NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Waktu menunjukkan pukul 03.00 wib. Sedari tadi Asya terusik. Ia merasakan bahwa wajahnya ditiup oleh seseorang.

Asya membuka matanya. Ia melihat suaminya sedang memandanginya sambil tersenyum. Asya menutup wajahnya kembali dengan selimut. Ia mengingat apa yang terjadi diantara keduanya.

"Ayo bangun dulu. Mau iku tahajud apa nggak?," ucap Alif

"Kamu jangan di situ Mas. Aku mau lewat," ucap Asya kesal

"Kita itu suami istri. Kamu nggak usah malu-malu meong gitu," ucap Alif terkekeh

"Minggir dulu Mas," pinta Asya

Alif tertawa pelan dengan tingkah istrinya. Ia mengacak rambut istrinya lalu pergi ke balkon. Asya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

20 menit kemudian

Asya sudah lebih segar dari sebelumnya. Alif terlihat menggelar dua sajadah di ujung kamar. Asya segera mengambil mukena dan memakainya.

Sholat tahajud dilakukan dengan khidmat. Sholat berjamaah suami istri memang pemandangan yang indah. Bacaan di setiap rakaatnya begitu menenangkan hati. Setelah selesai Asya mencium tangan Alif dan disambut kecupan di dahinya.

Asya merasakan ada yang menetes di dahinya. Ia terkejut mendapati suaminya menangis dan tersenyum disaat yang bersamaan.

"Kok nangis, Mas? Kamu kenapa?," tanya Asya sambil mengusap air mata suaminya

Alif hanya tersenyum. Ia lalu mengecup tangan Asya lalu menggenggamnya.

"Aku nangis karena aku bahagia," ucap Alif sambil tersenyum

"Bahagia kenapa?," tanya Asya heran

"Aku bahagia karena Allah masih memberikan aku kesempatan mendapatkan istri yang solehah. Aku bahagia karena aku masih diberi kesempatan untuk bahagia lagi setelah luka yang sebelumnya," jawab Alif

"Terkadang untuk mendapatkan kebahagiaan pasti harus merasakan patah hati yang hebat," ucap Asya sambil tersenyum

"Aku bahagia apapun yang ditakdirkan Allah selalu yang terbaik untuk setiap hamba-Nya," ucap Alif

"Semoga kita menjadi jodoh dunia akhirat ya, Mas," ucap Asya tulus

"Aamiin," timpal Alif

'Allahu akbar'

'Allahu akbar'

Terdengar suara adzan subuh dari masjid komplek. Alif bergegas untuk pergi ke masjid. Sedangkan Asya memilih sholat di rumah.

Setelah subuh, Asya sibuk berkutat di dapur. Ia memasak sarapan spesial karena hari ini suaminya mulai kerja. Aroma wangi tercium di seluruh penjuru rumah.

"Wangi banget," celetuk Alif yang ke dapur

"Waalaikumsalam," sindir Asya yang menuangkan sayur ke mangkok

"Assalamualaikum sayang," ucap Alif lalu cengengesan

"Waalaikumsalam. Mandi dulu sana! Sudah aku siapkan pakaian kerjanya," ucap Asya yang menggoreng tempe

"Siap ibu negara," ucap Alif sambil berlagak hormat

Asya tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya. Alif bergegas ke kamar untuk bersiap. Tetapi sebelum itu, ia mencium pipi kanan Asya singkat lali berlari pelan. Asya tersenyum dengan tingkah suaminya.

Setelah sarapan, Alif berpamitan untuk bekerja. Asya membantu suaminya itu memakai jasnya. Asya mengantar Alif ke depan rumah.

"Aku berangkat kerja dulu ya, sayang," ucap Alif lalu mencium kening Asya

"Iya Mas," jawab Asya lalu mencium tangan suaminya

Alif memasuki mobil dan siap meninggalkan rumah untuk beberapa jam ke depan. Asya melambaikan tangannya begitu mobil suaminya itu melaju meninggalkan pekarangan rumah. Asya memasuki rumah lalu mengunci pintunya.

Beberapa jam setelah Alif pergi ke kantor, Farah datang berkunjung. Ia berencana akan mengajak kakak iparnya jalan-jalan.

"Assalamualaikum," ucap Farah sambil mengetuk pintu

Asya yang sedang menonton televisi langsung bergegas membukakan pintu. Ia sudah tau suara adik iparnya itu.

"Waalaikumsalam," jawab Asya sambil membukakan pintu

"Kakak," sapa Farah sambil memeluk Asya

"Ayo masuk dulu," ucap Asya sambil mengajak masuk ke rumah

Farah mengikuti kakak iparnya itu. Ia duduk di ruang keluarga dengan Asya.

