bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rahasia teman dan tingkah konyolnya
Setelah elina masuk ke dalam tenda. Dony menatap pohon di sebelahnya. " Udah malem, kamu masuk tenda gih, tidur istirahat nanti kamu masuk angin di luar Mulu.!!." Dony mengejek ku berbicara kepada pohon di sampingnya. Aku tertawa melihatnya.
Kemudian aku meminum kopi lagi dan menghisap rokok ku. " Don, loe mau kuliah apa langsung kerja..?" Tanyaku.
" Gue juga gak tau sat, gimana orang tua gue ajah, ya kalau gak lanjut gue mau langsung kerja ajah kayaknya.." jawab dony sambil menatap sosis gosongnya.
Setelah Dony berbicara seperti itu, tiba tiba riko terbangun dari tidur, ia langsung keluar dari tenda seperti ketakutan.
" Kenapa loe.?..." Tanyaku dengan penasaran. Riko langsung menghampiri ku dan Dony.
" Gue liat pocong.." ucapnya serius ketakutan.
" Pocong..?" Ucapku.
" Pocong..?" Timpal dony.
" Sssstttt,,, " Riko menutup mulut ku dan dony.
" Jangan kenceng kenceng bilang pocongnya.." Riko dengan ketakutan. Seketika suasana menjadi hening dan mencekam, kami menjadi merinding bulu kuduk.
" Loe liat pocong di mana..?" Tanyaku dengan pelan penasaran.
Lalu Riko celingak-celinguk dan mendekati wajahnya kepadaku dan dony. " Di..di .di mimpi...!" Ucapnya pelan di hadapan wajahku dan dony.
" Hehhhh,,, sialan loe, makan nih pocong..!! " Ucap Dony kesal sembari menjejali sosis gosong miliknya ke mulut riko.
" Hehh, kampret kirain gue benaran..!!" Ucap ku dengan kesal.
Riko malah mengunyah sosis yang Dony jejalkan ke mulut nya itu, namun lama kelamaan ia merasa aneh dengan makanan yang ia kunyah itu. " Apaa sih nih, pait banget..?” ucapnya heran.
" Taik kucing..!" Dony masih kesal. Riko langsung memuntahkan makanan itu dari mulutnya, kemudian ia minum, meminum minuman ku.
" Baru tau gue taik kucing rasanya pait.!." ucap Riko dengan konyolnya setelah minum dan duduk di sampingnya Dony.
" Tapi enak kan,..?" Dony setelah menghisap rokok.
" Lumayan sih..! " Riko.
" Loe mau lagi...?" Dony.
" Gak ah, paitt..? Riko.
Sementara aku mengetawainya sambil menikmati kopi dan sebatang rokok.
" Kalian lagi pada ngapain sih jam segini belum pada tidur..?" Tanya riko kepadaku dan dony.
" Pake nanya lagi, gue lagi jagain loe pada, entar kalau ada dinosaurus kemari gimana..? " Ucap dony menatap riko.
" Iya iya bener..gue bagi roko dong.." ucapnya .
" Itu rokok, pake ngomong segala, isep aja..!” ucapku..
" Nah gituh dong.!." Riko sambil mengambil roko di dekatku, ia membakar dan menghisapnya.
Dengan nikmat dan santainya riko menghisap rokok." Gue mau curhat sama kalian boleh gak..?" Ucapnya serius setelah menghisap roko.
" Loe mau curhat apa...? " Tanyaku penasaran.
" Sebenernya gue punya rahasia.." ucap riko serius dengan tatapan kosong.
" Rahasia apaan..?" Timpal dony dengan penasaran.
" Gue mau cerita sama kalian, tapi kalian jangan ceritain ke yang lain ya, gue yakin cuma kalian doang yang bisa percaya sama gue, kalau bukan ke kalian gue gak tau harus cerita ke siapa lagi.." Riko sembari menatap langit.
" Iya buruan ah loe mau cerita apa emang...?" Ucapku tak sabar.
" Tau kebanyakan ngomong loe, buruan apaan rahasia loe .? " Ucap dony.
Lalu riko menoleh ke arahku dan dony. " Iya iya sabar, soalnya ini rahasia di balik rahasia, cukup kita bertiga yang tau.." ucap Riko dengan serius.
" Iya apaan, ah lama.." Dony dengan kesal.
