NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

KEBANGKITAN VAMPIR TERKUAT DARI TIDUR PANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arafi Arif Dwi Firmansyah

Kurza adalah vampir terkuat dimasa lalu, entah apa yang ada dipikiranya sehingga dia memutuskan untuk beristirhat/tidur di dalam sebuah goa . sebelum Putri Kerajaan Alabas tanpa sengaja membangunkan Kurza dari tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arafi Arif Dwi Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. Runtuhnya Kesabaran

‎Suasana di dalam aula kuil mendadak berubah menjadi mencekam. Amarah Kurza bukan lagi sekadar emosi, melainkan sebuah manifestasi kekuatan yang nyata. Kabut hitam bercampur hijau zamrud mulai merayap keluar dari celah-celah lantai, menyelimuti mayat - mayat prajurit yang berserakan.

‎Kurza berdiri mematung, matanya menatap lekat pada kepala Jenderal Kel. Pupil matanya menghilang, digantikan oleh cahaya merah yang menyala terang bagaikan api neraka. Tekanan udara di dalam kuil meningkat pesat, membuat Rin dan Miyuki sulit untuk bernapas.

"Berani - beraninya..." Suara Kurza bukan lagi suara manusia, melainkan geraman yang bergema di setiap sudut aula. "kali ini tidak ada kata maaf untuk kalian iblis jahanam." Suara Kurza meledak.

Sebuah gelombang kejut energi merah bercampur hitam meledak dari tubuh Kurza. Pusaran energi yang keluar dari tubuh Kurza menghancurkan pilar-pilar bangunan di sekelilingnya. Tombak yang menancap kepala Kel bergetar hebat, Rin menangkap kepala Kel itu dengan lembut sebelum jatuh ke tanah.

‎Pusaran energi yang liar di sekitar Kurza nyaris menghancurkan sisa bangunan kuil. Namun, sebelum kemarahan itu mencapai titik puncaknya, sebuah kilatan merah melesat menembus badai energi tersebut.

Miyuki, dengan kecepatan, menerobos masuk tepat di hadapan Kurza dan langsung memeluknya erat. Tubuh Miyuki gemetar menahan tekanan aura Kurza, namun ia tidak melepaskannya. Miyuki mencoba meredam amarah Kurza.

"Cukup, Tuan Kurza... Hentikan ini! Jika kau terus begini, kau tidak akan menyisakan apa pun di Alabas. Miyuki Membisikkan nama Kurza dengan suara lembut namun tegas.

"Lepaskan, Miyuki! Mereka membantainya... Mereka harus merasakan penderitaan yang sama!" Gumam Kurza dengan napasnya berat dan bergetar, matanya masih menyala merah.

"Aku tahu rasanya kehilangan! Aku tahu itu! Tapi lihat dirimu... kabut ini, kemarahan ini... kau mulai terlihat seperti monster yang, bukan seperti Kurza yang aku kenal. Jangan biarkan jiwamu tertelan oleh amarah." Suara pelan Miyuki sambil menahan gelombang energi yang keluar dari tubuh Kurza.

Kurza belum merepon, energinya terus meningkat. "Jangan biarakan Alabas hancur oleh amarahmu Kurza!" Ucap Miyuki dengan nada berbeda seolah Kurza yang ia peluk sekarang adalah kekasihnya bukan lagi Tuannya.

Dengan sedikit tarikan Miyuki menarik leher Kurza agar Kurza membungkuk, wajahnya kini mendekat ke arah wajah Miyuki. "Kembalilah padaku, Kurza. Kembalilah pada kami." Pinta Miyuki disusul Miyuki menciun bibir Kurza dengan lembut.

Perlahan cahaya merah di mata Kurza meredup, napasnya mulai teratur. Ia memejamkan mata dan membalas ciuman Miyuki dengan lemah. Miyuki Melepaskan ciumanya untuk menatap mata Kurza, sambil tersenyum manis.

