NovelToon NovelToon
Talak Tiga Di Malam Pertama

Talak Tiga Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Salwa Azzahra, gadis berusia 22 tahun, menikah dengan orang yang sangat dia cintai , dan berharap Salwa bisa keluar dari rumah yang membuathya terluka . namun harapannya hancur seketika di malam pertama pernikahan .

Baru saja akad dilaksanakan, Yogie, suaminya, langsung menjatuhkan talak tiga tepat di malam itu juga, tanpa penjelasan yang masuk akal. Ia mengembalikan Salwa ke rumah orang tuanya seolah gadis itu barang yang tidak berguna. Salwa hancur, merasa harga dirinya diinjak-injak, dan kini harus menanggung malu serta fitnah masyarakat yang menuduhnya bersalah hingga diceraikan secepat itu.

Di balik sikap dingin Yogie, ternyata ada rahasia besar dan alasan tersembunyi yang membuatnya terpaksa melakukan hal menyakitkan itu, meski sebenarnya ia menyimpan rasa peduli. Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian, saat luka keduanya belum sembuh , apakah Salwa akan kembali pada Yogie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Kau kejam, Joko..." gumam Bu Ratna dengan suara parau dan bergetar hebat. Air matanya seakan sudah kering, digantikan oleh tatapan benci yang tajam. "Kau laki-laki paling kejam, paling pengecut, dan paling rendah yang pernah aku kenal. Dulu kau manis sekali bicara, kau indah sekali berjanji. Dan sekarang... saat semuanya hancur, kau malah melempar semua kesalahan kepadaku. Kau pengecut! Kau tidak lebih dari penipu yang hanya pandai bicara manis, tapi nyatanya tidak bisa memberi apa-apa selain penderitaan!"

Kalimat terakhir itu seolah menjadi sumbu terakhir yang menyulut amarah Pak Joko hingga titik paling tinggi. Penghinaan itu, kata 'penipu' dan 'pengecut' yang terlontar dari mulut istrinya, membuat harga dirinya sebagai laki-laki dan kepala keluarga terasa diinjak-injak habis-habisan. Api kemarahan yang buta sepenuhnya menguasai akal sehatnya.

Tanpa pikir panjang lagi, tanpa mempedulikan rasa kemanusiaan, tanpa mempedulikan bahwa wanita itu adalah ibu dari anaknya, tanpa mempedulikan siapa yang melihat atau mendengar... Pak Joko mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, lalu dengan sekuat tenaga...

PLAK!!!

Satu tamparan keras dan sangat dahsyat mendarat tepat di pipi kanan Bu Ratna. Bunyinya begitu nyaring dan keras, memecah keheningan malam di tempat parkir yang agak sepi itu.

Bu Ratna terhuyung keras ke samping, tubuhnya hampir jatuh terguling ke tanah jika tidak tertahan oleh sisi bodi mobil. Kepalanya terasa berputar hebat, pipi kanannya langsung terasa panas terbakar, memerah, dan perlahan akan membiru karena kekuatan pukulan itu. Mulutnya terasa berasa besi, dan sedikit darah segar menetes dari sudut bibirnya yang pecah terkena benturan gigi.

Bu Ratna mengangkat wajahnya perlahan, menatap Pak Joko dengan mata yang membelalak kaget sekaligus penuh kebencian yang tak terperi. Ia tidak menyangka, meski mereka sering bertengkar, Pak Joko berani sampai memukulnya.

Pak Joko berdiri terengah-engah, tangannya masih terangkat di udara, matanya melotot merah menyala, dada naik turun dengan hebat. Ia masih gemetar karena amarah yang belum reda, namun di dasar matanya sempat terlintas sedikit rasa kaget dan penyesalan kecil, yang segera ia tepis dan ganti kembali dengan kekejaman. Ia menunjuk wajah istrinya lagi dengan jari gemetar.

"Diam kau! Jangan pernah kau berani menghinaku lagi! Kau istriku! Kau wajib nurut dan diam! Jangan pernah kau lupa siapa yang memberi makan kamu selama ini! Kau berutang budi padaku! Dan kalau kau masih berani banyak bicara, masih berani mengungkit masa lalu, masih berani membuatku malu... jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak lebih keras lagi! Kau dengar aku?!"

