NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:682
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Ho, apa ini?”

Jaka Utama terkejut oleh rentetan suara sistem yang panjang, butuh beberapa saat baginya untuk mencerna informasi tersebut.

“Hadiah ini... gila, ini luar biasa!”

Dalam benaknya, muncul tulisan merah terang yang mencolok: [Aji Kebangkitan Sukma (Aturan)]. Dia membaca deskripsinya sekali lagi.

“Bisa menghidupkan kembali satu karakter mati mana pun, hanya satu kali? Dan karakter itu bisa dibawa ke dunia nyata setelah selesai? Wah, ini sih benar-benar curang!”

Awalnya, bonus setelah menyelesaikan seluruh cerita adalah membawa satu karakter ke dunia nyata. Dengan [Aji Kebangkitan Sukma], itu berarti dia punya kesempatan membawa satu orang tambahan!

Hehehe, kenikmatan ganda. Bukan, ini kenikmatan berkali-kali lipat!

Jaka ingat, dalam cerita 'Pendekar Dewa' ini, ada beberapa pahlawan wanita yang berakhir tragis dan mati. Contohnya Nyai Ratih, Qu Nishang, Nyai Geni Tirta, dan Permaisuri Langit. Artinya, dia bisa membangkitkan mereka! Soal apakah kebangkitan ini bakal merusak plot ke depan, Jaka tidak peduli. Produk sistem pasti kualitas jempolan, tidak mungkin merusak diri sendiri. Masalah mau diapakan mereka di dunia nyata nanti, itu urusan belakangan.

Jaka sedang sangat gembira, sampai dia membaca syarat penggunaannya. Suasana hatinya langsung anjlok.

“Setelah membangkitkan karakter, karakter tersebut akan menerima secara acak salah satu hadiah milik pengguna, dan pengguna akan kehilangan hadiah itu secara permanen.”

Dia membuka panel status pribadinya:

[Nama: Jaka Utama]

[Wibawa] 12/100

[Pesona Wajah] 12/100

[Hadiah 1: Raga Penahan Luka (Pura-pura Kalah)]

[Hadiah 2: Raga Manusia Baja]

[Hadiah 3: Pinggang Dewa]

[Hadiah 4: Raga Penawar Segala Racun]

[Hadiah 5: Ajian Panglimunan (Ilmu Menghilang)]

[Hadiah 6: Aji Kebangkitan Sukma (Aturan)]

“Sial, sistem ini benar-benar asu,” umpat Jaka merasakan niat jahat sistem. Jika dia membangkitkan Nyai Ratih misalnya, dan si Nyai secara acak dapat [Ajian Panglimunan], maka Jaka tidak akan bisa menghilang lagi selamanya.

“Sudahlah, jangan dipikirkan dulu. Fokus ke plot. Hari ini aku malas keliling hutan. Mending intip Ratna Menur, penasaran apa yang dilakukan cewek-cewek itu kalau lagi santai. Sekalian pantau apa sifatnya makin melenceng.”

Jaka berjalan santai menuju kapal udara Kadipaten tempat Ratna Menur berada.

Di tengah hutan.

“Kamu mau buat kesepakatan denganku? Apa maksudnya?”

Langgeng Sakti tidak mengerti. Wanita bernama Hana Yudaningrat ini, yang katanya calon istri Jaka Utama, malah ingin bekerja sama dengannya secara rahasia? Pasti ada udang di balik batu!

“Persis seperti yang kukatakan.” Hana Yudaningrat mengelus bekas luka kupu-kupu di pipinya, tersenyum misterius. “Suatu saat nanti, aku ingin menggulingkan Padepokan Matahari dan mengeksekusi pemimpinnya, Ki Ageng Selo.”

“Tapi Ki Ageng ada di tingkat 'Pemurnian Hampa', sedangkan aku baru tingkat sembilan 'Lautan Qi'. Aku butuh sekutu kuat. Dan kamu, Langgeng Sakti, punya potensi besar untuk melampaui tingkat itu. Jadi, aku mau kita jadi teman.”

Gila! Menggulingkan Padepokan Matahari? Membunuh Ki Ageng Selo?

Langgeng Sakti terkejut bukan main. Padepokan Matahari adalah penguasa baru di wilayah selatan dan salah satu dari empat padepokan terbesar di negeri ini! Kekuatannya tak tertandingi. Bagaimana mungkin Hana Yudaningrat yang masih di tingkat 'Lautan Qi' punya nyali sebesar itu?

Langgeng menatap Hana Yudaningrat. Wanita itu tampak berumur awal dua puluhan, ramping dan jelita. Bekas luka di pipinya justru menambah kesan eksotis. Sayang sekali wanita sekeren ini harus menikah dengan Jaka Utama si sampah itu...

Langgeng menghela napas prihatin. “Nona Hana, bukankah Anda murid Padepokan Matahari? Kenapa ingin menghancurkan tempat bernaung sendiri? Dan kenapa Anda mau menikah dengan... Jaka, si berandalan itu?”

Hana Yudaningrat tiba-tiba memanyunkan bibirnya, tampak sedih dan tersinggung. “Mas Langgeng, aku sudah bicara jujur soal niatku, tapi kamu malah bertanya macam-macam. Apa kamu sengaja mau menggertakku? Hiks~”

Dia melipat tangan dan mundur dua langkah, berpose ala 'wanita lemah yang teraniaya'.