"Aku di sini. Kita akan membalas mereka, tapi dengan cara kita, bukan dengan cara menghancurkan Alabas oleh amarahmu. Mari kita selesaikan ini bersama." Seru Miyuki yang sekarang menatap mata Kurza.

Aura gelap dan merah yang tadi memenuhi kuil perlahan menghilang, digantikan oleh kesunyian yang pilu. Kurza menunduk. Amarahnya tidak hilang, tapi kini terkunci di balik tekad yang lebih dingin dan tajam.

‎Setelah ketegangan yang nyaris menghancurkan Alabas, Miyuki melepas pelukannya, Kurza perlahan tersadar dari amarahnya. Berjalan menuju Rin yang masih memegang kepala Kel. Dengan sangat hati-hati, Kurza membungkus kepala Kel dengan kain jubahnya, sementara Miyuki bernafas lega dan sedikit bingung.

Dalam hatinya berbisik "Ada apa sebenarnya ini? Aku terbangun dari tidurku dan langsung menyaksikan kejadian ini." Tidak ada kata-kata yang terucap. Keheningan itu jauh lebih berat daripada suara pertempuran sebelumnya. Mereka memutuskan untuk segera kembali ke kastel untuk menenangkan pikiran dan memberikan penghormatan terakhir yang layak untuk Kel.

Sesampainya di dalam kastel. Rin bergegas menyiapkan sebuah peti kecil, dan menyimpan kepala Kel di peti kecil itu "Siapkan air," perintah Kurza dengan suara serak saat menginjakkan kaki di kamar kastel.

Kurza menoleh ke arah Miyuki, matanya kini tidak lagi menyala Merah liar, melainkan setajam pedang yang baru diasah."...kita akan merencanakan serangan balik. Aku tidak akan membiarkan satu pun dari makhluk itu tetap bernapas di tanah Alabas." Seru Kurza.

Miyuki meletakkan tangannya di bahu Kurza, memberikan dukungan moral yang diam. Kami bersamamu tuan" jawab Miyuki. Rin datang dan memberitahukan pada Miyuki "Miyuki air sudah siap" Seru Rin dari arah belakang Miyuki. "Terima kasih Rin" saut Miyuki. Rin pun keluar dari kamar dan berjaga, Rin tau kini giliran tugas Miyuki untuk melayani tuanya.

"Sekarang,,, mari kita membersihkan badan, dan ceritakan semua padaku Kurza, apa yang terjadi di Alabas?" Seru Miyuki sambil melecuti baju yang sedang Kurza pakai. Jika sedang berdua, Miyuki akan menganggap Kurza sebagai seseorang yang iya cintai, bukan lagi Tuanya.

Miyuki membawa Kurza menuju bak air yang sudah disiapkan oleh Rin, jauh dari kebisingan duka di aula utama. Miyuki tahu bahwa saat ini kata-kata saja tidak cukup untuk menghapus beban di pundak Kurza. Ia menuntun Kurza duduk di dalam bak besar, lalu ia melangkah ke belakang pria itu..

"Tanggalkan bebanmu sejenak, Kurza. Kau tidak bisa terus menerus menanggung beban." Bisik

Miyuki suaranya lembut, nyaris seperti bisikan di telinga Kurza.

Miyuki Mulai menggosok bahu Kurza yang kaku dengan gerakan perlahan dan berirama.

"Jadi... Apa yang terjadi selama aku tertidur Kurza. Tanya Miyuki sembari membersihkan badan Kurza dengan lembut, jari-jarinya yang dingin khas vampir terasa kontras namun menenangkan di atas kulit Kurza yang hangat karena sisa luapan energi.

Kurza mulai menceritakan apa yang terjadi di Alabas, Khiya, dan semua kejadian yang terjadi selama Miyuki tertidur. Miyuki mendengarkan semua cerita Kurza sambil membersihkan tubuh Kurza dan sesekali Kurza membersihkan tubuh Miyuki.