Pak Joko tidak menunggu jawaban. Ia berputar kasar, membuka pintu pengemudi mobil dengan keras hingga berbunyi berisik, lalu masuk ke dalam dengan wajah yang masih merah padam. Ia membanting pintu mobilnya hingga bergetar seluruh bodi kendaraan mewah itu.

Di dalam hatinya, rasa marah itu masih bergemuruh, namun bercampur dengan rasa takut yang samar. Ia sadar betul, kejadian malam ini adalah awal dari kehancuran mereka. Ardiansyah sudah tahu segalanya, Salwa sudah berkuasa penuh, dan rahasia masa lalu mereka sudah terungkap ke publik.

Di luar mobil, Bu Ratna masih berdiri terpaku. Ia mengusap pipinya yang terasa sangat sakit dan panas. Air matanya kembali mengalir deras, namun kali ini bukan air mata penyesalan atau rasa sakit hati karena Ardiansyah... melainkan air mata kepahitan terdalam, air mata kesadaran bahwa hidupnya sudah benar-benar hancur lebur. Ia menatap bayangannya di kaca jendela mobil yang gelap. Wanita tua yang berantakan, pipinya lebam, bibirnya berdarah, hatinya penuh luka.

Ia menatap ke arah gedung megah itu sekali lagi. Di dalam sana, Ardiansyah, Bunga, dan Salwa sedang bersinar terang, penuh kebahagiaan, kekuasaan, dan kehormatan. Mereka bahagia, mereka bersatu, mereka saling mencintai.

Dan di sini, di luar gerbang kemegahan itu... ia berdiri sendirian, dipukul, dimaki, dicaci oleh laki-laki yang ia pilih, yang ia korbankan segalanya untuknya.

Penyesalan itu kini bukan lagi sekadar rasa sesal. Penyesalan itu berubah menjadi rasa sakit fisik dan batin yang nyata, rasa sakit yang akan ia bawa sampai kapan pun.

Dengan langkah gontai, lemas, dan penuh kepahitan, Bu Ratna akhirnya melangkah membuka pintu penumpang belakang. Ia masuk ke dalam mobil, duduk memeluk dirinya sendiri di sudut kursi, menjauh dari Pak Joko yang sedang menggeram dan menyalakan mesin mobil dengan kasar.

Mobil pak Joko itu pun melaju meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi, membawa serta dua jiwa yang penuh kebencian, kepahitan, dan kehancuran. Mereka pergi membawa aib besar, membawa hukuman yang sudah menanti di depan mata, dan membawa kenyataan pahit yang paling menyakitkan: bahwa pilihan hidup yang mereka ambil bertahun-tahun lalu adalah kesalahan terbesar yang berakhir dengan kehancuran mutlak bagi diri mereka sendiri.

Dan di kejauhan, di balik jendela gedung tinggi itu, Ardiansyah dan Salwa mungkin tidak melihat apa yang terjadi di tempat parkir. Namun, mereka tahu... keadilan memang ada. Bahkan tanpa tangan mereka yang bergerak, takdir dan kebenaran sendiri yang akan membalas perbuatan jahat mereka. Pak Joko dan Bu Ratna tidak hanya kehilangan segalanya... mereka juga kehilangan satu sama lain. Dan itulah awal dari neraka yang sesungguhnya bagi mereka.

*****

Di dalam ruangan pesta yang masih dipenuhi gemerlap cahaya dan riuh rendah obrolan para tamu, suasana yang tadinya penuh kekaguman dan perayaan perlahan berubah menjadi bisik-bisik yang penuh sindiran dan pandangan mata yang menghakimi. Sejak peristiwa di mana Bu Ratih berteriak-teriak dan dipermalukan habis-habisan oleh Ardiansyah, serta pertemuan memalukan antara Salwa dengan Yogie dan Sania, nama keluarga Pratama dan keluarga Joko seketika menjadi sorotan utama namun bukan sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai pusat aib dan pembicaraan negatif.

