seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misi selesai
Kediaman Gunawan
disiang harinya,Aulia baru sampai di kediamannya,dia turun dari mobil Lamborghini nya sembari bersenandung bahagia.
" haaaaaaaa... akhirnya masalah ku berkurang,tinggal mengurus kedua orang tua payah itu " ucapnya tanpa melihat seorang pemuda yang sedang berdiri dan menatapnya dengan marah.
" auliaaaaaaaaaaa!!! beraninya kamu menyentuh mobil kesayangan ku !! apa aku mengizinkan mu membawa mobilku ? " bentak seorang pemuda yang ternyata adalah Dewa Gunawan, kakak satu-satunya Aulia.
Aulia tersentak,dia mendongak dan menatap Pemuda itu dengan sinis nya.
" kamu membentak ku hanya karna mobil rongsokan ini ?? cihhhh...Dewa Gunawan laki-laki sombong yang tidak berperasaan!! aku hanya membawa mobil ini berkeliling agar dia tidak merasa bosan " kecam Aulia yang berkacak pinggang dan menatap kakaknya dengan garang.
mata Dewa melotot saat mendengar itu,dia tidak percaya Aulia yang selama ini takut padanya bisa-bisa nya hari ini menghina nya.
" kamu...!!! Aulia apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?? aku ini kakak mu, kamu berani menghina ku ?? sejak kapan kamu mulai berani melawan ku haaaaa...??? " bentak Dewa lagi yang sudah terlihat marah.
" kamu bertanya?? jadi aku harus menjawab,,aku mulai berani melawan mu sejak hari ini,,dan hari ini kamu juga akan kehilangan mobil kesayangan mu itu,,jika itu terjadi aku harap kamu tidak menangis " setelah itu dia berjalan meninggalkan kakaknya.
Dewa yang mendengar itu merasa bingung dengan ucapan adiknya,dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" kenapa anak itu berbicara tidak jelas dan kelakuan nya sungguh aneh hari ini " gumamnya,karna tidak ingin memikirkan itu lagi,dia berjalan kearah mobil kesayangan nya.
tapi tiba-tiba dia mendengar suara ambulans yang membuat nya reflek berbalik badan,dia tertegun saat ambulan itu memasuki kediaman Gunawan.
" siapa...siapa yang,,," dia tidak berani menebak siapa yang ada didalam ambulan itu,dengan tergesa-gesa dia berjalan mendekati mobil ambulans itu..
sedangkan mobil ambulans yang sudah berhenti di depan rumah kediaman Gunawan,supir itu turun dan berjalan ke arah bagasi , dia membuka pintu belakang mobil dan berniat mengeluarkan seseorang yang ada didalam nya,tapi suara Dewa membuat supir itu berbalik badan.
" siapa yang terluka..ayahhhhhh,,,Momiiiiiiii ?? " teriak Dewa dengan terkejut saat melihat kedua orang tuanya lah yang ada didalam ambulan itu.
dia menatap supir itu dengan mata memerah karna ingin menangis'.
" katakan padaku?? apa yang terjadi dengan kedua orang tua ku ?" tanya dewa dengan jantung berdebar kencang.
" tuan ,,,ibu dan ayah anda shock,dan itu membuat mereka pingsan karna kedua perusahaan kalian terbakar habis,dan saat ini hanya gerbang perusahaan saja yang tersisa di tempat kejadian" jelas Supir itu dengan hati-hati.
degggggggg
dewa terkejut dia hampir terjatuh jika supir itu tidak menarik tangannya,air matanya menetes dia menatap kedua orang tuanya dengan perasaan hancur.
" tidakkkk....itu tidakkk mungkin hikkkkksssss,,,tidakkkkkkk,,,," tangis nya dengan memukul bagian belakang mobil ambulans.
supir itu hanya terdiam,dia tau pemuda itu pasti terpukul karna perusahaan kedua orangtuanya terbakar habis.
Dewa yang masih menangis tiba-tiba melihat para pembantu dan pengawal kediaman Gunawan dengan dahi mengerhit heran,dia buru-buru menghapus airmatanya dan menghadang jalan mereka.
" kenapa kalian membawa koper?? dan mau kemana kalian ? " tanya Dewa dengan serius.
para pembantu dan pengawal saling memandang,lalu mereka menatap Dewa dengan tersenyum canggung.
