NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33.Teman pertama dan terakhirku.

Hazard memainkan bebatuan dan rumput di balik pohon besar.

Sedangkan Anggiba ia mulai melepaskan bajunya sambil menoleh ke arah pohon besar di mana di baliknya Ada Hazard yang menendang-nendang batu, sambil mendongak melihat dedaunan yang di tiup pelan oleh angin Anggiba bergerak pelan, dan cahaya di sela-sela dedaunan yang lebat.

Anggiba masuk ke dalam air sungai, lalu membuka kotak itu, Anggiba tersenyum melihat bentuk sabun yang begitu cantik dengan ukuran bungan di tengahnya.

Anggiba mulai membasahi sabun itu dan menggosoknya ke badannya.

Wangi harum sabun Floral tercium ke mana-mana sampai Hazard di balik pohon tersenyum,entah apa yang ia rasakan saat bertemu dengan gadis yang malang itu.

Ia merasa senang karena bisa membantu.

Anggiba memakai shampo buatan Hazard, tercium bau minyak rambut, bercampur maskulin pria.

Setelah semua di rasa bersih, Anggiba menyelam dalam air dan keluar seperti gerakan slow motion, menggerakkan rambutnya ke belakang, ia berjalan pelan ke arah tepi mengambil gaun yang di berikan oleh Hazard.

Anggiba tersenyum senang, merasakan enaknya memakai baju bagus dan cantik.

"Kakak! aku sudah selesai mandi!" seru Anggiba merasa senang.

"saya sudah boleh melihat kamu?"

Anggiba mengangguk cepat, tapi detik berikutnya ia tertawa dan berseru,"iya!"

Hazard mengintip sedikit, dan memperlihatkan tubuh nya.Senyum Hazard begitu lebar. "Lihat, kamu sangat cantik dan manis Anggiba."

"Benarkah? kakak baik sekali, ini baru pertama kali ada yang memuji Iba!" serunya merasa senang, tapi seruan itu di gantikan oleh suara perut yang kosong.

Hazard mengerjapkan matanya melihat Anggiba yang nyengir sambil menggaruk kepalanya yang basah."kamu lapar? kebetulan sekali, siang ini mereka memasak daging,"Hazard menarik Anggiba menuju kastil.

Anggiba menahan Hazard."Tapi kak, kalau bibik mencariku bagaimana?"

"tenang saja, nanti saya antar pulang, bilang saja kamu sedang mencari hewan untuk di bunuh nanti, atau kamu mau bawa pulang buah, biar ada alasan," ujar Hazard, kembali menarik Anggiba menuju kastil.

Siang ini semua pelayan sibuk, Hingga kehadiran Anggiba maupun Hazard tidak di ketahui.

Penampilan Hazard disini tidak terlihat seperti Tuan Muda, maka Anggiba menyimpulkan Hazard adalah anak pelayan di kastil ini.

"Apa pemilik kastil ini kejam?" tanya Anggiba dengan suara berbisik.

Hazard menoleh sambil tersenyum."tidak, mereka sangat baik, tapi agak tegas dan kejam sedikit,"kata Hazard.

Hazard membawa Anggiba menuju taman yang sepi, taman yang sekarang ini Anggiba rawat karena terlantar, dulunya sangat indah dan penuh dengan buah-buahan, dan bunga -bunga cantik.

"Duduk di bawah pohon besar ini, jangan kemana-mana adik kecil oke."

Anggiba mengangguk patuh, Anggi terus menerus mengusap gaun cantik itu di pahanya, dan sering sekali mencium bau badannya yang wangi."aku saja sebetah ini mencium baunya, pasti semua warga desa juga berhenti membully ku,"kata Anggiba tersenyum, tapi senyumnya sirna kala mengingat ucapan Bibik Nur.

Kalau kamu sampai wangi, atau kamu mem perlihatkan wajah putih bersih ini pada semua orang! maka camkan baik-baik Iba, kamu akan mati kelaparan, dan di perbudak oleh preman kampung mau kamu!

Anggiba menggeleng pelan sambil memejamkan mata kuat-kuat. Hazard yang datang dengan nampan berisi daging yang begitu besar, dengan kentang goreng, dan saus di sampingnya.

Hazard mengerutkan kening."kamu kenapa?"

Suara Hazard menyadarkan Anggiba, Ia lantas tersenyum tulus, untuk menutupi isi pikirannya.

"Tidak apa-apa kak, perutku perih, sebab itu aku seperti ini,"alibi Anggiba yang langsung di percayai Hazard begitu saja.

Hazard duduk bersila di atas rumput yang pendek."kalau begitu mari kita makan,"kata Hazard yang langsung di angguki antusias oleh Anggi, apalagi air liurnya mengalir deras melihat makanan enak yang tak pernah ia lihat maupun ia santap.

Suapan pertama potongan daging di berikan pada Anggi.Anggi membulatkan mata sambil mengunyah."ummm enak!"seru Anggiba sambil bertepuk tangan.

Hazard hanya tertawa pelan."kalau begitu makan yang banyak."

Hazard hanya makan 3 potong saja, karena ia sudah bosan dengan menu ini, tapi Anggiba ia terus-menerus membuka mulut, membuat Hazard yang menyuapinya merasa senang.

