NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di serang.

Suara kembang api terdengar begitu keras, Yu-nian terlihat begitu bahagia, dia terus menunjuk langit yang berwarna-warni. "Inilah yang namanya keseruan." ucap Yu-nian yang tertawa terbahak-bahak. dia menarik Feng Shiyan ke sana kemari dan dia meminta untuk dibelikan begitu banyak makanan untuknya. mulai dari bakpao, manisan, kacang dan masih banyak lagi. Setiap membeli makan dia tidak pernah menghabiskannya, Feng Shiyan jadi sasaran untuk menghabiskan makanan yang dia beli.

"Bukan mulutmu." perintah Yu-nian. dia menyodorkan setengah bakpao yang barusan dia makan.

Naer yang melihat itu, dia yakin kalau majikannya itu tidak akan mau melakukannya. kedua mata Yu-nian melotot, hal itu membuat Feng Shiyan mengikuti apa yang diminta oleh istri kecilnya yang mulai manja itu.

"Bagus-bagus, sekarang kita beli kue itu." Yu-nian menunjuk kue yang barusan matang tersebut.

Feng Shiyan mengikuti kemana arah langkah kaki istrinya, tangannya terus ditarik hingga membuat Yi-bao dan Naer mengikuti sepasang suami istri itu.

"Wah.. wah.. wah.., sepupuku benar-benar begitu luar biasa, dia berani memerintah orang paling kejam itu." ucap Yi-bao.

Naer menganggukkan kepalanya, dia juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Yi-bao. "Kamu benar, apa yang barusan kamu katakan itu tidak salah sama sekali, hanya nyonya yang berani memerintah Jenderal seperti itu. Lihatlah dia ditarik ke sana kemari dia hanya menurut saja, coba orang lain yang melakukan hal itu pasti kepalanya sudah putus." jawab Naer yang kemudian menepuk pundak Yi-bao.

"Kenapa kuenya keras banget? ini kue apa batu bata." ucap Yu-nian yang kemudian menoleh menatap sang suami.

Feng Shiyan hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu dalam, dia yang memang makan standar secukupnya itu mau tidak mau hari ini dia harus melakukan apa yang diminta oleh istrinya.

"Suamiku, lihatlah di sana ada babi panggang. Aku mau ke sana." kata Yu-nian.

Feng Shiyan hanya tersenyum, dia mengikuti sang istri kemana tujuannya.

"Paman, aku beli satu bagian." pinta Yu-nian yang kemudian menadahkan tangannya.

Feng Shiyan memberikan uang untuk istrinya, Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, namun terlihat perutnya sudah kekenyangan.

"Sayang." panggil Yu-nian sembari mengerutkan keningnya.

"Ada apa." jawab Feng Shiyan.

"Dagingnya terlalu berlemak, Aku tidak suka..," jawab Yu-nian.

seketika Feng Shiyan menoleh menatap Naer dan Yi-bao. "Sayang, bisakah mereka yang makan? aku sudah kekenyangan loh.. nanti siapa yang akan menggendong mu Kalau kamu kecapean." jawab Feng Shiyan yang mencari alasan.

Yu-nian menganggukkan kepalanya, setelah itu dia memberikan sisa satu bakpao, kue goreng kepada Naer, dan babi panggang kepada Yi-bao.

"Kalau kita mengikuti dia seperti ini terus, bisa-bisa perutku jadi seperti babi hamil." bisik Yi-bao pelan di telinga Naer.

"Apa kamu berani melawan perintah Jenderal?" jawab Naer yang membuat Yi-bao menggelengkan kepalanya.

Di tengah kebahagiaan Yu-nian di malam pesta lampion itu, ada beberapa orang yang sudah bersiap-siap, nampaknya mereka bersembunyi di suatu tempat.

"Benar apa yang dikatakan oleh mata-mata kita kalau Jenderal itu sendirian." ucap beberapa pria.

"Ini saatnya kita membunuh jendral Feng, jika tidak.. dia akan menghabisi kita semuanya terlebih dahulu." jawab para pria bercadar.

Dirasa tempat yang dilalui oleh Feng Shiyan dan yang lain sedikit sunyi, tiba-tiba saja sekitar 15 orang pria berpakaian serba hitam langsung menyerang ke arah Feng Shiyan.

Tranggg...

Wuss...

sebuah lemparan pedang juga anak panah yang melesat ke arah Feng Shiyan dan yang lain, hal itu membuat Feng Shiyan dengan spontan langsung menendang tubuh Yi-bao dan menarik tubuh Yu-nian.

"Ada apa ini?" tanya Yi-bao yang terkejut.

"Jenderal, kelihatannya ada yang mencoba membunuh anda." ucap Naer. "Lindungi istriku, Naer. Aku akan melawan mereka." jawab Feng Shiyan.

"Aaaa!!! Kenapa tiba-tiba ada yang menyerang kita!" teriak Yi-bao ketakutan. pria itu lari kocar-kacir mencari tempat persembunyian, dia mencoba menarik Yu-nian dan membawanya untuk bersembunyi.

