NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Hakim menelan ludah sementara penyihir agung Dakrossa berdehem sembari mengetuk pelan tongkat sihir pada lantai marmer diiringi deheman kecil agak canggung agar Ilyar menjaga sedikit kesopanan untuk orang-orang yang netral.

Ilyar tersenyum kecil menanggapi teguran halus itu lalu memberi kode melalui mata pada Vyr. Hanya butuh hitungan detik, rubah tersebut berubah wujud menjadi mungil, seperti seekor bayi yang dimanjakan dalam timangan Ilyar.

Orang-orang yang hendak mengkritisi tindakan Ilyar seketika terdiam. Padahal tadi mereka telah bersiap untuk mengoceh dan menyudutkan anak pertama Valgard tersebut dengan alasan membahayakan nyawa banyak orang karena membawa hewan magis yang telah menelan banyak korban. Namun, Ilyar sungguh bisa menjinakkan rubah ekor sembilan yang bahkan tidak mampu ditaklukkan oleh putra mahkota kekaisaran.

Ilyar duduk di kursi, tak jauh dari area agak menanjak di mana hakim berada pada kursi tinggi dekat raja Tyraven. Memunggungi sederet jendela kaca patri yang memancarkan kemilau indah dari perpaduan warna. Tidak hanya itu, panji-panji berlambang keluarga bangsawan pada sisi kanan kiri ruangan yang terjulur vertikal dengan ujung berumbai agak berkibar kala di sapa hembusan angin.

Suasana yang khidmat.

Ilyar memuji suasana di sekelilingnya, meski sadar betul jika para musuh melayangkan ketidaksukaan begitu jelas ke arahnya melalui tatapan, tapi dia justru menyunggingkan senyum sembari memejamkan mata.

Sidang pembuktian berjalan lancar, meski Ilyar tahu bahwa para dalang utama dari kejahatan belum terungkap seutuhnya. Tidak masalah karena Ilyar pun enggan menerima penyelesaian cepat dan mudah seperti ini. Dia ingin membuat musuh-musuhnya melihat dan merasakan serangkaian tindak balas dendam yang telah direncanakan di kepala selama beberapa tahun terakhir ini. Maka dari itu, selama sidang berlangsung, Ilyar terlihat tenang dan ceria.

Mereka yang belum diterkam hasil dari mengkambing hitamkan dirinya, dalam waktu dekat akan merasakan hal yang tidak terduga. Saat ini, cukup bagi Ilyar untuk kembali menginjakkan kaki di Istana setelah hasil sidang pembuktian menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah.

"... dengan ini kami menyatakan Putri Ilyar Justina Valgard tidak bersalah atas segala tuduhan yang dibebankan padanya!" Hakim berujar lantang sampai suaranya bergema di ruang sidang.

Raut kekecewaan serta kemarahan terpatri jelas di wajah Ravena dan sejumlah tokoh penting tatkala dirinya dinyatakan tidak bersalah. Ilyar menoleh ke sederet kursi pada sisi kanan, di mana orang-orang yang bekerja sama untuk menjatuhkannya berusaha bersikap tenang padahal tangan mereka terkepal kuat di atas paha.

Mereka memandangi Ilyar penuh kebencian, sementara yang ditatap langsung mengedipkan sebelah mata sambil menjulurkan lidah kemudian kembali fokus ke arah hakim tanpa rasa bersalah.

Ravena dan para faksi penentang merapatkan rahang sampai urat leher tercetak jelas. Betapa menyebalkannya Ilyar setelah kembali dari Dakrossa!

"Delapan tahun bukanlah waktu sebentar dan atas nama keadilan, kerajaan mengakui kesalahan atas sanksi yang telah menjerat Putri Ilyar Justina Valgard. Maka dari itu, kerajaan menganugerahkan wilayah Goliath sebagai bentuk permintaan maaf," lanjut hakim.

Saat itu pula semua pihak penentang bangkit dari kursi, menunjukkan ketidakterimaan, termasuk Theron dan Anelle yang langsung menatap ayahnya dengan mata melotot.

Ravena mendelik tajam pada dua anaknya, meminta mereka untuk tenang di kursi masing-masing. Walau saat ini dia pun tengah meredam emosi dengan mengepalkan tangan pada lengan kursi. Itu jelas bukan sekadar permintaan maaf, tapi menjadi bantuan politik agar Ilyar mampu memperkuat posisi sebagai pewaris.

Melihat Ravena tidak mengatakan apa-apa dan tetap tenang di posisinya, faksi yang menempatkan dukungan pada anak kedua raja langsung kembali tenang di kursi masing-masing. Jika terus bereaksi seperti ini, bisa-bisa mereka dicurigai.

Sementara di luar sana, Orator istana telah bekerja keras menyampaikan segala pernyataan resmi sampai sidang usai dan rakyat yang berkumpul lambat laun pergi, mengosongkan halaman Aula Tinggi Istana.

***

Desahan panjang yang menyiratkan kelegaan serta ketenangan menjadi sapaan awal Ilyar pada pagi cerah yang telah menebar cahaya kemerahan di langit.

