NovelToon NovelToon
Dunia Angkasa

Dunia Angkasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dunia Damai Sentosa, gadis cantik yang ceria itu menyimpan banyak luka masa lalu. Tak pernah ada yang tahu, di balik senyumnya yang ceria itu, Nia —panggilan akrabnya—, ternyata menyimpan luka tentang siapa dirinya.

Pertemuannya kembali dengan Angkasa Biru Cakrawala, ternyata tak seperti yang dia bayangkan. Aang —panggilan akrab Angkasa— seperti orang lain, orang baru, bukan seperti Aang yang Nia kenal dulu.

Akankah kehidupan Nia dewasa dapat menjadi obat bagi luka masa lalunya? Akankah senyuman Nia dapat mengembalikan bahagia dalam hidup Aang?

Simak kisah selengkapnya dalam Dunia Angakasa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlihat Bangsawan

"Sabtu besok aku jemput," kata Angkasa saat Nia turun dari motornya.

"Hm? Mau kemana?" tanya Nia.

"Mama ngadain pesta pertunangan kita," jawab Angkasa membuat Nia merasa gugup seketika.

"Pesta pertunangan?" tanya Nia memastikan dia tak salah dengar. Angkasa mengangguk.

"Mama mau nyiapin kamu, jadi pagi jam sembilan aku jemput," kata Angkasa.

"Mama?" tanya Nia.

"Nyonya Lestari udah diberitahu soal ini. Keluarga Nyonya Lestari akan datang," kata Angkasa. Nia terdiam.

"Semua udah diatur Mama. Kamu nggak perlu khawatir," lanjut Angkasa seolah tahu apa yang membuat Nia khawatir.

Nia tersenyum kikuk, berusaha membuat Angkasa tenang. Angkasa menatap Nia tajam membuat senyum Nia menghilang.

"Jangan lagi tersenyum kalo memang nggak bisa," kata Angkasa.

"Kamu nggak selalu harus jadi matahari," lanjut Angkasa.

"Cukup jadi dirimu sendiri. Dunia Damai Sentosa," tutup Angkasa, membuat mata Nia berkaca-kaca.

"Masuk. Udah malem. Besok aku jemput," kata Angkasa, membalikkan badan Nia menghadap gerbang kosnya, menyuruh Nia masuk. Nia berbalik lagi.

"Makasih," ucap Nia lalu berjalan memasuki gerbang kos dan menyapa satpam baru yang Angkasa belum kenal.

Angkasa segera meninggalkan kos Nia. Nia sempat menoleh ke arah Angkasa yang berlalu sebelum akhirnya berjalan lagi menuju kamarnya.

Nia meletakkan totebagnya begitu saja lalu duduk di lantai dan bersandar pada tempat tidurnya.

"Pertunangan... Sabtu ini..." gumam Nia.

Nia mengingat kembali bagaimana dia bisa sampai pada titik ini. Dirinya sama sekali tak menyangka akan diasuh oleh keluarga kaya raya dan dijodohkan dengan Angkasa yang juga diasuh oleh keluarga konglomerat. Nia berpikir akan tinggal di panti asuhan selamanya.

Meski ada setitik rasa bahagia dalam hatinya, Nia juga merasakan kekhawatiran di waktu yang bersamaan. Nia merasa, pernikahannya nanti bukanlah akhir segalanya, melainkan awal dari babak baru dalam hidupnya.

'Semoga semua akan baik-baik saja,'

***

Sabtu pagi. Nia sudah bersiap mengahadapi hari itu. Nia mengenakan dress midi warna ungu pastel dipadukan dengan cardigan warna broken white.

Saat berjalan menuju gerbang kos, Nia merasa jantungnya bergemuruh ketika melihat Angkasa sudah menunggu di atas motornya. Angkasa menoleh menatap Nia yang berhenti di halaman kosnya. Nia seketika berjalan lagi menuju Angkasa.

"Aku nggak punya baju pesta di kos," kata Nia saat Angkasa memasangkan helm ke kepalanya.

"Mama udah siapin," kata Angkasa.

Tak lama kemudian, Angkasa sudah melajukan motornya menyusuri jalanan menuju kediaman Tuan Mahendra. Sepanjang perjalanan, Nia benar-benar merasa gugup. Malam ini, seluruh negeri akan tahu bahwa dirinya adalah calon menantu keluarga Mahendra.

Dua puluh menit perjalanan serasa hanya dua menit bagi Nia. Nia merasa semakin gugup ketika melihat kediaman Tuan Mahendra begitu sibuk. Beberapa orang terlihat mondar-mandir membawa keranjang berisi berbagai macam bunga. Beberapa orang terlihat sibuk memasang kain-kain dekorasi. Beberapa lagi terlihat sibuk merangkai bunga dekorasi.

"Eeeh, Niaaa!!! Ayo masuk! Kenapa bengong disitu?" kata Nyonya Mahendra saat keluar bersama seseorang yang sepertinya ketua event organizer sewaan Nyonya Mahendra.

"I-iya, Tante," kata Nia sambil berjalan menaiki tangga teras kediaman Nyonya Mahendra. Angkasa berjalan di samping Nia setelah memarkirkan motornya di garasi.

"Bawa Nia ke kamar, Ang," perintah Nyonya Mahendra pada Angkasa di sela-sela obrolannya dengan pihak EO. Mata Nia seketika membulat, lalu menoleh menatap Angkasa.

"Apa?" tanya Angkasa datar.

"Kamar?" tanya Nia dengan nada berbisik.

Senyum tipis tersungging di wajah Angkasa. Nia mengerutkan kedua alisnya menyadari senyuman tipis Angkasa. Angkasa segera berlalu masuk ke dalam rumah tanpa menjawab pertanyaan Nia.

