NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Sementara itu...

Nathan masih berdiri di tengah kekacauan.

Napasnya berat.

Bekas jahitan di perutnya mulai terbuka.

Darah merembes keluar, membasahi kemejanya.

Namun ia tidak mundur.

Salah satu pria menyerang.

Nathan menangkap pergelangan tangannya memutar.

Pisau terlepas.

Nathan langsung merebutnya.

Gerakan singkat.

Tanpa ragu... ia menikam leher lawannya.

Pria itu terhuyung, menjerit, lalu jatuh dan tidak lagi mampu bangkit.

Belum selesai, serangan datang dari belakang.

Nathan menahan tangan lawan, dan menendang kaki lawan.

Tubuh itu terpental.

Yang lain mencoba mendekat bersamaan.

Nathan bergerak lebih cepat.

Satu dorongan.

Satu tebasan pendek.

Lawan mundur.

Yang lain ikut maju

Pertarungan menjadi kacau.

Tidak ada pola.

Hanya serangan cepat dan balasan yang lebih cepat.

Namun...luka di perutnya semakin terasa. Setiap gerakan menarik napas menyakitkan.

Keringat membasahi wajahnya.

Ia tetap berdiri tegak.

“Siapa lagi yang ingin maju?” ucapnya dingin.

Pemimpin mereka maju selangkah. “Serang bersama! Dia sudah terluka!”

Beberapa pria langsung bergerak.

Nathan tidak menunggu. Ia menendang satu hingga terjatuh.

Serangan dari samping Nathan menahan pisau itu dengan tangan kosong.

Sayatan tipis.

Darah mengalir dari telapak tangannya.

Ia tidak melepaskan tangannya

Nathan langsung menikam pundak lawannya berulang kali.

Gerakannya tetap tajam.

Meski tubuhnya menahan sakit.

Satu per satu...mereka mulai tumbang.

Tiba-tiba—

Suara mesin meraung.

Sebuah mobil melaju kencang dari sisi parkiran.

Langsung mengarah ke Nathan.

Sorot lampunya menyilaukan.

Nathan menoleh...

Refleks.

Ia melompat ke samping.

Ban berdecit keras.

Mobil itu melintas nyaris menyentuhnya, lalu melaju lurus hingga ke ujung parkiran.

Belum sempat ia benar-benar berdiri..

Suara mesin lain terdengar.

Lebih dekat.

Lebih cepat.

Nathan masih setengah berlutut.

Napasnya berat.

Rasa nyeri di perutnya menusuk lebih dalam.

Ia mengangkat kepala...

Mobil hitam meluncur lurus ke arahnya.

Tanpa ragu.

Tanpa melambat.

Nathan memaksa tubuhnya berdiri.

Langkahnya goyah.

Namun ia tetap bergerak.

Detik terakhir... ia menggeser tubuh ke samping.

Mobil itu melintas... terlalu dekat.

Hempasan angin keras menghantam tubuhnya.

Keseimbangannya hilang.

Tubuh Nathan terpental ke lantai.

Brak!

Punggungnya menghantam beton.

“Agh—”

Rasa sakit langsung menjalar.

Lebih parah dari sebelumnya.

Bekas jahitan di perutnya seperti robek kembali.

Napasnya terputus sesaat.

Darah semakin merembes.

Namun ia tetap berusaha bangkit.

Tangannya menekan lantai.

Tubuhnya gemetar menahan sakit.

Di kejauhan... suara mesin mobil itu masih terdengar.

Belum pergi.

Seolah… mereka belum selesai.

“Bunuh dia! Dia sudah terluka parah!” teriak salah satu dari mereka.

Dua mobil kini berhenti di sisi berbeda. Mesin masih menyala.

Lampu depan menyilaukan.

Nathan berdiri di tengah.

Tubuhnya goyah.

Satu tangan menekan perutnya yang berdarah.

Di kejauhan suara mesin lain terdengar.

Semakin dekat.

Semakin cepat.

Salah satu mobil hitam kembali melaju. Langsung ke arah Nathan.

Di saat yang sama...mobil lain menerobos masuk ke area parkiran.

Marcus.

Gas diinjak penuh.

