Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Ada begitu banyak faktor yang menakutkan dari diri Nate sendiri. Itu adalah sesuatu yang tidak Nate sadari ketika dia tak melawan dirinya sendiri.
Jika dia terkena sabit dari dirinya sendiri akankah darahnya terus bocor hingga dia mati?
Akankah dia akan tiba-tiba meledak begitu saja?
Pemikiran itu, bahwa seseorang punya kemampuan seperti itu sebagai lawannya ternyata memberikannya perasaan tegang yang luar biasa.
Hal tersebut membuat Nate berkonsentrasi pada setiap serangannya. Tubuhnya melesat maju, sementara dirinya yang gila menghunus sabitnya dengan gerakan yang familiar.
Lalu dengan satu gerakan menebas kesamping, Nate segera mendengarkan suara benturan dari logam yang beradu dengan logam.
Dibalik asap ungu yang mengepul, dia melihat versi gilanya sendiri, tersenyum memperlihatkan giginya yang basah oleh darah merah. Lalu, dengan gerakan yang ringan, versi gilanya mendorong Nate menjauh.
Nate menerima dorongan itu, dia mengambil beberapa langkah kebelakang dan mendarat dengan stabil, hanya untuk menemukan versi gila dirinya yang menerjanh tanpa kehilangan seringai diwajahnya.
Melihat itu Nate mengeraskan rahangnya saat melihat sabit versi gila dirinya menebas dari atas kebawah.
Suara deru logam terdengar.
'Aneh sekali.'
Nate mendecakkan lidahnya. Tak seperti monster-monster tertentu yang telah dia lawan selama ini, versi gila dirinya bergerak dengan cara yang aneh dan sulit dipahami.
Jika monster tertentu punya pola serangan mereka sendiri, maka katakanlah bahwa versi gila dirinya tampak tak memiliki pola tertentu. Dia hanya bergerak berdasarkan insting dan tak ragu untuk memelintir bagian tubuhnya untuk menyerang.
Dengan deru logam yang tak henti-hentinya berseteru, dimana Nate berada pada kondisi yang terpojok, tiba-tiba versi gila dari dirinya berhenti menyerang dan mengambil beberapa langkah kebelakang.
Nate terengah-engah merasa bingung, sebelum akhirnya dengan mata milik versi gilanya yang menyipit membuat pupil mata Nate bergetar.
Baaam!!
Nate nyaris menghindar saat ledakan terjadi di sekeliling tubuhnya, dia bisa merasakan bagian tubuhnya yang terkoyak karena ledakan itu. Nate menemukan lengan kanannya yang terkoyak, menumpahkan sejumlah cairan merah segar dengan tulang putih yang mencuak keluar.
Rasa sakit itu jauh lebih mengerikan dari begitu banyaknya rasa sakit yang telah Nate rasakan, cukup sakit hingga dia meringis dengan wajah yang dipenuhi dengan keheranan.
'Apa itu tadi? Bagaimana bisa dia menggunakan skill [Void Detonate] padahal dia tak pernah melukaiku?'
Itu sangat mengejutkan karena versi gila dari dirinya sendiri tampak meledakkan udara begitu saja. Jika itu meledak tepat dibagian tubuhnya, Nate akan mati seketika.
Nate menghela napas kasar, dia bisa melihat versi gilanya kembali melesat dengan mata yang dipenuhi dengan kegilaan murni.
Satu tebasan mengarah langsung pada leher Nate, namun Nate merunduk kebelakang dengan tepat waktu sebelum akhirnya, dia mengangkat kakinya dan menendang tepat kearah dagu dari versi gila dirinya.
Meskipun daya hantamnya lemah, itu cukup untuk membuat Nate gila terhempas beberapa langkah kebelakang.
Tapi, tampaknya itu bahkan bukanlah sesuatu yang berada di luar harapan Nate Gila karena tanpa kehilangan senyumannya, asap ungu yang mengepul dibalik tebasan yang mengincar leher Nate sebelumnya tiba-tiba menunjukkan ledakan [Void Detonate] yang lainnya.
Baam—!!
“Sialan!“ Nate mengumpat, kali ini dia benar-benar merasa tak nyaman saat melawan dirinya sendiri.
Beberapa waktu lalu, saat dia mengetahui kekuatan lima player lainnya yang bersama dengannya di dungeon event, dia bahkan merasa kekuatannya tak semewah mereka, tapi kali ini dia menarik perkataannya.
Kekuatannya sangat menyebalkan!
'Bagaimana bisa dia meledakkan udara?'
Nate mendecakkan lidahnya.
Nate gila kembali menerjang dan seperti sebelumnya, Nate terjebak dalam pertempuran yang sulit dia pahami, daya serangan yang terus berubah, pola serangan yang tak berbentuk dan akhirnya ledakan yang terus terjadi cukup untuk membuat Nate tak berdaya.
Baam—!! Baam—!! Baam—!! Baam—!!
