Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 : End
"D-dave?" Panggil nindi lirih.
David mendongak, ia mendekatkan wajahnya pada nindi dan melihat bagaimana kelopak mata nindi tampak bergerak, tak lama kemudian gadis itu membuka matanya
"Sayang! ini aku sayang! aku di sini" Ucapnya tergesa.
Nindi masih menatap david dalam diam, ia mencoba mengingat apa yang terjadi padanya terakhir kali
"A-aku kecelakaan" Ujarnya lirih
"Iya sekarang kamu aman, kamu gak apa apa sayang kamu tenang aja ya?" David mencium dahi nindi berkali kali, ada rasa tenang saat melihat nindi sudah siuman.
"Dokter!" Panggil nya berteriak.
...****************...
"Keadaan nindi sudah lebih baik, penanganannya begitu cepat dan tepat, Kami butuh beberapa kali untuk membersihkan lukanya saja" Ungkap sang dokter.
"Terimakasih dok" Ucap ayahnya
"Sama sama pak, mari" Pamit dokter tersebut
"Nindi papa sangat bersyukur menantu papa ini gak apa apa, kalau sampai terjadi apa apa sama kamu papa jadi khawatir tentang David" Kata surya.
Nindi tersenyum samar, terakhir kali ia bertengkar dengan David, bahkan nindi belum mendengar kata maaf dari lelaki tersebut, namun tetap saja ia harus menghargai kehadiran surya di sini.
"Terimakasih pa" Ucap nindi.
"Jangan terlalu banyak bicara, papa sama ayah kamu pergi dulu, kami mau sarapan pagi, biar David yang bantu kamu makan ya?"
"Iya pa"
"David? ayah titip nindi ya?" Pamit ayah nindi.
"Pasti ayah"
Kedua lelaki dewasa itu keluar dari ruangan nindi setelah berpamitan.
David beralih pada nindi, ia tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, namun kemudian nindi membuka suaranya terlebih dahulu.
"Apa kamu harus nunggu aku kecelakaan dulu biar kamu berhenti marah?" Tanya nindi.
David menggeleng ribut, ia meraih tangan nindi dan menciumnya singkat.
"Aku yang salah sayang, ini salah aku" Katanya.
Nindi terdiam, ia menunggu David melanjutkan kalimatnya.
"Aku tau semua pengorbanan kamu, kamu datang ke rumah Sarah dan semuanya termasuk tentang raka, aku bodoh! aku pengecut nindi!" Sesal David.
"Aku udah denger semuanya, termasuk tentang kita dulu, tari udah bilang semuanya, dan aku semakin ngerasa bersalah sama kamu, maafin aku nindi, maafin aku sayang" Pintanya memohon.
Ternyata David sudah mengetahui semuanya, tari juga mengungkap kan tentang perasaan nya dulu.
"Ini bukan sepenuhnya salah kamu Dave, aku juga" Cicitnya.
"Enggak sayang, aku emang bodoh banget, maafin aku ya?"
"Aku juga minta maaf karena selama ini aku gak pernah bisa ngungkapin apa yang aku rasain dengan benar, tapi asal kamu tau kalau aku cinta sama kamu Dave, aku sayang sama kamu dan aku pengen sama sama kamu selamanya, bukan cuma kamu yang ngerasain itu, aku juga" Ungkap nindi.
Untuk kali pertama David akan menangis bahagia mendengar ungkapan nindi, ia merasakan kejujuran dan ketulusan wanita itu.
"Cinta ini bukan cuma sepihak, aku cinta sama kamu, kamu yang pertama dan terakhir buat aku Dave, aku jujur sama semua perasaan aku" Lanjut nindi.
David meletakkan telunjuknya pada bibir nindi, ia melarang nindi untuk berbicara lagi, karena semakin ia mendengarnya David semakin merasa ia adalah orang yang bodoh.
"Aku percaya sayang, aku percaya semuanya, kita mulai semuanya dari Awal ya?"
"Aku cinta sama kamu Dave, dulu, sekarang dan selamanya" Ungkap nindi lagi dan lagi.
David menangis terharu, ia bersyukur nindi mau melapangkan hatinya untuk menerima segala bentuk kebodohan dan keegoisan nya.
"Nikah sama aku nindi?" Pintanya.
"Kamu ngelamar aku dalam keadaan kaya gini?" Nindi memecah suasana sendu dengan candaannya.
David tertawa ringan walau air matanya terus membasahi pipi.
"Setelah kamu sembuh aku janji bakalan bawa kamu ke tempat yang paling indah, aku akan ngelamar kamu di sana, aku akan bilang ke semua orang kalo kita akan menikah" Kata David.