“Awas!” teriak Liora di dalam mobil.

Marcus tidak mengurangi kecepatan.

Ia membelok tajam dan..

Brak!

Tabrakan keras.

Mobil hitam itu terpental ke samping, berputar sebelum akhirnya berhenti dengan suara gesekan kasar.

Namun satu mobil lain masih bergerak.

Masih mengarah ke Nathan.

Nathan menatap lurus.

Tangannya menggenggam pisau. Ia tidak bergerak mundur.

Matanya fokus ke arah roda depan mobil itu.

Menghitung.

Menunggu.

Detik demi detik terasa melambat.

Saat mobil itu semakin dekat...

Nathan mengayunkan tangannya.

Pisau melesat.

Cepat.

Tepat.

“Duk!”

Ban depan terkena.

Suara letusan keras terdengar.

Mobil kehilangan kendali.

Ban meletus, arahnya oleng.

Seketika mobil itu berbelok liar, menghantam sisi parkiran dan berhenti dengan benturan keras.

Sunyi sejenak.

Debu dan asap tipis menguar di udara.

Nathan masih berdiri.

Darah terus merembes dari lukanya.

Mobil Marcus berhenti mendadak.

Pintu terbuka.

“Tuan!” seru Marcus.

Liora juga turun..

"Tuan "

Ia berlari mendekat.

“Nona, cepat bawa Tuan pergi! Di sini biar aku yang urus!” perintah Marcus.

Liora langsung berlari ke arah Nathan.

“Tuan…!” suaranya gemetar.

Ia memapah tubuh Nathan yang sudah melemah.

Darah masih merembes dari perutnya.

Liora membuka pintu mobil belakang, membantu Nathan duduk.

Napasnya tersengal.

Wajahnya pucat.

Liora menutup pintu, lalu bergegas ke kursi pengemudi.

Tangannya sedikit gemetar saat mengikat sabuk pengaman.

Mesin dinyalakan.

“Jangan tinggalkan Marcus,” ucap Nathan lemah, tapi tegas.

Liora terdiam.

Ia menggenggam setir lebih kuat. “…Baik,” jawabnya akhirnya.

Mobil belum bergerak.

Nathan menatapnya sekilas.

“Kenapa kalian kembali…?” tanyanya pelan.

Liora menarik napas.

“Karena luka Anda belum sembuh,” jawabnya.

“Marcus… sangat khawatir.”

Nathan terdiam.

Di luar—

Marcus sudah bertarung sendirian. Pisau berkilat di tangannya.

Gerakannya cepat, tegas, tanpa ragu.

Ia menahan satu serangan... membalas dengan tajam.

Namun jumlah mereka tidak sedikit.

Situasi mulai menekan.

Di dalam mobil..

Nathan menoleh ke depan. Tatapannya tajam meski tubuhnya lemah.

“Liora…” panggilnya.

“Iya.”

“Kau berani maju?”

Liora menelan ludah.

Matanya menatap ke arah depan ... ke arah pertarungan Marcus.

Detik itu terasa panjang.

ia mengangguk.

“Berani.”

Kakinya menginjak pedal gas.

Mesin meraung.

Mobil melaju lurus menuju arah pertarungan.

Di luar—

Marcus yang sedang bertahan langsung menyadari.

“Nona…?”

Lampu mobil menyinari area itu.

Cepat.

Langsung mendekat.

Para penyerang terkejut. Perhatian mereka terpecah.

Mobil melesat memaksa mereka mundur.

Beberapa tidak sempat menghindar dan ditabrak mobil hingga terlempar jauh.

Mobil berhenti mendadak di dekat Marcus.

“Masuk!” seru Liora.

Tanpa ragu—

Marcus melompat masuk ke kursi penumpang depan.

“Pergi!”

Liora langsung memutar setir.

Ban berdecit.

Mobil melesat keluar dari parkiran...meninggalkan kekacauan di belakang.

1
Kinara Widya
semoga Liora baik2 saja
Kinara Widya
apakah Liora sudah sadar...
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
di suruh siapa Ruby...apa jangan2 Ruby menyukai nathan
Kinara Widya
aduh ada penghianat kah...atau pelayan itu menyukai Nathan...
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!