NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Risa segera mengusap sisa air mata di sudut matanya, lalu berdiri dan berjalan menuju ruang depan untuk membuka pintu. Begitu pintu dibuka, wajah Sella terlihat di baliknya sambil membawa sebuah kantong plastik berisi makanan hangat.

‎"Maaf datang malam-malam, aku lewat sini dan lihat lampunya masih menyala. Kupikir kamu pasti belum sempat menyiapkan makan malam sendiri," sapa Sella dengan senyum hangat, lalu melangkah masuk begitu dipersilakan.

‎‎Keduanya duduk bersebelahan di kursi meja makan. Begitu kantong makanan dibuka, aroma nasi dan lauk yang masih hangat tercium memenuhi ruangan kecil itu. Namun sebelum sempat Risa mengajaknya makan, Sella memperhatikan raut wajah sahabatnya yang terlihat jauh lebih lega dan tenang dibanding hari-hari sebelumnya.

‎‎"Kamu terlihat berbeda malam ini. Ada kabar baik, bukan?" tanya Sella lembut sambil menatapnya dengan perhatian.

‎‎Risa mengangguk perlahan, senyumnya terasa lebih tulus dari biasanya. "Baru saja Pak Gunawan menelpon. Sidang hari ini berjalan lancar, Mas Raga tidak menolak gugatan cerainya. Sebentar lagi semuanya akan selesai, aku benar-benar akan bebas."

‎‎Sella langsung memegang tangan Risa dengan gembira. "Bagus! Akhirnya kamu bisa melepaskan semua beban itu, Sa. Ini awal baru untukmu, jangan pernah melihat ke belakang lagi."

‎‎Namun Risa hanya menatapnya dalam-dalam, lalu menarik napas panjang seolah mengumpulkan keberanian untuk berbicara lebih jauh. "Sel… ada satu hal yang selama ini aku simpan sendirian, bahkan tidak pernah kuberitahukan pada siapapun. Sekarang rasanya sudah waktunya aku ceritakan semuanya padamu."

‎‎Sella terdiam, rautnya berubah menjadi lebih serius. "Katakan saja apapun itu. Aku janji akan mendengarkan dan tetap ada di sisimu, apapun kebenarannya."

‎‎"Tiga tahun lalu, saat kami memeriksakan kesehatan ke Dokter Arif… hasilnya bukan seperti yang semua orang duga. Aku sehat dan memiliki kesuburan yang normal. Yang mengalami gangguan kesuburan justru Mas Raga." ucap Risa tanpa menyembunyikan apapun lagi.

‎‎Sella tertegun mendengarnya, matanya terbelalak tidak percaya, "Ya Tuhan… jadi selama ini kamu menanggung semua aib dan luka itu sendirian hanya demi dia? Kenapa kamu tidak pernah bilang padaku? Kenapa membiarkan dirimu menderita begitu lama?"

‎‎"Kupikir awalnya aku benar-benar sangat mencintainya dan ingin melindungi harga dirinya didepan keluarga dan semua orang. Siapa sangka yang aku dapatkan bukan cinta yang setara, tapi pengkhianatan dan hinaan yang terus-menerus."

‎‎Risa menunduk sejenak, jari-jarinya menggenggam ujung kain penutup meja, seolah masih merasakan sakit yang tertinggal di hatinya.

‎‎"Kebohongan itu malah dia jadikan sebagai alasan untuk bersikap semena-mena. Semua masalah, semua perselisihan, selalu dia lempar ke atas pundakku dengan alasan ‘karena aku tidak bisa memberi anak’.”

‎‎Ia mengangkat wajahnya kembali, matanya sudah tidak lagi berkaca-kaca karena kesedihan, melainkan ketegasan yang terpancar disana.

‎‎"Dia merasa dirinya paling benar, merasa tidak bersalah sedikitpun. Bahkan sampai detik ini dia masih meyakini bahwa akulah yang menjadi penyebab segalanya,"

‎‎Sella menghela napas panjang, lalu memegang bahu Risa. "Kamu terlalu baik, Sa. Terlalu baik sampai lupa bahwa harga dirimu juga berharga. Dia tidak pantas mendapatkan pengorbanan sebesar itu darimu."

‎‎Risa tersenyum pahit, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih tenang dan penuh keyakinan.

‎‎"Oleh karena itu, sekarang aku memilih untuk tidak membongkarnya sendiri. Biarkan dia melangkah dengan keyakinannya itu. Biarkan dia membangun harapan setinggi langit bersama Amelia. Karena lambat laun, waktu sendiri yang akan menjadi saksi kebenaran."

‎‎"Maksudmu?" tanya Sella penasaran.

