NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. pulang

Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, sore ini akhirnya Aurin diperbolehkan pulang. Luka di kakinya sudah mulai membaik meski belum sepenuhnya kering.

​Aurin menatap lurus ke arah pintu ruang rawatnya dengan perasaan campur aduk. Ada beban yang terasa sangat berat untuk melangkah pergi dari sana. Masih ada rasa canggung yang besar di antara dirinya dengan Mama Amanda dan Ayuna. Meskipun mereka selalu datang menemani dan berusaha memberikan perhatian terbaik, rasa asing itu tetap sulit untuk Aurin hilangkan begitu saja.

​"Mami, coba pakai sandalnya dulu..."

​Suara lembut itu memecah lamunan Aurin. Tangan mungil Geanetta meletakkan sepasang sandal tepat di sisi ranjang, tepat di bawah kaki Aurin yang sedang berselonjor. Gadis kecil itu memang tidak pernah absen menemaninya selama dua hari terakhir.

​Aurin tersenyum manis. Sebuah senyuman tulus yang sejauh ini hanya dia tunjukkan secara khusus kepada Anet. Kehadiran gadis kecil itu benar-benar membuat Aurin merasa jauh lebih hidup. Dia mulai merasakan sebuah tujuan baru yang menguatkan hatinya, yaitu keinginan untuk terus bersama Anet dan menjadi sosok yang menyayanginya, terutama saat tahu bahwa sang papi belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran putri kecilnya itu.

​Kaki Aurin mencoba memakai sandal berbulu yang lembut itu secara perlahan. Dia sangat hati-hati menjaga agar lukanya tidak tertekan, hingga akhirnya kakinya masuk sepenuhnya.

​"Wah, Uty lihat... sandalnya pas!" ujar Geanetta dengan nada girang yang menggemaskan.

​Ayuna yang sedari tadi sibuk mengemasi pakaian mereka selama di rumah sakit pun menoleh. Dia memperhatikan binar bahagia di wajah keponakannya, lalu beralih menatap senyum lembut yang tercetak di bibir kakak ipar barunya. Ayuna merasa terenyuh. Dia bisa merasakan kasih sayang tulus yang begitu dewasa dari Aurin, padahal usia gadis itu sebenarnya masih sangat muda.

​"Oh ya? Berarti Anet pintar memilih. Bilang ke Mami, itu Anet yang pilih sendiri tadi," ujar Ayuna antusias sembari meletakkan tasnya dan mendekati mereka berdua.

​"Pilihan Anet bagus, kan Mi?" tanya gadis kecil itu malu-malu, seperti sangat ingin mendambakan validasi dari mami barunya.

​"Bagus sekali, Anet. Cantik sandalnya, terima kasih ya Sayang..." jawab Aurin sambil mengelus lembut pucuk kepala Anet.

​Anet mengangguk senang dengan wajah yang memerah bahagia. Setelah semua urusan administrasi selesai dan Mama Amanda akhirnya datang ke rumah sakit untuk menjemput, mereka pun melangkah keluar untuk memulai babak baru di rumah keluarga Alastar.

"Langsung ke rumah Kak Gallel, Ma?" tanya Ayuna begitu mereka semua sudah duduk di dalam mobil.

​Deg!

​Gallelio.

​Mendengar nama itu disebut, telapak tangan Aurin mendadak berkeringat dingin. Dia hampir saja lupa tentang sosok itu, tentang alasan utama mengapa dia bisa berada di tengah keluarga Alastar saat ini. Padahal, statusnya sekarang bukan lagi gadis malang yang tinggal di rumah paman dan bibinya, melainkan istri dari pria matang bernama Gallelio.

​Sayangnya, sejak ikrar suci itu diucapkan dengan lantang dua hari yang lalu, Gallelio tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya. Semua itu seolah hanya mimpi buruk bagi Aurin, namun terasa sangat nyata saat menyadari bahwa kini keluarga pria itulah yang sedang berada di sekelilingnya.

​"Iya," jawab Mama Amanda final.

​"Tapi, Ma..." Ayuna mulai ragu. Dia melirik ke arah mamanya, lalu sedikit mencuri pandang ke arah Aurin. Sebuah tatapan yang tertangkap jelas oleh Aurin melalui ekor matanya.

.

.

Aurin semakin mengeratkan genggaman tangan di atas pangkuan, berusaha keras menyembunyikan getaran halus pada jemarinya.

​Suasana di dalam kabin mobil mulai hening. Hanya alunan irama musik yang terdengar tenang dan kecil. Bahkan Anet yang biasanya banyak bicara di samping Aurin kini ikut terdiam. Aurin menatap ke luar jendela, melihat bayangan pepohonan yang berlalu dengan cepat.