Nate meringis, dia melompat kesana kemari dengan kesal. Lalu kali ini dia tersenyum, merasakan jantungnya berdebar kencang, semakin lama dia berada di tempat ini, entah kenapa semakin kuat pula keinginannya untuk membunuh dan mengonsumsi daging yang bergerak dihadapannya.
Keinginan konsumsi daging itu semakin kuat hingga Nate perlahan-lahan mulai kehilangan kewarasannya.
Tapi, tanpa sedikitpun keraguan, Nate menerjang, kali ini dia sendiri yang langsung mengarahkan serangannya pada Nate gila.
Benturan dari dua logam bergema. Kali ini, Nate tak memberikan napas ketika sabitnya terangkat sedikit dia kembali menjatuhkan serangannya tanpa sedikitpun keraguan.
Baam—!! Baam—!! Baam—!!
Kilatan perak pucat terlihat dimata Nate, begitu dia mengubah pola serangannya dan membuat tebasan menyamping yang segera ditahan dengan sabit dari Nate gila.
Meski begitu, Nate tak berhenti dia melepaskan sabitnya, menyimpannya dalam inventori lalu dalam sedetik kemudian, sabit itu muncul di tangan kirinya lalu dengan satu tebasan tunggal, Nate menebas perut dari versi gilanya sendiri dengan seringai yang samar.
Serangan itu tidak dangkal malahan cukup kritis hingga versi gilanya sendiri tiba-tiba melompat mundur dan mengambil beberapa langkah kebelakang.
Versi gilanya menatap perutnya yang sobek sejenak, lalu dia tiba-tiba tertawa sangat keras, tertawa terbahak-bahak penuh dengan kegilaan dan ketidakwarasan yang membuat bibir Nate berkedut.
“Menggunakan tubuhku untuk tertawa seperti itu sangat tidak sopan,” Nate berbicara, cukup keras untuk membuat Nate gila terhenti tertawa.
Nate segera menambahkan:
“Jadi, apa yang lucu?“
Versi gilanya tertawa mengejek kali ini cukup rendah saat suaranya yang berat dan serak terdengar:
“Apakah kamu berpikir bahwa korosi akan mempan terhadapku?“
Nate berkedip.
Dia sudah menyadarinya, bahwa serangan korosi tersebut tak akan pernah mempan mau berapa kalipun dia menyerang.
Ini hanya dugaannya tapi...
“Sepertinya seseorang yang mampu mengeluarkan kekuatan korosi itu sendiri tampaknya memeliki kekebalan terhadap korosi. Apa itu benar?“
Nate gila terkekeh saat dia menghunus sabitnya, “Bagaimana kamu menyadarinya?“ Dia tampak tak terkejut meski Nate berhasil menebak hal tersebut.
Nah jawabannya sendiri sebenarnya sangat sederhana.
“Jika kamu terus mendorongku seperti sebelumnya, kamu bisa saja memberikan beberapa luka tebasan. Tapi, alih-alih melakukan itu, kamu memilih untuk mundur dan meledakkan udara, tidaklah menurutmu itu terlalu kentara?“
Tanpa ragu sedikitpun dengan ekspresi yang acuh tak acuh, Nate tersenyum tipis dengan matanya yang kontras dengan percikan pucat yang samar.
Lalu, bekas luka tebasan tersebut segera meledak. Membuat versi dirinya sendiri terkoyak menjadi serpihan daging.
“Sial,” Nate sedikit meringis saat merasakan lengan kanannya, darah yang tumpah sudah terlalu banyak.
Tanpa ragu sedikitpun, Nate menggunakan ramuan penyembuhan yang berada di level yang lebih tinggi.
Meski tak menyembuhkan nya sepenuhnya, tapi cukup untuk meminimalisir dampak dan efek yang mungkin terjadi.
Sambil melirik Nate gila itu, Nate mendesah lega, merasakan beberapa bagian tubuhnya yang terasa begitu sakit karena bekas ledakan yang terjadi. Bahkan jika itu hanya paparan dari efek ledakan saja ternyata sudah cukup untuk membuat bagian yang terkena langsung menghitam dan terasa sakit.
Beruntungnya Nate bisa menyadari semua hal itu dengan tepat. Seperti pola serangan dari versi gilanya bukannya tak menentu atau tak punya pola, hanya saja pola nya memang unik karena daripada bermanuver dengan satu gerakan yang berulang-ulang versi gilanya sendiri memilih untuk bermanuver mengikuti setiap kebutuhan untuk menjatuhkan lawannya.
Dia hanya mengincar titik penting dan fokus pada serangan yang akan memberikan keuntungan bahkan jika itu berarti mengorbankan bagian tubuhnya.
Lalu... Nate menghunus sabitnya ke udara, meninggalkan jejak samar dari asap ungu yang mengepul yakni adalah energi korosi yang Nate baru sadari.
Kemudian dengan beberapa langkah kebelakang, Nate menatap energi korosi itu sejenak, sebelum akhirnya udara meledak begitu saja.
Disaat yang bersamaan:
[Dungeon Ascension Selesai]
***