**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
**Bab 24: Menuju Ibu Kota Kekaisaran**
**Bab 24: Menuju Ibu Kota Kekaisaran**
Fajar baru saja menyingsing ketika seberkas cahaya emas melesat membelah kabut pagi di pegunungan Sekte Awan Hijau. Feng Tian tidak menggunakan kereta kencana ataupun hewan tunggangan spiritual. Menggunakan *Jurus Langkah Bayangan Bab 2: Kedipan Kosmik*, tubuhnya berpindah dari satu puncak bukit ke puncak bukit lainnya seperti kilat yang melompat.
Hanya dalam waktu beberapa jam, pegunungan sekte yang selama setahun ini mengurungnya telah tertinggal jauh di belakang. Di depannya, membentang jalan raya luas yang terbuat dari batu basal hitam, jalan utama yang menghubungkan seluruh wilayah sekte menuju pusat peradaban Kekaisaran Azure.
Feng Tian mendarat dengan ringan di tepi jalan. Dia merapikan jubah abu-abu barunya yang bersih dan kembali mengaktifkan *Cheat Code: Modifikasi Status Palsu*. Aura emas Fondasi Puncaknya seketika tersedot masuk, menyisakan riak energi tenang di **Tahap Pengumpulan Qi Tingkat 6**.
"Sistem, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke gerbang Ibu Kota jika aku berjalan kaki dengan santai?" tanya Feng Tian dalam hati.
**[Ding! Menghitung jarak berdasarkan peta dunia...]**
**[Jarak tersisa: 20 Kilometer. Dengan kecepatan berjalan kaki santai kultivator Tingkat 6, Pengguna akan tiba dalam waktu satu jam.]**
**[Notifikasi: Fitur 'Toko Kode Curang Tingkat Tinggi' mendeteksi adanya fluktuasi energi pusaka di area depan. Pengguna disarankan tetap waspada.]**
Feng Tian tersenyum tipis. "Pusaka baru? Menarik. Tampaknya perjalananku ke Ibu Kota tidak akan membosankan."
Satu jam berlalu dengan cepat. Di ujung jalan cakrawala, sebuah pemandangan yang sangat megah mulai menampakkan diri. Tembok kota raksasa setinggi lima puluh meter yang terbuat dari batuan obsidian hitam membentang sepanjang puluhan kilometer, membentengi Ibu Kota Kekaisaran Azure. Di atas tembok tersebut, ratusan meriam spiritual kuno dan formasi pelindung magis bersinar tipis, memancarkan tekanan yang mampu membuat kultivator Ranah Fondasi Dasar sekalipun merasa terintimidasi.
Di gerbang utama kota yang luas, antrean panjang kereta mewah milik klan-klan bangsawan, pedagang kaya, dan para kultivator liar tampak mengular rapat. Puluhan prajurit zirah perak berkultivasi Pengumpulan Qi Tingkat 8 menjaga gerbang dengan ketat, memeriksa setiap orang yang ingin masuk.
Feng Tian berjalan santai, mengambil barisan di antrean paling belakang murid luar biasa.
Tiba-tiba, suara derap kaki kuda spiritual yang sangat bising memecah antrean dari arah belakang. Seekor kereta kencana mewah yang ditarik oleh empat ekor *Kuda Sisik Naga* melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memedulikan para kultivator liar yang sedang mengantre.
*Wush! Krak!*
"Beri jalan! Kereta kencana milik **Muda Tuan Wang Jin** dari Klan Wang ingin lewat! Siapa pun yang menghalangi akan dicambuk sampai mati!" Teriak seorang pelayan bertubuh gemuk yang duduk di kursi kusir, mengayunkan cambuk kulit yang dilapisi energi *Qi* ke arah kerumunan.
Beberapa kultivator liar yang terlambat menghindar langsung terkena sabetan cambuk dan terpental jatuh dengan luka berdarah. Murid-murid lain hanya bisa menahan amarah mereka sambil mundur ketakutan. Di Ibu Kota, Klan Wang adalah salah satu dari tiga klan dominan yang menguasai militer kekaisaran. Menantang mereka sama saja dengan bunuh diri.
Kereta kencana itu terus melaju kencang, hingga akhirnya tiba di posisi Feng Tian yang sedang berdiri diam di tengah jalan setapak.
"Tikus kusam di depan! Cepat enyah dari jalan!" Pelayan gemuk itu berteriak bengis, langsung melayangkan cambuk kulitnya dengan kekuatan penuh Pengumpulan Qi Tingkat 5, mengarah lurus ke wajah tampan Feng Tian.
