NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:289.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

     Nafis dan Farid sudah sampai di kediaman Nafis. Keduanya datang dengan kendaraan berbeda. Nafis dengan motor maticnya sementara Farid di jemput oleh kang Joko.

    Meskipun tadi sudah sempat singgah, Farid masih saja kagum dengan rumahnya Nafis. Rumah dua lantai yang begitu asri dengan pohon rambutan di depannya. Rumah gaya minimalis yang saat pertama kali melihat Nafis langsung jatuh cinta.

   " Saya begitu suka dengan desain rumah ini, keren mbak Nafis ?" Nafis tersenyum mendengar ucapan Farid.

   " Arsiteknya orang mana?"

   " Waduh saya malah tidak paham, soalnya saya beli jadi mas Farid."

   " Bagitu ya tapi, serius ini benar-benar keren mbak."

   " Kalau mbak Nafis bosen jangan di jual ke orang lain ya, saya suka rumah ini "

   " Lha mau njenengan buat apa ?"

   " Ya buat liburan kalau lagi penat sama urusan pekerjaan "

   " Yang di ujung tadi kosong mas, kalau njenengan mau "

  " Iya kah ?" Nafis mengangguk.

   " Suka saja sama udara Magelang. Sejuk dan cenderung adem. Kayaknya nggak butuh Ac deh kalau di sini "

   " Kalau sedang musim panas pas siang juga masih butuh kok mas, apalagi kalau ruangan tertutup. Mari silahkan masuk "

   Farid mengikuti langkah Nafis masuk ke dalam rumah. Farid lagi-lagi di buat kagum sama penataan ruang tamu rumahnya Nafis. Sederhana, cenderung klasik tapi benar-benar perpaduan yang cantik. Sepertinya selera Nafis lebih cenderung ke Klasik, itu terlihat dari gebyok (pembatas ruangang dari kayu ukir Jepara). Lalu kursi pun dari kayu jati yang di ukir cantik. Di sudut ruangan Nafis meletakkan bunga Anggrek asli yang kebetulan sedang berbunga atau entah sengaja di pilih yang berbunga.

   " Selera mbak Nafis benar-benar bagus ya " Nafis hanya tersenyum mendengar penuturan Farid.

   " Ini perpaduan yang begitu cantik mbak, sudah sejak awal begini atau mbak Nafis ubah sendiri ?"

   " Meja kursi ini sudah ada saat saya beli rumah ini mas, kata beliau pemilik rumah sebelumnya ini bonus untuk saya. Kalau gebyok ini baru, nggak sengaja nemu waktu jalan-jalan ke Jepara. Dan untungnya pas dengan ukurannya"

   " Apa-apa itu kalau sudah jodoh ya mbak " Nafis mengangguk.

  " Silahkan duduk mas, maaf saya tidak bisa menemani soalnya sudah di tunggu pihak Polres."

  " Iya tidak apa-apa. Oya di dekat sini ada penginapan tidak ya ?"

   " Ada hotel tapi, agak jauh mas dari sini. Atau begini saja, njenengan bisa menginap di rumah sebelah tapi, fasilitasnya ya begitu tidak semewah hotel."

   " Boleh, memang tidak apa-apa ?"

   " Tidak mas, karena di sana isinya memang karyawan laki-laki. Dan biasanya kalau ada tamu menginap memang istirahatnya di sana"

   " Ya Sudah di situ saja tidak apa-apa"

    " Alhamdulillah kalau njenengan berkenan. Nanti biar di antar mbak Nur kesana. Oya Mas Farid mau minun apa ?"

   " Kalau ada kopi boleh deh tapi, jangan terlalu banyak gulanya ya " Nafis mengangguk.

 " Kalau begitu saya tinggal sebentar ya mas" Farid mengangguk.

   Nafis bergegas menuju dapur dan membuatkan kopi serta menyiapkan sedikit camilan untuk tamunya itu. Sebenarnya tidak enak ada tamu tapi, malah dia tinggal. Mau bagaimana lagi, dia tidak menolak panggilan dari pihak Polres yang selama ini sudah bekerja sama dengannya.