" tuan muda,, kami sudah dipecat oleh nona Aulia,dan dia juga sudah membayar gaji kami,,karna tidak ada lagi yang ingin dibicarakan kami permisi" setelah salah satu pembantu menjawab pertanyaan Dewa,mereka semua pergi dengan tergesa-gesa tanpa melihat kebelakang lagi.
Dewa terdiam mendengar ucapan mereka,dia melirik kearah kedua orangtuanya yang masih tidak sadarkan diri.
" apa yang sebenarnya terjadi?? dan kenapa tiba-tiba Aulia memecat semua pembantu dan pengawal?? apa dia sudah mengetahui berita itu ?? secepat itu ?? " gumamnya dengan heran.
" tuan sebaiknya kita bawa kedua orang tua anda kedalam,mereka pasti butuh istirahat di tempat yang lebih nyaman " ucap supir ambulan yang menyadarkan Dewa.
dia hanya mengangguk dan mengangkat ayahnya terlebih dahulu yang dibantu oleh supir itu,tapi belum jauh dari mobil ambulans tiba-tiba seorang pemuda datang dengan wajah sangar nya.
" permisi??? apa anda Dewa Gunawan?? " mendengar itu Dewa mengangguk dan saling memandang dengan supir ambulan tadi, sedangkan ayahnya Hendrik Gunawan masih mereka angkat.
" ya itu benar aku ,,ada apa ?" tanya Dewa dengan perasaan was-was.
" tuan saya adalah utusan dari bos saya,dan saya kesini ingin memberitahu Anda,jika hari ini juga kalian harus mengosongkan kediaman ini, karna ayah anda sudah menjual nya berserta dengan semua isinya .dan itu juga sudah termasuk semua kendaraan " jelas pemuda itu dengan serius.
duarrrrrrrrrrrrrrrrr
Dewa terjatuh ditanah,dan supir ambulan hanya terdiam saat dirinya juga ikut terjatuh dan tertimpa oleh kendrik Gunawan.
" ini...ini tidak mungkin,,,, hikkkkssss,,,tidakkkkkkk,,,,, kenapa semua ini terjadi pada keluarga ku ?? kenapaaaaaa....?? " teriaknya prustasi,dia menangis sembari memeluk ayahnya dengan tidak percaya, jelas-jelas tadi malam dia masih menjadi tuan muda kaya raya,dan sekarang dalam sekejap dia telah menjadi laki-laki yang tidak punya apa-apa.
melihat kondisi Dewa, pemuda itu hanya mengembuskan nafasnya dia pergi meninggalkan kediaman Gunawan setelah memberitahu pada Dewa jika kediaman itu sekarang bukan milik keluarga nya lagi.
" ehemmmmm...tuan begini, saya masih banyak pasien yang harus saya jemput,saya terburu-buru sebaiknya anda mencari taksi didekat sini " jelas Supir itu dengan tidak Enak.
" hikkkksssss,,,jika kamu meninggalkan ku disini lalu aku harus kemana pak ?? sementara rumah dan perusahaan kedua orang tua ku sudah lenyap dan sekarang kami tidak memiliki apapun lagi " ucap Dewa dengan terisak.
" Laaahhh mana saya tau ,,saya juga orang miskin dan tidak memiliki apapun,saya saja makan susah sudahlah saya harus pergi istri dan anak saya sudah menunggu di rumah " ucap supir itu,dia takut Dewa memintanya untuk tinggal dirumah nya, memikirkan itu supir itu menggeleng cepat.
dia berjalan tanpa melihat Dewa yang semakin menangis,disaat dia ingin menurunkan Melinda ibu Dewa, tiba-tiba dia mendengar suara seorang wanita, sontak dewa dan Supir itu menoleh.
" tungguuuu !!! " Aulia datang dengan membawa beberapa koper,dia berjalan melewati kakaknya dan memasukkan koper itu kedalam ambulan.
" lohh,,,kenapa barang-barang mu malah kamu masukkan?? jangan bilang kamu ingin numpang tinggal dirumah ku ?? " ucap supir itu dengan tajam,dia melirik kearah Dewa yang juga sedang berjalan kearah ambulan nya.