"Kenapa suara teriakanmu seperti perempuan jadi jadian?" bentak Yu-nian. "Aduh ini apaan sih, Kenapa mereka tiba-tiba menyerang kita?" ucap Yu-nian.

"Nggak tahu juga, mereka itu kurang ajar banget sih.. kita lagi ada di pesta lampion malah Mereka memberi kita hadiah undangan maut." kesal Yi-bao yang nampak menundukkan kepalanya untuk bersembunyi.

"Iya, mereka benar-benar tidak tahu diri, dasar mereka kepala batu." ucap Yu-nian yang langsung mengeluarkan kata-kata sialnya. sudah lama dia tidak mengeluarkan jurus saktinya itu.

Yi-bao tersenyum menatap Yu-nian . "Aduh si mulut sial berulah lagi..," ucap Yibao yang malah tersenyum.

Di saat salah satu pria berpakaian hitam itu ingin menyerang, tiba-tiba saja kepalanya kejatuhan batu entah dari mana.

"Yu-nian, cepat bicara yang lebih menakutkan lagi, sumpahin mereka kesambar petir, kesamber bledek gitu." ucap Yi-bao yang merasa sedikit melupakan ketakutannya.

"Memangnya di malam cerah seperti ini ada petir yang menyambar? kalau bisa sih semoga orang orang berpakaian hitam itu kesambar petir." jawab Yu-nian.

Gluduk..

Ctass...

tiba-tiba saja beberapa orang yang hendak menyerang Yu-nian itu tersambar petir, di malam cerah yang dipenuhi dengan kembang api di langit itu mereka harus merasakan bagaimana kilau cahaya petir menyentuh tubuh mereka.

"Aduh.. kok tiba-tiba ada petir." ucap Naer yang kebingungan.

"Hehehe.. ternyata mulutmu itu masih sial banget ya, semoga saja dan Jenderal tidak ketiban sial dari mulutmu itu." canda Yi-bao yang membuat Yu-nian menyikut tubuhnya.

ketika mereka bersembunyi tiba-tiba saja dua orang berpakaian hitam itu menemukan tempat persembunyian Yu-nian dan Yi-bao. "Ternyata kalian ada di sini ya." ucap dua pria yang kemudian mengarahkan pedang nya ke arah Yu-nian dan Yi-bao.

"Kok malah kita ketangkep sih..," ucap lirih Yi-bao yang langsung mengangkat kedua tangannya.

"Kamu ngapain?" tanya Yu-nian yang melihat Yi-bao mengangkat kedua tangannya.

"Ya menyerah lah, memangnya ngapain lagi." jawab Yi-bao yang tidak akan mungkin mau menyerah.

Yu-nian melirik tanah yang ada di kakinya, dengan cepat kedua tangannya mengambil tanah itu kemudian melempar tepat di wajah dua pria berpakaian hitam itu. Sedangkan Feng Shiyan dia menyerang orang-orang berpakaian hitam itu.

"Beraninya kalian menyerangku!" seru Feng Shiyan yang melawan para prajurit berpakaian hitam.

"Bunuh pria itu, jangan sampai dia bisa kembali!" seru orang-orang berpakaian hitam.

Feng Shiyan memutar tubuhnya, menendang membanting memukul bahkan meninju wajah orang-orang berpakaian hitam.

Bukk.

Bukk..

Bukk..

orang-orang berpakaian serba hitam itu tidak bisa mencari lawan yang sebanding, Jenderal yang terkenal kejam itu mereka lawan, tentu saja Feng Shiyan dengan cepat melumpuhkan orang-orang berpakaian hitam itu sedangkan Yu-nian dia langsung mengangkat Roknya kemudian menendang dua pria yang mencoba untuk menangkapnya.

"Kalian kira kalian bisa menangkapku dengan mudah! Cih... jangan harap ya!" seru Yu-nian yang kemudian menendang salah satu pria berpakaian hitam.

Satu pria yang masih membersihkan wajahnya karena matanya kemasukan debu itu.. dia berusaha untuk membuka matanya, namun sebelum itu terjadi Yu-nian langsung memberikan tendangan super mematikan. Dia melompat kemudian memberikan tendangan tepat di wajah salah satu pria berpakaian hitam hingga membuat pria itu langsung tidak sadarkan diri. dia kemudian tumbang di tanah dengan hidung yang mengeluarkan darah.

*bersambung*

1
Pa Muhsid
typo atau sengaja tapi aku suka qiamat hehe
Pa Muhsid
kasian deh nungguin yg lagi iya iya
Pa Muhsid
ada satu kebaikan si kuman walaupun niatnya untuk dirinya sendiri tapi oke lah yu feng bersatu
Pa Muhsid
seharusnya kianman yang dikutuk yunian supaya wajahnya hancur jerawat bernanah
Pa Muhsid
mending tak usah pake judul tor angka aja
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!