   " Mbak tolong ini di antar kedepan buat tamu saya ya. Terus nanti siapin kamar di rumah sebelah untuk tamu saya. " Ucap Nafis setelah membuat kopi.

   " Siap bu, di masakin buat makan malam tidak bu?"

   " Boleh mbak Nur, sama tolong pesenin bebek bakar di warungnya Mas Anton ya"

  " Iya bu "

  " Saya siap-siap dulu ya mbak, Ada panggilan di polres"

  " Lha tamunya bu ?"

  " Itu mbak yang saya nggak enak. Nanti biar beliau istrirahat dulu di rumah sebelah."

" Baik bu "

Nafis bergegas menuju lantai atas. Dia harus segera datang ke Polres sebagai bentuk profesionalismenya sebagai seorang psikolog rekanan Polres.

Sepanjang bersiap Nafis berkali-kali menghela Nafas. Dia bukan tak bisa membaca gelagat Farid. Akan tetapi tidak mau menebak-nebak saja. Dia justru khawatir jika tebakannya benar. Gelisah itu dia bawa sepanjang dirinya bersiap.

Tak butuh waktu lama, Nafis pun telah selesai dengan stelan kerjanya. Hari ini Nafis tampil rapi dengan baju warna putih dengan jas warna abu-abu. Dia padankan dengan Jilbab berwarna hitam. Memang biasa begitu tampilan Nafis jika ada pangilan pendampingan di Polres maupun Polda.

Semua barang-barang yang bisa menunjang kinerjanya sudah dia siapkan. Dia lun bergegas turun agar bisa segera berangkat.

Sampai di ruang tamu Nafis terbengong-bengong melihat kelakuan ART dan beberapa pegawai butiknya. Mereka sedang bergantian meminta foto dengan Farid. Melihat Farid, Nafis merasa tak enak dengan tamunya itu.

" Ya Allah kalian ngapain ?" Semua orang hanya nyengir melihat kedatangan Nafis.

" Tamu saya kalian apain "

" Nggak papa mbak Nafis. Santai saja, mereka hanya meminta foto sama saya " Ucap Farid yang membuat Nafis merasa semakin tak enak.

" Maaf ya mas Farid, atas kelakuan orang-orang saya yang membuat mas Farid tidak nyaman."

" Tidak apa-apa mbak Nafis. Tenang saja"

Nafis beralih menatap mbak Nur yang di tatap hanya tersenyum.

" Mumpung ketemu artis bu " Nafis mengeleng sembari tersenyum geli akan tingkah Art dan pegawai butiknya itu.

" Sudahkan minta fotonya. Sekarang kembali ke pekerjaan kalian masing-masing. Terus mbak Nur tolong panggilkan kang Tejo apa kang Maman buat antar saya ke Polres."

" Kang Tejo baru saja meluncur mengantarkan pesenan baju ke pelangan kita bu. Kalau Maman kan ijin, hari istrinya mau melahirkan. Kan ibu yang nggak ijinin kang Maman masuk, begitu mendekati Hplnya istrinya kang Maman."

" Ya Allah iya kok bisa lupa ya mbak"

" Biar saya yang antar saja bagaimana. Sekalian saya mau ijin pinjam mobilnya sebentar untuk jalan-jalan " celetuk Farid tiba-tiba.

" Bagaimana ya mas ?" Farid tau Nafis tak nyaman dan takut jika ada yang melihat akan kembali menjadi skandal.

" Tenang mbak saya tidak akan keluar dari dalam mobil, agar tidak menciptakan huru-hara." Merasa tak enak menolak akhirnya Nafis mengangguk setuju.

Nafis juga berfikir ini bisa mengurangi rasa tak enaknya karena sedang ada tamu tapi, malah dia tinggal. Sementara Farid bersorak dalam hati.