‎‎"Masalahnya bukan pada wanita yang mendampinginya, Sel. Masalahnya ada pada dirinya sendiri. Tidak peduli sehat atau secantik apapun Amelia, jika kondisinya tetap sama, maka harapan untuk memiliki anak itu akan tetap menjadi angan-angan belaka. Lagipula, inilah yang Amelia inginkan, bisa memiliki Mas Raga seutuhnya. Aku hanya membantu membuka jalan untuknya, itu saja."

‎‎Sella mengangguk perlahan, memahami maksud di balik kata-kata Risa.

‎‎"Jadi kamu membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan sepenuhnya, dan membiarkan kenyataan sendiri yang menjawab semuanya?" tanyanya pelan.

‎‎"Benar," jawab Risa yakin. "Amelia ingin memiliki Mas Raga, dia mendapatkannya. Dia ingin membuktikan bahwa dia bisa memberi apa yang tidak bisa aku berikan, biarkan dia mencobanya. Tidak ada yang perlu aku halangi lagi. Aku hanya tidak ingin terlibat lagi dalam drama kebohongan yang sudah berlangsung terlalu lama."

‎‎Sella meremas tangan Risa dengan lembut, memberikan dukungan tanpa syarat. "Keputusanmu memang berat, tapi aku tahu ini cara terbaik bagimu untuk melangkah maju. Kamu tidak perlu lagi membuktikan apapun kepada siapapun. Waktu akan berbicara dan menjawab semuanya."

‎‎Risa tersenyum tulus kali ini, senyum yang terasa ringan dan penuh harapan. "Terimakasih sudah mengerti, Sel. Mulai malam ini, aku tidak lagi memikul rahasia itu sendirian. Beban ini sudah berkurang banyak hanya dengan menceritakannya padamu."

-

-

-

‎‎Keesokan harinya, Risa sudah tiba di rumah sakit lebih awal dengan membawa keranjang berisi buah-buahan untuk ibunya. Ia berjalan menuju ruang rawat, hatinya terasa lega karena dokter sudah menyatakan Mama Hana cukup sehat untuk dipulangkan hari ini.

‎‎Namun baru saja ia melangkah melewati tikungan koridor, langkahnya terhenti seketika. Dari arah berlawanan tampak dua orang yang sangat dikenalnya sedang berjalan mendekat.

‎‎Raga terlihat rapi seperti biasa, dengan senyum percaya diri yang terukir di wajahnya, sementara Amelia berjalan berdampingan dengannya. Begitu melihat Risa, keduanya juga berhenti, suasana seketika menjadi tegang dan sunyi.

‎‎"Kebetulan sekali bertemu disini. Kami memang sengaja datang ingin menjenguk Ibumu sekaligus aku ingin memperkenalkan Amelia kepada keluargamu," ucapnya sambil merangkul pinggang Amelia dengan bangga.

‎‎Amelia mengangkat dagunya sedikit, menatap Risa dengan tatapan kesombongan. "Mba Risa, karena kalian sebentar lagi sudah akan resmi bercerai, jadi kami tidak ingin menunda waktu lagi untuk melangsungkan pernikahan. Apalagi mamanya Mas Raga sudah setuju pada hubungan kami. Jika aku bisa cepat hamil dan memiliki anak, papanya Mas Raga juga pasti akan ikut setuju."

‎‎Risa hanya tersenyum mendengar keyakinan itu, "Oh, benarkah? Mumpung ini sedang dirumah sakit, kenapa tidak sekalian saja cek kesehatan kalian berdua. Daripada nanti setelah menikah malah menyesal karena salah satu dari kalian ada yang tidak subur. Bagaimana? Berani tidak?"

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
plong ya ris, akhrnya bsa lepas
〈⎳ FT. Zira
desak teruss ....ntar pas mau nikah, kabur ya mel🤣
〈⎳ FT. Zira
perhatiannya berlapis🤭
vj'z tri
tunggu nanti w ketawa ngakak disaat/Smug//Smug//Smug//Smug/ ada kata menyesal dari mulut mu
°RhaiKen™
ehh.. jangan dulu pak dokter 🤣🤣 biar sidang nya selesai dulu resmi bercerai nah baru deh kasih kesaksian 🤣🤣🤣✌️
🔥Violetta🔥: Mulut pak dokter sudah gatel pengen ngomong 😂😂😂
total 1 replies
Rizky Manik
lanjut thor🤗
🔥Violetta🔥: Asiap 🙏😁
total 1 replies
nayla tsaqif
Klo amelia tau raga mandul sblm mrk nikah,, amelia pasti kabur thor,, berubah haluan ngejar regan,,, 😌
🔥Violetta🔥: Depak aja dia kalau berani deketin pak Bos, kak 😂😂😂
total 1 replies
partini
mantap , menunggu berapa bab lagi sidang nya Thor
🔥Violetta🔥: Betul Kakak.. biar cepat cerai 😁
total 1 replies
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!