NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Harem
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Setelah ular iblis ilusi berhasil dikalahkan, Han Chuan langsung berlari menghampiri Xue Lin dan Wan Ju yang mulai sadar.

“Kenapa kepalaku sangat sakit,” gumam Xue Lin sambil menggeleng-gelengkan kepala, lalu menatap sekeliling dengan pandangan bingung.

Wan Ju juga sudah membuka mata. Saat menyadari tubuhnya terikat, ia langsung terkejut. “Hei, kenapa aku diikat?” teriaknya sambil memberontak, berusaha melepaskan diri. Xue Lin pun ikut bergerak gelisah.

“Tenanglah sedikit. Aku akan membebaskan kalian,” ucap Ling Shura yang bangkit lalu berjalan mendekat. Ia menjentikkan jarinya, dan jimat yang mengikat tubuh mereka langsung menghilang menjadi partikel cahaya.

“Xue Lin, Wan Ju, kalian tidak apa-apa?” tanya Han Chuan sambil memeriksa kondisi mereka satu per satu.

“Kami tidak apa-apa,” jawab Xue Lin sambil mengambil kembali panahnya yang tergeletak di sampingnya.

Wan Ju ikut berdiri dan meregangkan tubuh serta otot-ototnya. “Aduh, tubuhku sangat pegal, rasanya seperti dihantam batu,” keluhnya sambil memutar bahu dan meregangkan leher.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tempat ini jadi berantakan begini?” tanya Wan Ju sambil menatap sekeliling gua yang rusak.

Mendengar itu, long shen melangkah mendekat. “Kalau soal itu, maafkan aku. Sepertinya aku tadi memukulmu terlalu keras,” ucapnya dengan nada sedikit canggung.

Wan Ju menatap Long Shen dengan bingung. “Bisa jelaskan kenapa kau memukulku?” tanyanya, mulai terlihat kesal.

“Kau dikendalikan oleh ular iblis ilusi yang baru saja kami musnahkan,” sahut Han chuan dengan tenang. Ia lalu menjelaskan semua kejadian yang dialami Wan Ju dan Xue Lin, mulai dari ilusi hingga bagaimana kesadaran mereka dikendalikan.

Sementara itu, di halaman istana, tiga Keluarga dewa tengah memperhatikan tiang-tiang nama para peserta. Han Ling berdiri dengan tatapan tajam, menatap tiang nama milik putranya yaitu Han chuan yang masih berada paling tinggi. Namun, tidak ada lagi perubahan di tiang-tiang lainnya.

“Tidak ada pergerakan lagi. Apa semua iblis sudah mati?” gumam Han Ling sambil mengamati halaman istana.

Pelayan pribadinya, Yun Ruan, menghampiri dan menunduk hormat. “Tuan, konferensi pemburu iblis telah berlangsung dua hari. Namun tidak ada lagi perubahan pada tiang nama peserta. Kami khawatir semua peserta telah gugur, termasuk murid tuan,” lapornya dengan suara hati-hati.

Yun Ruan meneguk araknya lalu mengangguk pelan. “Baiklah, aku akan memeriksa langsung keadaan di sana,” ucapnya.

Ia bangkit dari singgasananya, lalu merobek ruang di hadapannya. Retakan ruang terbuka, dan tubuhnya menghilang masuk ke dalamnya menuju lokasi konferensi pemburu iblis.

Sesampainya di sana, ia menatap sekeliling sejenak. “Sekarang di mana mereka semua,” gumamnya pelan. Persepsinya menyebar luas, melacak keberadaan para peserta yang masih hidup.

“Hanya tersisa beberapa orang. Sepertinya mereka memang bibit unggul untuk naik Gunung Tianlong,” gumamnya sambil tersenyum kecil. Ia kembali membuka retakan ruang dan melangkah masuk, menuju lokasi para peserta yang tersisa.

Kembali ke dalam gua, Han Chuan telah selesai menceritakan seluruh kejadian. Mulai dari pertarungannya melawan ular iblis ilusi, Xue Lin dan Wan Ju yang dikendalikan, Ling Shura yang masuk ke dalam kesadaran mereka dan menggunakan bentuk dewa, hingga Long Shen yang menahan Wan Ju dan membantu mengalahkan ular iblis ilusi.

Xue Lin dan Wan Ju mendengarkan dengan saksama, lalu mengangguk paham.

“Terima kasih, Han Chuan, dan kalian semua yang telah membantu,” ucap Xue Lin sambil sedikit membungkuk.

“Aku juga berterima kasih karena telah membebaskan kesadaran kami,” sahut Wan Ju. Ia lalu menatap Long Shen. “Namamu Long Shen, bukan? Aku minta maaf karena telah berprasangka buruk padamu.”

“Sudahlah, aku tidak terlalu memikirkannya. Yang penting kalian tidak apa-apa,” jawab Long Shen santai. “Sepertinya aku harus melatih fisikku lebih keras. Dan sepertinya kau akan cocok jadi teman latihan.”sambung Wan Ju san menatap ke arah long Shen

Long Shen hanya tersenyum tipis dan menganguk pelan “Aku tidak keberatan.”

“Daripada memikirkan latihan, lebih baik kita cari tahu cara keluar dari tempat konferensi pemburu iblis ini,” ucap Ling Shura yang sejak tadi diam.