Akhirnya Nafis berangkat dengan di antar Farid dengan mengendari Honda Jazz merah milik Nafis yang jarang sekali Nafis pakai. Mobil yang menjadi hadiah karena dia bisa menyelesaikan S2 nya tepat waktu.

Nafis berharap tidak ada yang melihatnya bersama Farid kali ini. Dia tak mau ada skandal.

Perjalanan mereka terasa mulus sampai di Polres. Farid memenuhi janjinya tidak turun dari dalam mobil. Itu membuat Nafis bernafas lega.

1
Yuni Ngsih
Authooooor ceritramu bgs bangeeeeet yg jd peran utamanya Nfis hebat melawan suami & mertua mokondo ky gtu biar tau rasa semangat Thor ....lanjut
Mayra Zahra: terima kasih kak sudah mampir di ceritaku
total 1 replies
WHATEA SALA
Keras kepala juga ya si Nafis ini,sok kuat,padahal kalau dia cerita sama orang tua nya akan terasa ringan dan tentu ada solusi dan banyak membantu,tapi lihat semakin pontang panting kan..semua mau di pikul sendiri seolah gak punya orang tua.
𝐈𝐬𝐭𝐲
akhirnya sah juga setelah lama menunggu...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah sesuai harapan dan semoga pas akad semoga lancar tak ada halangan... saatnya Nafis berbahagia...
Susi Lawati
saatnya kamu bahagia fish segala sesuatunya jangan di pendam sendirian sekarang ada tempat yg nyaman dan leluasa tanpa harus merasa sungkan untuk kamu berbagi suka dan duka...
nunik rahyuni
menuju halal.. langsung gaaasszz biar louncing nafisa versi saset ato farid versi saset.banyak anak banyak rejeki
Agus Munib
top
nunik rahyuni
terlalu banyak liku liku ....kisah perjalann yg kurleb sama dg sebelum2nya
.langsung menuju pelaminan tanpa banyak acara
🌷tinull💞
inti nya komunikasi harus lancar jangan dipendem sendiri 😍
semangat terus Thor 👍
Hastutik cairn Brisbane
ruwet bin mbulet...simple lebih enak...bisa buat santai...
Tarwiyah Nasa
Nafis tu keras kepala
Susi Lawati
sepertinya trauma Nafis juga belum sembuh total, harus di sembuhkan dulu itu
Lee Mba Young
Nafis kelelahan tanpa mikir dirinya, pdhl anak nya masih butuh dia lo. kl terus bgini yg ada dia cpt mati.
bnyak TKW yg sakit hati tp masih bisa mikir, oiya kl Aku kerja rodi tanpa mikirin diri sendiri yg ada mlh rugi, kesehatan menurun ya kl ttp sehat kl sakit parah gimana nasib anak nya.

pdhl para TKW itu sdh nabung uang Dr luar Negri buat rumah eh suami di rumah mlh nikah lagi akhir nya rumah di bulldozer, tp mereka tau cara agar trauma hilang. healing tipis tipis, konseling juga.
kl nafis ini pdhl psikolog tp gk bisa nolong diri sendiri alasan trauma. yg ada mlh sakit sakit an. ya krn gk mau healing tipis tipis, nilmati Alam, nikmati karya Tuhan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nafis suka abai dengan kesehatan selalu kerjaan yg di pikirkan sampai lupa tubuh juga perlu istirahat..
Siti M Akil
inaroh yang tidak tahu lelaki nya punya istri 🤣🤣
Adi Sudiro
panggilan nya umi tapi kelakuan nya umami🤭🤭🤭
Mayra Zahra: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Susi Lawati
wajar sih kalau zizah kecewa Ama bapaknya...
Kale
mertua laknat,,
Kale
sesakit itu ya menikah dng lelaki yg mengutamakan ibunya,,,hanafi jadi suami gk ada ketegasannya sama sekali,,,klau punya ibu sprti itu ,bukan surga yg kmu dapat fi,,,terimakasih kak author,,tokoh wanitanya gk menye",,,sukses slalu buat kak author/Rose/
Kale
apakah pak farid jodohnya nafis?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!