"Sekarang aku tau semua yang terjadi. Aku sudah tidak lagi bingung dengan apa yang terjadi di Alabas. Ucap Miyuki yang menyandarkan dagunya di bahu Kurza, membiarkan rambut panjangnya jatuh menutupi sisi wajah mereka

"Sentuhanmu... selalu bisa membuatku merasa masih memiliki sisi kemanusiaan." Balas Kurza Perlahan pundaknya mulai turun, ia merasa ketegangan yang tadi memuncak mulai mencair.

"Aku akan menjadi jangkar agar kau tidak hanyut dalam kegelapan (amarah) itu lagi. Lihat aku, Kurza. Di sini, kau hanya Kurza." Ucap Miyuki sambik memutar tubuh Kurza agar menghadapnya, lalu menggenggam kedua tangan Kurza, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari.

Miyuki melakukan gerakan lembut, menyeka kening Kurza dengan jemarinya seolah sedang menghapus bayangan buruk dari pikiran pria itu. Gerakannya yang tenang dan penuh kasih membuat Kurza akhirnya bisa menghembuskan napas lega yang panjang.

"Terima kasih, Miyuki. Ini alasan aku membangunkanmu secara paksa." Kurza Mulai tersenyum tipis, menatap mata Miyuki yang kini tampak hangat. Miyuki membalas senyum Kurza dan berdiri di hadapan Kurza yang masih dalam posisi duduk di dalam bak besar.

Miyuki memang paham bagaimana cara menjinakan Vampir terkuat itu. Dengan gerakan menggoda membiarkan Kurza memandangi tubuhnya yang tanpa busana itu. Miyuki mengambik kain dan mulai mengeringkan tubuhnya sendiri.

"Ayo Kurza keringkan badanmu dan kita ke tempat tidur". Seru Miyuki dengan nada yang sangat menggoda dan mulai mengeringkan tubuh Kurza, dan menariknya ke arah tempat tidur.

‎Setelah aktifitas yang dilakukan Miyuki dan Kurza di atas tempat tidur, Kurza akhirnya terlelap dalam tidur yang dalam.l, mungkin satu-satunya istirahat tenang yang ia dapatkan sejak kekacauan dimulai. Miyuki bangkit dengan perlahan agar tidak membangunkan pria itu, mengenakan pakianya, lalu melangkah keluar menuju di mana Rin yang sedang menghadap ke arah kota Alabas yang gelap.

"Dia sudah tidur." Tanya Rin yang menyadari kehadiran Miyuki. "Sudah Rin" jawab Miyuki. "Aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan kota ini jika kau tidak ada Miyuki. Selama ini Tuan Kurza berusah menahan amarahnya yang nampak jelas oleh mataku." Ujar Rin sambil menengok sedikit ke arah Miyuki.

"Kau pasti sangat cemas Rin, jika Kurza sampai tertelan oleh amarahnya kejadian dulu yang menimpa bangsa kurcaci akan terulang lagi, kota Bel benar - benar hancur luluh lantak oleh kekuatan yang di keluarkan Kurza." Ucap Miyuki sambil mengingat kejadian dimana Kurza tidak bisa mengendalikan amarahnya.

"Bersiaplah untuk besok Rin. Keluarkan kekuatan barumu untuk mengurung para iblis di dalam istana agar tidak bisa kabur. Karena besok Kurza pasti akan menyerang dan menghabisi para iblis sendiri." perintah Miyuki yang sudah menyadari jika kini Rin menjadi vampir seutuhnya.

Bersambung. . .

1
T28J
keren kak 👍
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
hadiir kakak 🙏
Arafi Arif Dwi Firmansyah: oke. nanti gw mampir.
total 3 replies
putri kurnia
lanjutannya dooong, penasaran bgt ini 😍
putri kurnia
bikin penasaran kelanjutannya
Arafi Arif Dwi Firmansyah: sabar ya. malam ini bab 4 selesai.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!