujung mukenanya. “S—soal keturunan. A— apakah malam ini… k—kamu…” kata-katanya terputus-putus.

Wajahnya memerah. Ia bahkan tidak berani menatap Hanan secara langsung. Pertanyaan itu terasa sangat memalukan baginya. Namun sejak tadi pikirannya terus dipenuhi oleh hal itu.

Hanan yang mendengar kalimat itu justru terkekeh kecil. Ia mengerti kemana arah dari pertanyaan Kayla. Bukan menertawakan. Lebih seperti merasa gemas melihat kegugupan istrinya.

Perlahan ia mengulurkan tangannya. Tangannya yang hangat menggenggam tangan Kayla dengan lembut.

“Kayla,” panggilnya pelan. Gadis itu akhirnya mengangkat wajahnya sedikit membuat Hanan tersenyum tipis.

“Aku tidak akan memaksa,” ucapnya lembut. Nada suaranya begitu tenang. Ia menepuk pelan punggung tangan Kayla. “InsyaAllah aku sabar menunggu sampai kamu siap. Jangan dipaksakan jika kamu belum siap.”

Deg!

Kalimat itu justru membuat dada Kayla terasa tersentak. Ia sempat berpikir bahwa mendengar jawaban itu akan membuatnya lega. Namun yang muncul justru perasaan lain.

Perasaan yang membuat hatinya terasa berat. Kayla menunduk lagi. Matanya menatap tangan mereka yang masih saling menggenggam. Entah kenapa ada rasa bersalah yang tiba-tiba muncul.

Ia merasa… tidak pantas. Hanan yang begitu baik. Begitu sabar. Begitu lembut. Namun ia sendiri masih diliputi keraguan.

‘Kita sudah menikah, aku istrinya. Bukankah ini memang haknya…?’

Perasaan itu membuat dadanya terasa sesak. Ia merasa seolah tidak memberikan apa yang seharusnya diberikan oleh seorang istri.

Walaupun hatinya memang belum benar-benar siap. Namun melihat wajah Hanan yang begitu teduh, tenang, dan ikhlas di depannya justru membuat Kayla merasa semakin bersalah. Tangannya perlahan menggenggam balik tangan Hanan.

‘Kenapa ada laki laki sebaik kamu, Mas?’ gumam Kayla dalam hati, Sambil menundukkan wajahnya.

Hanan memperhatikan wajah Kayla yang tiba-tiba terlihat murung. Tadi gadis itu masih terlihat tenang setelah sholat. Namun sekarang, matanya kembali menunduk, seolah memikul sesuatu di dalam hatinya.

Hanan tidak berkata apa-apa dulu. Perlahan tangannya terangkat. Ujung jarinya menyentuh dagu Kayla dengan sangat lembut, lalu mengangkatnya sedikit.

Sentuhan itu membuat Kayla refleks mendongak. Tatapan mata mereka akhirnya bertemu. Mata Kayla terlihat sedikit berkaca-kaca, sementara mata Hanan tetap tenang seperti biasanya.

“Kenapa?” tanya Hanan lembut.

Kayla menelan ludah. Beberapa detik ia hanya menatap wajah suaminya itu sebelum akhirnya kembali menunduk.

“Maaf,” ucapnya lirih.

Hanan terlihat sedikit bingung. Ia kembali mengangkat wajah Kayla dengan pelan, tidak membiarkan gadis itu terus menunduk. Lalu ia tersenyum hangat.

‘’Maaf kenapa?’’

‘’A—aku sedikit takut,” cicit Kayla lirih.

“Tidak apa,” kata Hanan pelan. “Aku tidak akan menuntutmu.”

“Tapi—” Kayla menggigit bibirnya.

Hanan menggeleng pelan, memotong kalimatnya dengan lembut.

“Kayla,” panggilnya sabar. Nada suaranya terdengar sangat tenang. “Kita menikah karena Allah. Maka kita serahkan semua kepada Allah.”

Kayla terdiam. Hanan melanjutkan dengan suara yang lebih lembut lagi. Tangannya masih memegang wajah Kayla dengan hati-hati, seolah takut menyakiti.

“Melihat kamu tersenyum dan bahagia,” lanjutnya pelan, “itu sudah lebih dari cukup buatku.”

Kayla menatapnya. Ia tidak menyangka akan mendengar kalimat seperti itu. Hanan lalu menambahkan dengan nada yang sedikit lebih serius namun tetap lembut.

“Aku tidak mau melihat kamu seperti kemarin.”

Deg!

Jantung Kayla langsung berdegup kencang. Ia tahu persis apa yang dimaksud Hanan. Hari ketika ia menangis. Hari ketika hidupnya terasa kacau. Hari ketika ia merasa sendirian menghadapi semua masalah.