Semua mata langsung tertuju padanya. Ling Shura mengernyit bingung. “Kenapa kalian menatapku begitu?” tanyanya heran.

“Kau benar juga,” ucap Han Chuan sambil mengangguk. “Bagaimana kita keluar dari sini? Bahkan formasi teleportasi pun tidak ada.” Ia memegang dagunya, mulai berpikir.

Saat mereka masih memikirkan jalan keluar, tiba-tiba terdengar suara dari atas, pelan namun tegas.“Kalau begitu, mari kita keluar.”

Semua orang mendongak ke atas dengan terkejut.“Penguasa istana,” ucap mereka hampir bersamaan.

“Guru,” teriak Ling Shura saat melihat sosok gurunya muncul, datang untuk menjemput mereka.

Yun Ruan langsung mengangkat tangannya. sebuah retakan ruang terbuka tepat di hadapan mereka dengan cahaya hijau lembut yang terus keluar dari retakan udara yang dia ciptakan.

“Masuk. Kalian akan kembali ke halaman istana,” ucap Yun Ruan dengan suara tenang namun tegas.

Tanpa banyak bertanya, Han Chuan dan yang lainnya langsung melangkah masuk satu per satu ke dalam retakan ruang tersebut. Begitu Meraka semua masuk, Yun Ruan kembali menciptakan retakan lain di depan dirinya. Ia melangkah masuk dengan santai, dan dalam sekejap sosoknya menghilang.

Sesaat kemudian, Yun Ruan sudah kembali duduk di atas singgasana miliknya. Ia menyilangkan kaki dengan tenang sambil memandang halaman istana yang luas. Matanya menyipit sedikit ketika melihat satu per satu tiang nama bersinar, dan para peserta muncul di atas tiang mereka masing-masing.

Pandangan Yun Ruan berhenti pada tiang milik Han Chuan dan yang lainnya.

Han Ling yang sejak tadi berdiri memperhatikan halaman istana langsung tersenyum lebar saat melihat nama putranya, Han Chuan, berada di posisi tertinggi. Wajahnya jelas memperlihatkan kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan.

Namun suasana berbeda terlihat di sisi lain. Bai Mo dan Yan Long berdiri dengan wajah tegang, mata mereka terus tertuju pada tiang nama milik anggota keluarga mereka. Waktu berlalu cukup lama, namun tiang nama itu tetap diam, tanpa tanda-tanda seseorang akan muncul.

“Di mana keponakanku, Bai Ling?” teriak Bai Mo dengan suara keras dan penuh emosi. Tatapannya tajam menatap ke arah halaman. “Apakah dia sudah mati diterkam iblis? Apa ada di antara kalian yang bertemu dengannya?”

Han Chuan yang mendengar teriakan itu langsung melirik ke arah Bai Mo. Di dalam hatinya ia menghela napas pendek.

“Bagaimana ini… padahal aku memang bertemu dan bertarung dengannya. Tapi soal kematiannya, itu bukan salahku. Dia benar-benar dimakan iblis,” batinnya, sambil tetap mempertahankan ekspresi datar seolah tidak ada hubungannya dengan kejadian itu.

Han Chuan kemudian menatap ke arah Bai mo yng masih menunggu jawaban dan Han chuan menjawab pertanyaan dari Bai mo.

“Tuan Bai Mo,” teriaknya. “Aku sempat melihat Bai Ling dan tiga temannya melawan iblis. Saat aku hendak membantu, mereka sudah kalah. Ketiganya dimakan oleh iblis yang mereka lawan.”

Ia dengan sengaja menyamarkan kejadian sebenarnya, menutupi fakta bahwa Bai Ling sempat mencoba membunuhnya sebelum akhirnya tewas dimakan iblis akibat dia lengah dan terlalu termakan nafsu untuk membunuh Han chuan tanpa melihat keadaan sekitar nya.

Begitu mendengar jawaban itu, tubuh Bai Mo terlihat melemas. Ia terduduk dengan berat, lalu mengangkat tangannya untuk memijat dahinya perlahan. Napasnya terdengar berat saat matanya menatap ke arah tiang nama milik Bai Ling yang kini tidak lagi bersinar.

Ekspresi wajahnya dipenuhi penyesalan dan kemarahan yang bercampur, namun tidak satu kata pun keluar dari mulutnya.

1
Nanik S
Dimakan Iblis Harimau...
Nanik S
God Joon
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
Nanik S
Jatah membunuh Binatang Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis lagi... Bantai saja semua Han Chuan
Nanik S
Siapa sebenarnya Long Shen
Nanik S
Bsi Ling ditelan Harimau Iblis
Nanik S
Mantap Poooool 💪💪💪
Nanik S
Joooooooooss 👍👍👍
Nanik S
Para Orang Tua juga ikut tegang
Nanik S
God Job
Nanik S
Lha kenapa Han Chuan tidak ada reaksi di balik tentang Inti Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis
Nanik S
Mengapa mesti ada Kontrak hidup mati
Nanik S
Bsi Ling... Dendam karena kalah dan malu
Nanik S
Apa mereka tdk menyadari adanya kelompok sekte Iblis
Nanik S
Han Chuan... 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!