​Pikirannya kembali melayang pada malam itu. Dia teringat suara Gallelio yang datar dan terasa sangat berat untuk berucap. Keengganan terpancar jelas dari kilat amarah pria itu saat itu. Apakah nantinya dia akan diterima? Pertanyaan itu terus berputar kacau di kepalanya.

​Debaran di dadanya terasa jauh lebih cepat dibanding laju mobil yang menurut Aurin justru semakin melambat. Sepanjang perjalanan, pikirannya tidak benar-benar tenang. Tidak, dia merasa sudah masuk ke dalam jurang sejak awal. Dia tidak bisa berbalik, apalagi memiliki jalan untuk pulang.

​Namun saat mengingat kembali awal mula semua ini, Aurin mulai bertanya-tanya tentang keadaan di rumah pamannya. Apa mereka sedang menunggunya? Apa mereka mencarinya?

​Hingga kemudian mobil melaju semakin pelan, membuat Aurin sadar bahwa mereka sudah nyaris sampai. Kendaraan itu memasuki kompleks perumahan elit yang setiap sudut jalannya didominasi oleh bangunan-bangunan megah. Aurin tidak bisa lagi menyembunyikan rasa gugupnya. Berkali-kali dia menahan napas, lalu berusaha membuangnya dengan kasar untuk sedikit mengurangi sesak.

​Mobil itu akhirnya berbelok masuk ke salah satu gerbang rumah mewah berlantai dua di depannya. Aurin menatap lurus ke depan, merasa berada di antara kekaguman dan perasaan sangat kecil untuk ikut melangkah masuk ke dalam sana.

Sebelum benar-benar turun, Mama Amanda menghubungi Revan lebih dulu. Tak lama setelahnya, mereka semua keluar dari mobil.

​"Hati-hati, Sayang..." ujar Mama Amanda sembari menatap cemas ke arah kaki Aurin yang masih berjalan sedikit pincang. Sementara itu, Ayuna yang membawa tas pakaian langsung melangkah masuk lebih dulu ke dalam rumah.

​Bibi Tika, seorang asisten rumah tangga yang bekerja pulang pergi di sana, langsung menyambut dan mempersilakan mereka masuk. Meskipun wanita itu tampak agak bingung melihat sosok asing yang sepertinya sangat diistimewakan oleh sang nyonya rumah, Bibi Tika memilih untuk tidak bertanya-tanya.

​Aurin terpaku sejenak. Pandangannya tidak berhenti mengedar ke penjuru ruang tamu yang luas itu. Namun, sesuatu mendadak menampar kesadarannya. Di dinding ruang tamu tersebut, foto-foto seorang wanita dengan rupa yang sama mendominasi permukaan dinding putih yang bersih.

​Hal yang paling membuatnya takut sekaligus merasa lebih tertampar adalah salah satu pigura yang terpampang sangat besar di sana. Foto itu memperlihatkan Gallelio yang sedang tertawa lebar bersama wanita cantik tersebut. Wanita itu terlihat sangat menawan, jauh jika dibandingkan dengan dirinya sendiri. Di dalam foto itu, Gallelio tampak begitu bahagia dan hangat. Pemandangan itu terasa sangat kontras dengan pertemuan pertama Aurin dan pria itu yang hanya menyisakan kesan dingin dan amarah.

******

Sementara itu di kantor Alastar Group, Revan masuk ke dalam ruangan Gallelio dengan langkah pelan. Dia mendekat, tampak ragu-ragu untuk mulai bicara.

​"Ada apa?" tanya pria itu dengan suara datar. Wajahnya tidak menoleh sedikit pun dan masih fokus menatap layar komputer di depannya dengan ekspresi sangat serius.

​"Tuan, saya mau menyampaikan sesuatu," ujar Revan memberanikan diri.

​"Katakan!" sahut Gallelio singkat.

​"Ibu Amanda membawa Nona Aurin pulang ke rumah An—"

​"APA?!"

​Belum sempat kalimat Revan selesai, Gallelio menggebrak meja kerjanya dengan keras. Dia menatap tajam ke arah asistennya itu dengan wajah yang memerah padam karena amarah.

​"Katakan sekali lagi!"

​"I... Iya, Tuan. Ibu menyuruh Anda pulang sekarang juga," jawab Revan gugup.

​"Sial! Mama benar-benar sudah masuk terlalu jauh!" ujar Gallelio dengan nada rendah yang menggeram marah.

​Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia langsung meraih jas yang tersampir di sofa. Pria itu berlari keluar ruangan dengan langkah lebar, membawa amarah besar yang siap meledak kapan saja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
ChaManda
keluar kandang kucing, masuk kandang mancan ini mah ☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Biar Aurin ada kerjaan aja sih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!