"Jalan yuk, Kak!," celetuk Farah

"Kemana? Kakak belum izin sama suami," ucap Asya

"Tunggu biar aku telpon kakak dulu," ucap Farah sambil mengotak-atik hp nya

Asya menggelengkan kepalanya pelan. Ia merasa senang bisa dekat dengan adik iparnya.

'Apaan? Jangan ganggu kerja deh!'

"Aku lagi sama kak Asya," ucap Farah sambil menunjukkan kamera ke arah Asya

'Jangan bikin rusuh ya, Dek! Awas aja'

"Kakak pikir aku ini anak kecil apa," kesal Farah

'Kamu kan emang masih kecil'

"Aku mau izin ngajak kakak ipar jalan-jalan," ucap Asya

'Kemana?'

"Belanja dong. Boleh nggak?," ucap Farah

'Sebelum jam 3 sore harus sudah di rumah'

"Makasih kakakku ganteng. I love you," ucap Farah

'I love you too. Sudah berangkat sana, kakak kerja dulu'

"Oke," ucap Asya

Asya tersenyum melihat interaksi keduanya. Ia jadi teringat abangnya.

"Ya udah. Kakak siap-siap dulu," pamit Asya lalu ke kamar

"Oke," ucap Farah

Setelah beberapa menit Asya bersiap, akhirnya mereka pergi menuju mall. Sepanjang perjalanan, Farah bercerita ria. Ia membagi setiap apa yang dialaminya itu kepada kakak iparnya.

Mobil Farah berhenti di area parkir. Mereka keluar dari mobil lalu mulai memasuki mall. Asya begitu terhibur dengan Farah yang mengajaknya jalan-jalan. Mereka juga menonton film bioskop yang sedang viral.

Setelah selesai menghabiskan waktu bersama, Farah mengajak Asya makan di restoran favoritnya. Ia begitu senang dengan kehadiran Asya dalam hidup kakaknya.

"Terima kasih ya, Kak," ucap Farah tiba-tiba

"Terima kasih untuk apa?," tanya Asya heran

Farah tersenyum sambil memegang tangan Asya. Matanya berkaca-kaca seolah ingin menangis. Asya mengusap lembut punggung tangan adik iparnya itu.

"Terima kasih karena telah menerima kak Alif menjadi bagian dari hidupmu. Aku merasa senang sekali memiliki kakak ipar yang nyaris sempurna dari segi apapun. Setelah sekian lama, akhirnya aku sekarang bisa melihat senyum kak Alif lagi," ucap Farah tulus

"Semua yang terjadi hari ini telah digariskan oleh Allah. Mungkin memang mas Alif jodohku," ucap Asya sambil tersenyum

"Aku gak bisa bayangin gimana kalo kak Alif masih sama masa lalunya," ucap Farah sendu

"Ngapain bahas masa lalu? Semua sudah berlalu dan jadikan pelajaran saja," ucap seseorang yang langsung duduk di samping Asya

"Kakak?!," pekik Farah

Asya tersenyum melihat kehadiran suaminya tiba-tiba. Alif mencium pelipis istrinya singkat. Farah hanya memutar bola matanya malas. Ia sungguh muak melihat tingkah romantis di depannya. Biasanya kalo di rumah ada papa dan mamanya yang menurutnya sok romantis. Sekarang malah melihat kakak dan istrinya yang romantis.

"Kok kamu ada di sini, Mas?," tanya Asya

"Iya tadi ada meeting dadakan dan kebetulan mau makan siang. Eh gak sengaja lihat kamu," jawab Alif sambil tersenyum

"Alamat nih pulang sendiri," sindir Farah

"Ya jelas dong kak Asya pulang sama suaminya," ucap Alif terkekeh

"Iya dah ngerti aku," sinis Farah

"Nikah aja sana biar punya gandengan," celetuk Alif

"Enak aja kalo ngomong. Nikah itu soal kesiapan tau. Bukan cuma akad sama resepsi doang. Tapi harus siap dari segi finansial maupun mental," ucap Farah

"100 buat Farah," ucap Asya

"Bijak ya kamu sekarang," ucap Alif terkekeh

Mereka bertiga akhirnya memakan pesanan masing-masing. Gak ada yang bicara selama makan. Hanya terdengar suara dentingan sendok dn garpu yanng bersahutan.

1
Mrs. Ren AW
selamat asya... semoga bahagia selalu beesama alif... 😍
Shofiyah 19: Terima kasih😍 jangan lupa gift nya kakak🙏🤭
total 1 replies
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
Mrs. Ren AW: siaaaappp kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!