NovelToon NovelToon
Happiness

Happiness

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Konflik etika / Nikah Kontrak / Trauma masa lalu / Antagonis
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: Kim Umai

Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.

mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Dia berulah

"William, kamu awasi Tom, jangan sampai di lolos dan kau jangan sampai ketahuan." Agha berbicara dengan tegas dengan William tangan kanannya yang sedang melakukan tugas nya mengawasi gerak-gerik Tom yang mulai membuat Agha kesal, yah Tom berulah kembali.

"Siap bos." Jawab William tegas namun dengan suara pelan di sebrang telepon, ya mereka sedang telponan.

Tut.

Agha mematikan teleponnya kemudian memanggil Helmi, tak lama Helmi datang dan mereka mulai membicarakan rencana selanjutnya.

"Gua gak mau kita kecolongan, emang bujang si Tom. Gak capek apa ganggu aku terus, heran." Ucap Agha yang kadang bahasa Medan keluar ketika emosi, sebab tertular dari abang nya Alicia, Agha membanting tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.

"Emang gila tuh si Tom, kali ini jika ada celah dikit langsung habisin tanpa ampun!." Ucap Helmi dengan nada penuh dendam.

"Perkuat penjagaan keluarga ku, beritahu sama mereka dan kau atur jadwal ku sama para investor."

"Baik, akan langsung ku kerjakan."

"Jika dia bermain dengan cara kotor, maka aku akan bermain dengan cara licik." Ucap Agha dengan senyum mengerikan ditambah ekspresi yang sangat mendukung, saat ini aura Agha adalah aura pembunuh yang akan mematikan korbannya secara perlahan.

"Semua jadwal para investor udah jadi, dan mereka menyetujui untuk meeting besok." Ucap Helmi sambil memberikan tab ke arah Agha.

"Bagus, aku menantikan hari esok." Agha sangat menantikan momen dimana Tom jatuh sejatuh jatuhnya, mengingat tingkahnya selama ini sudah sangat meresahkan dan dia sangat sulit sekali untuk di jatuhkan sebab orang yang melindunginya adalah mafia terkenal kejam di Amerika. Jadi sangat sulit untuk menghancurkannya, sangat-sangat butuh strategi yang sangat matang.

'Ku kira hidupku akan tenang, nyatanya tidak selagi bujang tuh masih hidup.' Batin Agha.

Kepala Agha mendongak ke atas dengan tumpuan sandaran kursi kebesarannya dan memejamkan matanya sambil memijat keningnya, dirasakan pusing dan sakit disaat bersamaan. Saat ini Agha sangat butuh yang namanya caffein, Helmi yang melihat bosnya seperti itu langsung saja keluar dari ruangan Agha dan menuju pantry untuk membuatkan Americano ice.

Agak lama Agha dengan posisi seperti itu, sebab emang Agha nih kurang istirahat dan dihadapkan dengan masalah seperti ini lagi membuat dirinya hampir tumbang, tubuhnya sudah hampir remuk dan pikirannya udah seperti benang kusut.

Tak lama Helmi datang dengan membawa nampan yang isinya Americano ice dua gelas, serta macaroni yang mini. Melihat itu Agha menaikkan sebelah alisnya, kapan Helmi keluar dari ruangannya.

"Kapan kau keluar dari ruangan ku?."

"Saat lu pejamkan mata, nih minum dulu biar otak mu tenang." Ucap Helmi dengan santainya ke Agha mengingat saat ini mereka sedang berdua dan sudah di luar jam kerja.

"Makasih, ah seger juga nih pala ku akhirnya." Ucap Agha setelah meminum beberapa tegukan kopinya.

"Syukurlah kalau gitu, btw nih lu ada di hubungi Luca?."

"Udah, dia bilang Jhonatan meminta aku untuk mengandalkan nya, jadi gua bilang lusa akan kesana dan membahas masalah ini."

"Bagus tuh, mengingat dia adalah mafia kejam yang sangat terkenal sampai-sampai tidak ada orang yang mau berurusan dengannya mengingat orang sangat berhati-hati untuk menyebutkan namanya ." Jelas Helmi sambil mengingat profil Jonathan.

Jhonatan sebenarnya bukan hanya seorang mafia, tapi dia adalah seorang pengusaha sukses seperti Agha dan keluarganya. Mengingat sepak terjang mereka berdua antar Agha dan Jonatan seharusnya mereka adalah rival, tapi semenjak kasus pergantian jantung buatan Mr. Marco waktu itu kalian masih ingatkan, nah Jhonatan ini adalah anaknya Mr. Marco.

Semenjak Jhonatan melihat kehebatan Agha dan rekannya operasi jantung buatan ayahnya berjalan mulus dan hasilnya memuaskan, membuat Jhonatan tertarik untuk kerjasama tapi mengingat jadwal Agha yang sangat padat membuat Jhonatan tidak bisa menemukan sedikitpun waktu Agha. Padahal kalau di ingat-ingat Jhonatan sama dengan Agha sibuknya, tapi lihatlah malah Agha yang tidak memiliki waktu luang sedikitpun terlepas jam tidurnya.

"Kau benar."

"Jadi kapan kalian akan bertemu dan mulai menyusun strategi?."

"Kau dan yang lainnya atur jadwal ku, dan agar lusa bisa langsung bertemu dengannya."

"Siap, akan ku hubungi anak-anak ." Ucap Helmi yang mengarah ke para sekretaris Agha.