Feng Tian bahkan tidak menoleh. Tepat saat ujung cambuk itu berjarak satu sentimeter dari kulitnya, tangan kanannya bergerak secepat kilat, menangkap ujung cambuk tersebut dengan cengkeraman yang sangat kokoh.
*Kepret!*
Cambuk kulit yang dilapisi energi itu mendadak berhenti total di udara, seolah-olah menabrak dinding besi tak kasat mata.
"Apa?!" Pelayan gemuk itu terkejut, mencoba menarik kembali cambuknya namun rasanya seperti mencoba menarik sebuah gunung—sama sekali tidak bergemerik sedikit pun.
Feng Tian menoleh perlahan, sepasang mata hitamnya menatap pelayan gemuk itu dengan pandangan yang sangat dingin. "Anjing pelayan saja sudah begitu sombong di depan gerbang kota. Siapa yang memberimu hak untuk mengayunkan cambuk pada orang lain?"
*Sret!*
Feng Tian menyentak cambuk tersebut dengan satu jari murni Fondasi Dasarnya.
"Aaakh!" Pelayan gemuk itu menjerit histeris saat tubuh tambunnya tertarik terbang dari kursi kusir, melayang di udara sebelum akhirnya menghantam tanah berbatu dengan keras tepat di bawah kaki Feng Tian. Tulang lengannya langsung dislokasi akibat sentakan masif tersebut.
Gerakan tiba-tiba itu seketika menghentikan laju empat Kuda Sisik Naga. Kereta kencana mewah tersebut berhenti mendadak dengan guncangan yang cukup keras.
"Siapa bajingan lancang yang berani mengusik kereta klan Wang-ku?!"
Sebuah suara bariton yang dipenuhi kemarahan terdengar dari dalam kereta. Pintu sutra emas terbuka, dan seorang pemuda tampan berpakaian jubah brokat ungu mewah melangkah turun dengan wajah merah padam. Aura kekuatan yang memancar dari tubuhnya berada di **Ranah Fondasi Dasar Tahap Awal Puncak**.
Orang itu adalah **Wang Jin**, salah satu tuan muda genius dari Klan Wang sekuler Ibu Kota.
Wang Jin melirik pelayannya yang mengerang kesakitan di tanah, lalu tatapannya terkunci rapat pada Feng Tian yang masih memegang ujung cambuk dengan santai. Ketika indra spiritualnya memindai Feng Tian dan hanya menemukan kultivasi Tingkat 6 Pengumpulan Qi, rasa terkejut di wajah Wang Jin langsung berubah menjadi penghinaan yang mendalam.
"Seorang murid luar kusam Tingkat 6... berani menyentuh pelayan klan Wang-ku?" Wang Jin melangkah maju, melepaskan aura Fondasi Dasarnya untuk menekan Feng Tian di depan seluruh kerumunan. "Bocah bodoh, berlututlah sekarang, patahkan tangan kananmu sendiri yang telah menyentuh cambuk itu, dan mungkin aku akan membiarkan mayatmu tetap utuh hari ini!"
Feng Tian hanya melepaskan gagang cambuk kulit tersebut, lalu merapikan letak pedang meteorit hitam di punggungnya sambil tersenyum sinis.
"Klan Wang? Belum pernah dengar," Feng Tian menatap Wang Jin dengan tatapan meremehkan yang sama. "Tuan Muda Wang, jika aku jadi kamu, aku akan menyuruh pelayanmu meminta maaf dan segera merangkak masuk ke dalam kota... sebelum aku kehilangan kesabaranku dan menghancurkan kereta mewahmu ini menjadi tumpukan kayu bakar."
Kata-kata tenang namun sarat ancaman dari Feng Tian langsung membuat seluruh kultivator liar di gerbang kota menarik napas dalam-dalam. Menantang Tuan Muda Klan Wang di depan gerbang Ibu Kota... pemuda berjubah abu-abu ini bener-bener memiliki nyali sekeras baja atau memang sudah bosan hidup!
> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
> **BARU NYAMPE GERBANG UDAH BERULAH!** 😎🔥 Feng Tian emang bener-bener magnet masalah, tapi masalahnya yang dateng malah babi-babi baru buat disembelih jadi EXP! Tuan Muda Wang Jin bener-bener gak tahu kalau Tingkat 6 di depannya ini adalah naga berkekuatan Fondasi Dasar Tahap Puncak! 😂💥