"Aku setuju" Nindi membalas pelan.
...****************...
7 tahun kemudian.....
Seorang bocah mungil menuruni satu persatu anak tangganya dengan lesu, bocah laki laki berusia 6 tahun itu tampak berwajah muram dan tak bersemangat.
"Nat?" Panggil sang ibu.
Nathan, begitulah namanya, nama pemberian nindi dan juga David atas kesepakatan mereka 6 tahun yang lalu.
"Mama, aku gak mau papa yang ngantar aku ke sekolah" Tolaknya.
"Kenapa gak mau?" Tanya nindi.
"Dia kan aneh" Balas Nathan.
"Kamu gak boleh gitu, papa kan udah ngeluangin waktunya buat kamu, papa itu orang yang sibuk loh" Ujar nindi.
"Pagi sayang?" david yang baru saja datang langsung mencium pipi nindi dan membuat Nathan menatap keduanya malas.
"Pagi? bocah" Sapanya pada Nathan.
Nathan tak membalas sapaan sang ayah dan memakan nasi goreng yang di sediakan di atas meja.
"Kamu gak malu apa di liatin anak kamu gitu?" Tanya nindi.
"Kan romantis?"
"Romantis apa begitu! mesum iya!" Nindi berbicara berbisik.
"Ini kan hari pertama kamu sekolah sd? kok gak semangat" Tanya David.
"Ya gimana mau semangat soalnya yang ngantar bukan mama" Balas Nathan.
"Apa bedanya mama sama papa, papa ini orang sibuk loh harusnya kamu bersyukur papa mau nganter kamu sekolah, iya gak sayang?" Tanyanya pada nindi.
Nindi mengangguk singkat dan menuangkan air putih untuk David dan Nathan.
"Soalnya papa suka bohong, katanya mau ngajak aku ke ancol pas cuti kemarin, mana?! dasar pembohong!" Cibir Nathan
"Mama setuju tuh, papa kamu emang suka janji janji doang, dulu dia juga janjiin ke mama mau ngelamar mama di Paris eh bohong juga ternyata" Tambah nindi.
"Tuhkan ketauan tukang bohongnya!" Kata Nathan.
"Papa itu bukan tukang bohong, papa ini orang sibuk jangankan buat liburan buat istirahat aja kurang waktunya, lagian kamu sayang dulu kan kamu udah hamil duluan makanya kita cepet cepet nikah" Ucap David tanpa dosa.
Nindi tampak mengepalkan tangan nya dan membuat David menciut takut, pria berusia 35 tahun itu membuat gestur ampun untuk melawan istrinya yang galak.
"Hamil duluan itu apa ma?" Tanya Nathan polos.
"Emm itu, kamu lanjut makan aja ya sayang kasian nasi gorengnya udah dingin" Nindi meringis kaku.
Nathan mencebikkan bibirnya kecewa karena tak mendapat jawaban dari sang ibu.
"Kamu gimana sih masa ngomong gitu didepan anak!" Nindi berbisik pelan sembari mencubit perut david.
"Aduh aduh a-ampun, lagian dia juga gak tau kamu tenang aja sayang"
"Ya tetep aja!"
"Iya iya maaf gak lagi deh"
Nindi melepaskan cubitan nya saat surya tampak turun dari lantai atas.
"Morning cucu kakek" Sapanya pada Nathan.
"Morning kakek!" Balasnya.
"Nindi masak apa hari ini?" Tanya surya.
"Goreng nasi lagi gak apa apa ya pa? nindi belum sempet beli roti" Katanya.
"Gak apa apa sayang, ayo makan!" Ajak surya.
"Kakek kakek?" panggil si kecil.
"Kenapa nat?"
"Hamil duluan itu apa kek?"
David dan nindi melotot terkejut dengan pertanyaan polos sang anak pada surya.
"H-hamil duluan?" Surya menoleh pada kedua anaknya dimana nindi dan David tampak meringis malu.
"Hamil duluan itu... cinta yang di segerakan"
"Ohhhh" Nathan melanjutkan acara makan nya tanpa berprotes lagi.
Begitulah gambaran interaksi keluarga baru David, hangat dan penuh cinta, kehadiran nindi dan Nathan berhasil mengidupkan kembali rumah yang lama terasa sepi.
#End
Jika kalian menyukai cerita ini jangan lupa like komen dan berikan penilaian atas karya pertamaku, terimakasih 🍎˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ̮ ❝᷀ົ⁎⁺˳✧