NovelToon NovelToon
DIVA AND THE BRANDALS

DIVA AND THE BRANDALS

Status: tamat
Genre:Masalah Pertumbuhan / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Diva seorang siswa yang dikenal Bodoh sehingga sering tidak naik kelas. Dia terpaksa harus pindah sekolah agar bisa naik kelas. Berharap menjadi lebih baik di sekolah yang baru, Diva justru malah berubah menjadi seorang siswa yang tomboi dan garang.

Bersama dua orang berandals di sekolahnya Diva berhasil merubah hidupnya menjadi lebih menyenangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIVA Thirty Three

"Jangan berani menyentuhnya di depan ku jika kau tidak ingin mati!" ancam Gandhi

Seketika sang polisi langsung menurunkan tangannya.

"Maaf, hampir kelepasan," ucap Pria itu menyeringai lebar-lebar

Gandhi segera manarik Diva dan membawanya ke ruang kunjungan.

"Duduklah!" seru Gandhi

Diva segera duduk dan melipat tangannya di meja.

Gandhi menarik sudut bibirnya melihat sikap manis Diva yang berbeda dari biasanya.

"Cih, Kau pikir ini sekolahan makanya duduk seperti itu!" seru Gandhi menertawakan Diva

Diva hanya menyeringai kemudian menurunkan tangannya.

Gandhi mulai bertanya-tanya kepada gadis itu perihal penangkapannya. Ia juga tak lupa menanyakan aktivitasnya selama di dalam sel.

Diva menjawabnya dengan santai, seolah tak ada beban meskipun ia mengalami banyak tekanan selama di dalam sel.

"Apa kedua orang tua temanmu tidak ada yang berkunjung atau menyewa pengacara untuknya?" tanya Gandhi

"Kami bertiga yatim piatu," jawab Diva

"Sorry,"

"Kalau tidak ada yang ditanyakan lagi, aku pamit Om," ucap Diva tampak melirik jam dinding yang ada di sampingnya

"Silakan," jawab Gandhi membiarkan Diva pergi

Pria itu diam-diam mengikuti Diva dari kejauhan. Sementara itu setibanya di sel, seorang sipir langsung menyuruh Diva untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Melihat Diva menyetrika tumpukan baju membuat Gandhi begitu geram. Ia segera menarik sang sipir dan menghajarnya hingga babak belur.

Mengetahui ada keributan di sel sang sipir menghubungi atasannya untuk meminta bantuan.

Beberapa polisi bersenjata segera turun dan mengarahkan pistolnya kepada Gandhi.

Gandhi terlihat begitu santai, tak ada rasa takut ataupun gentar saat puluhan polisi menodongkan senjata apinya kepadanya.

Ia bahkan mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya.

Dengan tenang ia mulai menghisap rokoknya dan mengepulkan asapnya ke angkasa.

"Tangkap, dia!" seru salah seorang polisi

Dengan santai Gandhi segera mengambil pistol dari balik bajunya dan menembaki setiap polisi yang menyerangnya.

"Wah, dia keren sekali!" seru Dru

"Apa yang kau pikirkan Gandhi!" tiba-tiba bayangan Herly melintas di depannya membuat Gandhi seketika tersadar dari lamunannya.

"Astaga, hampir saja aku melakukan hal bodoh," seru Gandhi kemudian menyembunyikan pistolnya lagi

Ia mengambil ponselnya dan mengambil gambar Diva dan kawan-kawannya yang sedang melakukan kerja rodi.

Tak lupa ia memotret wajah para sipir yang tersenyum senang melihat para siswa SMA itu.

"Kali ini aku akan berusaha menggunakan otaku, daripada ototku," ucap Gandhi kemudian pergi

Sementara itu Herly tampak menunggu kedatangan Gandhi dikantornya.

Lelaki itu tampak berkali-kali menatap lekat foto Gandhi bersama seorang wanita.

"Sial, dimana dia. Kenapa sampai sekarang dia belum kembali juga!" gerutu Herly

Saat ia hendak bergegas pergi, Gandhi memasuki ruangannya.

"Selamat sore Bos, maaf sudah membuat anda lama menunggu!" sapa Gandhi

*Buuggh!!

Sebuah pukulan keras mendarat di perut Gandhi membuat pria itu memegangi perutnya.

Namun ia segera berdiri tegak kembali saat melihat Herly kembali akan melepaskan pukulannya.

Ia hanya pasrah dan menahan setiap pukulan dari bosnya.

"Bagaimana bisa kau membohongi aku selama ini!" seru Herly

"Maaf aku tidak paham dengan apa yang anda ucapkan, mungkin anda bisa memberitahu ku agar aku bisa tahu apa kesalahan ku!" jawab Gandhi

Herly menyeringai lelaki itu kemudian tertawa terbahak-bahak melihat wajah Gandhi.

Ia kemudian menepuk-nepuk pipi Gandhi, "Anak itu, kenapa kau belum menghabisinya. Kenapa kau tidak membunuh anak Rachel!" seru Herly

Ia kemudian memperlihatkan foto Gandhi bersama dengan Rachel, "Aku curiga kenapa kau mati-matian melindungi bocah itu, apa dia putrimu??" tanya Herly

1
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kalau emang jodoh tak kan kemana,semoga saja kalian bahagia
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ya elah Dru takut khilap ya kalau lama² pelukan 🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
gila diva cpt banget larinya sampai Ricky tak bisa menangkap ny.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
diva dikeroyok sungguh terlalu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
Ricky kena tendangn maut sungguh apes hidupmu 🤣...
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
Ricky kena tendangn maut sungguh apes hidupmu 🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ternyata oh ternyata diva anaknya gandhi
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
rumit juga ya cerita masalalu mamanya diva
Retno⁰³
akhirnya Diva luluh juga dengan Ricky 😍😍😍😍
💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰
hahaha looo cemen,masa lawan perempuan aja bangga
💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰
emang payah sm kyk ayahnya tp lebih baik ricky si,dia mau memperjuangkan cintanya
💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰
hayo loh mau di bawa kemana divanya?
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
wah pinter juga bikin alasannya tu bedua.. bilang aja ngga mau
SAYY IT LOUDERR SIS!!
As she should.
Baru tau ada cara minta no hp dngn cara bully 😄
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
bisa ya,ketiduran di kelas sampai jam 5 sore? emang klsnya ngga di tutup tuhama penjaga nya..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi
paling dtg diva buat bantu dru.
hara kemana ya 🤔🤔🤔
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi
rahasia apa sih sebenernya, jd penasaran 🤔🤔🤔
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi
lah kok, semoga Rachel gx beneran meninggal ya 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!