Seorang jenderal wanita yang berasal dari benua Padang Utara, harus mati konyol setelah ia dikhianati oleh semua bawahannya yang membunuhnya pada malam setelah mereka memenangkan perang.
Tetapi, setelah kematiannya, dia kembali terbangun dalam tubuh seorang gadis buruk rupa yang merupakan gadis terlemah di Benua Padang Selatan.
Begitu menyadari dirinya yang masuk ke tubuh seorang gadis lemah, maka dia bertekad untuk mengubah jalan hidupnya dan membalaskan dendamnya terhadap orang-orang di benua Padang Utara.
Bagaimanakah perjalanannya menjadi kuat?
Apakah dia akan berhasil membalaskan dendamnya?
Ikuti kisahnya dengan mulai membaca bab 1 pada novel ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Adelia yang mengantuk di tengah pelarian
"Hm!!" Adelia memberi peringatan pada pria itu, tetapi Desmon sama sekali tidak menghiraukannya dan tetap saja menciumi Adelia dengan kuat.
Bahkan pria itu melakukannya cukup lama sampai akhirnya Desmon menghentikan ciuman mereka dan berkata, "Aku butuh vitamin untuk menguatkan tubuhku membawamu pergi."
Mendengar ucapan pria yang tengah memeluknya, Adelia langsung menyertakan giginya sambil berkata, "Brengsek!!!"
Tetapi umpatan Adelia sama sekali tidak mempengaruhi Desmon, karena pria itu tahu bahwa Adelia sedang berada dalam fase terlemahnya, dan tubuhnya akan terus menjadi lemah sampai setengah jam kemudian, karena efek dari pil yang dikonsumsi oleh perempuan itu.
Maka begitu, Desmon mengeratkan pelukannya pada Adelia lalu kembali membawa perempuan itu melompati pagar.
Mereka akhirnya tiba di pinggir desa di tempat yang agak lebih sepi meski beberapa penjaga tetap kelihatan di sekitar pinggir desa.
"Di sini memang sepi dari penduduk, tapi penjagaan begitu ketat karena ini adalah pinggir desa." Ucap Adelia memperhatikan tempat itu.
Tetapi Desmon memeluk erat Adelia lalu berkata, "kau tenang saja 30 detik lagi mereka semua akan berlari pergi dari tempat ini!!"
Melihat Desmon yang sangat percaya diri akan rencananya membuat Adelia tersenyum, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan hanya menunggu sampai 30 detik itu berlalu.
"Boomm!!!!!!"
"Boomm!!!!!!"
"Boomm!!!!!!"
Adelia langsung menyipitkan matanya melihat ke arah ledakan yang ada di tengah desa.
Bahkan sebuah ledakan panjang juga terjadi memperlihatkan seperti alur yang ditempati penyusup yang masuk ke desa meletakkan peledak.
"Bagaimana?" Tanya Desmon menatap perempuan di depannya, tetapi Adelia hanya mendengus kesal sembari menatap beberapa pengawal yang menjadi panik karena ledakan itu.
'Kapan dia memasang bahan peledak yang dipasang memanjang menuju arah sebelah utara desa?' pikir Adelia dalam hati menatap pria yang sedang memeluknya.
Arah memanjang dari bahan peledak yang diletakkan menuju pinggir desa memperlihatkan bahwa itu adalah jalan yang dilalui oleh penyusup.
Sengaja diledakan agar tidak ada orang yang mendekati tempat tersebut, meski ada yang mendekatinya namun akan sulit bagi mereka untuk melalui rute itu karena semua tempat itu telah diledakkan.
"Cepat ke arah utara!!! Penyusupnya berlari ke arah utara!!!" Teriak orang-orang berkuda yang berlari di sekitar lorong langsung membuat semua penjaga meninggalkan tempat penjagaan mereka dan berlari ke arah utara.
"Cepat pergi ke bagian utara desa dan periksa hutan di sana!!!"
"Ayo cepat!!!"
"Bergegas!!!"
Keributan malam itu semuanya terarah ke arah utara meninggalkan Adelia dan Desmon yang masih berpelukan di atas sebuah atap rumah yang cukup menyudut hingga tidak terlalu diperhatikan.
"Ayo!" Tiba-tiba ucap Desmon lalu pria itu segera melompati pagar pembatas desa dan masuk ke dalam hutan.
Sembari menjelajahi hutan yang gelap, Desmon tidak pernah menyentuh tanah, pria itu hanya melompat dari ranting satu ke ranting yang lain karena dia jelas tahu bahwa ada banyak jebakan yang disebar di bawah tanah untuk memerangkap orang yang masuk ke hutan secara sembarangan ataupun hewan buas.
"Aku sangat mengantuk!!" Tiba-tiba ucap Adelia yang tidak menyangka bahwa efek pil yang diberikan oleh Desmond memiliki efek mengantuk.
Jika dia tahu hal seperti itu akan terjadi maka dia tidak akan pernah merencanakan untuk kabur pada malam hari itu.
Tetapi Desmon yang mendengar ucapan Adelia, pria itu tersenyum dan berkata, "tidurlah, aku akan menjagamu."
Adelia hanya mendengar sama-sama ucapan pria itu sebab Dia merasa bahwa seluruh tenaganya telah menghilang lalu perlahan-lahan matanya mulai tertutup dan dia memasuki alam mimpi.