Di sudut ruangan yang agak jauh, Bapak dan Ibu Pratama, orang tua kandung Yogie, berdiri dengan wajah yang begitu masam, tegang, dan penuh rasa malu yang luar biasa. Sejak awal acara, mereka sebenarnya sudah merasa tidak nyaman melihat perubahan besar yang terjadi, namun saat kejadian demi kejadian memalukan itu berlalu, rasa malu mereka perlahan berubah menjadi rasa panas yang membakar seluruh raga. Mereka adalah keluarga terpandang di daerahnya, yang selalu menjaga nama baik dan harga diri setinggi langit. Namun malam ini, dalam satu malam saja, semua kehormatan itu hancur lebur berantakan di hadapan ratusan orang penting.

Mereka bisa melihat jelas bagaimana semua mata di ruangan itu tertuju ke arah mereka, ke arah anak mereka Yogie, dan ke arah Sania wanita yang akan menjadi menantu mereka. Pandangan-pandangan itu bukan lagi pandangan hormat atau ramah. Yang ada hanyalah tatapan sinis, tatapan jijik, tatapan mengasihani, dan tatapan yang seolah berkata: "Ternyata keluarga itu isinya orang-orang tidak tahu diri dan berhati busuk."

bersambung,,,,

1
🌿🌺WINA🌸🌿
2minggu lagi balas dendam akan segera dimulai, Ratna joko adik tiri salwa dan Yogi pratama...
🌿🌺WINA🌸🌿
kasian ayahmu dimasa tuanya pasti butuh seorang pendamping hidup, restuilah ayahnya dan tante bunga menikah...
🌿🌺WINA🌸🌿
Saatnya tiba salwa muncul dipesta, mereka jahat sama kamu akan hadiiiir, saatnya pelan-pelan balas dendam dimulai...
🌿🌺WINA🌸🌿
Pada saat itu tunjukan diri salwa bukan lemah lagi, salwa yg kuat tidak mudah dihina/ditindas...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa belajarlah dari tante bunga jadi perempuan yg kuat dan tangguh, balas rasa sakit hatimu sama mereka telah mengusir...
🌿🌺WINA🌸🌿
Dasar joko sangat jahat dan licik sekali, mempermalukan salwa emang ulah joko supaya salwa hancur...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa dapat merasakan pelukan seorang ayah, salwa sangat merindukan figur seorang ayah kini dihadapannya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Jadilah salwa yg kuat tidak mudah tindas/hina, balas dendam orang-orang telah menyakitimu salwa....
Dian Fitriana
up lg
🌿🌺WINA🌸🌿
ayah tirimu seorang penipu salsa, ibu kena tipu...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa telah menemukan tempat tinggal yg baru, tekad balas dendam membara...
Salwa menjadi kuat dan tanggung akan balas dendam yg menyakitinya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa ditolong sama pria misterius, ada rasa takut salwa takut pria itu jahat...
tenang salwa semoga pria itu tidak jahat dan baik...
🌿🌺WINA🌸🌿
kasian salwa pergi tanpa arah, salwa penuh kebencian sama ibu dan ayah tirinya tega sekali mengusirnya...

salwa disebut anak pembawa sial , sabar salwa
🌿🌺WINA🌸🌿
Yogie tidak akan bisa kembali lagi sama salwa karena dah metalak 3 salwa, katanya demi keselamatan salwa gak gitu caranya yogi sampai talak 3 salwa...

salwa merasa kecewa dan sakit hatinya diperlakukan seperti itu, Yogi cari cara lain seharusnya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Malang banget nasibmu salwa, dimalam pertama langsung ditalak 3 sama suaminya...alasan yogi demi melindungi salwa tapi sangat kejam dan tega langsung ditalak alasan salwa tidak suci...

pergi yg jauh salwa Yogi masih akan menyesal nantinya dan merasa bersalah....
Emily
CK narasi nya lebay bahkan di ulang ulang dan berulang ulang
Emily
heleh..ujung ujungnya balikan setelah si cewe nikah an bercerai
Safarniaty
👍seruu
Alit Liet
ceritanya bagus tidak berbelit2
Alit Liet
bab 23 nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!