Nia berjalan mengikuti Angkasa dengan ragu-ragu. Angkasa menaiki tangga menuju lantai dua. Di lantai dua juga banyak orang yang sibuk memasang kain-kain dekorasi dan rangkaian-rangkaian bunga. Angkasa berhenti di depan salah satu pintu kamar yang terdapat di lantai dua.

"Kamu tunggu disini. Istirahat aja. Acara masih lama," kata Angkasa sambil membukakan pintu kamar di depannya. Nia berjalan mendekat lalu melongokkan kepalanya ke dalam kamar yang dibuka Angkasa. Kedua alis Nia terangkat.

"Jangan berpikir kotor," kata Angkasa lalu meninggalkan Nia dan masuk ke kamar di sebelah kamar yang Nia tempati. Seketika pipi Nia memerah karena malu

Nia masuk ke kamar yang telah disediakan untuknya. Kamar itu ditata rapi, dengan nuansa serba pink pastel. Nia tersenyum merasakan kehangatan Nyonya Mahendra yang begitu terasa dibalik persiapan pesta pertunangan putera asuhnya.

"Tok... Tok..."

"Ya?"

"Nia," suara Nyonya Mahendra memanggil. Nia segera membukakan pintu kamarnya.

Nia terkejut melihat Nyonya Mahendra berdiri di samping stand hanger beroda yang memuat berbagai macam gaun pesta yang cantik dan mewah.

"Nia, ini Cita, dia stylish yang Tante hire buat kamu hari ini. Nah, kamu fitting dulu sama Cita ya. Pilih gaun yang pas dan cocok buat kamu. Biar Cita bisa nyariin jas yang cocok buat Angkasa. Okay?" kata Nyonya Mahendra, penuh semangat.

"Baik, Tante," kata Nia, sopan.

"Oke, kalo gitu Tante tinggal ya. Cita, tolong ya," kata Nyonya Mahendra sambi berlalu meninggalkan Cita.

"Eh, mari masuk, Mbak," kata Nia mempersilakan Cita masuk ke kamar.

Cita tersenyum lalu mendorong stand hanger berodanya memasuki kamar yang ditempati Nia.

"Saya penasaran seperti apa calon menantu Nyonya Mahendra," kata Cita sambil memilih-milih gaun yang ada di stand hanger miliknya.

"Nyonya Mahendra termasuk orang yang memiliki selera yang sangat tinggi, baik fashion, maupun segalanya," lanjut Cita sambil mengambil satu ball gown warna krem off shoulder dari stand hangernya lalu menempelkannya di depan tubuh Nia.

"Ternyata, memang selera Nyonya Mahendra itu benar-benar tak terduga dan berkelas," tutup Cita sambil mengembalikan ball gown dan mengambilkan A-line royal dress dengan detail lace yang mewah dan elegan.

Nia tersipu, merasa dirinya sama sekali tidak berkelas.

"Nona begitu cantik meski tanpa make-up, begitu sopan, dan yang jelas terlihat begitu... bangsawan," kata Cita sambil terus menempelkan gaun-gaun yang dia miliki ke tubuh Nia.

"Oke, gaun ini yang paling cocok buat Nona. Saya akan menghubungi rekan saya untuk mencarikan jas untuk Tuan Muda Angkasa," kata Cita sambil meletakkan gaun pilihannya di atas tempat tidur lalu mengambil fotonya dengan ponsel.

Cita terlihat sibuk dengan ponselnya. Nia menatap gaun pilihan Cita —ball gown off shoulder warna silver dengan rok besar dan siluet mewah. Indah. Nia merasa gaun itu terlalu mewah untuknya yang hanya biasa-biasa saja. Nia menatap pantulan dirinya di cermin. Nia teringat kata-kata Cita yang baru saja dia dengar.

'Terlihat begitu bangsawan... Bukan benar-benar bangsawan,'

***

1
Nanaiko
auto browsing bunga wedelia.
ternyata aku punya tanamannya, tapi gak tau namanya😅
makasih lho thor🤭
maaf malah salfok ke bunga😅
Wawan
kembang buat Nia 😍
Purnamanisa: makasiiih kak 😊😊😊
total 1 replies
Vivi Zenidar
Angkasa romantis👍
Purnamanisa: dingin2 romantis ya kak, bikin klepek2 🤭🤭
total 1 replies
Vivi Zenidar
mikirin dunia pasti nya
Vivi Zenidar
sediiih /Sob//Sob//Sob//Sob/
Purnamanisa: cup cup kak 😊
total 1 replies
Vivi Zenidar
merasa sepi di keramaian
Vivi Zenidar
sedih banget jadi Nia
Nanaiko
Yaa Allah.. ada-ada aja cobaan hidup..
Vivi Zenidar
semoga Nia ada yg menolong... jangan sampai ternodai
Vivi Zenidar
kasihan nasib anak anak panti
Vivi Zenidar
sedihh
Purnamanisa: disclaimer: ini memang kisahnya agak2 sedih gt kak 😅😅
total 1 replies
Vivi Zenidar
Baru baca langsung suka
Purnamanisa: makasih kakak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
Nah.. mungkin itu yang dinamakan jodoh, Ang..
Nanaiko
Cowok emang kek gitu, Nia.. nih disini juga ada. Katanya suruh jangan nunggu, suruh cari yang lain.. giliran nomor WA nya diblok, eh malah dilamar. 😅
Purnamanisa: ditarik ulur kek layang-layang ya kak? 😅😅
total 1 replies
Wawan
Hadir
Purnamanisa: makasih kak 😊😊
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih hadiah lagi
Nanaiko
ihiiiiiiirrrr🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!