Kemudian riko menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya. " Sebenernya.?." Ucap riko belum selesai. Aku dan dony dengan penasaran mendekati Riko untuk mendengar lebih jelas.
Riko melanjutkan lagi katanya" Sebenernya, sebenarnya gue Spiderman..! " Ucap riko. Lalu ia memejamkan mata.
Seketika aku dan Dony diam saat riko berkata seperti itu. Lalu aku dan Dony tertawa terbahak bahak mendengar rahasia riko itu.
" Kok kalian malah ketawa sih..!?" Ucap riko menatapku dan dony yang menertawakanya.
" Eh somplak, loe jadi Spiderman di sini mau sangkutin jaring loe kemana, ke pohon...!" Ucap Dony. Dony tertawa lagi.
" Bukan jadi Spiderman yang ada jadi monyet loe.."timpalku mengetawainya, dan Riko pun malah ikut tertawa.
Malam semakin larut. Aku dan Dony sampai sakit perut menertawai riko.
Tak lama kemudian. Tiba tiba saja kami mendengar suara burung hantu, seketika kami diam, suasana menjadi hening, dan tiba tiba saja kami melihat semak bergerak seperti ada sesuatu.
" Apaan tuh.?." ucapku dengan penasaran.
" Jangan jangan.?!" Ucap dony dengan ketakutan, lalu ia berlari masuk tenda, aku dan riko pun dengan cepat menyusul Dony masuk tenda.
Di dalam tenda.Kami bertiga langsung menarik selimut, lalu riko menutup rapat rapat tendanya, setelah itu ia pun berbaring tidur ketakutan. Dan tiba tiba sajah. _ DUTTTT_ Dony kentut di dalam tenda di tengah kepanikan dan ketakutan kami.
" Sialan loe Don ah, bau kampret. " Ucapku dengan kesal menendang pantat dony. aku langsung bangun menutup hidungku, bau kentut Dony di dalam tenda pun tidak bisa terhindari. Dony malah tersenyum memejamkan matanya seperti tak punya dosa.
" Brengsek loe ah, gue mending ketemu setan dari pada nyium bau kentut loe,, " ucap riko sembari terburu buru membuka pintu tenda dan langsung keluar menghirup udara segar.
Sementara Dony malah cengengesan sambil berbaring tidur. Sementara aku langsung berbaring tidur lagi.
" Sat loe gak bau apa..?" Tanya Riko dari luar tenda.
" Udah biasa.." jawabku dengan mata terpejam.
Riko yang masih berdiri di luar melihat ke arah depan, pemandangan yang sangat mencekam dan sepi, ia berdiri di luar sendirian dengan perasaan takut. Tiba tiba sajah ia melihat ada bayangan hitam dari kejauhan menghampirinya. Riko langsung kembali masuk ke dalam tenda dan memeluk erat Dony. " Gue liat setan Don, Hihhh..." Riko dengan ketakutan sambil memeluk erat Dony.
" Boong Mulu loa ah,,Katanya mending ketemu setan, dari pada nyium kentut gue.." ucap dony dengan mata terpejam mencoba tidur.
" beneran Don gue gak becanda.." ucap riko dengan ketakutan. dan Tiba tiba._ DUTTTT_. Dony kentut lagi..
" Bodo amat Don loe mau kentut kek, mau berak kek, gue gak peduli, dari pada gue ketemu setan..!" Riko dengan perasaan takut memeluk erat Dony, Dony malah cengengesan sambil memejamkan mata.
" Berisik loe ah gue mau tidur juga, tidur tidur.." ucapku dengan kesal kepada mereka.
" Serius sat gue liat setan, coba dah loe liat ke luar.." ucapnya ketakutan memeluk dony. Dony hanya diam.
Lalu dengan penasaran aku bangun dan mengintip ke luar dari pintu masuk tenda. Aku melihat ada si mamang pemandu jalan sedang duduk menikmati secangkir kopi dan sebatang roko.
" Setan dari mana loe, noh liat, orang si mamang lagi ngopi di luar.." ucapku, lalu aku kembali berbaring tidur.
" Serius sat..?" Riko, lalu ia pun mengintip ke luar, dan ternyata benar itu si mamang pemandu jalan, dan apa yang Riko liat tadi ternyata si mamang sedang berjalan menghampiri tempat itu.
" Ouh iya bener sat, kirain gue setan.." ucap riko lega. Setelah itu Riko kembali berbaring tidur, kami pun tidur bersama.
terimkasih.