Dia berdiri pada balkon kamar, kediaman yang tidak disinggahinya selama delapan tahun terakhir. Suasananya masih sama, hangat dan menenangkan.

Kediamannya terletak pada sayap timur istana Tyraven, tidak terlalu jauh dari kediaman istana utama dekat kediaman ayahnya. Namun, cukup dekat dengan kediaman permaisuri, Anelle, serta Iselda.

Kediaman mereka dibangun pada sayap timur bukan tanpa sebab, itu dikarenakan bagian timur adalah titik awal cahaya merangkak dan menebar binarnya keseluruh penjuru yang kemudian dimaknai kelahiran serta kesucian.

"Selamat pagi, Putri!"

Sapaan penuh semangat dan kegembiraan dari Hestia langsung membuat perasaan Ilyar semakin bagus. Dia telah mengirim surat pada Hestia dan Toran, sesuai permintaan mereka yang ingin kembali melayaninya. Maka dari itu, keduanya baru datang pagi ini sambil membawa barang-barang untuk tinggal di kediamannya, seperti dulu.

Tuan lama, tapi awal yang baru. Di sinilah sekarang Ilyar berdiri sambil menatap Toran dan Hestia dari balkon. Gaun tidur dan rambutnya agak berkibar kala disapa angin pagi yang masih cukup dingin.

"Saatnya mulai bekerja. Aku mau menyapa para prajurit di pagi yang cerah ini," ucap Ilyar seraya meregangkan otot.

***

Garnisun bagian dalam istana dihuni oleh sekelompok pengawal istana, unitnya hanya terdiri dari belasan sampai puluhan anggota, tidak banyak tapi termasuk pasukan elit yang bertugas melindungi anggota keluarga kerajaan.

Hari ini, Ilyar mendatangi garnisun tersebut tanpa pengawalan. Mengenakan kemeja merah berompi hitam ketat dipadu celana hitam agak ketat.

Dia melangkah sembari menyentuh gagang pedang yang tersampir pada pinggang, mengabaikan perhatian para penghuni istana di sepanjang dia melangkah menuju garnisun tersebut.

Rambutnya yang diikat ke belakang menjadi satu sedikit berayun setiap kali menciptakan pergerakan, tetapi sekarang dia telah berdiri tegap di area barak, khususnya pada tempat istirahat komandan garnisun. Mereka baru saja melakukan apel dan bersiap-siap berkumpul di lapangan latihan.

Para prajurit di sana berbisik-bisik. Kemarin mereka telah melihat Ilyar di sidang penbuktian, tapi kali ini berbeda karena melihatnya secara dekat. Auranya benar-benar jauh berbeda seperti delapan tahun lalu, tapi tetap saja mereka masih menaruh kecurigaan pada sosoknya. Nama Ilyar tidak langsung bersih meski sudah dinyatakan tidak bersalah apalagi para prajurit di garnisun dalam begitu loyal pada Agor.

"Di mana komandanmu?" Ilyar bertanya pada salah seorang prajurit.

"Beliau sudah lebih dulu menuju lapangan. Hari ini Pangeran Theron dan Putri Anelle akan ikut dalam latih tanding bersama beliau," jawabnya.

"Oho--"Ilyar beroh ria dalam hati. Senyumnya tersungging lantas segera mengedarkan pandang pada seluruh prajurit yang berdiri tegap di sekitarnya. Meski raut wajah mereka tidak cukup bersahabat, setidaknya mereka masih tahu cara menghormati seseorang yang menjadi tuan mereka.

"Kebetulan sekali. Aku akan ke sana bersama kalian," kata Ilyar seraya melangkah diekori para prajurit yang tersisa di barak.

Saat sampai di lapangan, aroma baja serta minyak senjata tersebar di udara dan di sana sudah ada komandan garnisun ditemani sejumlah prajurit serta Theron dan Anelle.

"Kenapa dia ada di sini?!"

Sepasang alis Anelle menukik seiring raut wajah berubah cukup buruk mendapati kehadiran Ilyar. Sementara, Theron yang tadinya fokus memandangi pedang langsung mengikuti arah pandang adiknya, saat itu pula raut wajahnya jadi lebih buruk daripada Anelle.

Ilyar menahan senyum seraya menatap kedua saudara yang menunjukkan kebencian sangat kentara padanya. "Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku."

Apa dia gila? Anelle berkomentar jengkel dalam hati.

"Sejak kemarin kalian melihatku dengan mata seperti mau melompat dari kantungnya. Urat leher pun sampai terlihat begitu. Hah... keluarga kita memang sangat kaku dalam berekspresi, tapi jangan terlalu ditahan. Tidak baik untuk kalian yang masih terlalu muda," lanjut Ilyar seraya menghampiri rak khusus senjata. Dia mengambil satu pedang kayu latihan di sana lalu menoleh diselingi senyum simpul pada kedua adiknya.

"Nah, bagaimana jika kita sedikit melepas kerinduan melalui latihan tanding, adik-adikku yang manis?" usul Ilyar.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!