Dan kini laki-laki yang ada di depannya justru mengatakan bahwa kebahagiaannya lebih penting daripada apa pun.

Dada Kayla terasa hangat. Namun juga berdebar sangat cepat. Kata-kata Hanan terasa begitu manis. Bukan manis yang dibuat-buat. Melainkan manis yang datang dari ketulusan.

Kayla menatap wajah suaminya cukup lama. Untuk pertama kalinya malam itu, ia merasa benar-benar tenang berada di dekatnya.

Perlahan, tanpa sadar, bibir Kayla melengkungkan senyum kecil. Dan Hanan langsung menyadarinya.

Keheningan kembali menyelimuti kamar itu. Lampu-lampu hangat memantul lembut di dinding, sementara kelopak mawar di atas ranjang masih tersebar seperti sejak tadi. Namun suasana di antara mereka kini terasa jauh lebih tenang dibandingkan beberapa saat lalu.

Kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan. Kepalanya sedikit menunduk, seolah sedang menimbang sesuatu yang besar di dalam hatinya.

Beberapa detik berlalu. Kayla menarik napas panjang. Lalu menghembuskannya perlahan. Ia seperti sedang mengumpulkan keberanian.

Hingga akhirnya, setelah berpikir panjang, Kayla menarik napasnya cukup dalam. Ia mendongak menatap Hanan.

“Mas… insyaAllah aku siap.”

Kalimat itu keluar dengan suara pelan, tapi jelas. Hanan langsung mengerutkan dahinya. Tatapannya meneliti wajah Kayla dengan hati-hati, seolah mencoba memastikan sesuatu.

“Jangan dipaksakan,” kata Hanan pelan.

Nada suaranya benar-benar menunjukkan bahwa ia tidak ingin Kayla merasa tertekan. Namun Kayla justru menggeleng cepat.

“Enggak!” katanya. Ia menatap Hanan dengan lebih mantap. “Aku tidak terpaksa.”

Hanan masih menatapnya, sedikit ragu. Kayla lalu melanjutkan dengan suara yang lebih tenang.

“Aku yakin… seperti kata kamu,” ucapnya pelan. “Kita menikah karena Allah.”

Tangannya perlahan meraih tangan Hanan yang ada di dekatnya. Menggenggamnya pelan. “Maka bukankah ini juga sudah menjadi anjuran dari Allah setelah kita resmi menikah?”

1
Maya's ❤️
mintak double dong mommy🤭
Ayla Anindiyafarisa
aneh tau mau melahirkan bukannya nyariin mertuanya malah pergi sendiri
Rahmi Miraie
syukurlah abah hasan dan umi langsung datang kejakarta semoga fatim dan arash bisa segera ditemukan
Hary Nengsih
wah d bawa jin ya
Ida Zubedd
umi anisa apa umi salmah sih thor namnyaa
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga sabarmu seluas samudera Fatim 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Arfin 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bunga mami bunga apa Arash 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
gak harus ngomong kayak gitu dong Arfin 😡😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enggak umi, Fatimah makan hati terus hidup sama Arfin 😔
Nie
semakin menarik,semakin menegangkan...Alhamdulillah abah Hasan dan Umi datang,semoga Fatim dan Arash cepat kembali
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
istrahat lah Fatim, semoga setelah bangun tidur , perasaan sedihnya hilang
Syti Sarah
Alhamdulillah,Abah sama umi sudah dtang.semoga Fatimah dan arash cpat dj temukan 🙏🙏

lnjut lgi mom 😍
Halimah
Alhamdulillah akhirnya abah beraksi
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
akan mudik Fatim Arash 🤔🤭
Ita rahmawati
udahlah aku GK bisa komen kalo menyangkut yg ghoib² 😔
Bunda
Aku ga tau benar atau ganya..
Tp dulu saat msh gadis, aku pernah punya pegalaman aneh, hampir setiap malam tidurku diganggu sesuatu yg kasad mata, sampai manggil ustad beberapa kali kermh, kt beliau. ada yg suka sm aku, dan ikut kermh...😭Alhamdulilah...setlah beberapa minggu kemudian. hilang .normal lg semua .tp aku jg pernah liat bola api melintas dilangit .melewati rmhku...
Eka ELissa: serem....Bun....
total 1 replies
Oma Gavin
ternyata fatim dan arash diumpetin demit
diah nursanti
gak cuman dikehidupan nyata,di novel pun ada😁rumahku pernah ada yg berbuat seperti itu,semoga kedepannya km bisa menyayangi keluargamu dengan tulus fin,dan bisa move on
Ayu Ning Ora Caantiikk
itulah klau mnusia yg kecewa akibatnya pikiran hati kosong jadi gmpng d pengaruhi mkluk halua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!