Bay the way nama-nama sekretaris Agha agar kalian tidak bingung:

Helmi (Indonesia)

Peter (Inggris)

Luca (Italia)

Lee (Han-guk)

Leonard (Han-guk, di bagian rumah sakit mengingat Agha pemilik rumah sakit di Han-guk)

Balik ke topik, setelah berdiskusi dengan ke empat sekretaris Agha, Helmi langsung menyerahkan tab di tangannya ke Agha. Setelah membaca yang di tunjukkan Helmi, Agha tersenyum puas dan memutuskan untuk pulang mengingat sudah jam sepuluh malam dan dirinya juga harus memantau kondisi William dan penjagaan keluarganya, Agha tidak mau orang-orang nya dan keluarganya terkena dampak kegilaan pria gila bernama Tom Hartono.

Dijalan Agha membuka sedikit kaca mobilnya untuk menikmati udara malam, hitung-hitung menghilangkan sedikit beban yang ada dipikirannya . Tak lama sampai juga di rumahnya, langsung saja Agha memasukan mobilnya kedalam garasi kemudian Agha hendak masuk ke dalam rumah tapi pintu utama terkunci, di ketuknya pintu sambil memanggil nama Syakila.

"Ck, pakai acara lupa bawa kunci cadangan lagi." Gerutu Agha yang lupa membawa kunci serep mengingat kunci yang biasanya dia berikan ke Syakila.

Tok...tok...

"Syakila, buka pintunya." Ucap Agha sedikit keras sambil memencet bel rumah, tak lama terdengar suara dari dalam.

"Maaf A'a, lama bukanya tadi lagi ngaji di kamar." Ucap Syakila setelah membuka pintu dengan ekspresi takut dan merasa bersalah.

"Assalamu'alaikum." Ucap Agha saat masuk kedalam rumah, dirinya langsung masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya tanpa memusingkan ucapan Syakila.

"Duh gimana ini, sepertinya A'a marah sama Kila." Gumam Syakila sambil menutup pintunya tak lupa mengunci pintunya.

Syakila langsung menyusul Agha dan langsung menyiapkan pakaian tidur untuk suaminya, lalu dirinya turun ke bawah ingin mengambil air putih hangat untuk Agha, mengingat kalau jika pulang kerja Agha akan minum air putih hangat lalu setelahnya baru kopi sambil mengerjakan kerjaan kantor di ruang kerjanya.

Di dalam kamar, Agha keluar dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi perut bagian bawah dan terlihat otot perutnya yang sixpack walaupun sudah dua hari dirinya libur olahraga. Agha berani keluar seperti itu sebab dirinya tau kalau saat mandi pasti Syakila tidak akan ada di dalam kamarnya, kalau pun ada bisa di pastikan Syakila lah yang akan melarikan diri terlebih dahulu.

Setelah memakai bajunya yang sudah di siapkan Syakila di dressing room, Agha pun keluar kamar dan langsung masuk kedalam ruang kerjanya. Tak lama Syakila mengetuk pintu ruangannya dan membawa nampan yang isinya segelas air putih hangat, kopi Americano panas serta cookies yang di buatnya tadi sore.

"Ini A'a, di makan juga cookies nya, tadi sore Kila buat sendiri."

"Letakkan saja." Ucap Agha tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop, merasa dirinya di perhatikan, Agha pun menolehkan kepalanya ke arah kiri tepat posisi Syakila berada.

"Ada lagi?." Tanya Agha sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Soal tadi, Kila minta maaf yah A'a, Kila beneran gak terlalu dengar, Kila gak mau A'a marah sama Kila." Ucap Syakila dengan suara sedikit bergetar, entah kenapa dirinya sangat takut jika Agha marah. Walaupun Syakila sendiri emang kadang suka menguji kesabaran Agha, tapi jujur kalau dirinya sangat takut melihat Agha marah terlebih karena kesalahannya.

Sebelum menjawab Agha menghela nafas panjang. "Sudah, saya gak marah, mengingat kamar utama di buat kedap suara sama seperti ruangan ini."

Kamar utama dan ruang kerjanya emang Agha rancang agar kedap suara, mengingat Agha membutuhkan ruangan untuk dirinya istirahat.

"Jadi A'a gak marah kan sama Kila." Ucap Syakila untuk memastikan kembali.

"Gak, sudah sana istirahat, saya lagi gak mau di ganggu." Ucap Agha dan kembali memfokuskan perhatian nya ke laptopnya.

"Alhamdulillah, kalau gitu jangan sampai bergadang ya A'a, assalamu'alaikum." Ujar Syakila dengan pelan dan setelah mendengar jawaban salam, Syakila langsung keluar dari ruangan kerja Agha dan tak lupa menutup rapat pintu ruangan.

"Astaghfirullah, sakitnya kepala ku." Ucap Agha sambil memijat keningnya, setelah itu diminumnya air putih sedikit lalu diminumnya kopi yang di buat Syakila tadi.

Hanya sekali tegukan kopi itu langsung habis, itupun sakit kepala yang Agha rasakan masih ada walaupun sedikit. Lama mengerjakan kerjaan nya, Agha pun bisa tidur tepat di jam satu malam. Agha langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dengan pelan, mengingat Syakila juga sedang tidur.

1
Desi Ramadhani
dikira uang bisa menggantikan nyawa hilang, gila sih
Desi Ramadhani
ceritanya bangus thor, semangat terus buat karyanya👍💕
Kim Umai
makasih juga sudah mampir☺️
Renjana Senja
aku mampir Thor. jangan lupa mampir di karya aku ya. makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!