Jantung Langgeng berdegup kencang. Hana Yudaningrat yang cantik dan lebih kuat darinya ini tiba-tiba akting manja? Itu benar-benar membuatnya baper. Dia berdeham, mencoba terlihat berwibawa.

“Karena Nona sangat menghargaiku, maka tidak sopan jika aku menolak. Bagaimana rencana kerjasamanya?”

Han Yudaningrat tersenyum licik. Dia mengeluarkan tas sutra dari cincin pusakanya dan melemparkannya ke Langgeng.

“Sederhana saja. Aku akan memberimu pasokan sumber daya kultivasi secara rutin, dan kamu membantuku menghancurkan Padepokan Matahari nanti. Tas ini adalah investasi awal. Setelah aku jadi Nyonya di Padepokan Tanpa Beban, aku akan memegang kendali harta di sana. Jadi, kamu harus rajin berlatih, jangan sampai investasiku rugi.”

Langgeng membuka tas itu dan matanya berbinar. Isinya penuh dengan jamu tingkat tinggi, tanaman herbal langka, dan puluhan mustika siluman! Bahkan ada satu mustika tingkat 'Transformasi'!

Ini cukup untuk memulihkan lukanya dan membantu gurunya, Nyai Geni Tirta, memulihkan kekuatan jiwanya!

“Baik! Aku setuju!” Langgeng sepakat tanpa ragu. Dia percaya diri bisa mencapai tingkat 'Pemurnian Hampa' di masa depan. Apalagi dia punya bakat bertarung melawan musuh yang levelnya di atasnya.

“Tapi Nona Hana, apa Anda tidak takut aku bawa lari barang-barang ini? Anda percaya padaku semudah itu?”

Hana Yudaningrat meletakkan tangan di belakang punggung dan tersenyum cerah. “Kalau kamu lari, berarti pemberianku belum cukup. Berarti aku yang gagal menjalin kerja sama, kan? Wajar saja.”

Langgeng terpana. Wanita ini benar-benar berkelas. Namun, tiba-tiba muncul pikiran serakah di benaknya. Tadi dia bilang: kalau lari, berarti pemberiannya belum cukup! Berarti dia bisa kasih lebih banyak lagi?

Langgeng menatap lekuk tubuh Hana Yudaningrat. Semakin dilihat, semakin mempesona.

“Nona Hana, aku punya satu permintaan!”

Hana Yudaningrat memiringkan kepala. “Apa itu?”

Langgeng memasang wajah sombong dan senyum nakal. “Setelah aku berhasil menghancurkan Padepokan Matahari, aku ingin Nona meninggalkan sampah seperti Jaka Utama dan menjadi wanitaku!”

Meskipun saat ini Langgeng sedang babak belur dan bajunya compang-camping, dia mencoba terlihat seperti pahlawan yang mendominasi.

“Kalau begitu, tunjukkan prestasimu dulu, Mas Langgeng. Semangat ya, hehe. Hana Yudaningrat tersenyum manis, bekas luka kupu-kupunya tampak menawan.

Jantung Langgeng bergetar hebat. “Pasti! Aku, Langgeng Sakti, bukan pecundang!”

Jaka Utama tiba di kapal udara Kadipaten. Dia mengaktifkan [Ajian Panglimunan] untuk menyusup ke kamar Ratna Menur. Saat melewati beberapa penjaga, dia mendengar mereka sedang bergosip.

“Kudengar kemarin Neng Ratna lari cari Gusti Jaka, bener nggak?”

“Iya, kami sendiri yang antar.”

“Wah! Dia nggak balik seharian semalam, jangan-jangan sudah tidur bareng Gusti Jaka?”

“Sembarangan kamu! Tapi memang dia nyuruh kami balik duluan pas sampai sana.”

“Nah kan! Dia sendirian di sana. Pasti sudah 'ehem-ehem', haha.”

“Nggak mungkin! Neng Ratna itu kembang desa paling cantik, mana sudi sama si Jaka penjilat itu?”

“Nggak tentu lho. Gusti Jaka kan ganteng, kaya, pangkatnya tinggi. Neng Ratna kan masih muda, gampang baper. Aku berani taruhan mereka sudah bercinta, ck ck.”

“Pikiranmu kotor sekali! Pergi sana!”

“Lho kok marah? Musim Berburu kali ini aneh, biasanya Neng Ratna semangat bunuh siluman, sekarang malah asyik sama Jaka. Masuk akal kan kalau sudah tidur bareng?”

“Tidur sama ibumu sana!”

“Heh, jangan kasar dong, kita kan orang berbudaya!”

“Bodo amat! Tidur sama ibumu!”

Kedua penjaga itu akhirnya berantem di depan Jaka yang sedang menghilang. Namun Jaka tidak nafsu menonton. Wajahnya pucat pasi. Dia segera berbalik dan lari secepat kilat menuju kapal udara pribadinya.

Gawat! Kalau gosip itu sampai menyebar... plotnya bisa meledak!

1
_Khayy☕
Semangat thor bagus banget nih novel🤣🤭🤭😍😍
_Khayy☕
Katanya dua,banyak bener tambahannya 🤣
_Khayy☕
Wkwkw Belajar Fiqih nih🤣
_Khayy☕
Semangat min🤭 gacor nih Novel
_Khayy☕
Juozz😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!