Aulia yang sudah selesai memasukkan koper-koper itu,dia menatap supir itu dengan tersenyum menyeringai,dan tiba-tiba dia menarik tangan supir itu dan meletakkan uang 2 gepok ditangannya.
" ambil semua uang ini,dan ambulans mu akan menjadi milikku! bagaimana apa kamu mau ? " tanya Aulia dengan serius.
" tidakkk,,,saya tidak mau menjual ambulan ini, karna ini adalah pemberian orang tua saya " ucap supir itu dengan tegasnya, lalu dia meletakkan uang itu di tangan Aulia.
" baiklah jika kamu tidak mau,itu malah bagus aku tidak perlu mengeluarkan uang ini, lebih baik aku menyimpan uang ini untuk bertahan hidup, dan aku dan keluarga ku akan tinggal di rumah mu. " ucap Aulia dengan acuhnya.
mata supir itu melotot,dia buru-buru mengambil uangnya lagi dan menatap Aulia dengan tajam.
" baiklah aku mau,dan sekarang ambulan ini sudah menjadi milik mu !! huhhhhh,,,jika tau begini aku tidak akan mau mengantarkan orang tua mu " keluh supir itu dengan penyesalan,karna dia takut wanita itu berubah fikiran dia pergi meninggalkan kediaman Gunawan.
sementara Dewa tercengang melihat itu,dia tidak percaya adiknya akan membeli ambulan yang sudah terlihat tua itu.
" jangan menatap ku seperti itu, cepat angkat ayah kedalam ambulan,kita harus pergi dari sini sebelum rentenir lainnya datang kesini!! " ucap Aulia yang membuat Dewa mengangguk .dan dia berlari ke arah ayahnya, dengan sekuat tenaga dia memasukkan Kendrik kedalam ambulans.
setelah menutup pintu belakang mobil,dia berjalan kearah pengemudi tapi adiknya sudah berada disana.
" kamu...." ucap Dewa terhenti saat Aulia memotong pembicaraannya.
" jangan banyak bicara,, cepat naik jika tidak aku akan meninggalkan mu disini " ancam Aulia yang membuat Dewa mengangguk,dia masuk kedalam mobil ambulans dan duduk dengan wajah sedihnya.
dia menatap kediaman keluarga nya dengan mata berkaca-kaca,dia masih berharap jika semua ini hanyalah mimpi buruk.
" sudahlah jangan terlalu larut dalam kesedihan, mungkin ini sudah menjadi takdir bagi keluarga kita,dan tenang saja aku sudah membelikan rumah untuk tempat tinggal kita nanti,meski rumah itu tidak semewah kediaman ini,tapi itu bisa menjadi tempat berlindung kita untuk sementara " jelas Aulia.
Dewa menoleh kearah adiknya,dia merasa terharu karna ternyata adiknya sangat perhatian pada keluarga nya,dia sangat menyesali semua perbuatannya.
sementara Aulia dia mulai mengemudikan ambulan,dan membawa keluarga nya ke arah pengunungan dia sudah merencanakan semuanya,dan kediaman Gunawan tidak lah benar-benar bangkrut. dia hanya ingin ibu dan ayahnya berubah dan lebih perhatian padanya.
sedangkan supir ambulan yang melihat ambulan nya melewati nya,dia menatap ambulan itu dengan sedihnya.
" semoga kita dipertemukan nanti,,maafkan aku karna aku harus menjual mu pada keluarga kaya itu,tidakkk bukan kaya mereka sudah bangkrut dan aku takut mereka tinggal di rumah ku " " ucap supir itu,dia akhirnya berjalan mencari taksi dan berencana langsung pulang kerumahnya.
untuk ayah dan ibu Liana, mereka sudah mat1 keracunan makanan,ya ternyata Aulia sudah merencanakan semuanya dengan matang, sedangkan Liana dia menjadi pengemis dijalanan.
dan semenjak kedua orang tua Aulia tinggal di rumah sederhana yang telah disiapkan oleh Aulia, mereka berubah menjadi orang tua yang peduli dengan anak-anak nya,begitu juga dengan Dewa dia berubah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan semakin menyayangi adik dan orangtuanya.
meski jauh dari kota tapi keluarga Aulia menikmati hidup mereka dengan bahagia,bahkan mereka tidak berfikir ingin kembali kekota lagi.
#misi selesai