Mereka tertawa bersama dan bersenang-senang.

hari ini begitu indah bagi Anggiba.

pertama ia memiliki teman yang baik sekalipun bukan seusianya.

Dan yang kedua, ia bisa merasakan pakaian bagus dan makanan enak, dan wangi tubuhnya berubah.

Dan yang ketiga, Hazard membawanya melakukan banyak hal, seperti mencuri apel, strawbery, alpukat, jeruk, buah naga, dan juga makanan instan yang di ambil Hazard dari kamarnya.

Dan kini Anggiba bersama Hazard kembali berjalan menuju desa, tangan mereka bertaut sambil tersenyum memandangi alam yang hijau dan agak oren karena sudah sore.

Hazard mengantar Anggiba sampai sungai.gandengan mereka terlepas, mereka saling berhadapan dengan Hazard yang menunduk dan Anggiba yang mendongak.

"Terima kasih atas semuanya."

"Sama-sama,saya juga berterima kasih Anggiba, karena kamu, saya bisa merasakan apa yang tidak saya rasakan saat bersama adik perempuan saya."

Mereka berdua tersenyum lebar, sampai mata mereka menyipit.tapi senyum Anggi langsung hilang begitu saja, meninggalkan kerutan kecil di dahi Hazard.

"Ada apa?"

Anggiba menatap Hazard."Apa kakak akan kembali?"

Hazard mengangguk mengerti, lalu ia tersenyum. "Setiap wekeend, saya akan kemari Anggiba," Hazard mengelus pelan rambut Anggi yang lembut nan lebat.

Mata Anggiba berbinar bahagia, ia merentangkan tangan ingin di peluk, Hazard tertawa pelan dan memeluk Anggiba hingga kaki Anggiba terangkat .

Setelah Hazard pulang, Anggiba kembali memakai baju nya yang jelek itu, dan kembali menggosokkan jeruk nipis di tubuhnya, ia membawa baju dan sabun itu ke sebuah pohon yang memiliki lubang besar di bawahnya, Anggi memasukkan nya kesana, yang dimana smuanya di bungkus menggunakan plastik hitam.

Anggi membawa keranjang buah, ia berlari sekuat tenaga agar bisa membuat rambutnya lepek.

sampainya di rumah, Anggiba langsung di semprot oleh Ibu Nur. "Kemana aja kamu! baru umur 13 tahun udah keluyuran kayak anak remaja kebelet nikah!"

Anggi menunduk."ta–tadi, Iba di suruh sama kakek-kakek, buat bantuin petik buah apelnya,"Anggiba menyerahkan keranjang isi apel 4 biji.

"oh gitu, cuman ini dapatnya?!"

Anggiba mengeluarkan uang 5k, Hazard sudah menduga itu akan di tanyakan, sebab itu ia memberi Anggiba uang receh.

"Berguna juga kamu ya, besok-besok kamu pergi lagi kesana."

Bibik Nur mengambil uang 5k itu dengan kasar.

Anggiba tersenyum dalam hati, ia berusaha agar bibirnya yang berkedut ini tidak tersenyum, Anggiba masuk melewati Bibik Nur.

"Tunggu!" Bibik Nur mencium rambut Anggiba."Kamu habis keramas!"

Anggiba mengelus rambutnya yang lepek dan menciumnya."ternyata wanginya setahan itu,"batin Anggiba.

"Tadi, minyak rambut kakek tumpah waktu aku mungut apel di bawah meja,"jawab Anggiba spontan.

"ooh, kalau gitu siram rambut kamu pakai cucian piring!"

Anggiba membulatkan mata dengan mulut sedikit terbuka, lalu wajahnya berubah menjadi sendu.

"Cepat sana bersihkan! nanti pamanku pulang cepat!" Bibik Nur mendorong bahu Anggiba memaksanya membuat rambutnya bau.

Masih panjang ya, Flashback nya, atau kalian juga mau aku bikin Flashback saat Anggiba dan Hazard menikah dan melakukan malam pertama di kamar mandi?

Ada yang ingin tahu alasannya?

Komentar yah, buat kalian yang minta update nanti tulis di komentar, like, dan bintang limanya yah🤗nggak susah kok tekan bintang lima 😙

1
merry
ternyata hazard pura-pura kejam demi lindungi angi dr kluarga yg serakah ituu,,,
merry
ternyata anggi dri kcil ud hdp sengsara dan dsrh jdi bau dan jlk,, jgn lm lm flasback ya,,, 🤭🤭🙏🙏
liyana;IG. Studio liyana: nggak kok cuman bentar🤭
total 1 replies
merry
ternyata mrk dh knl dr kcil tah 🤔🤔🤔
liyana;IG. Studio liyana: yuk di baca lagi kak yang teliti,mama Helena pernah cerita loh, kecurigaannya😄
total 1 replies
merry
anggi ditolong org lain atau sembunyi ya,, moga ku lg 5 thnm dann anggi sudh kuat tanggung untuk ngelawan Hazard dan kluarga y
merry
jahat ya kluarga suami gi gi,,,
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!